แชร์

46. Muslihat Raymond

ผู้เขียน: Henny Djayadi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-28 10:56:11

Raymond memperbaiki posisi berdirinya, lalu menatap Jovita dengan tatapan dingin yang dipaksakan.

Di hadapan Jimmy yang masih menahan tawa, Raymond sengaja memasang topeng profesionalnya sebagai seorang atasan yang kaku.

“Jovita,” panggil Raymond dengan nama asli dan terdengar formal. Suaranya sengaja dibuat sinis dan penuh penekanan.

“Ingat, kamu berada di biro arsitek ini atas rekomendasi dan permintaan langsung dari Viola. Belajarlah dengan benar dan tunjukkan progres yang jelas. Jangan samp
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
vyv
pulang kantor samperin aja om si jovita istrimu itu biar ga ngambek ...
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ha ha ha bingung sendiri kan?
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Om Raymond   114. Tidak Sabar

    Duduk bersandar di sofa empuk, Raymond dan Jovita menghabiskan sore pertama mereka di apartemen baru.Cahaya senja menembus kaca besar, membingkai momen hangat keduanya. Jovita rebahan santai dengan kepala bersandar nyaman di dada bidang Raymond, sementara jemari kekar pria itu tak henti mengelus dan sesekali mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala sang istri.Di tengah suasana yang begitu tenang, Jovita teringat kejadian tadi pagi di dapur. Ia mendongak sedikit, lalu mulai bercerita tentang resep jamu khusus dari Bi Siti.“Tahu nggak, Om? Masak Bi Siti memberi jamu biar aku cepet hamil. Semangat banget dia.”Dada Raymond bergetar, tawa renyahnya pecah mendengar cerita itu.“Sebenarnya...” Raymond menunduk menatap Jovita, suaranya berubah lebih hangat dan dalam, “...aku memang ingin segera punya anak darimu, Jo. Tapi aku tidak akan memaksakan itu. Semua keputusan ada di tanganmu.”Jovita menghela napas pelan, mengusap lembut kemeja Raymond.“Jojo juga mau, Om.”Jovita sadar tugasn

  • Istri Rahasia Om Raymond   113. Prinsip yang Dilanggar

    Karina berdiri mematung di depan dinding kaca besar di ruang kerjanya, menatap lurus pemandangan pencakar langit kota yang membisu. Pandangannya kosong, tenggelam dalam pusaran ragu yang mulai menggerogoti logikanya.Sebenarnya, jauh dalam lubuk hatinya, Karina tidak yakin Raymond memiliki hubungan spesial dengan Jovita. Gadis itu terlalu muda, sangat bertolak belakang dengan semua prinsip yang pernah Raymond tegaskan padanya.“Lihat gadis-gadis itu! Kalau tahu kamu duda, pasti mereka lari ke arahmu sambil berteriak nikahi aku, Om.”Raymond hanya tertawa mendengar keluhan Karina yang tidak terima saat banyak gadis yang terus memperhatikan kekasihnya. Meski sudah tidak muda lagi, tapi pesona Raymond seolah tak pernah memudar.“Mereka masih terlalu muda, belum tahu pahitnya hidup. Mereka pikir hidup hanya senang-senang saja.”“Apalagi kalau kesampaian dapat om-om matang kaya kamu.”“Kalau cemburu malah tambah cantik,” goda Raymond sambil menoel hidung Karina.Sedekat dan sehangat itu hu

  • Istri Rahasia Om Raymond   112. Jamu dari Bi Siti

    Raymond melangkah pelan memasuki kamar dan mendapati Jovita masih meringkuk di balik selimut tebal.Sejak Raymond tiba di rumah tadi malam, Jovita memang sudah meringkuk kesakitan seperti ini.Keinginan Raymond untuk melepas lelah dan meluapkan rasa rindu pada sang istri terpaksa harus ia urungkan, semalam ia hanya bisa berbaring miring, memeluk erat tubuh Jovita sembari memberikan kehangatan hingga mereka tertidur.Raymond duduk di tepi ranjang. “Masih sakit, Jo?” tanyanya lembut.Jovita mendongak sedikit dari balik bantal, lalu mengangguk pelan dengan raut wajah lesu.Raymond tersenyum maklum, tangan kekarnya terulur mengusap lembut rambut Jovita yang terurai.“Nanti siang, kalau kondisimu sudah baikan, aku jemput ya. Kita pergi lihat calon apartemen kita.”“Hmm...” Jovita hanya bergumam pelan mengiyakan.Tak ingin mengganggu waktu istirahat istrinya lebih lama, Raymond segera bangkit dan bersiap-siap menuju kantor.Meski sudah menikah, Raymond tetap mandiri seperti dulu. Tak pernah

  • Istri Rahasia Om Raymond   111. Mata-mata Vs Penjaga

    “Ngapain, Mas?” Pak Budi menegur tegas sembari menghampiri pria berjaket gelap yang sudah beberapa hari ini terlihat mondar-mandir di depan area kos Maximilian Residence. Pria itu sempat tersentak kaget, namun dengan cepat berusaha memasang raut wajah polos. “Mau cari kos buat adik saya, Pak,” jawabnya meyakinkan. Pak Budi menatapnya penuh curiga dari atas sampai bawah. “Adiknya cewek?” “Iya, Pak, cewek.” Pak Budi kemudian menjelaskan dengan nada datar, “Tempat ini memang kos khusus cewek, Mas. Keamanannya ketat.” Pria misterius itu memiringkan kepalanya sedikit, berpura-pura bingung lalu melancarkan aksi menyelidikinya. “Tapi... saya sering lihat ada laki-laki yang keluar masuk tempat itu, Pak. Yang pakai SUV hitam itu.” “Itu pemiliknya, Mas,” jawab Pak Budi tanpa ragu. “Lho, katanya khusus cewek? Nggak bahaya pemilik cowok yang masih muda seperti itu tinggal di dalam?” sahut pria itu cepat, mencoba memancing informasi lebih dalam. Pak Budi terkekeh pelan, lalu menjawab san

  • Istri Rahasia Om Raymond   110. Mulai Ekstra Hati-Hati

    @Raymond Chandra[Kamu pulang duluan pakai taksi][Aku mampir ke rumah dulu][Mau kasih hadiah buat Vio]@Jovita Anindita[OK][Om nginap di sana]Om Ray:[Tentu saja tidak][Tunggu aku pulang][Jangan lupa pakai baju yang aku belikan dari Singapura]Jovita menghembuskan napas panjang, seketika teringat wujud baju tidur yang dibawakan Raymond dari Singapura. Wajahnya merona merah sekaligus dongkol.“Jauh-jauh ke Singapura, masa yang dibeli baju kurang bahan begitu... mana tipis banget lagi! Bikin mriang saja,” gerutu Jovita dalam hati, mengetuk-ngetuk layarnya dengan gemas sebelum mengunci ponsel.Jovita bergegas merapikan barang-barangnya di meja kerja. Ia memandang sekeliling ruangan untuk terakhir kalinya, mematri kenangan manis dan ilmu yang didapatkan di sana, lalu melangkah keluar gedung untuk memesan taksi online.Sebagai anak magang, hari ini adalah hari terakhirnya menjejakkan kaki di kantor Vastu Chandra.Perjalanan pulang menuju Maximilian Residence terbilang lancar meski s

  • Istri Rahasia Om Raymond   109. Bunga dan Kumbang

    Dylan terdiam cukup lama, menunduk, menatap cangkir kopi di hadapannya yang mulai memutih akibat kepulan uap yang menghilang.Pernyataan terakhir Raymond memukul kesadarannya cukup telak. Sebagai pria yang tumbuh di lingkungan keluarga elite, Dylan tahu betul betapa kejamnya dunia mereka jika sebuah rahasia atau kelemahan terekspos sebelum waktunya.Dengan segala yang dimilikinya, Raymond akan tetap bertahan oleh badai skandal. Tapi tidak akan sama dengan Jovita. Posisinya sangat lemah, bisa saja dia menjadi bahan perundungan yang menyudutkannya.Sebutan-sebutan yang merendahkan bisa saja langsung melekat pada diri Jovita. Pelakor, perempuan simpanan, atau lebih kasar lagi, pelacur.Dylan menghembuskan napas panjang, mencoba menekan seluruh ego dan gelombang kekecewaan yang masih bergolak di dadanya.“Saya paham...” ujar Dylan pelan, nadanya berubah jauh lebih tenang walau garis wajahnya masih menyiarkan luka yang tak sanggup ia sembunyikan.Pemuda itu mendongak, menatap lurus mata Ra

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status