Share

Chapter. 7

Author: Vanilatte733
last update publish date: 2026-07-02 10:27:11

                                                                                 _o0o_

'Menunggu' adalah kegiatan yang paling dibenci Li Yue.

Saat ini Li Yue ada di pinggir hutan, dia sedang menunggu Ye lin yang pergi ke pasar membelikannya sebuah pakaian untuk dipakai sementara waktu.

Li Yue tidak ingin menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang tidak sesuai dengan zaman ini. Karena itu, semalam dia memerintahkan Ye Lin untuk membelikannya sebuah pakaian.

Duduk menyelonjorkan kaki sambil bersandar di salah satu pohon besar, dan menghela nafas kasar, itulah kegiatan yang dilakukan Li Yue ketika menunggu.

Derap langkah kaki terdengar, membuat Li Yue waspada. Dengan cepat dia mengeluarkan belati kecil yang diselipkan di pinggang rampingnya. Langkah kaki itu kian mendekat, Li Yue bersikap tenang untuk mengelabui orang yang ada di belakangnya.

Sebuah tangan terjulur di belakang, hendak menyentuh bahunya. Dengan cepat Li Yue mencengkeram lalu memelintir tangan itu.

"Aakkhh!"

"Siapa ka– Ye Lin?!" Li Yue terkejut, Li Yue kira itu bukanlah Ye Lin, tapi perampok atau bandit.

"Kenapa mengendap-endap?"

"Sebelum menjawab, bisakah melepaskan ini," pinta Ye Lin kesakitan karena Li Yue belum melepaskan cengkeramannya.

"Oh maaf."

Dengan cepat Li Yue melepaskan cengkeramannya. Ye Lin langsung mengusap pergelangan tangannya yang memerah. Sakit, itulah yang dirasakan Ye Lin. 

Li Yue menatap ngeri pergelangan tangan Ye Lin yang memerah karena perbuatannya. Jangan salahkan Li Yue, sejak kecil dia selalu diajarkan waspada, tidak boleh lengah sedikitpun oleh ayah angkatnya.

"Ini." Ye lin menyodorkan bungkusan kain yang dibawanya kepada Li Yue.

"Terima kasih." Li Yue membukanya, dilihatnya sebuah pakaian dan sandal sederhana yang akan dipakainya sementara.

"Aku akan memakainya, kau bisa menungguku di sana, jangan mengintip."

"Baiklah." Ye Lin berjalan menjauh, menuruti perintah tuannya. Tak lama Li Yue keluar dengan pakaian yang dibawa Ye Lin, tasnya ia simpan di kain yang tadi digunakan sebagai pembungkus pakaian.

"Pakaian apa yang kau berikan padaku Ye Lin, lengan panjang dan rok, apa tidak ada celana?" Gerutu Li Yue

"Wanita yang sudah menikah, tidak pantas jika hanya menggunakan celana saat di luar rumah suaminya, Li Yue," nasihat Ye Lin.

Li Yue menatap Ye Lin datar, wanita yang sudah menikah? Ayolah, dekat dengan pria saja tidak pernah.

"Kau akan terus menasihatiku? Kalau begitu aku akan berangkat terlebih dahulu," ucap Li Yue lalu pergi sambil melambaikan tangan.

Sadar bahwa tuannya sudah jauh meninggalkannya, Ye Lin berlari menyusul Li Yue.

"Tunggu!"

                                                                              _o0o_

"Ramai sekali," gumam Li Yue takjub. Suara ribut dari teriakan para pedagang yang menjajakan barang dagangannya, serta para pembeli yang berusaha menawar harga barang yang ingin dibelinya.

"Kau mengatakan apa?" tanya Ye Lin yang sudah tidak canggung dengan Li Yue.

"Eung, tidak ada."

"Baiklah. Oh ya, kita akan kembali ke istana dengan cara menumpang di kereta itu," tunjuk Ye Lin ke rombongan kereta yang mengangkut banyak barang.

"Aku sudah berbicara kepada pemiliknya, dan dia mengizinkan," sambung Ye Lin.

Mereka berjalan mendekat ke arah pria setengah baya yang terlihat mengatur orang-orang yang memikul barang yang akan dibawanya.

"Permisi," ucap Ye Lin, menepuk pundak pria itu.

"Ah, kau adalah orang yang tadi ingin menumpang di keretaku, bukan?" tanya pria itu.

"Ya, Tuan. Anda benar. Dan perkenalkan, ini adalah Nonaku."

"Nona Yuan Lin, aku sudah mendengar cerita dari pelayanmu tentang kau yang telah dirampok di hutan."

Ucapan pria yang ada di depannya ini membuat Li Yue menaikkan alis, 'Yuan Lin'. Li Yue dengan cepat menoleh ke Ye Lin, melihat Ye Lin yang mengedipkan sebelah mata membuat Li Yue mengerti, identitas Zhang Li Yue yang merupakan Permaisuri tidak boleh diketahui oleh sembarang orang.

"Anda benar Tuan…?"

"Dong Lan, nama saya adalah Dong Lan Nona."

"Anda benar, Tuan Dong Lan. Saat perjalanan saya dihadang oleh perampok, mereka mengambil semua harta yang saya bawa. Beruntung saya dan pelayan saya berhasil melarikan diri," ucap Li Yue. Dia tidak sepenuhnya berbohong. Zhang Li Yue dan rombongannya memang dihadang oleh perampok.

"Saya turut berduka, Nona."

"Terima kasih, Tuan Dong Lan, dan maaf kami tidak memiliki uang yang banyak untuk membayar tumpangannya."

"Tidak masalah, Nona Yuan Lin. Saya ikhlas menolong Anda."

"Anda baik sekali, Tuan Dong Lan. Sekali lagi terima kasih," ucap Li Yue tulus.

"Sama-sama. Sebentar lagi kita akan berangkat. Anak saya akan menunjukkan kereta mana yang akan kalian tumpangi. Dong Ju! Kemari!" teriak Tuan Dong Lan memanggil anaknya.

Seorang pria bertubuh tinggi berjalan mendekat. "Ya, ayah," ucap Dong Ju saat tiba di depan mereka.

"Kenalkan, ini adalah putraku, Dong Ju. Dong Ju ini Nona Yuan Lin dan pelayannya. Bisakah kau menunjukkan kereta mana yang akan ditumpangi oleh mereka," ucap Tuan Dong Ju memperkenalkan putranya kepada Li Yue dan Ye Lin.

"Ya, ayah. Mari Nona."

Li Yue dan Ye Lin mengangguk lalu mengikuti langkah Dong Ju. Selama perjalanan mereka, hanya keheningan yang menemani.

"Apa Anda ingin ke ibu kota?" Tanya Dong Ju basa-basi, memecahkan keheningan yang ada.

"Bukankah Anda sudah mengetahuinya." Jawaban yang Li Yue ucapkan membuat Dong Ju salah tingkah.

"Ah, maaf, saya hanya ingin agar suasananya tidak canggung. Tapi ternyata itu mengganggu Anda, sekali lagi maaf," ucap Dong Ju sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kenapa harus meminta maaf?"

"Ah, tidak harus ya, hahaha." Dong Ju tertawa kaku. Astaga, dia malu sekali.

"Pffth, hahaha," tawa renyah Li Yue pecah melihat tingkah konyol Dong Ju.

Mendengar suara tawa dari Li Yue membuat jantung Dong Ju berdetak lebih cepat dari biasanya. Dong Ju menatap Li Yue lekat, wajahnya yang putih cerah, matanya yang bulat, hidung mungil tapi mancung dan jangan lupakan bibir kecil penuhnya.

"Tuan!" sentak Ye lin membuyarkan lamunan Dong jun.

"I-iya, ada apa."

"Anda tidak apa - apa?"

"Apa?" tanya Dong Ju tidak mengerti.

"Sejak tadi, Nona, saya bertanya kereta mana yang akan kami tumpangi, tapi Tuan tidak menjawab."

"O-oh, maaf t-tadi saya sedikit pusing."

Ye Lin hanya mengangguk, pura-pura tidak tahu yang sebenarnya bahwa Dong Ju tidaklah pusing, tapi terpesona akan nonanya.

"Ini kereta yang akan kalian tumpangi. Waktu perjalanan yang kita tempuh tidak terlalu lama, hanya 2 hari. Saya permisi pergi. Semoga kalian nyaman." Dong Ju pamit pergi meninggalkan Li Yue dan Ye Lin bersama rombongan kereta yang akan membawanya ke tempat di mana Zhang Li Yue tinggal.

"Kau ingin masuk sekarang, Li Yue?" Pertanyaan Ye Lin dijawab dengan anggukan kepala dari Li Yue. Tak lama, Li Yue menyusul Ye Lin yang sudah masuk ke kereta.

                                                                                   _o0o_

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 10

    _o0o_Li Yue terbangun saat matahari sudah condong ke arah barat. Sudah lama dia tidak tidur senyenyak tadi. Saat membuka mata, dia melihat Ye Lin sedang merapikan sebuah baju."Ye Lin, kau sedang apa?"Ye Lin ."Kau sudah bangun Li Yue, aku sedang merapikan baju yang nanti akan kau kenakan""Oh." Li Yue bangkit, lalu duduk di pinggir ranjangnya. Matanya menjelajahi seisi ruangan. Saat dia sampai disini, dia tidak bisa melihat seisi ruangan sesukanya, karena ada"Kau ingin mandi atau makan dulu, Li Yue?"

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 9

    Saat ini, Li Yue dan Ye Lin telah sampai di istana. Mereka tengah berdiri di depan gerbang istana yang kokoh. Ye Lin dan Li Yue hendak melangkah masuk ke istana, tapi terhenti karena Prajurit yang berjaga di gerbang mencegat mereka."Kalian dilarang masuk," ucap dua prajurit tersebut sambil menyilangkan tombak yang mereka bawa."Lancang sekali kalian mencegat kami, Apa kalian tidak tahu siapa yang kalian cegat, hah!" Ye Lin berang terhadap dua orang prajurit di hadapannya ini. Bagaimana bisa mereka menghadang tuannya yang seorang permaisuri?"Kami diperintahkan untuk melarang orang asing masuk, Nona, jadi pergilah.""Orang asing, kau bilang! Kau tidak tahu bahwa orang yang kau cegat adalah Permaisuri dari Kekaisaran ini""Per

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 8

    _o0o_"Apa kau masih menyimpan daun yang kupinta, Ye Lin?""Daun yang kau gunakan untuk mengobati lukamu?" tanya Ye Lin memastikan."Iya.""Tentu, aku menyimpannya di dalam kotak bening yang ada di tasmu."Setelah mendengar jawaban Ye Lin, Li Yue langsung membuka tasnya, guna mencari daun untuk salep lukanya."Ye Lin bisa kau tumbukkan aku daun ini lagi?""Tentu.""Kau masih ingat dengan apa yang harus dicampurkan ke dalamnya kan?""Iya, aku tentu mengingatnya, dicampurkan dengan ini kan?" Ye Lin mengangkat salah satu toples kecil yang isinya adalah dedaunan kering yang menjadi campuran obat Li Yue."Kau benar.""Baiklah, kau duduk saja, aku akan menumbuknya untukmu."Li Yue memperhatikan Ye Lin yang sedang asyik dengan kegiatan menumbuknya. Sebentar lagi, ya, lebih tepatnya dua hari lagi dia akan sampai ke tempat di mana Zhang Li Yue hidup dengan kemalangan. Tapi tidak lagi, wanita yang diberi julukan Permais

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 7

    _o0o_'Menunggu' adalah kegiatan yang paling dibenci Li Yue.Saat ini Li Yue ada di pinggir hutan, dia sedang menunggu Ye lin yang pergi ke pasar membelikannya sebuah pakaian untuk dipakai sementara waktu.Li Yue tidak ingin menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang tidak sesuai dengan zaman ini. Karena itu, semalam dia memerintahkan Ye Lin untuk membelikannya sebuah pakaian.Duduk menyelonjorkan kaki sambil bersandar di salah satu pohon besar, dan menghela nafas kasar, itulah kegiatan yang dilakukan Li Yue ketika menunggu.Derap langkah kaki terdengar, membuat Li Yue waspada. Dengan cepat dia mengeluarkan belati kecil yang diselipkan di pinggang rampingnya. Langkah kaki itu kian mendekat, Li Yue bersikap tenang untuk mengelabui orang yang ada di belakangnya.Sebuah tangan terjulur di belakang, hendak menyentuh bahunya. Dengan cepat Li Yue mencengkeram lalu memelintir tangan itu."Aakkhh!""Siapa ka–

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 6

    Sesampainya di dalam gua, Li Yue langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya, melihat sekeliling.Benar kata Ye Lin, gua ini memang tersembunyi karena pintu masuk gua yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.Gua ini juga berbeda dari gua- gua yang ada. Kebanyakan gua itu berada di kaki gunung atau bukit, tapi gua ini berada di bawah tanah datar yang dipijak. Jadi saat masuk tadi Li Yue dan Ye Lin harus berhati-hati karena tempat berpijaknya sedikit curam.Sembari menunggu Ye Lin yang sedang mengumpulkan kayu kering untuk membakar ubi, Li Yue memikirkan bagaimana nasibnya kelak jika dia berhasil membalaskan dendam Zhang Li Yue.Apa dia akan kembali ke zamannya atau tetap disini? Seharusnya ia sudah meninggal karena terjatuh kedalam sumur tua, tapi karena doa dari Zhang Li Yue, membuat dia berpindah ke zaman ini, Li Yue pusing memikirkannya."Permaisuri," panggil Ye Lin.Lamunan Li Yue terhenti ketika Ye Lin memanggilnya."Ya?" sambil menengok cepat ke arah Ye Lin"Hamba perhatikan, seharia

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 5

    Setelah arwah Zhang Li Yue pergi, Li Yue langsung mencari jasad Zhang Xiu Ran, adiknya Zhang Li Yue, dan jasadnya berada tidak jauh dari jasad Zhang Li Yue.Dengan susah payah Li Yue membawa jasad Zhang Xiu Ran dan meletakkannya di dekat Zhang Li Yue, kemudian menggali tanah dan mengubur kedua kakak beradik itu."Semoga kalian tenang disana, aku akan membalas semua ketidakadilan yang kalian dapatkan, aku berjanji," ucap Li Yue setelah memberi penghormatan terakhir, lalu pergi mencari jalan ke danau tempat pelayan Zhang Li Yue menunggu.Tidak mudah mencari jalan keluar di hutan yang lebat ini, terkadang Li Yue bertemu dengan anjing liar, tapi dengan satu tangan dan sebuah belati dia dengan mudah mengalahkannya, beruntung hanya anjing liar yang dia temui, bukan sang raja hutan.Li Yue juga beruntung, selama perjalanan dia menemukan beberapa tanaman herbal yang sulit didapatkan tapi sangat bermanfaat.Li Yue juga menemukan tanaman beracun hemlock, bunganya berwarna putih berukuran kecil,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status