Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 167 Rasa Bersalah

Share

167 Rasa Bersalah

Author: Heartwriter
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-16 22:15:49

Wandra terbaring beberapa menit di samping Meylan yang sudah tertidur lelap karena kelelahan. Liontin di dadanya sudah dingin, tapi hatinya terasa sangat panas — bukan karena gairah, melainkan rasa bersalah yang menyengat.

Ia memandang wajah Meylan yang polos dan lelah, lalu menghela napas panjang.

“Aku sudah khianati Joanna lagi,” gumamnya pelan.

Dengan hati yang berat, Wandra bangkit pelan, merapikan pakaiannya, dan meninggalkan kamar kecil itu tanpa membangunkan Meylan. Sebelum pergi, ia men
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   294 Petarung Keluarga Limanto

    Wandra kembali melakukan akting yang sama. Dia terlihat kewalahan. Terlihat hampir kalah. Terhuyung-huyung. Nyaris terkena pukulan. Dan kemudian, pada momen yang terlihat seperti kebetulan, pukulannya yang terlihat lemah dan tidak terarah mengenai titik vital lawannya.Kultivator raksasa itu jatuh berlutut dengan mata yang melebar tidak percaya. Kemudian dia ambruk ke lantai arena dan tidak bergerak lagi.Lima poin untuk keluarga Wongso di pertandingan kelima. Total lima poin melawan empat poin keluarga Handaki.Keluarga Wongso menang.Tribun meledak dalam keributan. Tidak ada yang percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Keluarga Wongso yang compang-camping, yang hanya tersisa satu petarung, berhasil mengalahkan keluarga Handaki yang merupakan salah satu favorit di kontes level pertama.Mentira membuka matanya saat mendengar suara wasit mengumumkan pemenang. Mulutnya ternganga. Pamannya berdiri membeku dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.Di final, keluarga Wongso akan berha

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   293 Perintah sang Kakek

    Wasit mengangkat tangannya dan berteriak, "Mulai!"Lawan Wandra dari keluarga Handaki langsung melesat maju. Kultivator alam kebangkitan level enam itu mengeluarkan seluruh auranya dan melancarkan pukulan yang mengarah ke kepala Wandra. Pukulan yang cukup kuat untuk menghancurkan sebuah dinding beton setebal satu meter.Wandra melakukan apa yang sudah dia lakukan sepanjang kontes level ketiga tadi. Dia berpura-pura.Tubuhnya terhuyung ke samping seolah-olah dia hampir tidak bisa menghindar dari pukulan itu. Kakinya terlihat goyah seperti orang yang kehilangan keseimbangan. Wajahnya menunjukkan ekspresi panik yang sangat meyakinkan.Lawannya yang melihat Wandra hampir jatuh langsung menyerang lagi dengan tendangan berputar. Wandra menghindar dengan cara yang terlihat sangat canggung, tubuhnya membungkuk ke depan dengan posisi yang seharusnya membuat dia jatuh tersungkur. Tapi entah bagaimana, saat tubuhnya membungkuk, kepalanya menghantam dagu lawannya dengan benturan yang terlihat tid

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   292 Kemenangan Keluarga Wicaksana

    Wandra memenangkan semua pertandingan di babak perempat final melawan keluarga Handayo. Kemudian di semifinal, dia kembali menang dengan cara yang sama. Dan di final kontes level ketiga, melawan keluarga yang paling diunggulkan, Wandra kembali memenangkan kelima pertandingan berturut-turut dengan gaya untung-untungannya.Keluarga Wicaksana resmi menjadi pemenang kontes level ketiga dan pemimpin baru wilayah Selatan pegunungan.Winona yang menonton dari tribun VIP memeluk ayahnya dengan air mata bahagia. Wahyu Wicaksana, yang selama ini tidak pernah membayangkan keluarganya bisa memimpin wilayah, berdiri dengan tubuh tegak dan mata yang berkaca-kaca.Paman kedua Mentira yang juga menonton dari tribun memandang arena dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, posisi yang selama bertahun-tahun dipegang keluarga Wongso kini berpindah ke keluarga Wicaksana. Di sisi lain, ini adalah bagian dari rencana yang sudah disetujui oleh ayahnya sendiri, Alan Wongso.'Seharusnya kita tetap di le

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   291 Leonardo Limanto

    Tim Leonardo dipenuhi oleh kultivator-kultivator yang berada di alam kebangkitan dengan level yang jauh lebih tinggi dari siapa pun di tim Mentira.Leonardo menatap rombongan Mentira dengan pandangan yang sama seperti seorang raja memandang sekelompok pengemis yang menghalangi jalannya. "Keluarga Wongso? Kalian juga mau ikut campur? Aku dengar kalian pindah dari level ketiga ke level pertama tahun ini." Dia tertawa singkat. "Keputusan yang sangat bodoh. Kalian akan dihancurkan di babak pertama."Leonardo memandang Mentira langsung. "Dan kau, gadis kecil. Kalau keluargamu berani berpihak dengan keluarga Wicaksana, maka setelah kontes ini aku juga akan mengarahkan tanganku ke kota Bantara. Aku akan memastikan keluarga Wongso tidak pernah lagi memiliki tempat di wilayah Selatan."Paman kedua Mentira yang berdiri di belakang keponakannya merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Ancaman Leonardo bukan ancaman kosong. Keluarga Limanto memiliki kekuatan untuk mewujudkan setiap anca

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   290 Kota Candi

    Setelah Winona meninggalkan kamarnya, Wandra langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Dia duduk bersila di atas tempat tidur dan mengeluarkan inti roh gurita iblis tingkat enam dari cincin penyimpanannya. Bola keunguan itu melayang di udara di hadapannya, berdenyut dengan energi yang sangat padat.Wandra memejamkan matanya dan mulai proses pemurnian. Energi dari inti roh itu mengalir masuk ke tubuhnya melalui setiap pori-pori kulitnya, diserap oleh setiap sel, dimurnikan oleh setiap meridian.Tubuhnya yang sudah dimurnikan selama tujuh ribu tahun menerima energi baru itu dengan efisiensi yang luar biasa, mengintegrasikannya ke dalam fondasi kultivasinya yang sudah sangat tinggi.Proses itu berlangsung selama beberapa menit. Dan saat Wandra membuka matanya, dia merasakan perbedaan yang signifikan di seluruh tubuhnya. Setiap otot terasa lebih padat. Setiap tulang terasa lebih kokoh. Setiap meridian terasa lebih lancar. Energi yang mengalir di dalam tubuhnya berputar dengan kecepa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   289 Penghiburan sebelum Bertarung 2

    Setelah beberapa menit berbaring dalam pelukan hangat, Wandra akhirnya bangun pelan, kontolnya masih setengah tegang di dalam memek Winona yang basah. Dia tarik diri keluar dengan desahan pelan, lihat cairan campuran mereka menetes dari bibir memek gadis itu ke seprai. "Waktunya bersiap, Win. Kontesnya nggak akan nunggu kita," katanya sambil berdiri, ambil celananya dari lantai. Winona menggeliat, payudaranya bergoyang saat dia duduk, matanya masih penuh sisa hasrat. "Iya, tapi aku nggak mau kau pergi tanpa tambahan kekuatan," balasnya, ambil gaunnya yang tergeletak di dekat ranjang.Mereka mulai berpakaian, Wandra masukkan kontolnya ke dalam celana dalam, rasakan kehangatan sisa yang bikin ia tersenyum. Winona tarik gaun tipisnya naik, kain sutra itu gesek putingnya yang sensitif, bikin napasnya tersengal pelan. Saat dia angkat lengan untuk masukkan resleting, Wandra lihat lekuk punggungnya yang mulus, ingat bagaimana ia cakar kulit itu tadi. "Kau cantik sekali pagi ini," gumam W

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   202 Pemberian Martha

    Martha menatap Wandra dengan mata yang berbinar, napasnya kini bebas dari beban asma yang selama bertahun-tahun menyiksa. Kamar kos sederhana itu terasa hangat, cahaya lampu meja menerangi wajahnya yang cantik, dada penuhnya naik-turun dengan ritme yang baru, penuh kebebasan. Wandra, pria atletis

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   191 Saling Memberi

    Di bawah temaram lampu kamar yang mulai meredup, Wandra menarik tubuh Leni untuk mendekat. Mereka berbaring menyamping, dengan punggung Leni yang bersandar pas di dada bidang Wandra. Posisi *spooning* ini menciptakan ruang yang sangat privat, seolah-olah dunia di luar apartemen itu telah lenyap, m

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   190 Pemberian yang Tidak Bisa Ditolak

    "Apa kau yakin?" tanya Wandra sambil menelan salivanya. Batangnya menegang di bawah sana. Leni mengangguk. "Aku yakin. Ini adalah pemberian yang akan selalu aku kenang. Aku akan selalu bersyukur karena melakukan ini denganmu."Wandra tersenyum. Ini adalah pemberian yang tidak akan pernah dia tolak

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   189 Menyembuhkan Leni

    Mereka berjalan berdampingan menyusuri jalanan kota yang semakin sepi. Leni sesekali melirik Wandra dari sudut matanya, masih tidak percaya bahwa pemuda ini bersedia menolongnya. Sepanjang perjalanan, tidak banyak yang mereka bicarakan, tapi keheningan itu tidak terasa canggung. Wandra berjalan den

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status