Se connecterKania Sekar Melati gadis berusia 20 tahun itu harus putus kuliah, dan terpaksa bekerja sebagai babysitter di sebuah rumah mewah milik duda kaya beranak satu yang bernama Bagas Adipati Wiratmodjo. Sedangkan Bagas adalah duda yang baru saja bercerai, dia seringkali merasakan kesepian. Seringkali kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi, di usianya yang menginjak angka 31 tahun membuat darahnya meronta-ronta karena kebutuhan yang tidak terpenuhi itu. Sampai suatu ketika Kania mendapati situasi yang mendesak. Ia meminta pertolongan pada Bagas dan dirinya pun di beri tawaran yang tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya. Akhirnya ia menerima tawaran itu, tawaran menjadi simpanan sang bos.
Voir plusKania tidak menyangka jika dirinya akan menjalin hubungan dengan pria yang masih berstatus suami orang ini. Bagaimana kelanjutan hidupnya? Ia benar-benar merasa cemas, dan takut jika dirinya akan di kasuskan dalam hubungan mereka. Sebenarnya jika Bagas akan rujuk dengan Frisca itu bukan masalah untuknya. Hanya saja ia khawatir kalau suatu saat perbuatannya itu akan di ketahui dan berujung membawa masalah besar untuknya. Tentu ia tidak mau perbuatannya itu di ketahui orang-orang. Apalagi kakaknya? Ia tidak mau Angga tahu. Ia tidak mau Angga syok dan jatuh sakit karenanya. Seusai sarapan selesai, Kania ikut berjibaku bersama para pelayan membereskan meja makan. Ia bisa melakukan ini tentu karena Naren bersama ibunya. "Nanti setelah ini kamu pindah semua barang-barangmu ke kamar pelayan. Kamar Naren akan di pakai Frisca dan Naren untuk bermain,” ucap nyonya Helena yang kini mendekati Kania. Kania mengangguk. "Baik, Nyonya." Setelah itu ia segera naik ke lantai atas ke kam
"Maaf, maafkan saya, Nyonya, Tuan." Kania kikuk, dia lalu berjongkok untuk membersihkan tumpahan susu itu yang mengotori lantai. Sambil menggigit bibirnya ia mengelap noda itu dengan tisu. Pandangan Bagas tertuju pada Kania sebentar. Bisa-bisanya ia sampai tidak memperhatikan Kania di ruangan ini. Akhirnya masalah pribadi yang seharusnya hanya di ketahui oleh mereka berdua bisa di ketahui oleh Kania. "Siapa yang menyuruh kamu ada disini? Keluar!" perintah Bagas pada Kania. Nadanya terdengar seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Padahal sebelum ini Bagas baru saja menggodanya. Tapi mau tidak mau, Kania memang harus segera pergi. Ia sadar akan posisinya, ia tidak boleh berharap di perlakukan baik setiap saat oleh Bagas. "Maaf, tuan. Saya tadi sedang mau siapkan susu." "Biar Frisca yang siapkan susunya." Kania mengangguk patuh. "Baik, kalau begitu saya permisi, tuan." Gadis itu segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Sementara Bagas kembali menata
"Aku ... aku lagi masak nyonya." Kania segera mengambil piring berisi nasi gorengnya dan menaruh ke atas meja makan. "Maaf nyonya aku izin makan sebentar." Karena ia pikir Naren sedang bersama ibunya jadi ia punya waktu untuk sarapan. Nyonya besar seakan tak percaya dia memicingkan matanya dan memindai seisi dapur dengan tatapannya, seolah ingin tahu apa yang sedang di sembunyikan Kania. "Tadi saya dengar ada suara orang lain disini, suara pria. Kamu gak lagi bohongi saya kan?" "Nggak, Nyonya. Aku gak bohong. Tadi aku emang masak sambil telponan sama kakakku. Mungkin itu yang nyonya kira suara pria." Nyonya Helena terus melirik kesana kemari tak percaya dengan yang Kania jelaskan, ia masih percaya jika ada orang lain disini. Sekarang tatapannya ke arah bawah meja itu. Nyonya Helena mendenguskan napasnya karena tak mendapatkan apa-apa dari arah kabinet yang tertutup tirai itu. "Setelah selesai segera balik ke atas siapkan perlengkapan Naren sebelum Frisca bangun. Jangan sa
"Kenapa diem hem? Katanya mau kerja, ayo kita ke kamar," imbuh Bagas. Kania langsung memasukan nasi goreng yang baru matang ke dalam piring. Kemudian memutar tubuhnya menatap Bagas. Tangan pria itu masih memeluk pinggang Kania. "Mas. Apa kamu tahu kalau di kamar kamu saat ini ada mbak Frisca?" terang Kania. Pria itu seketika melepas pelukannya di pinggang Kania lantaran agak kaget. "Nggak mungkin lah." "Mas lihat aja sendiri ke atas kalau gak percaya." Bagas terdiam, tapi Kania tidak mungkin berbohong. "Kapan dia kesini?" tanya Bagas akhirnya. "Tadi malem, waktu mas pergi." Kania menjawab dengan tenang. "Yaudah, kalau begitu disini saja." Kania tidak segera merespon ia memilih menaruh nasi goreng yang baru selesai dia buat itu ke dalam piring. Wangi nasi goreng itu semerbak di dalam ruangan ini. "Kamu jam segini udah sarapan?" tanya Bagas. Bagas tentu saja tahu jika Kania tidak makan sejak kemarin sore, karena moodnya yang tidak bagus setelah mendapat perlakuan tak me
Bagas terdiam, pertanyaannya tadi terjawab. Rupanya yang membuat Kania bersedih adalah ketika perempuan itu tahu statusnya dengan Frsica masih belum resmi bercerai."Ga penting aku tahu dari mana," ujar Kania ketus."Jawab pertanyaan saya Kania?" Bagas mencengkram rahang Kania dan menarik wajahnya
Kania mengangguk. Napasnya ia tahan karena jarak wajah mereka terasa begitu dekat. Ia juga tak menyangka jika pria yang tidak sengaja ia siram tadi adalah Bagas Adipati Wiratmodjo–bosnya saat ini. "Iya, tuan. Sekali lagi maafkan saya." Bagas tidak membalas dia hanya menghela napasnya yang bisa K
"Ma–maaf, maafkan saya, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja."Kania buru-buru meminta maaf dengan suara gemetar.Perlahan, ia mengangkat wajahnya dan mendapati seorang pria yang baru saja melepas kacamata hitamnya. Namun, begitu tatapan mereka bertemu, Kania langsung menunduk lagi, tidak berani me
"Kan, biaya tagihan rumah sakit mamasmu sudah membengkak beberapa hari ini. Ini bibi bayarkan dulu pakai uang pinjaman dari bank keliling. Soalnya, bibi sudah nggak punya simpanan lagi."Ucapan bibinya tempo hari masih terngiang jelas di kepala Kania. Sudah sebulan terakhir, kakaknya bolak-balik ru
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires