Share

Bab 496

Author: Darrel Gilvano
Benar-benar dipukul!

Dengan satu ayunan tongkat itu, tulang tangan Rita sudah pasti hancur.

Walaupun masih bisa disembuhkan dan tidak akan membuat cacat. Namun di usia Rita sekarang, tulang tangan yang remuk seperti itu pasti akan membuatnya menderita cukup lama.

Semua orang menatap Jimmy dengan tercengang. Banyak yang mengira dia hanya menakut-nakuti Rita.

Tak disangka, Jimmy benar-benar bertindak.

Apa yang dia katakan, benar-benar dia lakukan! Jika Jimmy mengatakan akan mematahkan tangannya, b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 700

    Argani bukan orang bodoh. Kalau Jimmy dan yang lain saja bisa melihat perasaan Sabrina terhadapnya, bagaimana mungkin dia yang sudah bertahun-tahun bersama Sabrina tidak menyadarinya?Hanya saja, selama ini dia selalu menganggap Sabrina seperti anak sendiri. Dia tidak pernah memiliki perasaan seperti itu terhadapnya. Dia tidak bisa membalas perasaan Sabrina. Bahkan, lebih dari sekali dia menyarankan Sabrina mencari pria baik dan menikah.Namun setiap kali, Sabrina selalu mengelak dengan berbagai alasan.Sekarang Jimmy mengungkit masalah itu lagi, Argani hanya bisa menghela napas panjang. Setelah mengetahui isi hati Argani, Jimmy pun tidak mencoba membujuknya lagi. Lagi pula, dia memang bukan tipe orang yang suka menjadi mak comblang.Begitu Argani mengatakan bahwa dia menganggap Sabrina seperti anak sendiri, Jimmy benar-benar tidak punya alasan lagi untuk membujuknya.Mereka pun berhenti membahas Sabrina dan beralih ke topik lain. Sebagian besar yang mereka bicarakan adalah rencana Arg

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 699

    Meskipun Serena adalah cucu Nargari, pada akhirnya dia tetaplah seorang gadis. Dia suka bersenang-senang dan suka berdandan. Dia juga bukan tipe orang seperti Yasmin atau Yunan yang mati-matian ingin meningkatkan kekuatan.Kalau tidak, hanya dengan statusnya sebagai cucu Nargari saja, tidak mungkin di usianya yang hampir 22 tahun dia masih sebatas petarung tingkat lima."Yang kubilang tiga tahun itu dengan syarat kamu nggak terlalu malas!" Jimmy memelototinya. "Dengan garis keturunan sepertimu, kalau dalam satu setengah tahun saja kamu belum mencapai tingkat sejati, aku bakal malu bawa kamu keluar!"Orang lain baru diberi modal oleh Tuhan. Serena seolah sudah langsung diberi hasil akhirnya. Dia sama sekali tidak perlu bersusah payah mencari kekuatan seperti orang lain. Dia hanya perlu terus memurnikan kekuatan garis keturunannya.Kalau sedikit saja lebih rajin, satu setengah tahun seharusnya sudah cukup untuk mencapai tingkat sejati.Melihat Jimmy berbicara dengan serius, Serena pun me

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 698

    Setelah melalui berbagai urusan, saat Jimmy kembali ke vila, langit sudah benar-benar gelap.Di dalam vila, Yasmin dan Yunan sudah tidak ada. Hanya Serena yang duduk sendirian di ruang tamu sambil menonton televisi dengan wajah bosan.Sejak Jimmy pindah ke vila itu beberapa bulan lalu, baru kali ini televisinya dinyalakan. Dia sendiri tidak pernah menonton TV, apalagi Yunan."Di mana Yunan?" Begitu masuk, Jimmy langsung bertanya kepada Serena."Ke tempat Yasmin." Serena mengangkat bahu sambil tersenyum masam. "Dia terus bersikeras ingin bertarung dengan Yasmin. Yasmin nggak punya pilihan selain ikut dengannya ke Vila Halmon."'Dasar gadis itu!' Jimmy hanya bisa tersenyum pahit. Entah keputusannya dulu yang membuat Yunan terus mencari Yasmin untuk bertanding itu benar atau salah. Sekarang Yunan benar-benar menjadikan Yasmin lawannya ya?Serena tersenyum tipis, lalu bertanya, "Kamu sudah makan?""Belum." Jimmy menggeleng pelan, lalu menggoda, "Memangnya kamu mau masak untukku?""Kalau ma

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 697

    "Kalian ...." Mukhtar menatap keduanya dengan wajah penuh keheranan. "Sejak kapan kalian datang?""Sudah lumayan lama." Jimmy tersenyum, lalu menggoda, "Dalam pengobatan tradisional, teknik pembedahan nggak pakai infus lho. Bukankah yang kamu lakukan ini termasuk curang?""Eee ...." Mukhtar tersenyum canggung. "Aku cuma khawatir kelinci ini mati.""Jadi, gimana hasil latihanmu?" tanya Jimmy lagi.Mukhtar sudah menebak bahwa putranya telah menceritakan soal dirinya yang akan mengikuti pertandingan bedah. Dia pun tersenyum malu."Aku nggak berani bilang sudah mahir. Anggap saja latihan menjelang pertandingan. Walaupun hasilnya belum tentu maksimal, setidaknya masih lebih baik daripada nggak berlatih sama sekali."Jimmy tertawa. "Benar juga."Mukhtar menatap Jimmy sambil tersenyum. Tiba-tiba, matanya berbinar. "Pak Jimmy, kemampuan medismu sangat luar biasa. Berarti kamu pasti bisa melakukan pembedahan, 'kan?""Kamu ingin aku yang maju bertanding bedah?" Jimmy tertawa getir.Simon meminta

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 696

    Tak lama kemudian, Simon menyiapkan semua bahan obat yang dibutuhkan Jimmy.Kali ini Jimmy berniat meracik obat luka luar yang lebih ampuh untuk Yunan, jadi bahan-bahannya tidak perlu ditumbuk halus lagi.Baru setelah itu Simon mulai menceritakan soal Mukhtar yang belakangan ini "berperang" dengan kelinci.Beberapa hari lalu, sebuah rombongan pertukaran pengobatan tradisional dari Negara Baekora datang ke Bataram. Mukhtar pun ditunjuk sebagai ketua tim ahli yang mewakili Nagarai dalam pertukaran itu.Awalnya, pertukaran ilmu pengobatan itu berlangsung biasa saja. Namun, makin lama berdiskusi, pembicaraan justru beralih ke asal-usul pengobatan tradisional.Padahal ilmu pengobatan tradisional Baekora memang berasal dari Nagarai, tetapi para anggota delegasi Baekora justru mengutip berbagai literatur untuk mengklaim bahwa pengobatan tradisional adalah warisan asli negara mereka.Mereka bahkan mengatakan bahwa leluhur Nagarai-lah yang mencuri ilmu pengobatan dari Baekora.Mukhtar yang tela

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 695

    "Jimmy! Urusanku denganmu belum selesai!" Yasmin berteriak dengan malu sekaligus marah, lalu buru-buru menurunkan kembali lengan bajunya.Jimmy sama sekali tidak menghiraukannya dan mempercepat langkah kembali ke vila. Melihat luka di lengannya, Jimmy tak kuasa bergumam dalam hati, 'Sial, sepertinya harus cari obat dulu! Memang nggak sampai kena rabies, tapi lebih cepat sembuh tentu lebih baik.'Kalau sampai Yunan melihat luka ini, wanita itu pasti akan mentertawakannya sampai mati.Memikirkan Yunan, tiba-tiba Jimmy mendapat ide. Sekalian saja mampir mengambil beberapa bahan obat untuk meracik salep luka yang lebih bagus untuk Yunan.Setelah kejadian bersama Web tempo hari, persediaan salep luka Yunan seharusnya sudah habis.Sekarang Yasmin juga akan tinggal tetap di Bataram, ditambah lagi Serena yang kini menjadi teman latihannya. Saat Yunan berlatih tanding dengan mereka, bukan tidak mungkin dia akan terluka. Lebih baik menyiapkan salep luka lebih dulu sebagai langkah berjaga-jaga.S

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 58

    Dengan dipandu oleh Zisel, keduanya tiba di sebuah restoran kelas atas. Begitu Jimmy turun dari mobil, dia langsung melihat seseorang yang tidak asing.Sahabat Laura, Melisa!Jimmy melihat Melisa, dan tentu saja Melisa juga melihatnya.Melisa sedang bercakap-cakap sambil tertawa dengan Hansen, pria

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 211

    Melisa mengirim foto itu kepadanya, bukankah memang untuk memancingnya datang?Hanya Laura yang masih polos, mengira Melisa benar-benar mau memperkenalkan "orang penting" kepadanya!Wajah Laura menunjukkan sedikit kebingungan, lalu dia menatap Melisa dan Heston, meminta penjelasan."Ternyata kamu ng

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 83

    "Begitu lihat orang lain punya koneksi, langsung nggak tahu malu dan nempel habis-habisan!""Aku sudah sering lihat orang nggak tahu malu, tapi baru kali ini lihat yang sememalukan ini!""Balikkan kartu namaku!"Di tengah tawa mengejek, orang-orang berebut mengambil kembali kartu nama mereka. Seolah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status