แชร์

Bab 15

ผู้เขียน: Bilkis29
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-23 09:39:29

"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua berteriak dan bertengkar malam-malam begini?" tanya Ibu Dimas dengan suara yang tegas namun khawatir, lalu langsung menghadap ke arah Rina. "Rina, kamu tidak apa-apa nak? Kenapa kamu menangis?"

Mendengar suara ibunya, Dimas hanya mengangkat bahu santai. "Nggak apa-apa Bu, cuma Rina saja yang sensitif sekali. Aku cuma bilang ke dia supaya dia lebih jaga penampilan dan kebersihan saja."

"Kamu bicara apa itu?" Ibu Dimas langsung menatap anaknya dengan tajam.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 27

    Malam itu sudah larut. Hujan yang sempat reda tadi mulai turun kembali dengan gerimis, membuat udara di sekitar perumahan Bekasi terasa dingin dan sunyi. Rina masih duduk sendirian di ruang tengah, menatap pintu depan yang tertutup rapat. Sejak Dimas pergi dan tidak pernah kembali, rumah itu terasa jauh lebih besar dan sepi dari sebelumnya. Setiap sudut ruangan seolah menyimpan kenangan yang dulu indah, namun kini hanya meninggalkan rasa sakit yang semakin dalam setiap kali diingat. Rasa lelah bukan hanya pada tubuhnya, tapi juga pada hati yang terus dipenuhi pertanyaan tanpa jawaban. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Dimas, mengirim pesan, namun semuanya berakhir dengan kesunyian. Nomor ponsel suaminya sering kali mati, atau jika terkadang menyala, tidak pernah ada jawaban. Rina tidak tahu ke mana Dimas pergi, dengan siapa, dan apa yang sedang ia lakukan. Yang ia tahu hanyalah bahwa suaminya yang dulu ia cintai dan hormati, kini telah berubah menjadi orang asing yang menjau

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 26

    Hari Sabtu itu matahari baru saja mulai turun, namun di rumah mewah di kawasan Bandung itu, suasana sudah terasa hangat dan tenang. Sesuai janji yang mereka buat sejak lama, hari ini adalah hari di mana Dimas akan datang menemui Sari. Sari sudah menunggunya sejak siang. Ia tampil sangat cantik dan memikat, mengenakan baju tidur berwarna putih lembut yang menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan sempurna, terlihat simpel namun sangat seksi dan elegan. Kulitnya masih terlihat bersih dan berkilau, dan aroma parfum khas yang ia gunakan selalu membuat Dimas terasa terbuai setiap kali berada di dekatnya. Rasa rindu yang ia simpan selama berhari-hari terlihat jelas di matanya yang berbinar. Tak lama kemudian, Dimas tiba. Langkahnya terasa lebih mantap, wajahnya terlihat semakin gagah dan tampan berkat perubahan penampilannya yang mulai dijaga dengan baik. Baju yang dikenakannya selalu rapi dan wangi, berbeda jauh dari dulu saat ia hanya berpakaian biasa-biasa saja. Saat pintu terbuka dan D

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 25

    Malam itu udara di perumahan Bekasi terasa lebih pengap dari biasanya. Hujan sempat turun sebentar siang tadi, membuat udara menjadi lembap dan panas, namun yang membuat suasana menjadi berat bukanlah cuaca, melainkan ketegangan yang sudah menggunung selama berbulan-bulan. Rina baru saja selesai mencuci tumpukan kain bekas jahitan, tangannya masih basah dan sedikit merah karena terkena sabun dan deterjen. Ia masuk ke ruang tengah membawa selembar kain yang sudah selesai dirapikan, berniat memberitahu Dimas bahwa ia sudah menyelesaikan tugas hariannya. Ia ingin berbagi kabar baik, berharap setidaknya malam ini mereka bisa duduk bersama dengan tenang, sebelum Dimas harus pindah ke Bandung bulan depan. Namun saat ia berjalan mendekati Dimas yang sedang duduk bersandar di sofa sambil memegang ponsel, udara di ruangan itu seketika berubah menjadi panas dan berbahaya. "Mas, sudah selesai semua pekerjaan jahitannya hari ini. Coba lihat, semuanya sudah rapi dan siap diantar besok,"

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 24

    Rapat hari itu berjalan cukup lancar dan terasa berbeda dari biasanya. Setelah pembahasan proyek selesai, suasana di ruangan menjadi sedikit lebih tenang, namun semua mata kembali tertuju pada Bu Sari yang kini berdiri di depan papan tulis, memegang berkas penting di tangannya. Wajahnya tampak tenang namun tegas, sama seperti yang biasa dilihat semua orang "Rekan-rekan sekalian," suara Bu Sari terdengar jelas dan terdengar oleh seluruh hadirin. "Saya ingin menyampaikan sebuah keputusan perusahaan yang telah disetujui. Mulai bulan depan, kami akan membuka kantor cabang baru di Bandung . Untuk memastikan operasional berjalan dengan baik dan memindahkan standar kinerja perusahaan ke sana, kami akan melakukan mutasi bagi beberapa karyawan terpilih." Ruangan itu menjadi hening sejenak. Banyak yang mulai menebak-nebak siapa saja yang akan terpilih untuk pindah ke kota tersebut. Bandung adalah lokasi yang strategis, namun juga berarti harus berpisah dari keluarga dan lingkung

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 23

    Pagi itu di Bandung, cahaya matahari mulai menyelinap masuk melalui celah gorden kamar hotel, menyinari ruangan yang semalam penuh dengan keintiman dan rahasia. Sari sudah lebih dulu terbangun, ia sudah mandi dan merapikan dirinya dengan teliti, wajahnya terlihat segar namun masih menyimpan senyum licik yang tersembunyi. Dimas perlahan membuka matanya, tubuhnya masih terasa sedikit lelah namun pikirannya sudah mulai sibuk kembali memikirkan tanggung jawab. Ia tahu hari ini mereka harus kembali bersikap seperti rekan kerja biasa di depan tim lainnya, sebelum akhirnya berpisah dan kembali ke Bekasi masing-masing. Dimas mulai mengambil bajunya dari sandaran kursi, namun sebelum ia sempat memakainya, Sari mendekat dengan langkah pelan. Ia memegang sebuah botol parfum berwarna keemasan di tangannya, lalu menyerahkannya langsung ke tangan Dimas. "Ini buat kamu, Dimas. Pakailah ini saat perjalanan pulang nanti," kata Sari dengan suara lembut namun tegas, matanya menatap lurus ke mat

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 22

    Di Bekasi, sore itu langit mulai gelap namun udara terasa masih berat bagi Rina. Tangannya masih memegang baju kemeja Dimas yang wangi asing itu, pikirannya terus berputar tanpa henti. Rasa curiga yang sempat mereda kembali muncul lebih kuat dari sebelumnya. Ia merasa tidak bisa diam saja menunggu kabar tanpa kepastian. Tanpa berpikir panjang, Rina mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Dimas. Detik demi detik terasa sangat lama. Beberapa kali berdering, namun tidak ada jawaban. Hanya suara dering yang berkumandang di ruangan sepi itu, membuat hati Rina semakin cemas. Baru saat ia hampir saja memutuskan panggilan, akhirnya tombol jawab terdengar. "Halo..." Suara itu keluar dari seberang sana, namun berbeda dari biasanya. Tidak ada nada hangat, tidak ada suara yang jelas dan tenang. Sebaliknya, terdengar sedikit terengah-engah, seolah-olah Dimas sedang menahan napas, dan ada suara samar yang tidak biasa di latar belakang. Rina menahan napas, jantungnya berdegup ken

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 6

    Pagi itu udara masih terasa sejuk dan kabut tipis masih menyelimuti jalanan. Matahari baru saja mulai muncul perlahan, menyinari atap-atap rumah yang berdiri berjejer. Dimas bangun lebih awal dari biasa. Ia bangun dengan wajah yang terlihat segar dan penuh semangat, seolah-olah harapan baru benar

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 5

    Rina turun dari motor, melepas helm, dan melangkah masuk ke rumah. Langkah kakinya terhenti sejenak begitu masuk ke ruang tengah. Ia melihat lantai mengkilap bersih, tidak ada debu sedikit pun. Baju-baju yang biasanya menumpuk sudah tergantung rapi di jemuran. Semua barang tertata dengan bai

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 4

    Keesokan harinya Dimas hanya diam saja duduk di depan rumah. Seperti biasa, Rina memasak dulu sebelum berangkat kerja. Ia bergerak ke sana kemari di dapur, menyiapkan makanan seadanya, namun tidak sekalipun ia menoleh ke arah suaminya. Tanpa pamit, tanpa sepatah kata pun, Rina meletakkan kunci

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 3

    Tekad Rina makin kuat. Ia melihat perubahan kecil. Dimas mulai gelisah. Ia tidak lagi bisa meminta uang seenaknya, tidak lagi bisa menuntut layanan batin kalau ia sendiri tidak memberi apa-apa, dan tidak lagi bisa melempar semua kesalahan begitu saja. Harga diri palsunya yang selama ini ia bangu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status