Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 18. Rangkul Keduanya

Share

18. Rangkul Keduanya

last update publish date: 2026-06-15 22:14:16

Karina merogoh tas tangan branded miliknya, mengeluarkan sebuah ponsel berselimut casing elegan, lalu menatap Jovita dengan sebuah senyuman santai tanpa beban.

“Oh iya, Jo. Aku minta nomor rekening atau e-wallet kamu. Ada sedikit uang jajan, nanti kalau kamu berhasil meyakinkan Vio, aku akan memberikan reward yang sepadan untukmu.”

Jovita seketika terpaku. Sedetik kemudian, dia menggelengkan kepala dengan cepat, refleks menolak tawaran itu.

“Eh, tidak usah, Bu. Benaran tidak usah. Bisa mendapat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   18. Rangkul Keduanya

    Karina merogoh tas tangan branded miliknya, mengeluarkan sebuah ponsel berselimut casing elegan, lalu menatap Jovita dengan sebuah senyuman santai tanpa beban.“Oh iya, Jo. Aku minta nomor rekening atau e-wallet kamu. Ada sedikit uang jajan, nanti kalau kamu berhasil meyakinkan Vio, aku akan memberikan reward yang sepadan untukmu.”Jovita seketika terpaku. Sedetik kemudian, dia menggelengkan kepala dengan cepat, refleks menolak tawaran itu.“Eh, tidak usah, Bu. Benaran tidak usah. Bisa mendapatkan izin magang di sini dari Om… Pak Ray saja aku sudah sangat beruntung dan merasa terbantu. Jadi tidak perlu sampai seperti itu.”Agar atmosfer di sudut kantin itu tidak semakin canggung dan menjepitnya, Jovita melirik jam tangan digital di pergelangan tangan kirinya. Ia sengaja memberikan kode bahwa ia harus segera memulai aktivitas sebagai anak magang di Vastu Chandra.“Maaf, Bu Karina, sepertinya saya sudah harus segera melapor ke divisi HRD untuk penempatan magang.”Sebenarnya itu hanya al

  • Istri Rahasia Om Raymond   17. Kerdil

    Karina membawa Jovita menuju area kafetaria khusus karyawan yang terletak di lantai mezanin. Tempat itu jauh dari kesan kantin konvensional pada umumnya, desain interiornya mengusung tema industrial-biophilic yang sangat estetis dan megah.Jovita dan Karina mengambil posisi duduk di salah satu sudut yang agak privat, terlindung oleh partisi tanaman vertikal yang cukup rimbun.“Kamu sudah sarapan, Jo? Mau memesan sesuatu?” tanya Karina. Suaranya terdengar renyah, ringan, dan bersahabat sembari melambaikan tangan dengan anggun pada seorang pelayan.Di seberang meja, Jovita meremas jemarinya sendiri di bawah kolong meja. Tubuhnya mendadak kaku, dipenuhi rasa takut yang luar biasa dahsyat.Di kepala gadis muda itu, skenario terburuk mulai bermunculan.Apakah Karina sudah mengetahui hubungannya dengan Raymond?Apakah wanita ini sengaja membawanya ke sini untuk melabrak, memaki, dan mempermalukannya di depan seluruh karyawan kantor?Jovita menahan napas, berusaha keras menyembunyikan getar

  • Istri Rahasia Om Raymond   16. Pertemuan Jovita dan Karina

    Jovita berdiri mematung di kamar mandi, menatap pantulan dirinya sendiri di balik cermin yang mulai berembun.Jemarinya perlahan naik, menyentuh bibirnya yang masih sedikit bengkak, lalu turun meraba lehernya yang tertutup rapat oleh kerah sweater turtleneck.Ada rasa asing dan tidak percaya diri yang mendadak menggerogoti dadanya. Ia sadar, ada sesuatu yang telah berubah secara permanen di dalam dirinya kini.Sudah tidak perawan lagi.Kenyataan itu menghantam dada Jovita, memicu rasa takut yang menjalar ke seluruh sarafnya.Bagaimana jika orang-orang menyadarinya dari cara jalannya?Bagaimana jika rahasia ini terbongkar?Jovita buru-buru menggelengkan kepala, menghalau air mata yang hampir menetes. Ia tidak boleh lemah. Hari ini ia harus mulai masuk magang, atau kuliah arsitekturnya tidak akan pernah selesai, dan ia akan selamanya terjebak dalam kemiskinan dan bayang-bayang keluarga yang hancur.Dengan memantapkan hati, Jovita menyandang tas ranselnya dan melangkah keluar dari kamarn

  • Istri Rahasia Om Raymond   15. Kebohongan Besar

    Pertanyaan Jimmy siang tadi terus berdengung di kepala Raymond sepanjang perjalanan pulang. Bahkan tetap mengganggu benaknya hingga roda SUV hitamnya berhenti di depan pelataran rumah.Bagaimana nasib hubungannya dengan Karina?Bagaimana pertanggungjawabannya pada Jovita?Dua pertanyaan itu menghimpitnya dari dua sisi yang berbeda, membuatnya nyaris gila.Raymond melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya dengan langkah yang sengaja ditenangkan. Saat ia melintasi ruang makan yang menyatu dengan dapur bersih, langkahnya terhenti. Di sana, Viola sedang berdiri di depan dispenser, menuangkan air ke dalam gelas.Mendengar suara langkah kaki, Viola menoleh. "Eh, Papa baru pulang?" sapanya, berusaha menampilkan senyum sewajarnya remaja yang menyapa ayahnya.Sesuai dengan saran Jimmy, Raymond memasang topeng tenangnya dengan sempurna."Iya, baru beres urusan di kantor," jawab Raymond datar.Sambil melangkah mendekati meja konter dapur, Raymond sengaja mengangkat tangan kanannya sedikit lebih ti

  • Istri Rahasia Om Raymond   14. Dilema Raymond

    Raymond terpaku. Kertas hasil laboratorium di tangannya perlahan melonggar, tapi tatapan matanya menjadi nanar, membuatnya seolah ditarik paksa oleh mesin waktu ke masa lalu.Efek obat itu, reaksi tubuh yang tak terkendali, rintihan frustrasi yang menyiksa.Ingatan Raymond mendadak terlempar pada peristiwa beberapa tahun yang lalu. Malam terkutuk yang selalu ingin ia hapus dari sejarah hidupnya.Malam di mana tubuhnya mendadak terbakar hebat dan kehilangan seluruh akal sehat tepat setelah meminum minuman yang diberikan oleh Felisa, mantan istrinya.Di bawah pengaruh zat yang sama, Raymond menyerah pada insting kebinatangannya, menghabiskan malam penuh gairah semu bersama wanita itu, hingga akhirnya kesalahan malam itu menjelma menjadi kehadiran Viola.Dan sekarang, pola menjijikkan itu terulang kembali.Melihat perubahan drastis pada raut wajah Raymond yang mendadak pucat berbalut amarah yang tertahan, Jimmy melangkah maju. Ia menumpu kedua tangannya di atas meja, menatap lekat sang s

  • Istri Rahasia Om Raymond   13. Hasil Uji Laboratorium

    Karina bukan tipe perempuan yang akan menyerah begitu saja sebelum Raymond benar-benar bersanding dengannya di altar pernikahan. Selain karena rasa cinta yang mendalam, talenta dan nama besar Raymond di dunia arsitektur sangat dibutuhkan untuk mengepakkan sayap gurita bisnis properti milik keluarganya.Maka, begitu jam makan siang tiba, ia kembali melancarkan strateginya untuk meyakinkan Raymond tentang rencana gila yang sempat tertunda tadi pagi.Di ruang kerja yang kedap suara itu, Karina mengalungkan lengannya di leher Raymond. Sepasang matanya menatap menuntut, menunggu jawaban atas usulannya tentang kehamilan yang sengaja direncanakan demi menjinakkan Viola.Raymond menatap balik wanita itu, lalu perlahan tapi pasti, ia menurunkan kedua tangan Karina dari bahunya. Gerakan yang tegas, membuat jarak aman di antara mereka."Karin, aku mau memenangkan hati Viola dengan cara yang benar. Bukan dengan paksaan, apalagi memanfaatkan kehamilan," ujar Raymond, suaranya berat dan sarat akan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status