ANMELDENIa ingin segera hamil dari pernikahannya dengan Tama, karena gadis itu membutuhkan uang. Awalnya Riti meminjam pada ayah kandungnya sendiri. Namun, ia justru dinikahkan dengan Tama, pria yang tidak dicintainya. Di tengah perjalanan pernikahan mereka, kakak kandungannya ingin mengambil suaminya. Begitu juga dengan Kakek Brawijaya yang menghalangi keharmonisan keluarga Tama. Ia membujuk Riti agar mau mengasingkan diri dengan alasan menyelamatkan bayinya. Ini adalah kisah perjalanan seorang anak manusia yang menikah karena perjodohan. Namun, apakah merkan menjadi kekasih tambatan hati yang tidak bisa terpisahkan? Baca terus kisahnya, ya? Selamat membaca!
Mehr anzeigen"How about I buy you a drink? You look like you need one." I look up from the beer I am drinking and my eyes land on a very handsome gray eyed man. He has a perfect jawline with a 5 o'clock shadow on it. His lips look so plump and inviting and I imagine how it would feel to smash my lips against his or better yet how they would feel between my...
"Miss?" his sexy voice disrupts my devious thoughts. I am already drunk but I still can't forget the asshole living in my apartment. Maybe I need another distraction?
"What?" I snap at him but I see a smirk forming on his stupid handsome face. Why is he so happy? Happiness only lasts for some minutes. Life isn't all peaches and roses.
"I asked if you wanted a drink but since your checking me out maybe you never heard." He has a smug smile that irritated the shit out of me. What I would do to wipe it. Or kiss it before wiping it.
I tsk and shake my head at him. "Too bad you have a large ego. Maybe I would have had even more than just a drink." I stand up and take my purse ready to leave. I notice my short black dress has ridden up and I move my hands to pull it down.
When I am done I look up to see the man's grey eyes on my legs. It's my turn to smirk. "Like what you see?" I am never like this. I never flirt with anyone but maybe Ian's cheating made me this daring?
"I actually do. Your body made me so hard baby and you have to take care of my hard on." He says while moving closer to me then snakes his arms around my waist. I feel his palm cup my butt and squeeze the right cheek. I look at him in shock and try pushing his body that's packed with muscles everywhere.
"I know you want this." I hear his husky voice near my ear. I feel heat straight from my core which makes me squeeze my thighs together. 'What is wrong with me?' I question myself. I shut my eyes trying to gain control but the alcohol only makes it worse. His long and warm fingers has now ridden my dress up and are rubbing my clit. I moan in pleasure pulling him by his collars and smash my lips on his plump ones.
The club has very dim lights and everyone is busy doing their stuff so I never mind them. The man continues rubbing my clit in circles until I feel one finger inside of me. I can't take it anymore and soon I know everyone would know what we're doing.
"Let's get out of here." The sexy man seems to be reading my thoughts. I nod and take my forgotten purse then follow him to a red convertible. It looks so expensive. Bet he goes around flashing his money to get girls in his bed.
We sit in the tension filled car for about five minutes and get into an elevator that seems to take us to a penthouse. As soon as the elevator doors closes, the man pulls me to him and kisses my lips roughly. He places his hands under my thighs and slightly pulls indicating he wants me to snake them around his waist and that's what I do.
The elevator doors opens and I find out they lead straight to the penthouse but before I can explore I am once again pulled to his lips. His lips leave mine and move to my jaw and down to my neck making me moan in pleasure. I start unbuttoning his shirt but he holds my hand.
He tugs on my tight dress and removes it swiftly leaving me in only my black lace thong with no bra. He looks at me, drinking in every inch of my body and like an instinct I move my hands to my chest.
"Don't cover yourself." His husky voice demands and I immediately let go of my hands making them fall to my sides. I move to him slowly and start unbuttoning his shirt but when I see it is taking so much time I roughly pull it and the buttons go flying everywhere. What? I'm an impatient woman. And I know he's one rich man. He'll get another one. He smirks at me and I kneel and start untying his belt. Thirty long seconds later I pull down his designer pants and calvin klein boxers.
My eyes widen at the sight in front of me. Oh no. Definitely not gonna fit. I'm a virgin for heaven's sake! The man looks at my panicked face and smirks.
"What? Did you expect any less?" I roll my eyes before placing them back on his long dick. 'I have to do this.' I tell myself. I have to forget about Ian.
I place my slightly shaky fingers on it and with a determined look I start rubbing him along his length and before I know it, I place it in my mouth and suck like my life depends on it.
The man lets out a shaky breath and holds my hair in a fist and tugs at it and for the first time I feel like I am in control of something and it feels so damn nice.
I feel his muscles tighten and before anything happens he picks me up and places me on the bed kissing me. His fingers come to my clit and rub it even though I am dripping wet.
"Condom?" I ask impatiently. I am so done waiting. He stands up and I feel the cold air brushing my naked skin and I try not to shiver. He takes a packet and tears it with his teeth then places on the condom and comes back to me.
My heartbeat increases tremendously knowing that I am going to lose my v- card to a complete stranger.
He takes one of my legs and places it on his shoulder and slips his enormous dick between my folds in one thrust. I feel a searing pain and for a second I almost scream. I feel tears come to my eyes but I fight them. When the pain lessens I realize there is no movement.
I try to move but he holds me still and looks at me with horror.
"You are a virgin?" I roll my eyes and nod. He tries getting up but I hold him.
"You already broke it. Might still continue. I need this." I might seem desperate but I don't care. I just need to forget Ian's betrayal.
"Why didn't you say something?" I only shrug and move my lower body to continue. This is torture.
He gets the hint and soon we are at it and for how many rounds? I don't remember. I feel so satisfied and sated. And for the first time in that day I forget about my cheating, stupid boyfriend; Ian.
I wake up in an unfamiliar bed and when I move I feel something heavy on my waist. I look to see a muscled arm and I have no clothes! Memories from last night come to me all at once and one thing I always love about myself is that I never have any experience of hangovers.
I try as hard and as quiet as possible to move to my clothes that are everywhere in the large penthouse. I admire it for a minute wondering how rich this man is.
I go to the elevator in the penthouse and leave as quick as possible. Bye bye handsome man.
“Apa aku salah menjadi orang seperti itu?” Tama dia meski dia tidak tahan, ia hanya melirik istrinya yang tertawa geli di sampingnya. Riti menahan tawanya saat melihat ibu dan anak yang beradu argumen karena berbeda pandangan. “Riti, bagaimana pendapatmu kalau suamimu kehilangan semua kekayaannya dan kamu terpaksa hidup di desa seperti yang kemarin-kemarin kamu lakukan?” tanya Deliza dengan tatapan serius kepada menantunya. Riti tahu bahwa Tama memang kehilangan kekayaannya selama mereka bersembunyi di desa. Namun, Iya juga tahu bahwa sekarang Tama kembali memiliki semua perusahaannya. “Apa Ibu kira hidup di desa itu susah? Itu tidak sulit, lebih sulit lagi saat aku harus hidup sendiri dan mengurus ibuku!” “Oh!” gumam Deliza, “Maafkan aku soal ibumu, Riti, Aku senang bertemu denganmu, dan aku lebih senang lagi setelah tahu bahwa kamu adalah, anak dari saudaraku!” “Aku mengerti! Tapi, Bu! hidup di desa itu sangat menyenangkan dan di sana semua orang hidup seperti
Tama kembali menemui Riti dan ibunya di rumah sakit yang menjadi rumah mereka. Sementara itu Jasin sudah kembali ke perusahaan dan menenangkan semua pemegang saham. Lalu, ia menyelesaikan masalah di sana satu persatu. Tentu saja ia bekerja sama dengan semua teman dan orang-orang kepercayaan Tama, hingga keadaan Grup Unitama dan perusahaan-perusahaan Pratama, kembali seperti semula. Hando sebentar lagi akan mendapatkan jadwal sidangnya, dan sudah dipastikan hukuman seumur hidup yang akan diterimanya. Kerusakan yang dilakukannya di berbagai tempat, juga memberatkan pasal-pasal yang dituduhkan padanya. Demikian juga Sony ia mendapatkan pengadilan juga, tapi ia tidak di hukum dengan hukuman seumur hidup. Ia mendapatkan hukuman 20 tahun penjara. Wisa sangat bersedih, karenanya, secara tidak sengaja wanita itu mengucapkan kekhawatirannya, “Sony, Bagaimana kalau kamu dihukum selama itu Bagaimana jika terjadi apa-apa denganku dan anakmu Listi?” katanya sambil menangis. Dari
“Kalau begitu, aku tarik kata-kataku kalau dia baik!” kata Riti dan Tama tertawa.“Tidak boleh bilang laki-laki lain itu baik, kecuali aku, oke?” kata Tama sambil mencium istrinya.Setelah itu Tama mengajak Dion pergi ke tempat yang pernah ia gunakan untuk menyekap Sony. Mereka pergi diiringi dengan beberapa pengawal Tama. Tentu saja Jasin ikut bersama dengan mereka. Sony terlihat kurus dan luka-lukanya belum sembuh sempurna, masih banyak bekas luka yang diakibatkan oleh pukulan dari Tama. Pria itu hanya diam dan pasrah akan dibawa ke mana pun juga.Tama langsung membawa Sony ke lokasi yang sudah dibagikan, oleh orang tak di kenal yang menghubunginya. Ternyata ia adalah seorang pria bertubuh kurus yang mengaku sebagai adik sepupu ibunya.Di tempat itu mereka merekam pengakuan Sony dan mengirimkannya pada Brawijaya. Tentu saja disertai ancaman.Mereka ingin agar Hando, anak bungsunya itu, mau mengaku dan mengembalikan semua aset milik Tama yang sudah diambilnya. Jika tidak, maka
Keesokan harinya, Tama memuaskan istrinya hingga seharian penuh, dengan berbelanja di kota. Ia membeli apa pun yang diinginkannya. Terakhir mereka menyewa sebuah salon dan memanjakan tubuh hanya berdua dengan pelayanan VIP yang pernah ada.Riti sangat bahagia dan bersyukur dengan kemanjaan yang diberikan Tama. Sungguh, menghabiskan sepanjang sore dengan dipijat, itu hal yang luar biasa. Apalagi ia melakukannya berdua dengan suami tercinta.Mereka selesai dipijat dan melakukan rangkaian pelayanan di salon sampai puas. Baik Tama dan Riti kini terlihat segar kembali, dan acara di akhiri dengan makan malam. Setelah itu, mereka memutuskan untuk menginap di hotel karena besok akan melanjutkan perjalanan menengok Delizah.Keesokan harinya, saat sepasang suami istri itu tiba di kamar Delisa, yang terdapat di sebuah rumah sakit swasta, mereka melihat wanita paruh baya itu, dalam keadaan baik-baik saja. Riti ingin menghabiskan beberapa hari bersama ibu mertuanya dan sang suami pun setuj
"Mengapa kita turun? Di sini tidak ada rumah! Apa kamu akan mengurungku setelah menjadi istrimu?” Riti bertanya pada Tama, pria yang baru dinikahinya satu jam yang lalu. Ia heran dengan Tama yang menghentikan mobil dan tinggalkannya begitu saja, di tempat asing. tidak ada perumahan di sekitarnya.
Pada sore harinya, Riti pulang ke rumah Tama sesuai janji. Jasin yang menjemput dan pria itu memberinya banyak nasihat.“Sebaiknya Nona tidak membuat banyak masalah, Tuan Tama sudah memiliki persoalan di perusahaan, pasti akan repot kalau Nona menambahnya ...!” kata Jasin, ia menyampaikan arahan d
Sementara itu, Riti memasuki toserba bersama dengan Jojo dan langsung melakukan tugas mereka. Disela-sela waktu bekerja Riti menceritakan semua tentang bagaimana cara ia mendapatkan uang dengan mudahnya. Ia juga mengungkapkan kekecewaan, karena tidak bisa membelikan jam tangan dengan harga satu jut
"Tidak juga! Aku sudah biasa berjalan jauh, tapi sepatuku terlalu tinggi dan baju ini terlalu panjang!” “Kamu ini terlalu banyak bicara untuk ukuran orang yang baru kenal!” Tama berkata sambil memalingkan wajahnya. “Apa aku mengganggumu? Seharusnya kamu maklum kalau aku mengeluh, aku ini istrimu!


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rezensionen