LOGINDi dalam ruang kerja Arthur yang tenang di gedung HW. Company.Sisa-sisa ketegangan dari konferensi pers tadi siang perlahan mulai mencair. Kian masih duduk di sofa bersama Arthur setelah kepergian Mia.Arthur sudah meminta orang untuk mengawal dan menjaga Mia dengan selamat.“Terima kasih banyak, ya. Kamu sudah mengizinkan Mia untuk tinggal sementara di paviliun belakang rumahmu. Dengan begitu, dia akan aman dari ancaman atau intimidasi dari pihak Luna dan orang-orangnya.” Kian menatap penuh syukur karena Arthur selalu mendukung setiap keputusan yang dibuatnya.Tangan Arthur membelai lembut rambut Kian, bibirnya tersenyum kecil, lalu dia membalas, “Tidak perlu berterima kasih. Semua ini juga demi HW. Company.”“Lagi pula, itu hanya untuk sementara waktu sampai kehebohan ini sedikit mereda dan tim hukum kita berhasil menyelesaikan semua berkas gugatan resmi untuk menyeret Luna dan Rose ke pengadilan. Setelah itu, Mia akan aman di mana pun dia tinggal nantinya.”Kian mengangguk-angguk
Suara di seberang sana bukan suara lembut Adam yang biasa memanjakannya, melainkan sebuah bentakan menggelegar yang sarat akan kemurkaan. Luna terbungkam, detak jantungnya seolah berhenti berdenyut.“Gara-gara kebodohan dan keangkuhanmu itu, namaku ikut terseret di konferensi pers tadi pagi, Luna! Kamu menyebut namaku di video rekaman sialan itu!”Suara Adam terdengar penuh kemarahan dengan napas memburu kasar.Belum juga Luna membuka suara lagi, sudah kembali terdengar suara Adam.“Siang ini, istri dan keluarga besarku tahu soal hubungan kita! Posisiku di partai dan pemerintahan sekarang sedang berada di ujung tanduk karena skandal ini! Paham kamu!”“Say-sayang, aku tidak bermaksud ... itu rekaman tersembunyi–”“Cukup! Jangan pernah hubungi nomor ini lagi!” potong Adam dari seberang panggilan. “Jangan pernah berharap aku akan membantumu. Urus sendiri masalah hukummu, dan jangan berani-berani menyeret namaku lebih jauh kalau kamu masih sayang dengan nyawamu!”Luna terkesiap.Sambunga
Dengan pengawalan ketat dari beberapa petugas keamanan studio yang tersisa, Luna dan Fio akhirnya berhasil menyelinap keluar melalui pintu darurat basement untuk menghindari wartawan yang berkerumun di luar. Mereka pergi menggunakan mobil salah satu kru pemotretan untuk mengelabui wartawan.Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Luna hanya bisa meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Napasnya memburu, sementara ponselnya tidak berhenti bergetar karena ratusan panggilan dan pesan masuk yang sengaja dia abaikan.Harapan Luna untuk menemukan ketenangan di apartemen pribadinya seketika pupus. Begitu mobil yang dikendarai Fio memasuki area gerbang kompleks apartemen mewah itu, pemandangan di depan lobi utama sudah berubah menjadi lautan manusia. Puluhan mobil van milik stasiun televisi dan ratusan wartawan telah mengepung tempat tinggalnya, lengkap dengan kamera yang siap siaga.“Sialan! Kenapa mereka tahu tempat ini?!” umpat Luna histeris, memukul dasbor mobil dengan frustrasi.“Luna,
Bukannya panik melihat Fio yang sangat cemas, Luna justru menyunggingkan senyum remeh. Luna melipat kedua tangannya di dada. Matanya masih menyorot tenang. “Lalu kenapa kalau mereka membuat klarifikasi? Takut apa? Paling mereka cuma bisa membantah soal kualitas produk mereka. Publik sudah terlanjur percaya pada video Rose, Fio. Biarkan saja mereka meronta-ronta menyelamatkan citra perusahaan mereka yang sudah hancur.” Luna bicara dengan entengnya.“Misal klarifikasi, yang kena juga Rose, bukan aku. Kenapa kamu harus sepanik ini?” Luna kembali bicara.Fio menghela napas frutasi, dia kembali menatap cemas pada Luna saat bicara.“Bukan itu, Luna! Bukan cuma soal produk!” Tangan Fio sedikit gemetar saat menunjukkan salah satu berita yang baru saja dirilis beberapa menit lalu. Itu adalah video siaran ulang konferensi pers Kian yang sudah membanjiri portal berita, lalu menyodorkannya tepat di depan wajah Luna. “Lihat ini! Lihat sendiri apa yang mereka tunjukkan ke media!”Luna mengerutkan
Kian memahami kecemasan Mia. Dia tersenyum kecil, lalu mencoba menenangkan.“Video yang diputar, tidak disebutkan siapa perekamnya dan juga sumbernya. Yang penting fakta itu jelas.” Kian menjeda kalimatnya sesaat, lalu kembali bicara. “Jika memang ada yang tahu, mereka tidak akan membencimu. Sebaliknya, kamu mengungkap fakta yang benar.”“Tapi ….” Tatapan Mia meragu. “Tidak semua orang berpikiran seperti itu.”“Ya, aku tahu.” Kian membalas cepat. “Justru karena itu, kamu harus siap menerima konsekuensinya. Kamu ingin jadi publik figur, dan seorang publik figur, tidak akan terlepas dari opini negatif dan positif. Jika kamu siap menjadi model maka kamu harus siap menghadapi semua itu.”“Kamu tidak menjatuhkan siapa pun. Kamu melindungi banyak orang kecil di luaran sana dari perbuatan Luna yang tak bertanggung jawab. Jika sebagian orang akan menghujatmu, sebagian lagi akan melindungimu. Begitulah dunia, jika kamu tidak siap, kamu tidak perlu melangkah sejauh ini.” Arthur ikut membuka sua
Kian mengajak Mia pergi ke ruang kerja Arthur.Kian mempersilakan Mia dan suaminya masuk lebih dulu.Begitu Kian menutup pintu ruang kerja suaminya dengan rapat, dia melangkah masuk mengajak Mia untuk duduk lebih dulu agar nyaman.Mia baru berani menurunkan tudung jaket serta melepas masker saat sudah duduk berhadapan dengan Kian dan Arthur.Kian dan Arthur awalnya bersikap biasa, sampai keduanya terkejut melihat bekas merah yang sudah agak memudar di rahang Mia.“Kenapa wajahmu?” Kian langsung bertanya.“Apa kamu baru saja mengalami kekerasan?” Arthur ikut angkat suara.Mia masih menundukkan kepalanya. Dia berusaha menenangkan dirinya dan kecemasannya.Saat tatapannya akhirnya terangkat ke arah Kian dan Arthur, mata Mia tampak berkaca-kaca.“Saya sudah tidak sanggup lagi bekerja dengan Luna, Bu Kiandra.” Mia mulai menumpahkan apa yang menyesakkan dadanya. Jemari Mia mencengkeram masker yang tadi menutup wajahnya, lalu dia kembali berkata. “Di depan kamera dia boleh saja terlihat sep
Kian menatap punggung Arthur. Suaminya masih menerima panggilan.Sampai Arthur menjauhkan ponsel dari telinga lalu menoleh ke arah Kian lagi.“Ada apa? Kamu harus ke k
Semua tatapan langsung tertuju pada Arthur.Bagaimana bisa nama Kiandra Shaylin, tertulis di berkas sebagai penjual desain?Nama dan alamat email yang tertera, memang milik
Arthur berada di ruang kerjanya. Dia mendengarkan laporan dari anak buahnya yang diterima oleh Kendrick.Mengetahui Hendra benar-benar datang lagi membawa bunga dan buah untuk Kian, cukup membuat Arthur tak suka.
Setelah Kian tertidur kembali.Arthur keluar dari kamar.Tatapannya tertuju pada kedua penjaga yang ditugaskannya.“Sejak







