Share

Bab 2019

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-07-04 23:17:41

"Siapa pun Nathan itu, selama dia berani menghancurkan Aula Seribu Relik, aku tidak akan tinggal diam." Loyd menatap Garrick dan Magnus sebelum melanjutkan, "Kondisi kalian sudah sangat buruk dan energi kalian pasti terkuras habis. Beristirahatlah dulu di sini."

Usai berkata demikian, Loyd mengangkat tangan dan mengibaskannya pelan. Patung yang berdiri di tengah aula segera memancarkan cahaya lembut, sementara untaian energi keemasan yang tampak oleh mata terus mengalir keluar sebelum memasuki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2082

    Darius langsung menyipitkan mata. "Orang ini sudah kutangkap. Atas dasar apa kalian ingin membawanya?""Tidak perlu alasan." Suara Rael terdengar dingin. "Aku hanya tidak akan membiarkanmu membawanya pergi."Ucapan itu langsung membakar amarah Darius. "Jadi kau berniat merebutnya dariku secara paksa?" Tatapannya berubah tajam. "Rael, jangan terlalu percaya diri. Dengan kemampuanmu, kau sama sekali bukan lawanku."Rael justru tersenyum tipis penuh sindiran. "Berhenti membual." Tatapannya menyapu tubuh Darius yang penuh luka. "Dalam kondisimu sekarang, aku bisa mengalahkanmu hanya dengan satu tangan."Dia mendengus pelan sebelum melanjutkan, "Selama ini kau selalu menyebut dirimu jenius nomor satu di klan tersembunyi. Nyatanya, seorang Sovereign tingkat menengah saja mampu membuatmu berada dalam kondisi mengenaskan seperti ini. Masih berani menyombongkan diri?"Ucapan Rael benar-benar menusuk harga diri Darius.Aura yang menyelimuti tubuhnya kembali meledak. Dia menatap Rael dengan soro

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2081

    Tanpa ragu, Nathan mengerahkan seluruh energi spiritual yang tersisa di dalam dantiannya. Dia tahu, setelah serangan ini, apa pun hasilnya, dirinya takkan lagi memiliki kekuatan untuk bertarung.Nathan menghembuskan napas panjang sebelum mengeluarkan raungan rendah. Cahaya Pedang Aruna langsung melonjak tajam. Sesaat kemudian, seberkas cahaya pedang berwarna emas melesat ke langit dan berubah menjadi bilah raksasa yang membelah angkasa.BAAANG!Pedang emas itu mengayun turun dengan kekuatan yang menghancurkan.Pada saat yang sama, bola cahaya di tangan Darius meluncur lurus menyambutnya.DUAARRR!Kedua kekuatan bertabrakan dengan ledakan yang mengguncang bumi.Gelombang kejut yang dihasilkan menyapu ke segala arah bagaikan badai penghancur. Para murid Ordo Tempest di sekitar arena langsung memucat sambil mati-matian menahan tekanan yang menerpa tubuh mereka.Bahkan Rael dan Velisa yang berada cukup jauh tetap terkena dampaknya. Tubuh mereka berdua terguncang hebat hingga hampir terjat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2080

    "Nak, rasa penasaranku terhadapmu semakin besar." Darius melangkah perlahan mendekati Nathan. "Kau adalah orang pertama yang mampu memaksaku sampai ke keadaan seperti ini, padahal kau hanya seorang Sovereign tingkat menengah."Aura mengerikan memancar dari tubuh Darius, menyelimuti Nathan sepenuhnya hingga membuatnya tak mampu menggerakkan tubuh."Kak, Darius akan membawa orang itu pergi. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Velisa dengan wajah cemas.Rael menatap Nathan sejenak sebelum mengambil keputusan. "Kita turun tangan. Aku akan menahan Darius sebentar. Kau manfaatkan kesempatan itu untuk membawa anak itu pergi." Tatapannya berubah serius. "Kita tidak boleh membiarkan kultivator jahat itu jatuh ke tangan Ordo Tempest. Kalau mereka berhasil memperoleh teknik kultivasinya, aku khawatir bahkan seluruh Sektor Bayangan tidak akan lagi hidup dengan tenang."Velisa hendak mengatakan sesuatu, tetapi kata-katanya terhenti di tenggorokan. Matanya membelalak.Nathan, yang beberapa saat lal

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2079

    "Aku sudah lama mendengar bahwa Ordo Tempest diam-diam melanggar aturan dan menggunakan teknologi genetika." Rael menatap lengan Darius yang telah sembuh sambil mengernyit. "Sekarang sepertinya rumor itu memang benar.""Kak, kita harus segera melaporkan masalah ini kepada Guru!" Wajah Velisa dipenuhi kekhawatiran. "Guru pernah mengatakan bahwa siapa pun yang melanggar hukum alam pasti akan mendatangkan bencana. Jika ini terus dibiarkan, mungkin seluruh dunia bela diri akan ikut terkena dampaknya."Rael mengangguk pelan, tetapi pandangannya tidak pernah lepas dari sosok Darius.Saat itu, amarah Darius telah mencapai puncaknya. Kedua tangannya berubah menyerupai cakar elang, memancarkan kilau perak yang menyilaukan, sementara aura tajam yang mengelilinginya terus meningkat."Aku akan membuatmu membayar harga atas semua ini." Begitu suara Darius menghilang, sosoknya lenyap dari pandangan Nathan.Nathan langsung mengernyit dan mengayunkan Pedang Aruna ke depan.KLANG!Bilah Pedang Aruna m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2078

    Di sisi lain, Nathan tampak sedikit berantakan. Walaupun telah mengandalkan Teknik Bilah Naga untuk menghadang serangan lawannya, beberapa tendangan Darius tetap berhasil mengenainya."Menarik..." Darius menyipitkan mata. "Seorang Sovereign ternyata mampu menahan seranganku.""Teknik pedang apa yang barusan kau gunakan? Bagaimana mungkin kau bisa menciptakan lima salinan dirimu sekaligus?""Yang lebih aneh lagi, itu jelas bukan ilusi. Masing-masing sosok memiliki kekuatan tempur yang nyata." Tatapan Darius semakin dipenuhi rasa penasaran. "Sepertinya kau menyimpan jauh lebih banyak rahasia daripada yang kubayangkan."Senyum tipis kembali terukir di wajahnya. "Aku jadi semakin ingin membawamu kembali ke Ordo Tempest."Kini tujuannya bukan sekadar menangkap Nathan. Dia ingin menguak seluruh rahasia yang tersembunyi di balik pemuda itu.Nathan membalas tatapan Darius dengan sorot mata tajam. Dia tahu, jika ingin membalikkan keadaan, dirinya harus mengeluarkan kartu truf yang selama ini m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2077

    "Guru pernah berkata kalau kedudukan kita sebenarnya setara dengan para praktisi dari Sektor Bayangan. Hanya saja, pada akhirnya kita akan menempuh jalan yang berbeda sebelum kembali menuju tujuan yang sama, yaitu menapaki jalan kultivasi."Velisa memandang Rael dengan raut bingung."Hei, kenyataannya tidak sesederhana itu." Rael menghela napas panjang. "Kalau memang semudah itu, Guru tidak akan terus memikirkannya setiap hari."Di tengah percakapan mereka, rentetan ledakan yang memekakkan telinga akhirnya mereda. Asap tebal yang menyelimuti medan pertempuran juga perlahan mulai menghilang.Darius berdiri sambil menatap Nathan dengan sorot mata dingin.Di sisi lain, Nathan tampak sedikit berantakan. Walaupun telah mengandalkan Teknik Bilah Naga untuk menghadang serangan lawannya, beberapa tendangan Darius tetap berhasil mengenainya."Menarik..." Darius menyipitkan mata. "Seorang Sovereign ternyata mampu menahan seranganku.""Teknik pedang apa yang barusan kau gunakan? Bagaimana mungki

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1398

    Di tengah-tengah jeritan kesakitannya, sesuatu di dalam diri Bachira patah. Rasa sakit, duka, dan penghinaan yang tak tertahankan menyatu menjadi satu titik api yang membakar habis semua rasa takutnya. Dengan raungan yang tidak lagi terdengar seperti manusia, ia tiba-tiba bangkit berdiri, matanya y

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1466

    Cahaya pedang mereka berbenturan di udara, menciptakan ledakan energi yang menyebar ke segala arah. Namun, dalam sekejap, wujud naga emas itu hancur, dihantam oleh cahaya yang lahir dari kekuatan puluhan tahun. Sisa kekuatan tebasan itu tidak berkurang sama sekali dan melesat lurus ke arah Nathan.

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1408

    Sang raja duyung melambaikan tangannya dengan santai, dan pintu-pintu istana yang tadinya terbuka lebar mulai berderit, bergerak menutup dengan perlahan. Waktu mereka hampir habis.Brukk!Sebuah gumpalan energi pembunuh yang tak terlihat menembus dada Nathan. Ia jatuh terjerembap, tubuhnya yang sud

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1464

    KREEK!Jeruji besi yang telah diperkuat sihir itu bengkok dan patah seolah-olah terbuat dari adonan. Ia melangkah keluar dari selnya.Sancho menatap dengan ngeri, matanya membelalak. "Kau... bagaimana kau...""Kau ingin bertanya mengapa formasi sihir di sini tidak berguna bagiku?" Hemin tersenyum d

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status