แชร์

Pertanda Dan Informasi

ผู้เขียน: NomNom69
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-14 10:43:58

Juned segera memacu mobilnya membelah jalanan setelah menerima pesan koordinat lokasi dari Sinta. Tidak butuh waktu lama bagi Juned untuk tiba di depan kafe tempat rekan kerjanya itu mengadakan pertemuan dengan klien.

Begitu mobil Juned menepi di lobi kafe, Sinta yang tampaknya sudah menunggu langsung melangkah keluar. Ia membuka pintu penumpang depan, lalu masuk dengan gerakan cepat seraya meletakkan tas kerjanya di pangkuan. "Makasih ya, Ned, udah mau direpotin jemput," ucap Sinta sembari me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Ahmad Suhaimi
next to the new chapter
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kehangatan.

    Di meja makan, uap dari hidangan sayur lodeh dan ikan goreng buatan Ibu masih mengepul hangat. Juned, Desi, Nayla, dan Ibu duduk mengelilingi meja, menyantap makan malam bersama dalam suasana santai. ​Ibu meletakkan sendoknya sejenak, lalu menatap Nayla penuh kasih sayang. "Nayla, ntar kalau udah sampai di kota, pinter-pinter bawa diri ya, Nak. Jangan kelayapan kalau enggak ada urusan penting." ​Nayla yang sedang mengunyah langsung mengangguk cepat. "Iya, Bu... Nayla bakal inget terus pesen Ibu sama Mbak Desi." ​Desi menyikut lengan adiknya pelan seraya tersenyum. "Awas aja kalau nakal, Mbak suruh Mas Juned jewer kamu di sana." ​"Sama kerjaan kamu gimana, Ned?" tanya Ibu beralih menatap Juned. "Lancar-lancar aja kan di rumah Bu Ratna?" ​Juned tersenyum tipis, merespons pertanyaan mertuanya dengan tenang. "Alhamdulillah lancar kok, Bu. Semuanya aman-aman aja." ​Di balik senyum dan jawaban santainya, pikiran Juned mendadak terlempar pada sosok Andre yang belakangan ini sering data

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kerinduan

    Juned melirik sekilas ke arah samping, lalu kembali fokus menyetir. "Itu permintaan beliau sendiri, Nay. Dia enggak mau dipanggil ibu atau nyonya sama Mas, risih katanya. Kecuali kalau lagi di kantor atau ada orang lain, baru Mas manggil Bu." Nayla mengangguk-angguk kecil mendengar penjelasan itu. "Oh, gitu..." Gadis itu terdiam sejenak, lalu melirik Juned dengan senyum penuh selidik. "Kirain Mas Juned sama Bu Ratna ada hubungan spesial." Juned mengerjap kaget, sedikit menoleh bingung. "Spesial gimana maksudnya?" "Ya mana tahu... mungkin kayak aku sama Mas ini," ucap Nayla santai seraya menubrukan tubuhnya merangkul erat lengan kanan Juned yang sedang memegang setir. Juned seketika terkekeh pelan mendengar celotehan polos itu, mengacak singkat rambut Nayla dengan tangan kirinya. "Ada-ada aja kamu," ujar Juned seraya menggelengkan kepala, lalu mengarahkan pandangannya ke papan petunjuk jalan di depan. "Nanti sebelum masuk tol, kita mampir jajan dulu ya buat cemilan di jalan." Ro

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pesan Untuk Adik Ipar

    Juned menekan ikon telepon pada layar ponselnya, lalu menempelkan benda tipis itu ke telinganya. Baru dua kali nada sambung terdengar, suara Desi sudah menyambut dari ujung seberang dengan nada sarat akan rasa penasaran. "Mas, aku mau nanya deh... kok tiba-tiba banget Nayla disuruh tinggal di rumah majikan Mas Juned?" cecar Desi tanpa basa-basi. "Pake acara bantu-bantu urus rumah segala lagi di sana, ceritanya gimana sih?" Juned menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, menghembuskan napas tenang agar suaranya terdengar meyakinkan. "Jadi gini, Des... tadi pagi pas Nayla lagi bikin sarapan di dapur, kebetulan majikan Mas pulang. Dia nyobain masakan Nayla dan ternyata cocok banget di lidahnya." Pria itu memijat pelipisnya pelan seraya melirik ke arah pintu kamar yang terbuka sedikit. "Terus pas ngeliat rumah udah rapi dan Nayla-nya rajin banget, majikan Mas langsung nawarin dia kerja di sini. Malah katanya kalau kerjanya bagus, Nayla mau dibeliin motor nanti buat operasional." Des

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kenakalan Yang Semakin Menjadi

    Juned melangkah pelan menaiki satu per satu anak tangga, mengawasi setiap sudut dengan waspada sebelum membuka pintu kamar Ratna. Pintu berderit halus ketika ia mendorongnya perlahan, dan pandangannya langsung tertuju pada sosok Ratna yang rupanya sudah lelap tertidur di balik selimut tipis. Dengan langkah sepelan mungkin, Juned berjalan mendekati lemari kayu di sudut ruangan untuk mengambil baju gantinya. Ia sempat menghentikan gerakannya saat selimut Ratna sedikit tersingkap, lalu merapikan kain itu hingga menutupi bahu mulus sang wanita kesayangannya. "Tidur yang nyenyak ya, Na..." bisik Juned amat lirih, nyaris tak bersuara. Pria itu memiringkan tubuhnya, menunduk perlahan untuk mendaratkan satu kecupan hangat di kening Ratna yang tenang. Usai mengusap rambut Ratna lembut, Juned melangkah mundur jinjit keluar kamar, menutup pintu tanpa suara, lalu bergegas turun kembali menemui Nayla di bawah. Begitu melangkah turun ke lantai bawah, Juned mendapati Nayla sudah berdiri di depan

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kerinduan Yang Terbebas

    Juned tak bisa lagi menolak, ia mengikuti langkah Ratna mendekati ranjang empuk di tengah ruangan. Begitu Juned merebahkan diri, Ratna perlahan merayap turun, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan godaan.Jemari lentiknya mengusap lembut paha Juned sebelum akhirnya bibir dan mulutnya yang hangat menyapa kejantanan pria itu secara manja. Sentuhan ritmis nan lihai dari Ratna seketika menyengat saraf-saraf Juned, membuatnya memejamkan mata erat-erat."Nghh... Na..." gumam Juned tertahan, jemarinya meremas kuat sprei di bawahnya demi meredam gejolak hasrat dan sensasi nikmat yang mendadak membakar seluruh tubuhnya.Ratna menyandarkan dahinya di dada bidang Juned sejenak, mengumpulkan napasnya yang memburu sebelum akhirnya menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Ia perlahan bergerak naik, memanjat tubuh Juned hingga duduk pas tepat di atas pangkuan pria itu.Jemari lentik Ratna yang gemetar bergerak cermat, mengarahkan pusat kehangatannya tepat di atas jantan Juned yang menegang kera

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kerinduan Sang Nyonya

    Juned mengusap tengkuknya yang mendadak terasa hangat, berdeham pelan untuk memecah keheningan yang makin menyudutkannya. "Siang nanti saya mau antar Nayla pulang dulu ke rumah..." ujar Juned dengan nada berat, mencoba mengalihkan pembicaraan dari tawaran sepihak itu.Ratna terkekeh tipis seraya mengibaskan tangannya santai, menepis keraguan di wajah pria di sampingnya. "Ya enggak apa-apa dong, justru makin bagus kalau kamu pulang dulu sekalian izin langsung sama istrimu dan mertuamu di sana."Ia menyandarkan punggung ke sandaran kursi, melipat tangan di dada dengan ketenangan yang dominan. "Apalagi alasannya sudah jelas, Nayla kan memang mau menuntut ilmu dan kuliah di kota ini, masa iya mereka tega melarang?" tambah Ratna lagi dengan ulasan senyum yang makin mantap.Ketakutan yang sejak tadi menyelimuti dada Nayla seketika sirna mendengarkan pembelaan telak dari Ratna. Gadis itu refleks memajukan tubuhnya ke arah meja, menatap Juned dengan binar mata yang memancarkan pendar lega lua

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status