Masuk"Jᴜsᴛ ɢɪᴠᴇ ᴍᴇ ᴛᴡᴇʟᴠᴇ ᴅᴀʏs. Iғ ɪ ᴅɪᴅɴ'ᴛ ᴍᴀᴋᴇ ʏᴏᴜ ғᴀʟʟ ɪɴ ʟᴏᴠᴇ ᴡɪᴛʜ ᴍᴇ, ᴛʜᴇɴ ɪ'ʟʟ sᴛᴏᴘ ᴄʜᴀsɪɴɢ ʏᴏᴜ. Aɴᴅ ɪ ᴘʀᴏᴍɪsᴇ ᴛᴏ sᴛᴀʏ ᴀs ғᴀʀ ᴀᴡᴀʏ ғʀᴏᴍ ʏᴏᴜ." »»» To love and be loved is what every woman dreams of. But a one-sided love is out of the question. Since she learnt the word love, Akhelish had been unrequitedly in love with her brother's best friend. For so many years, she tried everything she could to make him fall helplessly in love with her but all of it was a fail. And then a thought came over her. She challenge herself and made a deal with Kien to make him fall in love with her in just twelve days. After so many years of attempting, will a week and five days be enough to achieve her goal? Or like the other, it will also be failed?
Lihat lebih banyak"Jadi kan mas nanti malam? Malam minggu lo mas" Tanya Andin dengan sumringah pada Firman yang baru saja bangun tidur dan langsung mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh Andin di meja makan. Padahal jam sudah menujukkan pukul 10 pagi. Firman sendiri bekerja di perusahaan X sebagai Asisten Manager.
"Kemana memang? Ah iya mengajakmu keluar ya? Sepertinya aku tidak bisa"jawab Firman sembari menyeruput kopinya. Hari ini adalah hari sabtu, dimana perusahaan tempat Firman bekerja sedang libur. "Kenapa mas? Bukannya kemarin kamu bilang bisa ya? Kasihan Fara mas, dia ingin sekali keluar denganmu" kekeh Andin yang ingin menyenangkan anaknya. Fara sendiri adalah anak Andin dan Firman yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SD. "Sudahlah, aku capek. Kamu keluar sendiri saja sama Fara" sentak Firman. "Aku mas? Keluar sendiri? Kalau gitu aku minta uang sama kamu!" Jawab Andin yang memang hari ini uangnya sudah habis untuk membeli lauk mereka makan. "Uang? Uang katamu? Seminggu yang lalu kan aku udah kasih kamu uang. Jangan boros2 lahh kamu" jawab Firman yang dia sendiri tidak tau bagaimana rumitnya kebutuhan rumah tangga. Mendidih sudah darah Andin mendengar jawaban suaminya "Boros mas? Mass! Nafkah 400ribu itu dapat apa zaman sekarang! Buat bayar listrik saja 200ribu sebulan, belum uang air, uang kebersihan, uang makan, uang sekolah Fara dan jajannya! Apa-apaan kamu bilang aku boros" balas Andin yang tak mau kalah dari Firman "Apa-apa an kamu sekarang jadi memusingkan nafkah yang aku kasih! Selama ini kamu ga protes. Kenapa sekarang kamu jadi kaya gini! " jawab Firman tak mau kalah "Udahlah mas! Mau jemput Fara aku! Capek ngomong sama kamu!" Jawab Andin sambil berlalu menuju parkiran rumahnya mengambil motor untuk menjemput Fara sekolah. Karena sekarang sudah hampir ham 11 siang. Namun, sebelum ia sampai di pintu keluar samar2 ia mendengar suaminya mengangkat telepon yang ia kira pasti dari ibu mertuanya. "Hallo Bu, ada apa?" "..." "Pinjam uang berapa Bu?" "..." "2juta ya? Memang uang yang kemarin udah habis ya?Yaudah habis ini Firman ke rumah Ibu ya sambil mengantar uang" Degh "Apa? Ku ajak keluar buat menyenangkan anaknya saja dia tidak mau mengeluarkan uang. Sekarang mau meminjamkan ibunya uang?" Batin Andin yang sampai sekarang ia masih berdiri di ambang pintu mendengarkan suaminya berbicara dengan mertuanya di telpon "Apa? Katamu mau menjemput Fara? Kenapa masih disini?"kata Firman yang tiba-tiba sudah ada di belakang Andin "Kamu mau meminjamkan uang ke ibumu mas? Sedangkan tadi aku mau minta uang buat menyenangkan anak kita saja kamu keberatan. Apa ini?"jawab Andin yang dia tidak Terima. Firman yang hendak keluar dari rumah seketika berbalik menatap istrinya dengan mata berkilat marah. " Apa ini apa maksudmu? Dia ibukku! Jelas aku harus patuh dengannya!" Sentak Firman pada Andin "Tapi aku istrimu mas, dimana-mana nafkah istri itu lebih utama setelah kamu menikah! " Andin dengan berani menjawab Firman "Kamuu!!! " jawab Firman dengan jari telunjuk diarahkan tepat di mata Andin "Ah sudahlah, aku mau ke rumah ibu duluu" Brakk Firman masuk ke dalam mobilnya dengan menutup pintu sangat kasar. Andin hanya memandang kepergian suaminya dengan dada bergemuruh. Ingin menangis tapi ia ingat bahwa harus menjemput anaknya di sekolah. Ah,si cantik Fara pasti sudah menunggu. _Di kediaman Ibu Firman_ "Assalamu'alaikum" ucap Firman tatkala ia sudah sampai di rumah ibunya "Walaikumsalam nak, sinii" jawab bu Winda ibu Firman. "Ibu masak apa? Tidak sempat sarapan aku" keluh Firman sambil masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di meja makan. "Tidak sempat sarapan? Memang istrimu itu kemana? Biasanya pagi-pagi udah masak, males yaa" "Bertengkar bu, entahlah biasanya si Andin tidak memusingkan berapa nafkah yang aku kasih. Tadi pagi tiba-tiba mempermasalahkannya. Dan lagi. Si Fara minta nanti malam mau mengajak aku keluar, Hahhh" keluh Firman pada ibunya. "Menang dasar ya istrimu itu boros, tidak bisa mengatur keuangan. Coba kalau ibu ikut tinggal di rumahnya, ku atur itu istri tidak tau dirimu itu" omel Bu Winda pada anaknya. "Udahlah bu, mau makan dulu aku, ini kenapa cuma ada oseng kangkung sama tempe sih" Keluh Firman pada ibunya. "Firman, di rumah ini ada kakakmu, kakak iparmu dan adikmu, mereka semua sarapan. Udahlah makan aja yang ada!" Sentak bu Winda pada Firman dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Mbcekkkk Anak Bu Winda sendiri ada 3. Kakak perempuan pertama Firman bernama Retno, ia sudah menikah dengan seorang Guru Honorer di SD yang lumayan dekat dengan rumah bu Winda, yang bernama Sugeng. Mereka dikaruniai anak perempuan berusia 9 tahun bernama Chika, ia sekarang kelas 3 SD. Lalu, Firman sebagai anak kedua yang sudah menikah dengan Andin dengan dikaruniai Fara. Lalu si bungsu Mulan, yang sekarang sedang kuliah semester 4. "Ahhh kenyang akuuu.. " ucap Firman karena ia sudah kenyang sehabis sarapan. "Ah kamu ini, jorok sekali, ihhh" kesal bu Winda yang tiba-tiba sudah keluar dari kamar. "Mana uangnya" tagih Bu Winda. "Ah ibu, baru juga selesai makan aku, nihh, lagian buat apa sih Bu pinjam uang sampai 2juta. Belum gajian aku bulan ini. Masih seminggu lagi"ucap Firman sambil menyodorkan uang 2juta pada ibunya. "Buat arisan Fir, tenang nanti kalau ibu dapet uangnya langsung ibu kembalikan. Uang arisan sampai 15juta lohh"jawab bu Winda. " Arisan apa bu sampai segitu?" Tanya Firman. "Udahlah gausah banyak tanyaa" kesal bu Winda karena menurutnya Firman terlalu banyak tanya. _Di Sekolah_ "Ibuuuuuu" teriak Fara setelah melihat ibunya di depan gerbang sekolah. "Maaf sayang, ibu telat ya? Aduh kasihan sampai merah begini mukanyaa" jawab Andin yang langsung membelai pipi putrinya. "Engga telat kok Buu, eh tapi telat dikit, temen2 kelas 2 udah pada pulang hihi" jawab Fara dengan nada lucunya. "Haha tidak telat tapi teman temanmu sudah pada pulang. Yasudah ibu minta maaf yaa, sekarang kita pulang yaa" belai Andin pada kepala putrinya. Lalu mereka naik menuju motor Andin dan segera pulang ke rumah. _Sampai Rumah_ "Buu nanti malam jadi kan keluar sama Ayahh?"tanya Fara pada ibunya setelah turun dari motor dan melepas helm. Andin hanya bisa tersenyum dan menjawab "Maaf ya sayang, mungkin lain kali saja ya, Ayah sedang banyak pekerjaan. Jadi belum bisa menemani Fara jalan2" "Yaaahhh, ayah kok ingkar janji Buu" "Maaf ya sayang" jawab Andin dengan menahan air mata yang hampir tumpah. "Sudah, sekarang ganti baju terus makan yaa, terus bobok siangg" "Iya buuu"patuh Fara sambil berlari menuju kamarnya. Andin hanya menghela nafas sambil melihat anaknya masuk ke dalam kamar. Andin adalah anak kedua dari pasangan Pak Budi Bramantyo dan Ibu Margareth William. Ayah Andin sendiri adalah pemilik perusahaan tempat Firman bekerja. Namun selama Firman bekerja ia sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik sebenarnya perusahaan tempat ia bekerja. Karena pak Budi sendiri memilih untuk merahasiakannya. Beliau mempunyai feeling pada Firman bahwa menantunya itu laki2 yang kurang baik bagi putrinya. Namun, sang putri yang sudah sangat mencintai Firman tidak mengindahkan peringatan dari Ayahnya bahwa Firman adalah laki2 tidak benar. Di perusahaan sendiri, pak Budi mempunyai orang kepercayaan yang setia dengan beliau. Jadi,pak Budi hanya mengawasi dari rumah. Ibu Andin sendiri adalah perempuan berkebangsaan Jerman dan Jepang. Itulah sebabnya beliau memiliki nama dan postur tubuh serba wajah yang ke barat baratan. Orangtua ibu margareth sendiri dulunya juga seseorang yang memiliki restoran dengan cabang dimana mana, salah satu cabangnya juga berada di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan ibu Margareth dengan tidak sengaja bertemu dengan Pak Budi di restoran orangtua ibu Margareth. Lalu mereka menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Orangtua ibu margareth pun sekarang sudah sangat renta, dan mereka sudah menetap di Jepang bersama adik dari Ibu Margareth. Jadi, restoran yang di Indonesia dan beberapa negara lain diturunkan menjadi milik ibu Margareth, karena adik ibu Margareth tidak terlalu suka usaha di bidang kuliner. Ia bernama Attar William. Beliau lebih memilih menjadi produser di negara Jepang. Hal inilah yang menyebabkan fisik Andin sangat berbeda dengan fisik orang Asia pada umumnya. Dengan tinggi 176, tubuh indah, kulit putih, mata biru serta rambut coklat mampu memikat seorang Firman Alamsyah. Namun, fisik Andin sekarang sedikit berubah karena nafkah yang diberikan suaminya tidak berapa. Bekas jerawat yang lumayan banyak dan bobot tubuh yang naik hingga 10kg. "Buuuuu kok ngelamun sihh, aku mau makann" pintar Fara yang mengejutkan ibunya yang sedang melamun. "Ah maaf sayang ibu melamun. Maaf yaa. Mau makan ya? Eh yaampun putri ibu sudah ganti bajuu. Cantiknyaa, yuk makan" ajak Andin pada putrinya. "Apa keputusan ku menikah dengan mas Firman adalah sebuah kesalahan ya? " Andin melamun sembari memotong ayam untuk putrinya.chapter 03 "What the actual fuck?" galit na may kahalong gulat na mura ni Kuya. Well, sino ba naman ang hindi. Sinabi ko lang naman na may relasyon kami ni Kien. This is the first day. We were having our lunch nang sinabi ko yun kaya napabuga ang mga kaibigan ko. Lahat sila ay gulat na nakatingin sa amin. Kien was sitting beside me as we were'in a relationship'. Si Kuya naman at Kuya Redge ay nasa harap namin while the two girls ay nasa magkabilang gilid. Buti naman at wala dito ang bitch na girlfriend ni Kuya. "What the fuck, man! Seriously?" di makapaniwalang tanong ni Kuya Reige. Nakatingin siya sa kaibigan na prente lang' nakaupo sa tabi ko na parang walang nangyari. He looked calm. Di man lang n
chapter 02 Nasa library kami ng mga kaibigan ko. Dito kami minsan tumatambay pag break time. After my little moment yesterday, bumalik na kami ng room and the day goes on. I glanced at my friends. Beside me was Larriel who's reading a book. She loves reading books especially Histories. Ang sabi niya, Histories are better than Love stories. Nakaka-intriga kasi raw. Across us was Reizel who's doing something on her iPod. Ganyan talaga siya, palagi nalang may ginagawa sa iPod niya pag break time. Kung walang ginagawa sa iPod, nagbabasa rin siya ng books. If Larriel loves Histories, Reizel loves books about the study of human being or Physiology. I think mag do-doctor to. Sa aming tatlo, si Reizel ang pinaka-matalino. Madaldal lang to pero di mo aakalaing sobran
chapter 01 "I love you too, Akhelish." He said as he slowly leaned down to reach for my lips. OMG! Is this really it? Is he really going to kiss me? My heart thumps like a drum. It feels like I'm running a million miles away because of how fast it beats. Kien lips gradually came closer to my lips and in instincts, I slowly close my eyes. This is it. It's getting closer and closer and closer—— "Wake up, sleepyhead!" And cut! Ugh! That's it, kung kailan hahalikan na ako ni Kien saka naman ako gigisingin ng walang-hiya kong pinsan. I rolled my eyes sleepily as soon as it opens and glared at her. She's already wearing her school uniform. Ang aga-aga naka uniform na. "Ang hilig mo talaga manira ng moment ano?" I sarcastically said with a growl. Bakas ang inis sa aking mukha. Sino ba n
At the beginning when you fall in love, there's hope. It's all sweetness and light and loveliness...and anticipation. Hope drives us to ridiculous extremes, sometimes. It's more like every electron in every atom in the universe paused, breathed in deeply, assessed the situation, and then reversed its course, spinning backward, or the other way, which was the right way all along. And afterward, the universe was exactly the same, but infinitely more right. Being in love with someone who doesn't even know you exist isn't the worst thing in the world. In fact, it's quite the opposite. Almost like passing in a term paper that you know sucked, but having that period of time where you haven't gotten your grade back yet-that kind of exhale where you haven't been rejected, although you pretty much know how it's going to turn out.





![Just One Night [Tagalog]](https://yfbwww.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.