MasukSeorang wanita dewasa yang cantik dan seksi tersangkut di dalam mesin cuci. Dia menggeliat dengan tidak nyaman dan memohon agar aku membantunya. Aku pun langsung mengerti. Satu tanganku menarik rambut panjangnya, sedangkan tangan lainnya menopangnya. Saat semuanya berjalan dengan indah dan hampir kembali ke jalurnya .... Seorang ratu kampus yang cemburu tiba-tiba menerobos masuk dan berkata dia juga ingin ikut bergabung dengan permainan seperti ini ....
Lihat lebih banyak"Jadi kan mas nanti malam? Malam minggu lo mas" Tanya Andin dengan sumringah pada Firman yang baru saja bangun tidur dan langsung mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh Andin di meja makan. Padahal jam sudah menujukkan pukul 10 pagi. Firman sendiri bekerja di perusahaan X sebagai Asisten Manager.
"Kemana memang? Ah iya mengajakmu keluar ya? Sepertinya aku tidak bisa"jawab Firman sembari menyeruput kopinya. Hari ini adalah hari sabtu, dimana perusahaan tempat Firman bekerja sedang libur. "Kenapa mas? Bukannya kemarin kamu bilang bisa ya? Kasihan Fara mas, dia ingin sekali keluar denganmu" kekeh Andin yang ingin menyenangkan anaknya. Fara sendiri adalah anak Andin dan Firman yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SD. "Sudahlah, aku capek. Kamu keluar sendiri saja sama Fara" sentak Firman. "Aku mas? Keluar sendiri? Kalau gitu aku minta uang sama kamu!" Jawab Andin yang memang hari ini uangnya sudah habis untuk membeli lauk mereka makan. "Uang? Uang katamu? Seminggu yang lalu kan aku udah kasih kamu uang. Jangan boros2 lahh kamu" jawab Firman yang dia sendiri tidak tau bagaimana rumitnya kebutuhan rumah tangga. Mendidih sudah darah Andin mendengar jawaban suaminya "Boros mas? Mass! Nafkah 400ribu itu dapat apa zaman sekarang! Buat bayar listrik saja 200ribu sebulan, belum uang air, uang kebersihan, uang makan, uang sekolah Fara dan jajannya! Apa-apaan kamu bilang aku boros" balas Andin yang tak mau kalah dari Firman "Apa-apa an kamu sekarang jadi memusingkan nafkah yang aku kasih! Selama ini kamu ga protes. Kenapa sekarang kamu jadi kaya gini! " jawab Firman tak mau kalah "Udahlah mas! Mau jemput Fara aku! Capek ngomong sama kamu!" Jawab Andin sambil berlalu menuju parkiran rumahnya mengambil motor untuk menjemput Fara sekolah. Karena sekarang sudah hampir ham 11 siang. Namun, sebelum ia sampai di pintu keluar samar2 ia mendengar suaminya mengangkat telepon yang ia kira pasti dari ibu mertuanya. "Hallo Bu, ada apa?" "..." "Pinjam uang berapa Bu?" "..." "2juta ya? Memang uang yang kemarin udah habis ya?Yaudah habis ini Firman ke rumah Ibu ya sambil mengantar uang" Degh "Apa? Ku ajak keluar buat menyenangkan anaknya saja dia tidak mau mengeluarkan uang. Sekarang mau meminjamkan ibunya uang?" Batin Andin yang sampai sekarang ia masih berdiri di ambang pintu mendengarkan suaminya berbicara dengan mertuanya di telpon "Apa? Katamu mau menjemput Fara? Kenapa masih disini?"kata Firman yang tiba-tiba sudah ada di belakang Andin "Kamu mau meminjamkan uang ke ibumu mas? Sedangkan tadi aku mau minta uang buat menyenangkan anak kita saja kamu keberatan. Apa ini?"jawab Andin yang dia tidak Terima. Firman yang hendak keluar dari rumah seketika berbalik menatap istrinya dengan mata berkilat marah. " Apa ini apa maksudmu? Dia ibukku! Jelas aku harus patuh dengannya!" Sentak Firman pada Andin "Tapi aku istrimu mas, dimana-mana nafkah istri itu lebih utama setelah kamu menikah! " Andin dengan berani menjawab Firman "Kamuu!!! " jawab Firman dengan jari telunjuk diarahkan tepat di mata Andin "Ah sudahlah, aku mau ke rumah ibu duluu" Brakk Firman masuk ke dalam mobilnya dengan menutup pintu sangat kasar. Andin hanya memandang kepergian suaminya dengan dada bergemuruh. Ingin menangis tapi ia ingat bahwa harus menjemput anaknya di sekolah. Ah,si cantik Fara pasti sudah menunggu. _Di kediaman Ibu Firman_ "Assalamu'alaikum" ucap Firman tatkala ia sudah sampai di rumah ibunya "Walaikumsalam nak, sinii" jawab bu Winda ibu Firman. "Ibu masak apa? Tidak sempat sarapan aku" keluh Firman sambil masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di meja makan. "Tidak sempat sarapan? Memang istrimu itu kemana? Biasanya pagi-pagi udah masak, males yaa" "Bertengkar bu, entahlah biasanya si Andin tidak memusingkan berapa nafkah yang aku kasih. Tadi pagi tiba-tiba mempermasalahkannya. Dan lagi. Si Fara minta nanti malam mau mengajak aku keluar, Hahhh" keluh Firman pada ibunya. "Menang dasar ya istrimu itu boros, tidak bisa mengatur keuangan. Coba kalau ibu ikut tinggal di rumahnya, ku atur itu istri tidak tau dirimu itu" omel Bu Winda pada anaknya. "Udahlah bu, mau makan dulu aku, ini kenapa cuma ada oseng kangkung sama tempe sih" Keluh Firman pada ibunya. "Firman, di rumah ini ada kakakmu, kakak iparmu dan adikmu, mereka semua sarapan. Udahlah makan aja yang ada!" Sentak bu Winda pada Firman dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Mbcekkkk Anak Bu Winda sendiri ada 3. Kakak perempuan pertama Firman bernama Retno, ia sudah menikah dengan seorang Guru Honorer di SD yang lumayan dekat dengan rumah bu Winda, yang bernama Sugeng. Mereka dikaruniai anak perempuan berusia 9 tahun bernama Chika, ia sekarang kelas 3 SD. Lalu, Firman sebagai anak kedua yang sudah menikah dengan Andin dengan dikaruniai Fara. Lalu si bungsu Mulan, yang sekarang sedang kuliah semester 4. "Ahhh kenyang akuuu.. " ucap Firman karena ia sudah kenyang sehabis sarapan. "Ah kamu ini, jorok sekali, ihhh" kesal bu Winda yang tiba-tiba sudah keluar dari kamar. "Mana uangnya" tagih Bu Winda. "Ah ibu, baru juga selesai makan aku, nihh, lagian buat apa sih Bu pinjam uang sampai 2juta. Belum gajian aku bulan ini. Masih seminggu lagi"ucap Firman sambil menyodorkan uang 2juta pada ibunya. "Buat arisan Fir, tenang nanti kalau ibu dapet uangnya langsung ibu kembalikan. Uang arisan sampai 15juta lohh"jawab bu Winda. " Arisan apa bu sampai segitu?" Tanya Firman. "Udahlah gausah banyak tanyaa" kesal bu Winda karena menurutnya Firman terlalu banyak tanya. _Di Sekolah_ "Ibuuuuuu" teriak Fara setelah melihat ibunya di depan gerbang sekolah. "Maaf sayang, ibu telat ya? Aduh kasihan sampai merah begini mukanyaa" jawab Andin yang langsung membelai pipi putrinya. "Engga telat kok Buu, eh tapi telat dikit, temen2 kelas 2 udah pada pulang hihi" jawab Fara dengan nada lucunya. "Haha tidak telat tapi teman temanmu sudah pada pulang. Yasudah ibu minta maaf yaa, sekarang kita pulang yaa" belai Andin pada kepala putrinya. Lalu mereka naik menuju motor Andin dan segera pulang ke rumah. _Sampai Rumah_ "Buu nanti malam jadi kan keluar sama Ayahh?"tanya Fara pada ibunya setelah turun dari motor dan melepas helm. Andin hanya bisa tersenyum dan menjawab "Maaf ya sayang, mungkin lain kali saja ya, Ayah sedang banyak pekerjaan. Jadi belum bisa menemani Fara jalan2" "Yaaahhh, ayah kok ingkar janji Buu" "Maaf ya sayang" jawab Andin dengan menahan air mata yang hampir tumpah. "Sudah, sekarang ganti baju terus makan yaa, terus bobok siangg" "Iya buuu"patuh Fara sambil berlari menuju kamarnya. Andin hanya menghela nafas sambil melihat anaknya masuk ke dalam kamar. Andin adalah anak kedua dari pasangan Pak Budi Bramantyo dan Ibu Margareth William. Ayah Andin sendiri adalah pemilik perusahaan tempat Firman bekerja. Namun selama Firman bekerja ia sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik sebenarnya perusahaan tempat ia bekerja. Karena pak Budi sendiri memilih untuk merahasiakannya. Beliau mempunyai feeling pada Firman bahwa menantunya itu laki2 yang kurang baik bagi putrinya. Namun, sang putri yang sudah sangat mencintai Firman tidak mengindahkan peringatan dari Ayahnya bahwa Firman adalah laki2 tidak benar. Di perusahaan sendiri, pak Budi mempunyai orang kepercayaan yang setia dengan beliau. Jadi,pak Budi hanya mengawasi dari rumah. Ibu Andin sendiri adalah perempuan berkebangsaan Jerman dan Jepang. Itulah sebabnya beliau memiliki nama dan postur tubuh serba wajah yang ke barat baratan. Orangtua ibu margareth sendiri dulunya juga seseorang yang memiliki restoran dengan cabang dimana mana, salah satu cabangnya juga berada di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan ibu Margareth dengan tidak sengaja bertemu dengan Pak Budi di restoran orangtua ibu Margareth. Lalu mereka menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Orangtua ibu margareth pun sekarang sudah sangat renta, dan mereka sudah menetap di Jepang bersama adik dari Ibu Margareth. Jadi, restoran yang di Indonesia dan beberapa negara lain diturunkan menjadi milik ibu Margareth, karena adik ibu Margareth tidak terlalu suka usaha di bidang kuliner. Ia bernama Attar William. Beliau lebih memilih menjadi produser di negara Jepang. Hal inilah yang menyebabkan fisik Andin sangat berbeda dengan fisik orang Asia pada umumnya. Dengan tinggi 176, tubuh indah, kulit putih, mata biru serta rambut coklat mampu memikat seorang Firman Alamsyah. Namun, fisik Andin sekarang sedikit berubah karena nafkah yang diberikan suaminya tidak berapa. Bekas jerawat yang lumayan banyak dan bobot tubuh yang naik hingga 10kg. "Buuuuu kok ngelamun sihh, aku mau makann" pintar Fara yang mengejutkan ibunya yang sedang melamun. "Ah maaf sayang ibu melamun. Maaf yaa. Mau makan ya? Eh yaampun putri ibu sudah ganti bajuu. Cantiknyaa, yuk makan" ajak Andin pada putrinya. "Apa keputusan ku menikah dengan mas Firman adalah sebuah kesalahan ya? " Andin melamun sembari memotong ayam untuk putrinya.Aku akhirnya menemukan jalan tengah, yaitu hari ini berhenti berhubungan dulu. Aku mengangkat tangan dan memberikan isyarat untuk berhenti. "Kalau masih ribut, aku pulang ke sarangku sendiri. Kalian berdua nggak dapat apa-apa."Keduanya langsung terdiam. Mereka saling memelotot sebentar dan mendengus secara serentak, lalu membelakangi satu sama lain.Setelah itu, aku benar-benar pindah ke sana. Kami hanya memakai satu kamar tidur, sedangkan kamar lainnya dibiarkan kosong. Awalnya, mereka berdua memang menolak.Yesica berkata, "Tiga orang terlalu sempit, nanti nggak nyaman."Yenny manyun. "Aku takut ada yang kabur dulu tengah malamnya."Aku mengeluarkan kunci dan mengayunkannya di depan mereka. "Nggak setuju? Besok aku batal pindah. Kalian lanjut saja berdebatnya."Keduanya saling menatap selama tiga detik, lalu meraih kunci itu secara serentak. Pada akhirnya, mereka sama-sama mengalah."Baiklah, satu kamar saja."Sejak itu, aku berlama-lama dan berbahagia di sana sampai lupa rumah. Leb
Yenny menjawab, "Hm .... Sudah nggak sakit lagi. Kak Ricko, mulailah ...."Posisi ini terasa sangat luar biasa nyaman saat melakukan penerobosan. Tubuh Yenny yang indah serta otot vagina yang ketat pun membuatku sangat bersemangat.Satu tangan Yenny meraba penis yang terus bergerak masuk dan keluar dari lubang vaginanya, sedangkan tangan yang satunya lagi menggosok payudaranya. "Ah .... Kak Ricko ... enak sekali ... lebih kuat .... Ah .... Aku mau kamu ... Kak Ricko ...."Aku pun berkata, "Sayang, vaginamu ketat sekali ... rasanya sangat enak ...."Beberapa menit kemudian, Yenny sudah hampir mencapai klimaks. "Kak Ricko ... aku ... aku nggak mau begini ... nggak mau kamu di belakangku ....""Kenapa? Nggak nyaman ya?" tanyaku."Bukan .... Aku ... aku mau peluk kamu .... Kak Ricko ... aku mau peluk kamu," jawab Yenny yang sudah hampir klimaks.Untuk permintaan seperti itu dari wanita cantik, mana mungkin aku menolaknya. Namun, begitu aku mengeluarkan penisku, Yenny menghela napas dengan
Setelah itu, aku bahkan mengemas barang-barangku dan langsung pindah ke tempat Yesica. Alasan utamanya, hanya ada aku sendiri di rumahku. Semua keluargaku berada di luar kota untuk urusan bisnis dan jarang pulang, sehingga hidupku cukup bebas. Namun, saat aku memberitahu Yesica bahwa aku ingin pindah dan tinggal bersamanya, hal yang tidak terduga justru terjadi.Saat suatu hari aku dan Yesica kembali mengulang adegan di mesin cuci itu, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan putrinya Yesica, Yenny, melangkah masuk.Begitu masuk, Yenny langsung memelukku dari belakang dan bibirnya menyentuh telingaku. "Kak Ricko, aku sudah diam-diam melihat dari luar cukup lama. Aku nggak mau mengganggumu, aku hanya ingin pertama kalimu bersamaku. Apa kamu bisa memuaskan keinginanku ini?"Saat merasakan kehangatan dan wangi di telingaku, seluruh tubuhku langsung merinding dan hampir saja kehilangan kendali. Aku terbata-bata karena tidak tahu harus berkata apa. "Ini ....""Ini juga pertama kaliku, aku be
Sambil berbicara, Yesica menarik tanganku dan meletakkannya di pahanya.Aku yang tidak tahu harus bagaimana pun asal mencari topik. "Kenapa bisa terpikir alasan terjebak di mesin cuci seperti itu?""Huh. Masih berani tanya. Kakak juga belajar ini dari internet dan beberapa film. Nggak disangka, ternyata manjur," jawab Yesica dengan malu dan tidak berani menatapku."Kalau begitu, Kakak juga kadang-kadang menonton film begitu ya? Kakak kadang-kadang merasa kesepian juga ya?" tanyaku lagi dengan tanpa malu-malu."Tentu saja. Kakak juga wanita normal, pasti punya kebutuhan juga. Apalagi di usia Kakak sekarang. Kamu nggak pernah dengar ya wanita usia tiga puluh seperti serigala dan empat puluh seperti harimau?" kata Yesica sambil bersandar di bahuku dengan wajah yang memerah."Kalau dulu aku mengajukan permintaan, Kakak akan setuju nggak?" tanyaku."Permintaan apa?" tanya Yesica."Misalnya aku bilang aku suka kakak dan ingin bersama kakak, yang seperti ini," kataku sambil menatap Yesica."M






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.