LOGIN“Paman Zephir, apakah Prisly akan terus membeku di pulau Draken seperti itu? Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkannya?” Saat ini, Sarah yang ada di samping bertanya. Karena menurutnya Zephir bagaikan dewa yang bisa melakukan apa saja.
Zephir menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak bisa, hanya saja, jalan kultivasi tidak pernah berakhir, mungkin saja setelah kalian melampauiku, kalian bisa menemukan cara untuk menyelamatkan Prisly!"
"Aku pasti akan menyelamatkan Prisly!" Nathan berkata dengan penuh tekad.
Kalau dia tidak bisa melindungi orang-orang di sisinya, maka untuk apa dia menjadi kultivator abadi?
“Bagaimana kalian kembali, bukankah perjalanan kali ini membutuhkan tiga hari?” Zephir bertanya dengan bingung.
Karena hanya ada satu kapal dari keluarga Zellon, jika Nathan dan yang lainnya ingin kembali mereka harus naik kapal itu. Mendengar itu, Nathan menceritakan kembali semua yang terjadi pada Zephir, hanya saja dia tidak mengungkapkan kalau keluarga Calderon adalah salah satu cabang dari Dragnows.
Setelah Zephir mendengarnya, dia mengernyitkan keningnya, raut wajahnya menjadi sangat serius.
“Masalah kamu yang telah menyerap esensi batu mata Naga, sepertinya tidak perlu waktu lama lagi. Akan ada banyak orang yang mengetahuinya, dan masalah ini tidak mungkin bisa disembunyikan dari keluarga Zellon!” Zepir berkata dengan sedikit ragu. “Kedepannya, kamu harus lebih berhati-hati, sekarang yang paling penting adalah kamu harus segera meninggalkan Kota Mantik, mencari sebuah tempat untuk bersembunyi, lalu menggunakan batu mata Naga untuk berlatih dan meningkatkan kekuatanmu.”
Setelah berkata, Zephir menghela nafas panjang sebelum kembali berkata. “Sedangkan untuk Sarah dan Beverly, aku akan membantumu menjaga mereka, lalu aku akan mengajarkan cara berkultivasi kepada mereka. Dengan kekuatan mereka sekarang, berada di sisimu juga hanya akan menambah bebanmu. Ingat satu hal, jangan tunjukkan wajahmu kecuali terpaksa!” suara Zephir terdengar penuh dengan kehangatan. “Sekarang kamu sudah menghisap esensi batu mata Naga, kamu akan menjadi target semua orang, sepertinya akan ada banyak orang yang ingin membunuhmu!” Zephir memperingatkan Nathan dengan serius.
Mengenai batu mata Naga yang diambil oleh Nathan, Zephir tidak menyangka akan ada begitu banyak orang yang melihatnya, dan akan ada banyak orang yang menemukan tempat Naga Yang berada. Ini juga merupakan tindakan pengecut keluarga Zellon, jika keluarga Zellon tidak tiba-tiba membuka pulau Draken, tidak akan ada begitu banyak orang di pulau Draken. Dan Nathan bisa menyelinap masuk ke dalam pulau Draken, mendapatkan batu mata Naga dan pergi tanpa ada yang menyadari.
Sekarang berita tentang Nathan yang menyerap batu mata Naga sudah tersebar, hari-hari kedepannya pasti akan menjadi semakin sulit baginya!
Nathan tidak menyangka masalah akan menjadi begitu serius, namun setelah dia mendengar perkataan Zephir, sepertinya akan ada banyak orang yang mencari masalah dengannya kelak.
“Baik, paman! Aku akan pergi dan meningkatkan kekuatanku!”
“Sarah,” Nathan menatap raut wajah wanita di hadapannya dengan penuh kehangatan dan kelembutan. “Jaga dirimu! Aku psati akan kembali!”
Mendengar itu, raut wajah Sarah berubah drastis, matanya memerah dan air mata mulai beranak pinak di kelopak matanya.
“Beverly, tolong jaga Sarah!”
Mendengar ucapan Nathan, Beverly menganggukkan kepalanya dengan penuh ketegasan. Sedangkan Sarah, dia hanay bisa menahan rasa sakit dihatinya dan memeluk pria di hadapannya sebelum Nathan pergi. Setelah Nathan pergi, Zephir juga tidak berlama-lama, dia membawa Sarah dan yang lainnya serta beruang kutub itu pergi dan menghilang dari Kota Mantik, tidak ada yang tahu kemana mereka pergi.
Tidak lama setelah Nathan dan yang lainnya pergi, Kieran membawa sekelompok besar bawahan keluarga Zellon untuk mengepung penginapan tempat Nathan menginap. Hanya saja, sayang sekali, Nathan sudah pergi sejak tadi dan Kieran terlambat.
Nathan pergi dan melakukan perjalanan siang malam menuju Saibu Care, jika ingin mencari tempat untuk bersembunyi, maka pilihannya hanya ada Saibu Care. Sebagai Pemimpin Saibu Care, sudah sepantasnya dia menetap di Saibu Care.
Saat Nathan tiba di Saibu Care, Herold yang melihat Nathan kembali dengan sedikit tergesa-gesa tidak banyak bertanya, Nathan langsung meminta Herold untuk menyiapkan tempat yang tenang untuk dirinya sendiri dan dia duduk bersila lalu memulai kultivasinya.
Sekarang Nathan sudah mencapai tahap Lentera, tidak akan ada masalah jika dia tidak makan atau minum, dan dengan adanya esensi batu mata Naga, Nathan tidak akan berhenti berkultivasi karena kekurangan energi spiritual. Setelah merasakan energi spiritual yang besar memancar dari esensi batu mata Naga dalam tubuhnya, Nathan memasuki keadaan yang kacau balau.
Ucapan Prisly terputus di tengah kalimat. Sarah juga ikut menatap Rebecca dengan rasa penasaran, ingin memastikan apakah dugaannya memang benar.Rebecca menundukkan kepala sambil menggigit bibir pelan. Setelah terdiam beberapa saat, ia akhirnya mengangguk dengan wajah yang semakin merah. "Apa yang kulihat... memang seperti yang kalian bayangkan."Begitu mendengar pengakuan Rebecca, Prisly langsung membelalakkan mata dengan ekspresi tak percaya. "Serius, Kak Rebecca? Kalau begitu, bukankah Kakak hampir tenggelam dalam kenikmatan? Pantas saja pakaian Kakak sampai berantakan seperti itu."Ia kemudian menunjuk dirinya sendiri sambil menghembuskan napas panjang. "Aku hampir membeku, Kak Sarah nyaris terbakar hidup-hidup, sedangkan Kak Rebecca..." Senyum jahil mulai menghiasi wajahnya. "Malah hampir kehilangan nyawa karena terlalu bahagia.""Prisly!" Rebecca langsung memelototinya dengan wajah yang memerah hingga ke telinga. "Kamu asal bicara!"Prisly baru hendak tertawa ketika matanya tiba
Rasa penasaran mendorong Nathan untuk membaca isi buku itu. Ia segera mengulurkan tangan dan mengambil Buku Resonansi Dunia dari telapak patung. Namun, begitu buku itu terangkat, seluruh tulisan yang semula memenuhi setiap halaman langsung lenyap tanpa meninggalkan jejak.Nathan tertegun, ia buru-buru mengembalikan Buku Resonansi Dunia ke posisi semula. Seperti sebelumnya, deretan aksara kuno kembali bermunculan dan memenuhi seluruh halaman dalam sekejap. Kini Nathan tidak berani memindahkan buku itu lagi. Ia hanya mendekat ke arah patung, lalu mulai membaca setiap halaman dengan saksama.Saat seluruh perhatiannya terpusat pada isi Buku Resonansi Dunia, tubuh Nathan perlahan memancarkan cahaya redup. Pada saat yang sama, sesosok bayangan transparan keluar tanpa disadarinya dan perlahan menyatu ke dalam patung di hadapannya.Nathan sama sekali tidak menyadari perubahan itu. Seluruh pikirannya tenggelam dalam setiap kalimat yang tertulis di hadapannya.Begitu ia selesai membaca halaman
Sekuat apa pun tekad Nathan, pemandangan itu tetap membangkitkan gejolak aneh di dalam dirinya. Aroma tubuh Rebecca yang terus memenuhi indra penciumannya semakin memperkuat dorongan tersebut.Sedikit demi sedikit, sorot mata Nathan berubah memerah. Naluri paling mendasar dalam dirinya mulai mengambil alih kesadarannya. Tanpa sadar, ia membalas pelukan Rebecca, sementara kedua tangannya mulai melepaskan pakaian gadis itu.Namun, tepat ketika kendali dirinya hampir sepenuhnya lenyap, seberkas cahaya keemasan tiba-tiba melintas di dalam benaknya. Seketika rasa nyeri menusuk kepalanya.Nathan langsung tersadar. Melihat keadaan Rebecca di hadapannya, ia buru-buru merapikan kembali pakaian gadis itu sebelum menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Ia segera melafalkan Teknik Jiwa.Perlahan, gejolak yang memenuhi pikirannya mulai mereda hingga kesadarannya kembali jernih.Begitu menoleh ke arah Sarah dan Prisly, wajah Nathan langsung berubah serius. "Sarah! Kita harus keluar dari sini
Nathan memimpin perjalanan di barisan paling depan dengan kobaran api spiritual biru yang menerangi jalan.Semakin jauh mereka masuk, Sarah mulai merasakan hawa aneh menjalari tubuhnya. Keringat terus mengalir dari pelipisnya, sementara napasnya perlahan menjadi semakin berat seolah tubuhnya sedang dibakar dari dalam.Berbeda dengan Sarah, Prisly justru memeluk kedua lengannya erat-erat. Tubuhnya terus menggigil karena hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.Rebecca yang berjalan paling belakang menggigit bibir bawahnya semakin kuat. Wajahnya telah berubah semerah bunga mawar, seakan ada sesuatu yang terus mempengaruhi pikirannya.Nathan sama sekali tidak menyadari perubahan yang dialami ketiga gadis itu. Sesampainya di aula batu, ia mengangkat tangan sambil menunjuk ke sekeliling."Lihat sendiri. Bukankah aku sudah bilang tidak ada apa-apa selain patung-patung rusak? Aku tidak mungkin sengaja membohongi kalian hanya supaya mau masuk ke sini. Kalau penasaran, silakan lihat sepuasny
"Biarkan aku memastikan sendiri. Kalian tunggu di sini." Nathan melangkah maju sebelum tubuhnya melesat menembus derasnya air terjun.Begitu melewati tirai air, sebuah pintu masuk gua raksasa langsung terlihat di balik tebing. Derasnya air terjun menutupi seluruh bagian depan gua sehingga keberadaannya sama sekali tidak mungkin terlihat dari luar.Nathan menggenggam Buku Resonansi Dunia sambil melangkah perlahan memasuki gua. Baru beberapa langkah masuk, pandangannya langsung tertuju pada tiga karakter besar yang terukir di atas mulut gua.Sanctum Oblivion.Tatapannya kemudian beralih ke sekeliling. Bekas pahatan pada dinding batu, sisa-sisa penggalian, hingga berbagai jejak aktivitas manusia masih terlihat jelas di berbagai sudut. Itu menjadi bukti bahwa tempat ini pernah dihuni dalam waktu yang cukup lama.Kalau begitu, ke mana seluruh penghuni itu menghilang?Apakah setelah Ordo Maledicta menguasai Sektor Bayangan, seluruh orang yang tinggal di sini ikut dimusnahkan?Nathan terus m
"Siapa pun Nathan itu, selama dia berani menghancurkan Aula Seribu Relik, aku tidak akan tinggal diam." Loyd menatap Garrick dan Magnus sebelum melanjutkan, "Kondisi kalian sudah sangat buruk dan energi kalian pasti terkuras habis. Beristirahatlah dulu di sini."Usai berkata demikian, Loyd mengangkat tangan dan mengibaskannya pelan. Patung yang berdiri di tengah aula segera memancarkan cahaya lembut, sementara untaian energi keemasan yang tampak oleh mata terus mengalir keluar sebelum memasuki tubuh Garrick dan Magnus.Dalam sekejap, rasa lelah yang membebani tubuh keduanya menghilang tanpa bekas. Energi mereka pulih dengan kecepatan luar biasa hingga kembali ke kondisi terbaik."Kakak seperguruan, kekuatan apa ini?" tanya Garrick dengan mata membelalak."Ini adalah Resonansi Devosi, wujud paling murni dari keyakinan manusia. Orang-orang yang kalian lihat di luar rela menempuh perjalanan melintasi gunung dan lembah, melewati berbagai penderitaan hanya demi datang bersembahyang. Ketulu
Kali ini, ketiga keluarga itu bersatu dan menatap Nathan dengan seksama.Menghadapi tatapan serakah dan ganas dari tiga keluarga itu, punggung Nathan dipenuhi dengan keringat dingin. Kalau hanya seorang puncak penguasa Ingras tingkat empat, Nathan tidak akan takut sedikitpun. Tapi saat ini, ada tig
Sebuah nyala api muncul di telapak tangan Nathan dan mulai menerangi dasar danau itu, dan dia menginjak sesuatu yang empuk di bawah kakinya. Setelah melangkah maju hingga jarak tertentu, Nathan tiba-tiba menemukan batu mata Naga yang sedang terletak di atas sebuah batu.“Bukankah batu mata Naga ini
“Siapa sebenarnya pemuda bernama Nathan ini? Sampai bisa membuat Martial Shrine maju dan membantunya berbicara.”“Apakah itu orang yang menyerap esensi batu mata Naga?”“Kekuatan apa yang ada di belakang orang ini? Apakah dia putra dari salah satu keluarga bela diri?”“Luar biasa, sepanjang hidupku
Saat bahan obat dimasukkan, energi spiritual memancar dari semua bahan obat berharga itu, dan semuanya berkumpul di dalam porselen alkemis. Setelah beberapa jam kemudian, sebuah obat pembangkit mulai muncul di dalam porselen alkemis, dan nyala api biru itu berangsur-angsur padam. Untuk membuat obat







