Beranda / Romansa / Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku / Bab 10: Celetukan yang Pas

Share

Bab 10: Celetukan yang Pas

Penulis: Salwa Maulidya
last update Tanggal publikasi: 2026-06-12 23:51:13

Gemercik air dari keran dapur mengalir deras, membasahi jemari Selina yang tengah sibuk menggosok piring-piring porselen. Namun, fokusnya sama sekali tidak berada pada tumpukan cucian di depannya.

Pikirannya melayang jauh, terus berputar pada kejadian di meja makan setengah jam yang lalu. Bayangan punggung tegap Edgar yang berdiri kokoh melindunginya dari makian Gretha menolak enyah dari kepalanya.

Selina menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba mengusir debaran aneh yang kembali me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 16: Hanya ada Dua Pilihan

    Keduanya berjalan berdampingan mendorong troli di koridor supermarket mewah itu. Selina mencoba fokus pada daftar belanjaan yang diberikan Luna, memilih sayur dan daging yang menjadi makanan favorit Rafael dan mertuanya dengan terbiasa patuh.Jemarinya yang masih agak gemetar memilah potongan daging sapi wagyu pilihan Luna, lalu mengambil beberapa botol saus impor kesukaan Rafael. Pikirannya masih berkabut, namun tubuhnya bergerak otomatis seperti robot yang telah diprogram untuk melayani.Edgar tiba-tiba menghentikan troli tepat di depan rak camilan dan bahan makanan manis yang disukai Selina yang selama ini dilarang dibeli oleh Luna karena dianggap pemborosan tidak bermutu.Dengan gerakan tangan yang santai namun pasti, Edgar mengambil beberapa kotak cokelat praline premium, biskuit mentega impor, dan selai beri kesukaan Selina yang dulu sering ia beli sebelum menikah. Edgar memasukkannya begitu saja ke dalam troli, tepat di atas tumpukan daging pesanan Luna."Paman—maksudku, Edgar,

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 15: Memikirkan Ulang

    Selina duduk kaku di kursi penumpang mobil mewah Edgar. Suasana kabin begitu sunyi, hanya diisi deru mesin yang halus.Selina mencengkeram sabuk pengamannya erat-erat, matanya lurus menatap jalanan Jakarta tetapi pikirannya kacau. Ada kecemasan luar biasa jika ada kenalan keluarga Theodore yang melihat mereka bersama.Pikiran Selina berputar pada skenario terburuk. Jika ada satu saja kolega bisnis mertuanya atau teman-teman sosialita Luna yang memergoki dirinya berada di dalam satu mobil dengan paman suaminya ini, habislah sudah.Edgar adalah sekam yang siap membakar dinasti Theodore, pria berbahaya yang selalu dihindari sekaligus ditakuti.Berada sedekat ini dengannya di tempat umum sama saja dengan mengantarkan leher ke pisau jagal. Jantung Selina berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa nyeri, dan napasnya tertahan di ujung tenggorokan.Edgar yang menyadari ketegangan Selina melirik sekilas, lalu memecah keheningan. Dengan suara baritonnya yang tenang, dia meminta Selina untuk

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 14: Ultimatum sang Adik Ipar

    “Apa yang sedang kalian lakukan di sini?!”Teriakan melengking dari seorang wanita paruh baya seketika memecah ketegangan intim di sudut dapur. Selina tersentak kecil, tubuhnya menegang hebat dengan jantung yang mencelos ke lambung.Dia pun buru-buru memutar tubuhnya kembali menghadap wastafel, menyalakan keran air dengan tangan gemetar, dan berpura-pura kembali mencuci sisa piring yang sebenarnya sudah hampir selesai.Di sampingnya, Edgar tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dengan gerakan yang teramat tenang dan kasual, dia menoleh ke arah sumber suara.Di ambang pintu dapur, Luna berdiri dengan posisi melipat tangan di dadanya. Sepasang matanya menatap tajam, penuh dengan kecurigaan dan kilat merendahkan yang amat kentara.Edgar sama sekali tidak merasa terintimidasi. Alih-alih menjauh, dia justru mengulurkan tangannya yang besar, menaruh gelas kaca sisa kopinya ke dalam wastafel cuci piring tepat di samping tangan Selina, sengaja membuat kulit lengan mereka bergesekan sekilas.

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 13: Kabar yang Mengejutkan!

    “Kau tidak datang kemarin malam, Selina.”Suara bariton yang berat dan dalam itu seketika memecah keheningan dapur. Selina terlonjak kaget hingga piring porselen di genggaman tangannya nyaris merosot ke dalam wastafel. Jantungnya bertalu hebat saat dia menoleh ke arah sumber suara.Edgar Anthony sudah berdiri di samping konter dapur, bersandar santai dengan sebelah tangan memegang secangkir kopi hitam yang mengepulkan uap tipis.Pria itu tampil kasual namun tetap memancarkan aura dominasi yang pekat. Tatapan mata elangnya langsung mengunci wajah Selina, menilai setiap guratan ekspresi dan rasa bersalah yang terpancar dari wajah pias sang keponakan menantu.Selina buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam, menolak bertatapan langsung dengan obsidian kelam milik Edgar. Jemarinya kembali meremas spons cuci piring dengan gelisah.“A-aku ... maaf, Paman,” bisik Selina dengan suara parau dan bergetar menahan gugup yang mendadak menyerang seluruh syarafnya. “Aku belum bisa mengambil keputu

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 12: Hinaan Kasar pada Selina

    Waktu sudah menunjuk angka sembilan malam. Selina masih duduk di tepi ranjang, meremas jemarinya sendiri dalam keheningan yang mencekam.Ketegangan dari ancaman Edgar di ruang cuci sore tadi belum sepenuhnya memudar dari kepalanya, namun kini dia harus menghadapi kenyataan pahit lainnya.Cklek.Pintu kamar terbuka kasar. Rafael melangkah masuk dengan langkah lebar yang angkuh. Pria itu langsung menaruh tas kerjanya di atas sofa dengan asal, membiarkan benda kulit mahal itu tercampak begitu saja di lantai.Tanpa memandang Selina, Rafael mulai membuka kancing kemejanya satu per satu dengan raut wajah yang tampak sangat puas, jenis kepuasan yang belum pernah Selina lihat selama pria itu berada di dekatnya.Ada binar kebahagiaan yang asing di mata suaminya, sesuatu yang langsung memicu rasa perih yang teramat sangat di ulu hati Selina.Selina menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan seluruh sisa keberaniannya yang telah diinjak-injak selama satu bulan ini. Dia lalu bangkit berdiri

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 11: Bawa Dirimu Datang Padaku

    Sore hari tiba dengan sisa-sisa kelelahan yang semakin mendera tubuh Selina. Lorong bagian belakang kediaman Theodore tampak sepi, hanya menyisakan suara deru konstan dari mesin cuci di ruang belakang.Selina sedang berdiri di depan meja setrika, melipat beberapa helai kemeja milik Rafael dengan gerakan mekanis. Pikirannya masih berkecamuk, memikirkan obrolannya dengan Lyra tadi siang serta bayangan Edgar yang seolah enggan lepas dari benaknya.Brak.Suara pintu ruang cuci yang ditutup dengan hentakan pelan namun tegas seketika membuat Selina tersentak. Dia membalikkan badan dengan cepat, dan sepasang matanya langsung membola sempurna.Edgar Anthony sudah berdiri di sana. Pria itu mengunci pintu dari dalam dengan satu gerakan tangan yang tenang, lalu memutar tubuhnya untuk menghadap Selina.Kemeja abu-abu yang dia kenakan sejak pagi kini lengannya sudah digulung hingga ke siku, menampilkan urat-urat menonjol di lengan kekarnya yang liat.Tanpa sepatah kata pun, Edgar melangkah maju. L

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status