Kuli Gagah Spesialis

Kuli Gagah Spesialis

last update最終更新日 : 2026-07-20
作家:  Risya Petrovaたった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
9チャプター
14ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Dewasa

Cinta yang Manis

Action

Badboy

Obsesif

Identitas Tersembunyi

Cinta Terlarang

Benci jadi Cinta

Perselingkuhan

Melihat Nona Maya terjebak dalam pernikahan neraka dan tak pernah bahagia, hatiku pecah. Suaminya, Indra—seorang jaksa terpandang, gemar bermain tangan dan terus-menerus menuduhnya mandul hanya demi menutupi ketidakjantanannya sendiri. Penuh luka dan keputusasaan, Maya nekat mempertaruhkan segalanya dan memilihku, seorang montir serabutan, sebagai alat pembalasannya. Maya yang haus akan kasih sayang, mulai luluh dan bertekuk lutut pada sentuhanku.

もっと見る

第1話

1. Pelukan basah

“Wildan, tolongin Mbak Maya dong, kakakku. Saluran air di rumahnya mampet parah. Buruan ke sana ya, darurat ini!”

Telepon dari Mario, adik pemilik rumah elit tempat Wildan bekerja, membuat Wildan langsung tancap gas, bahkan sebelum ia sempat menghabiskan rokoknya.

Sesampainya di sana, pintu utama yang tidak dikunci langsung ia dorong masuk. Penampilannya sangat kontras dengan rumah itu karena Wildan hanya mengenakan celana jeans belel dan kaos hitam ketat berlumuran noda oli.

“Ah, sial,” umpat Wildan saat melihat genangan air sudah mulai merembes. Dengan cekatan, otot-otot lengannya yang kekar menegang saat memutar sambungan besi berkarat di langit-langit menggunakan kunci inggris. 

Pekerjaan kasarnya selesai dalam belasan menit.

Namun saat Wildan melangkah ke koridor penghubung kamar mandi dalam untuk mengecek sisa rembesan, ia mendengar suara gemericik air. Melalui celah pintu kayu jati yang sedikit renggang, Wildan memberanikan diri untuk mengintip.

Dan .…

Yang Wildan lihat adalah Maya, istri dari pemilik rumah yang baru keluar dari bathtub.

Di dalam ruangan yang dipenuhi uap hangat itu, Maya hanya mengenakan jubah mandi sutra berwarna putih gading.

Jelas sekali, dari jubah mandi itu, postur Maya yang tinggi aduhai, body gitar Spanyol, sekaligus dengan rambutnya yang hitam panjang bergelombang seperti iklan Shampo.

Maya menunduk pelan untuk mengeringkan rambutnya dengan handuk, sehingga dua bukit kembarnya yang putih mulus sedikit menyembul jika dilihat dari tempat Wildan. 

Wildan hanya bisa menganga, karena sudah pasti ukuran Maya jelas di atas rata-rata wanita pada umumnya. Terlebih, saat Wildan melihat di antara belahan itu. Arh, rasanya seperti mimpi saja, melihat bidadari selesai mandi siang.

‘Cobaan macam apa lagi ini di siang bolong? Mulus banget. Ah sial, aku nggak boleh kayak gini. Aku harus profesional!’ rutuk Wildan dalam hati.

Baru saja menjernihkan pikiran anunya, tiba-tiba .…

PRAAAK!

Pipa sambungan di langit-langit kamar mandi yang sudah rapuh mendadak pecah, sehingga semburan air bervolume besar langsung mengguyur telak tubuh Maya.

"SIAPA! Siapa di sana? Jangan coba ngintip aku lagi mandi!" jerit Maya kaget, sekaligus menutup bagian atas tubuhnya agar tidak terlihat. 

Saat Wildan akan melarikan diri, dia melihat tubuh Maya refleks mundur, dan sialnya adalah lantai marmer yang licin oleh cairan sabun membuat kakinya kehilangan keseimbangan. 

‘Semoga cobaan ini senikmat apa yang kubayangkan!’ 

Karena tidak mau istri pemilik rumah itu celaka, Wildan terpaksa masuk, mendorong pintu jati, dan menangkap pinggang ramping Maya tepat sebelum wanita itu menghantam lantai.

Bruk!

Wildan menarik tubuh basah itu masuk ke dalam dekapannya.

Dan sial, kenapa buah-buahan Maya terasa sangat kenyal! Argh, Wildan tidak menduga ini akan berakhir nikmat, walau cukup mendebarkan. Meski hanya singkat, fantasi Wildan tiba-tiba berganti ketika dia menoleh ke bawah.

Jubah putih yang tadinya sempat jadi halangan Wildan menikmati surga dunia, kini terlepas.

Posisi Maya jatuh memang menghadap ke bawah, tapi yang membuat Wildan tidak habis pikir adalah kenapa di usia Maya yang sudah kepala tiga, pinggangnya sangat ramping dan kulitnya mulus seperti setiap hari melakukan spa?

Sadar itu sudah kelewat batas, Wildan memilih untuk mencari alibi.

Satu-satunya cara agar Wildan bisa selamat dari tuduhan, dengan pura-pura menutup mata dengan tangan kiri, mengingat tangan kanannya masih merangkul bahu Maya.

"M-Mbak Maya tidak apa-apa?" tanya Wildan dengan suara serak, meski dia coba mengintip dari sela-sela jarinya.

Maya mendongak, menatap wajah Wildan dengan mata sayu yang basah. Tangannya refleks mencengkeram erat kaos hitam Wildan, lalu membenarkan posisi handuknya lebih dulu.

Di saat yang sama, tubuh mereka yang menempel rapat membuat Maya bisa merasakan dengan sangat jelas ada benda tebal, keras, dan sedikit melawan apabila disentuh.

"W-Wildan ... kamu kok ada di sini?" lirih Maya tertahan. Wajah cantiknya merona merah, tahu karena Wildan memiliki aset yang ukurannya sangat dia impi-impikan.

"Mbak Maya, sa-saya, mi-mi-mi, sa-saya tadi membenarkan pipa di luar. Maaf saya kelancangan masuk, terus tadi nggak sengaja liat Mbak Maya mau jatuh," balas Wildan terbata-bata.

Di bawah guyuran air yang masih deras, Maya justru semakin memajukan tubuhnya. Ia menyandarkan keningnya ke dada Wildan, membiarkan tubuh matangnya menempel semakin intim, seolah sengaja membiarkan gesekan di perut bawahnya terus terjadi.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
9 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status