MasukKisah ini tentang seorang gadis muda yang berasal dari desa yang terjebak oleh jerat tipu daya suami nya sehingga ditelantarkan setelah dibawa pindah ke luar kota dan dijual ke rumah bordil dan terperangkap disana selamanya.
Lihat lebih banyakDewi..
Seorang gadis yang berusia sekitar 17 tahun, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah tingkat atas nya dengan hasil yang sangat memuaskan.
Sejak kecil, dewi tinggal berdua saja bersama ayahnya yang bekerja sebagai seorang buruh pabrik di desa nya. Ibu nya telah meninggal dunia sejak dewi berusia 5 tahun.
Dengan segenap daya dan penuh kasih sayang, ayahnya mendidik dan merawat dewi sehingga tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar dan berprestasi di sekolah, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah hingga tingkat atas.
Berbagai prestasi akademik banyak diraih oleh dewi saat mewakili sekolahnya mengikuti kejuaraan ataupun perlombaan antar sekolah. Tak salah bila julukan bintang sekolah disematkan kepadanya.
Sebagai gadis yang cantik dan berprestasi ini membuat banyak siswa-siswa disekolah yang suka dan bahkan jatuh hati padanya. berbagai cara mulai dicoba untuk menarik hati dewi mulai dari pendekatan melalui cara bertanya tentang pelajaran, memberi hadiah yang tak terduga, mengantar pulang sekolah dan lain sebagainya.
Namun, semua itu dianggap dewi sebagai bagian dari kegiatan sekolah sehari-hari saja. karena dewi lebih fokus untuk menggapai impian masa depan dan membuat bangga sang ayah.
cinta tak ada dalam kamusnya...
Siang harinya, pas pulang sekolah setelah selesai ujian hari pertama.. "eh dewi, kok kamu cepat banget ngisi jawaban tadi?" tanya Sri "iya, padahal dah ketinggalan hampir setengah jam" lanjut Intan "ya kebetulan aja sih soalnya gak terlalu sulit, jadinya bisa cepat jawabnya tadi, hehehe" ujar dewi sambil tertawa "gak sulit? gila... kita aja hampir pingsan liat soal kayak tadi" ujar Sri "ya beda lah,, otak kita jangan disamain dengan otaknya dewi, hahaha" jawab Yuli "kalian aja mungkin gak ngulangin belajar dirumah, padahal kan semua soal tadi sudah pernah kita pelajari sebelumnya" jawab dewi "sebanyak itu materinya gimana bisa masuk semua diotak pelajaran kemarin-kemarin" ujar Sri lagi "trus tadi bisa gak jawabnya?" tanya dewi "ada beberapa sih yang gak keisi, mau nyontek juga pengawasnya merhatiin terus, ampe gerak dikit aja susah, hahaha" jawab Sri sambil tertawa "besok ujian matematika lho, gak kebayang deh soalnya bakalan kayak gimana" ujar Yuli "nah iya, bisa-bisa gak
Beberapa jam sebelumnya, di pagi hari di pinggir jalan.. "kenapa yah ini motornya? kok tiba-tiba mati" tanya dewi kepada ayahnya "gak tau nih, padahal kemarin aman-aman saja" jawab pak Broto sambil beberapa kali menstarter motornya "bensin nya kali habis yah" ujar dewi sambil menerka-nerka "ah gak mungkin kalau itu, bensin sudah ayah isi penuh kok kemarin sore" jawab pak broto lagi "bisa terlambat nih dewi kalau gini, mana ujian hari pertama lagi" ujar dewi sedikit cemas "kayaknya sih begitu, mana belum ada bengkel yang buka juga di sekitar sini, kamu lanjut naik angkot aja ya" ujar pak Broto sambil membuka jok motor nya mengambil beberapa kunci pas "wah kalau naik angkot jalurnya mutar-mutar dulu yah, bisa tambah lama sampainya" jawab dewi tampak semakin bingung selang beberapa saat, sebuah sepeda motor berhenti di dekat mereka. tampak seorang pemuda yang diperkirakan berusia sekitar dua puluh tujuh tahun, berwajah ganteng dan juga dengan perawakan yang gagah. "kenapa pak m
Selang beberapa hari, di hari pertama ujian "Kok dewi belum datang ya?" tanya Intan kepada Sri yang lagi sibuk membolak-balik buku menghapal materi pelajaran yang akan diujikan hari ini "paling juga sebentar lagi" jawab Sri sambil melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit Sepuluh menit berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit, para siswa sudah duduk rapi di meja masing-masing sesuai nomor ujian saat dua orang guru pengawas memasuki ruang kelas. Namun dewi belum juga muncul. hal ini membuat Intan, Yuli dan Sri yang merupakan sahabat dekatnya tampak panik. "sudah masuk semua?" ujar salah seorang guru pengawas "maaf bu, dewi belum datang" ujar Intan sambil menunjuk kursi kosong di bagian depan sebelah kiri yang merupakan tempat duduk dewi "kemana dia?" tanya guru pengawas tersebut para siswa pun serentak menggeleng kepala karena tidak tau kabar dewi "baiklah kalau begitu kita langsung mulai saja, silahkan simpan buku-buku n
Selang beberapa saat, ternyata Edo tidak lanjut pulang. dari kejauhan dia melihat dewi yang keluar gerbang sekolah sendiri, berjalan berbeda arah terpisah dari Sri dan Intan. Edo tampak kecewa melihat itu, dalam hati ia bergumam 'kenapa dewi mesti berbohong kalau hari ini mau ada acara dirumah Intan, mungkinkah dewi tidak suka padanya dan berusaha menghindar' secara perlahan Edo pun mengikuti kemana arah dewi pergi, dan jalur yang dilewatinya ternyata menuju ketempat kerja dewi. dan memang benar, setelah sampai ditempat tujuan, dewi pun langsung masuk ke dalam toko. Edo pun lanjut pulang Di dalam toko, setelah berganti seragam kerja.. "Mbak Fitri, pak Ardi ada diruangan nya gak ya?" tanya dewi kepada mbak Fitri yang tampak sedang sibuk dengan pekerjaannya "kayaknya ada, tadi baru saja masuk habis dari makan siang di luar" jawab mbak Fitri "memang ada apa kok nyariin pak bos?" tanya mbak Fitri "hmm anu... mbak.. mau minta izin libur kerja, kan mulai senin depan, aku sudah mulai
selang beberapa saat"nanti aku turun di depan situ aja ya" ujar dewi kepada Edo sambil menunjuk ke arah tiang listrik"lho kok turun disitu? kan belum sampai" tanya Edo sedikit heran"gak apa-apa, udah dekat kok, nanti aku jalan aja" jawab dewi"lumayan jauh kok kalo jalan kaki dari sini" ujar Edo samb
"kamu dah jadian sama Edo?" tanya Sri langsung secara tiba-tiba yang membuat dewi kaget "jadian apanya?" tanya dewi balik "lha itu kata Yuli" ujar Sri sambil nunjuk kearah yuli yang tampak pura-pura tidak mendengar "sembarangan aja, aku gak ada apa-apa kok sama Edo" jawab dewi "cuma teman aja, tetan
Keesokan harinya, disekolah..."eh dewi, kamu kemarin dari rumah Edo ya?" tanya Yuli yang baru datang langsung menghampiri tempat duduk dewi"kok kamu tau?" tanya dewi balik"ya aku kan pas sore kemarin sewaktu lewat sana, liat kamu sama ayah kamu di rumah Edo, kayak pamit mau pulang gitu" jawab Yuli"k
"ehm" Terdengar suara dari bu Mirna memecahkan lamunan Edo"kok malah bengong? ayo ajak dewi ke ruang makan" ujar bu Mirna kepada Edo yang tampak sedikit kaget setelah beberapa saat terlihat melamun membayangkan hal-hal indah tentang dewi."ahh.. iya bu" ujar Edo singkat"mari pak, kita ke ruang makan"






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.