Kegelapan dibalik Kedamaian

Kegelapan dibalik Kedamaian

last updateHuling Na-update : 2026-07-06
By:  RajaFantasi Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
83Mga Kabanata
673views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang terus mencari kerja. Pada suatu hari Dien terjebak ke sebuah tragedi spiritual mengerikan, Dien terlibat dengan seekor monster kelabang raksasa yang memangsa manusia. Saat nyawanya diujung tanduk, tiba-tiba seseorang dengan kekuatan spiritual datang membantu dan membunuh monster tersebut. Mulai saat itu Dien menyadari ada dunia yang misterius, penuh monster, sangat berbahaya, dan diselimuti kegelapan yang tidak disadari banyak orang, dan Dien perlahan-lahan menjadi bagian dari dunia tersebut.

view more

Kabanata 1

Sarjana Pengangguran

Kota Selabatu, Kerajaan Keleztial.

Dien Moretz menatap lelah foto keluarganya di dinding ruang tamu. Foto itu menjadi saksi abadi kesuksesannya dalam menempuh pendidikan di Universitas. Foto itu mengabadikan dirinya yang tersenyum penuh kebanggaan karena telah berhasil menjadi sarjana muda.

“Sudah satu tahun berlalu, dan aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Aku masih menjadi beban ayah dan ibu. Gelarku sebagai sarjana Administrasi Publik seakan-akan sebuah gelar yang tidak berguna. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan pekerjaan. Sekarang aku benar-benar sangat putus asa. Ingin rasanya aku bunuh diri dan pergi saja dari dunia terkutuk ini.” Gumam Dien dan meletakkan map amplop kuning di atas meja.

Dien terlihat sangat lelah, karena untuk kesekian kalinya dia gagal dalam wawancara kerja.

“Kenapa aku tidak mati saja? Toh, hidup pun tiada gunanya.” Dien meneteskan air mata dan mempertanyakan alasan kenapa dia masih hidup.

Dien yang lelah berbaring di sofa ruang tamu, lalu perlahan-lahan menutup mata, dan mencoba tidur untuk melupakan kegagalannya.

“Dien! Jemput adikmu di sekolah! Ibu tidak bisa menjemput adikmu, karena ibu sedang memasak!” Pekik ibu yang sibuk memasak di dapur.

Dien mengernyitkan dahi mendengar suara teriakan samar seorang wanita, sebuah suara yang akrab di telinganya.

“Dien! Kamu dengar ibu? Jemput adikmu di sekolah!” Pekik ibu sedikit lebih keras.

Dien yang baru saja tertidur segera membuka matanya dan melihat jam handphone yang menunjukkan pukul 13.11 menit. Saat itulah Dien menyadari bahwa dia sudah tertidur selama dua jam lamanya.

“Aku tertidur selama dua jam?" Dien duduk merenung untuk sesaat.

Suara langkah kaki tergesa-gesa.

“Dien! Kau mendengar ibu?” Pekik ibu nyaring melangkah mendekat.

Dien menghela nafas berat dan dengan malas segera berdiri. Terlihat ibu tiba-tiba muncul di depan pintu dengan membawa spatula yang dilumuri kuah santan.

“Dien! Apakah kamu mendengar ibu? Jemput adikmu!” Perintah ibu dengan raut wajah marah dan kesal.

"Iya!” Balas Dien malas dan beranjak pergi ke kamar mandi dalam pengawasan ibu yang tampak begitu kesal.

Dien mengusap wajahnya dengan air dingin dan membasahi rambutnya, lalu segera pergi ke halaman rumah dimana motornya terparkir. Pemuda itu dengan malas menendang engkol motornya beberapa kali, namun motor butut tersebut belum juga hidup.

BROONG!

Setelah usaha yang cukup keras, motor berhasil hidup dan meraung ganas di halaman rumah. Dien dengan cepat menarik gas untuk menuju sekolah adiknya yang berada cukup jauh dari rumah.

Baru saja keluar halaman rumah, Dien dikejutkan dengan kedatangan seorang anak laki-laki berusia kurang-lebih 13 tahun. Anak itu adalah Leon Moretz, adiknya sekaligus orang yang akan dijemput.

“Leon kamu sudah pulang?” Dien tersenyum canggung.

Leon menatap Dien malas, lalu masuk ke dalam rumah tanpa menjawab.

“Adik maafkan kakak karena lambat menjemputmu.” Dien tulus meminta maaf kepada adiknya tersebut.

Leon tidak menjawab, lalu menutup pintu dengan bantingan keras.

"Adik..." Dien terkejut sesaat dan hanya bisa mematikan mesin motor bututnya.

BRUUM!

BRUUM!

Tiba-tiba di kejauhan terdengar suara deru mesin mobil sport mendekat.

Dien dengan penasaran menoleh melihat mobil sport berwarna hitam pekat tersebut. Mobil itu bergerak mendekati rumah dan berhenti tepat di sampingnya.

Seorang pemuda dengan langkah berwibawa dan sok keren keluar dari mobil, lalu tersenyum ramah kepada Dien sembari menjulurkan tangan bersalaman.

“Siang kak!” Sapa sang pemuda tersenyum.

Dien langsung mengenali pemuda tersebut hanya dengan melihat wajahnya. Namanya Leonard James, tuan muda kedua keluarga James yang sangat berpengaruh.

Leonard James memiliki perawakan tinggi besar yang tidak terlalu berotot, wajah yang terbilang cukup tampan, memiliki mata berwarna biru cerah, berkulit sawo matang, dan gaya yang sedikit narsis. Banyak rumor mengatakan bahwa Leonard James adalah seorang playboy, suka bermain wanita, suka berjudi, dan seorang pemabuk berat.

Dien langsung tidak senang melihat Leonard.

“Sore!” Balas Dien singkat saja dengan wajah masam dan tidak menyambut uluran tangan Leonard.

Leonard tersenyum canggung dan menarik kembali tangannya. Pemuda narsis dan sedikit menyilaukan itu dengan ragu bertanya.

“Helena ada kak?” Leonard bertanya dengan grogi.

“Tidak ada!” Balas Dien ketus.

"Kamu sudah datang Leonard? Kenapa tidak memanggilku." Helena keluar dari rumahnya dengan mengenakan celana jean dan baju hitam tanpa lengan (tanktop).

Gadis itu melangkah anggun sembari melempar senyuman menawan kepada Leonard dan Dien yang berada di depan pagar.

“Kak, aku akan pergi ke kampus bersama Leonard.” Ucap Helena mengulurkan tangan halusnya.

Dien menatap lekat dan menyambut uluran tangan Helena. Helena segera meletakkan tangan Dien di keningnya, lalu pergi masuk ke dalam mobil Leonard yang pintunya dibukakan oleh Leonard sendiri.

"Ayo Leonard!" Helena sudah siap.

"Kakak aku..." Leonard canggung.

Dien menatap tajam Leonard yang berlari ke arahnya dan mengulurkan tangan meminta salam pamit.

“Helena, kakak antar kamu ke kampus ya?” Tawar Dien kepada Helena.

“Tidak perlu, kak. Aku akan pergi bersama Leonard saja. Kakak silahkan ngojol lagi dan menarik penumpang. Jangan sampai surat izin kakak dicabut.” Helena menolak dengan senyuman ramah.

“Tapi…” Dien protes.

Helena seketika menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.

“Baiklah. Jaga dirimu, jika terjadi sesuatu hubungi kakak ya.” Dien menghela nafas menyerah dan membiarkan Helena pergi bersama Leonard.

“Terimakasih kak!" Helena tersenyum senang.

“Kakak, kami pergi dulu." Leonard berinisiatif mengambil tangan Dien dan meletakkannya di keningnya.

Dien dengan kasar menarik tangannya dan menatap tajam Leonard. Dien tidak peduli dengan ramah-tamah Leonard si playboy. Dien lebih memilih naik motor bututnya, dan menendang engkol hingga mesin motor hidup dan meraung memekakkan telinga.

"Adik, jaga dirimu baik-baik. Jika ada sesuatu segera telpon kakak." Ucap Dien tersenyum ramah dan pergi, mengabaikan keberadaan Leonard yang tersenyum canggung.

“Sumbing sialan! Udah sumbing, jelek, tidak berguna, pengangguran, beban keluarga, sombong, dan sampah. Jika bukan karena Helena yang cantik, aku tidak sudi dekat-dekat denganmu.” Maki Leonard dalam hati, namun diluar masih tersenyum ramah.

“Kakakku memang seperti itu, jangan diambil hati ya sayang.” Ucap Helena tersenyum canggung.

Leonard yang dongkol cepat-cepat mengubah suasana hatinya dan tersenyum ramah kepada Helena.

“Tidak masalah sayang. Aku mengerti kekhawatiran kak Dien. Wajar saja seorang kakak sangat mengkhawatirkan adik perempuannya.” Leonard tersenyum ramah.

Helena menyunggingkan senyum menawan melihat respon baik Leonard.

Danau Liverl, Kota Selabatu.

Dien Moretz mengunjungi danau Liverl, lalu duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh pengelola danau yang sangat indah tersebut.

"Waktu berlalu begitu cepat ya." Gumam Dien melihat matahari senja yang perlahan-lahan tenggelam.

Setelah menikmati matahari senja Dien menatap layar handphonenya. Dien mencari lowongan pekerjaan di aplikasi yang katanya menyediakan berbagai lowongan kerja.

Dua jam berlalu dalam kesunyian, Dien sudah melempar belasan lamaran di situs pekerjaan dan hanya menunggu respon dari pihak HRD perusahaan.

Dien menyesap kopi pahit yang sebelumnya dipesan.

“Apa yang mereka dapatkan dengan menipu para pengangguran yang mencari kerja? Apakah begitu menyenangkan mempermainkan para pencari kerja? Terkutuk! Sialan!” Umpat Dien emosi melihat beberapa lowongan kerja scam atau penipuan.

Dien terus men-scroll layar HP yang menampilkan situs pencari kerja. Hingga pada akhirnya Dien tertarik dengan sebuah iklan yang menampilkan lowongan kerja sebagai Penjaga Malam.

“Penjaga Malam? Satpam malam?” Batin Dien menduga-duga.

Dien membuka iklan lowongan kerja tersebut.

“Apa-apaan ini? Mereka memiliki niat tidak sih mencari pekerja?” Pekik Dien melihat isi iklan lowongan kerja tersebut.

Dimana iklan hanya menampilkan dua syarat bagi para pelamar kerja. Syarat pertama adalah bersedia menjadi praktisi spiritual, dan syarat kedua bersedia melawan roh jahat atau monster pemangsa manusia. Hanya itu yang terpampang di situs, sementara alamat kantor, gaji/pendapatan, sistem kerja, dan jenis perusahaan tidak ada informasinya sama sekali.

Sekali lihat, orang cerdas tahu bahwa lowongan kerja itu adalah sebuah penipuan/scam.

“Jika berminat klik link dibawah.” Dien membaca petunjuk dan scroll ke bawah.

Benar saja ada link situs atau semacamnya.

Dien bengong untuk sesaat melihat link tersebut dan mencengkram tangannya hingga hampir meremukkan handphone.

“Hanya orang bodoh yang percaya iklan ini!!!” Teriak Dien marah, membuat semua orang menatapnya.

Setelah sadar, Dien hanya bisa tersenyum canggung dan meminta maaf berulang kali kepada para pengunjung.

“MONSTER!!!” Pekik seseorang dengan sangat kencang.

Bersambung.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rebyu

Klan Qing
Klan Qing
Izin Promo Thor. Judulnya: Bangkitnya Jenderal Perang
2026-03-27 02:14:01
0
0
83 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status