แชร์

Cuma Sebesar Kelingking!

ผู้เขียน: Dre LA
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-20 22:06:36

"Benar! Tonton aku, Bayu! Matamu jangan berpaling sedikit pun. Aku mau kamu lihat bagaimana laki-laki perkasa bermain malam ini!" tantang Bram sambil membuka kancing kemejanya dengan gerakan kasar.

Di dalam hati, Bayu tertawa keras. Laki-laki alfa? Pria yang baru saja ia pecundangi dan ia tiduri istrinya di garasi kini menceramahinya soal kejantanan?

"Baik, Pak. Kalau itu memang perintah Bapak," jawab Bayu patuh. Dia berjalan santai dan duduk di sofa sudut. Ia menyandarkan punggungnya yang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Jilat Aku, Bayu.

    Bayu kembali menepuk pelan pantat Selin yang masih tertutup celana dalam renda hitam, dan tepukan itu menimbulkan bunyi yang terdengar jelas di kamar yang sunyi. Selin memekik pelan dan pinggulnya terangkat refleks. "Sakit?" tanya Bayu sambil mengusap tempat yang baru saja ditepuknya, dan jarinya menyusuri lengkungan pantat Selin."ahh, pukul lagi," jawab Selin dengan suara yang terputus-putus, dan ia menengok ke belakang menatap Bayu dengan mata yang berkaca-kaca. Bayu menepuk lagi dengan sedikit lebih keras, lalu diikuti tepukan ketiga yang lebih keras lagi, dan bunyi tepukan itu berpadu dengan dering lonceng di leher Selin yang bergetar karena gerakannya. Selin menggeram pelan di antara bantal, tetapi ia mendorong pinggulnya ke belakang karena ia ingin lebih. "Kamu menikmatinya, ya?" tanya Bayu sambil mengelus pantat Selin yang memerah, dan ia merasakan panas kulit Selin di bawah telapak tangannya. "Meong... aku kucing yang aneh," jawab Selin dengan suara yang pecah karena

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Bercinta Dengan Kostum Kucing

    Beberapa hari berjalan dengan damai, Nyonya Selin saat pagi sampai sore bekerja dan malam hari dipijat serta dipuaskan sopir pribadinya, Bayu.Dan malam ini, Nyonya Selin memiliki sebuah permintaan luar biasa. "Bay, aku pengen kita main dulu sebelum bercinta, " bisiknya dengan suara serak yang sengaja direndahkan, nadanya menggoda sekaligus penuh misteri, dan jari-jarinya bergerak menyusuri dadanya sendiri sebelum ia melompat turun dari ranjang. "Bermain apa?" tanya Bayu penasaran sambil menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, matanya mengikuti setiap gerakan Selin dengan waspada karena ia tahu betul bahwa wanita ini selalu punya kejutan di balik kerling matanya yang licik. "Tunggu di sini," jawab Selin sambil menunjuk ke arah Bayu dengan jari telunjuknya, "jangan bergerak, jangan beranjak dari tempatmu, karena aku akan kembali dengan sesuatu yang akan membuatmu terkejut." Setelah mengatakan itu, Selin melangkah ke lemari pakaiannya dengan langkah berjinjit yang menggemask

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Goyang Lebih Cepat!

    "Kamu suka aku seperti ini, Bay?" Selin bertanya sambil memasukkan pintu masuknya ke kejantanan Bayu yang mulai tegak, dia pun bergerak naik turun, menyesuaikan irama sendiri. Kepalanya terlempar ke belakang, rambut hitamnya menari-nari mengikuti gerakan, tangannya menekan dada Bayu untuk keseimbangan. Lenguhannya menggema di seluruh kamar, bercampur dengan derit kasur yang lembut—tapi Selin belum puas. Ia ingin lebih. "Bayu... tanganmu... remas payudaraku! Remas lebih keras!" Bayu mengangkat tangan dan meremas buah dadanya dengan kuat, ibu jarinya memutar puting yang sudah menegang seperti kancing merah. Selin semakin liar, bergerak lebih cepat dan dalam, pinggulnya berputar-putar di atas Bayu seperti helikopter yang berputar gila. Bunyi decakan basah dari pertemuan mereka memekik di kamar, suara yang mengundang dan menggiurkan—slurp, plos, plos—gemericik cairan yang bercampur dari dalam tubuh Selin. "Ahhhh! Lebih cepat! Bayu, aku mau lebih cepat! Taruh tanganmu di pinggulku!

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Kamu Sangat Nakal!

    Bayu mulai bergerak pelan, mendorong pinggulnya maju mundur dalam ritme yang dalam dan terukur. Sofa berderit pelan menahan berat tubuh mereka, suara kayu tua yang merintih di bawah gempuran gerakan mereka. "Kamu... sempit sekali, Selin... aku bisa merasakan milikku dijepit olehmu, ahhh..." desis Bayu dengan napas tersengal, dahinya berkeringat. Selin menggeliat di bawahnya, kukunya mencengkeram lengan sofa hingga kuku-kuku merahnya nyaris menusuk kain beludru. "Lebih keras! Hentakkan lebih keras, Bayu! Genjot aku, Bay! Sodok, ahhhh!!!" Bayu mempercepat gerakannya. Tubuhnya menghantam Selin dengan ritme yang semakin liar, pinggulnya beradu dengan paha Selin dalam benturan basah yang memekik di ruang tengah yang sunyi. Desahan dan lenguhan dari kedua mulut bercampur aduk, menggema di antara dinding-dinding rumah besar itu seperti nyanyian dosa yang tak mau padam. "Ah... ah... Bayu... di sana... tepat di sana!" jerit Selin, kepalanya terlempar ke belakang, rambut hitamnya mena

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Sentuh Lebih Dalam!

    "Anda tahu persis apa yang saya inginkan." Bayu mengulurkan tangannya, jari-jarinya menyentuh dagu Selin, mengangkat wajahnya. "Ini gila. Ini sangat salah." Selin menggenggam pergelangan tangan Bayu, namun tidak mendorongnya menjauh. "Malam ini, biarkan saya yang memegang kendali. Anda hanya perlu menikmati." Bayu mengusap ibu jarinya di bibir bawah Selin, merasakan getarannya. "Bayu..." Hanya nama itu yang mampu keluar dari bibir Selin sebelum segala kata lenyap. "Buka bibirmu." Perintah Bayu lembut namun tidak dapat ditolak. "Ah..." Selin menuruti, bibirnya terbuka sedikit. Bayu merengkuh tengkuk Selin dengan tangannya yang besar dan langsung mencium bibirnya dengan panas. Ciuman itu bukan ciuman sopan atau ragu—itu adalah ciuman yang telah tertahan selama berbulan-bulan, ciuman yang mengungkapkan semua hasrat yang selama ini disembunyikan di balik gelar dan jarak. Selin terkesiap kaget sejenak, namun kedua lengannya dengan cepat melingkar kuat di leher Bayu, membalas ci

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Aaah, Enak!

    "Sakit?" Bayu segera mengurangi tekanan, khawatir. "Tidak... teruskan. Rasanya sangat rileks." Selin menggeleng, tangannya mencengkeram bantal lebih erat. Bayu melanjutkan pijatannya, merasakan bagaimana otot-otot Selin mulai menyerah di bawah jari-jarinya. Ada kepuasan tersendiri melihat wanita yang begitu tegar di kantor tadi kini leleh di tangannya. "Kulit Anda terasa sangat panas, Nyonya," gumamnya, merasakan hawa panas yang terpancar dari tubuh Selin. "Tanganmu juga panas, Bayu. Dan besar. Sangat nyaman menekan punggungku." Suara Selin semakin rendah, hampir seperti dengkuran. Bayu berhenti sejenak, jari-jarinya masih menempel di bahu Selin. Ia menatap ritsleting gaun yang membentang di punggung wanita itu, sebuah godaan yang sulit diabaikan. "Saya buka sedikit ritsleting gaun bagian belakangnya? Supaya saya bisa memijat langsung di kulit Anda." Ia tidak yakin apakah itu ide yang baik—tetapi kata-kata itu sudah terlanjur melayang. "Turunkan saja." Jawaban Selin datang t

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status