Share

Bab 567

Author: Darrel Gilvano
"Sekarang sudah nggak bisa sok lagi, 'kan?" Jimmy menatap Kirana sambil tersenyum. "Kalau kamu bicara baik-baik denganku, aku akan kembalikan suaramu. Kalau nggak, kamu akan terus bisu begini."

Kirana sebenarnya tidak khawatir Jimmy akan melakukan sesuatu padanya. Namun, tidak bisa bicara begini sangat menyiksanya!

Setelah beberapa kali melotot dengan galak ke arah Jimmy, Kirana akhirnya terpaksa mengalah dan mengangguk dengan kesal.

"Nah, begini dong!" Jimmy tersenyum tipis, lalu maju membantu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 672

    Setelah jamuan berakhir, Argani secara pribadi mengantar Jimmy sampai ke pintu. Saat Jimmy hendak pergi, Laura dan Jasvin malah menghampiri mereka.Laura sama sekali tidak terpengaruh oleh kejadian sebelumnya. Dengan senyum manis, dia melangkah maju dan berkata, "Jimmy, bukannya kamu bilang mau perkenalkan aku sama Pak Argani?"Jimmy tertawa geli. Dia mengangguk ke arah Jasvin dan berkata, "Bukannya dia bilang dia yang akan perkenalkan ke kamu?""Dia?" Argani mengangkat pandangan ke arah Jasvin. "Kamu ... siapa ya?"Pertanyaan Argani itu langsung membuat Jimmy tak bisa berkata-kata. Orang ini tadi sepercaya diri itu mengatakan akan memperkenalkan Argani kepada Laura. Ternyata Argani bahkan tidak mengenalnya? Sandiwara pamer koneksi ini benar-benar kelewatan!Jasvin menatap Argani dengan canggung, lalu tersenyum meminta maaf."Saya Jasvin dari Keluarga Ongko di ibu kota provinsi. Saya memiliki beberapa kerja sama proyek di kawasan pengembangan bersama Pak Howard.""Oh!"Argani langsung

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 671

    Jasvin mengira Laura akan menamparnya lagi, sehingga tanpa sadar dia mundur selangkah.Laura langsung menarik Jasvin, lalu mengusap pipinya dengan lembut menggunakan telapak tangannya yang hangat. Dengan mata penuh kelembutan, dia berkata, "Pak Jasvin, kita ini teman! Aku sudah pernah merasakan akibat karena meremehkan Jimmy. Aku nggak ingin kamu juga mengulangi kesalahanku, apalagi sampai terjadi sesuatu padamu. Mengerti?"Di bawah belaian lembut Laura, Jasvin langsung merasa nyeri di wajahnya berkurang. Kemarahan di dalam hatinya juga perlahan mulai mereda. "Aku tahu kamu melakukan ini demi kebaikanku."Jasvin menggenggam tangan Laura. "Lain kali kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan, bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini lagi.""Aku juga nggak ingin begini, tapi aku harus menyadarkanmu." Laura menghela napas pelan. "Ingat baik-baik, Jimmy bukan musuh kita, setidaknya untuk saat ini bukan! Dengan kemampuan kita sekarang, kita sama sekali nggak punya modal untuk melawannya! Jangan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 670

    Tamparan Laura itu langsung membuat Jasvin tercengang. Jasvin membelalakkan mata dan menatap Laura dengan linglung.Setelah beberapa saat, amarah mulai meluap di dalam dirinya. Jasvin mengepalkan tangannya erat-erat hingga seluruh tubuhnya gemetar karena marah.Kalau bukan dia yang membawa Laura ke sini, Laura tidak akan punya kesempatan menghadiri pesta Argani! Sekarang Laura malah berani menamparnya?Dia bahkan sudah bersiap untuk melangkah lebih jauh, tetapi malah ditampar oleh Laura? Dalam amarahnya, Jasvin tak lagi peduli untuk bersikap lembut kepada wanita.Plak! Jasvin membalas dengan tamparan keras ke wajah Laura. Laura meringis kesakitan, tetapi langsung membalas dengan tamparan lain ke wajah Jasvin.Laura yang sekarang sudah bukan lagi Laura yang dulu, yang penakut dan selalu mengalah. Dia bisa duduk semalaman di pemakaman liar tanpa rasa takut, bahkan bisa memancing seseorang ke tempat sepi, menyetrum orang dengan alat kejut hingga pingsan, lalu mencekik orang sampai mati.T

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 669

    Jimmy baru mengerti, lalu berkata dengan santai, "Datang ya datang saja! Aku nggak perlu menghindarinya, juga nggak mungkin nyuruh kalian usir dia cuma karena urusan masa lalu kami.""Benar juga." Sabrina tersenyum sambil mengangguk.Jimmy tersenyum, lalu menyuruh Sabrina kembali menyambut para tamu dan tidak perlu memedulikannya.Setelah Sabrina pergi menyambut tamu lain, Jimmy berjalan ke sudut aula dan duduk sendirian.Tujuannya datang ke sini sudah tercapai. Sisanya tinggal menunggu jamuan dimulai. Setelah makan dan minum sampai kenyang, dia bisa langsung pulang.Baru duduk dan memikirkan beberapa hal sebentar, dia sudah merasakan seseorang berjalan ke arahnya. Yang datang bukan orang lain, melainkan Laura.Bersamanya, ada seorang pria berwajah tampan dan bersih. Sepertinya inilah Jasvin yang tadi disebut Sabrina."Jimmy." Melihat Jimmy mengangkat kepala, Laura menyapanya lebih dulu, lalu bertanya, "Kenapa kamu duduk sendirian di sini?""Aku lagi mikir sesuatu." Jimmy tersenyum tip

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 668

    Saat Jimmy menemukan Argani, pria itu sedang mengobrol santai dengan beberapa tamu yang datang lebih awal.Begitu melihat Jimmy, Argani langsung menghentikan obrolannya dan berlari kecil menghampiri dengan antusias."Wow! Jarang-jarang kamu datang secepat ini. Aku kira kamu bakal datang pas waktunya mepet.""Bagaimanapun juga ini wilayahku. Setidaknya aku harus datang lebih awal untuk lihat-lihat dulu." Jimmy tersenyum, lalu mengangguk ke arah beberapa orang di sana. "Kalian cuma ngobrol santai atau bahas urusan penting?""Cuma ngobrol santai!" Argani terkekeh. "Memangnya kamu ada urusan yang mau dibicarakan?"Jimmy mengangguk. "Ada sedikit.""Kalau begitu, tunggu sebentar." Argani segera menghampiri beberapa orang itu untuk berpamitan, lalu berjalan bersama Jimmy ke tempat yang lebih sepi.Keduanya keluar dari aula pesta dan menuju gazebo di luar resor."Kapan kamu kembali ke ibu kota?" tanya Jimmy langsung."Beberapa hari lagi." Argani mengembuskan napas panjang. "Aku mengadakan pest

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 667

    "Bukan." Zisel menggeleng sambil tersenyum. "Kak Sabrina juga undang aku ke pesta ini. Karena memang mau datang, sekalian saja datang lebih awal untuk bantu.""Pantas saja!" Jimmy tersenyum seolah baru mengerti. "Ada yang perlu kubantu?""Sudahlah!" Zisel terkekeh, lalu menggoda, "Siapa yang berani menyuruhmu bantu? Kalau bos besar sepertimu sampai kelelahan, para karyawan itu pasti mencabik-cabikku hidup-hidup."Meskipun Jimmy hampir tidak pernah ikut campur dalam urusan perusahaan, dia sangat disayangi para karyawannya. Begitu dia datang, semua orang ingin memperlakukannya seperti leluhur yang harus dihormati. Mana mungkin mereka membiarkannya membantu?"Zisel!" Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba terdengar seseorang memanggil dari belakang Jimmy.Saat menoleh, mereka melihat seorang pria muda yang tampan dan berwibawa berjalan cepat menghampiri.Begitu melihat orang itu, Zisel langsung tampak pusing. Melihat reaksinya, Jimmy pun mengerti."Pengejarmu?""Ya." Zisel mengangguk den

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 115

    Saat Rafael sudah tidak berdaya lagi membela diri dan memohon ampun, Zosh kembali melangkah maju sambil tersenyum."Pak, waktu aku menangkapnya, aku mendengar wanita di sampingnya berkata kalau ayahnya punya hubungan dengan seseorang bernama Broto. Sepertinya Broto itu punya sedikit pengaruh."Ryder

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 96

    Penipu? Mukhtar menatap Endaru dengan ekspresi bingung. Dia melihat kemampuan Jimmy dengan mata kepala sendiri. Bagaimana mungkin Jimmy adalah penipu?"Jadi kamu memang penipu ya!" Robin menepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak, menatap Mukhtar dengan wajah penuh ejekan. "Mukhtar, penglihatanmu

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 91

    Zisel tertawa pelan. Ucapannya tepat mengenai sasaran.Karena perkataan Zisel benar, Jimmy langsung merasa canggung dan memalingkan wajah ke samping.Zisel tertawa manja, lalu mulai menyantap makanannya. Saat Zisel baru makan setengah, Jimmy beralasan mau ke toilet dan langsung kabur.Ketika Zisel s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 92

    Keesokan harinya, kabar bahwa Yasmin sedang mencari seseorang di Bataram langsung menyebar luas.Semua orang tahu, siapa pun yang bisa membantu Yasmin menemukan orang itu pasti akan mendapat keuntungan yang sulit dibayangkan.Untuk sementara waktu, banyak orang di Bataram seolah-olah berubah menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status