MasukNayaka memperhatikan kedua anak Nisha, dia menanyakan apa mereka suka makan di tempat tinggi ini. Dia tunjukkan kota Singapore di waktu malam.
“Tapi di sini ada sate kok, kalian kalau mau menu kambing juga ada sop iga kambing atau iga sapi ada,” ujar Nayaka saat ingat ada masakan khas Indonesia.
“Aku minta steak untuk anak-anaknya ikan saja deh. Mereka makan steak enggak apa-apa kok, enggak harus nasi.” pilih Nisha untuk makan kedua anaknya.
&ldquo
Yaka sudah membeli sebuah mansion di daerah Jakarta Selatan yang sejuk dan bebas banjir. Apartemennya akan dia jual. Tadinya Yaka tidak mau menjual, tapi Nisha bilang harus dijual. Dia tidak mau terlalu banyak barang yang tidak terpakai. Bahkan rumah yang sekarang dihuni oleh Nisha juga akan dijual.Mansion tersebut atas nama Nisha karena Yaka mau itu sebagai salah satudari mahar yang sudah mereka sepakati.“Enggak. Dulu cuma emas batangan saja kok, dan jumlahnya juga nggak terlalu besar buat aku sekarang sih, dulu cuma satu batang emas murni saja 50 gram, satu mobil waktu itu jenis terbaru, terus satu buah rumah bukan mansion dan cincin kawin 10 gram. Sudah itu saja,” kata Yaka, saat ditanya maharnya dulu waktu menikah dengan Ursula.Saat itu Yaka juga belum seperti sekarang, begitu cerai kan dia gila kerja dan usahanya bertambah maju karena dia melarikan semua kekecewaannya ke bekerja, bukan main perempuan a
Rafa tersenyum sinis pada Poengky.“Aku tidak mau tahu dan tak mau ngikut mikir bagaimana kamu bayar semua itu. Orang selicik kamu tak kekurangan harta saja berniat menjebak orang tua pasien yang kamu anggap kaya. Terlebih saat kamu kekurangan uang nanti. Aku yakin kamu akan terjun bebas ke sasana pros-titusi dengan suka cita.”“Kamu tak pernah bersyukur. Sejak kecil semua yang bagus milik orang selalu kamu ingin miliki sehingga aku dan umimu selalu harus berhadapan dengan orang tua temanmu serta para guru. Padahal kami tak pernah membuatmu kekurangan materi.”“Kalau kamu tak bisa bayar, aku akan buat itu sebagai utang yang berbunga terus. Makanya aku akan buat surat utang di notaris. Jadi yang 50% itu kamu tanggung selama lima tahun.”“Penjualan dengan angka 100% saja itu itu tanpa keuntungan, mana ada orang jual tanpa keuntungan. Tapi karena kelakuanmu akhirnya bukan hanya tanpa keuntungan tapi rugi 50%. Jadi aku nggak mau tahu Eiliyah, aku nggak mau tahu.”“Kalian harus membayar se
“Saya hanya kasih waktu sampai lusa ya Dokter Harun, kalau sampai lusa belum ada keputusan, saya akan ajukan sebagai sidang terbuka,” jelas Nisha.“Gugatan sudah saya ajukan ke pengadilan, dan ini sudah saya laporkan ke polisi,” Nisha dan Yaka sedang di ruangan dokter Harun. Mereka menyerahkan berkas laporan dari Shasi law firm pada dokter Harun sebagai Direktur rumah sakit.“Ibu Shasi tahu kan, saya ini hanya direktur, keputusan ada pada owner atau CEO. Saya tidak bisa menjawab sekarang, tapi akan segera saya beritahu sehabis ibu keluar dari ruangan saya, bahwa waktunya hanya 1 X 24 jam. Kalau saya kasih waktu sampai dua X 24 jam atau sampai lusa, nanti beliau akan tenang-tenang Bu. Jadi saya akan beritahu seperti itu bahwa waktunya sampai besok, agar beliau segera memberi keputusan.” Dokter Harun menjanjikan akan segera menjawab.“Tak perlu janji Dok, karena buat kami tak masalah di jawab kapan saja, karena kami
“Daddy,” panggil Naffa.“Ya Sayang,” jawab Yaka lembut, dia hampiri ranjang putrinya.“Tadi grandma bilang habis dari Banten, kita langsung ke Sarawak, ke rumah grandma. Bukan di Singapore. Semuanya harus ikut, termasuk sama nini sama enin, aki, pokoknya semuanya,” ucap Naffa.“Benarkah?” tanya Nisha.“Benar Momm, tadi grandma sudah bilang seperti itu,” jelas Naffa.“Oke, Daddy akan kasih izin kamu, kalau kamu sudah sembuh betul. Kalau belum sembuh maka tidak bisa berangkat,” jawab Yaka.“Apa hanya aku yang tidak berangkat?” tanya Naffa.“Nggak, semuanya tidak berangkat. Jadi Mommy, kamu, adek, paman nggak ada yang berangkat. Semua, bukan cuma kamu saja,” jelas Yaka.“Jadi gara-gara aku, semua akan tidak berangkat?” Kata Naffa sedih.“Kalau kamu belum sembuh kita semua akan mendukung kamu, sampai kamu sembuh.
“Suster ini copy tentang test air yang diberikan oleh dokter Poengky, seperti yang suster lihat kemarin videonya,” kata Nisha ketika suster kepala masuk memeriksa dirinya. Sengaja itu Nisha lakukan karena dia benci dengan ulat bulu.“Astagfirullah, ternyata memang dokter Poengky sekotor itu,” kata suster kepala.“Jadi nggak salah kan Sus kalau feeling saya sebagai istri itu benar. Saya kok aneh ya merasa ada dokter seperti itu. Untung oleh suami saya akhirnya langsung dibuang tapi karena curiga dia langsung ambil lagi dan dibawa ke laboratorium.Kemarin memang Pak Yaka memperlihatkan videonya selintas saya tak percaya melihat hasil test ini,” ucap Nisha. Saat itu tak ada Yaka dan Naffa, Yaka membawa Naffa keluar dengan kursi roda agar anak itu tak bosan.“Hanya karena dia keponakan dari pemilik rumah sakit dia mau bertindak semau-maunya,” kata Nisha.“Kami baru tahu kalau dia keponakan pemilik rum
“Jadi dia anak Eiliyah?” kata Dzakiyah ketika bertemu dengan pemilik rumah sakit.Rupanya Ujang salah sebut dia dikira Yaka disuruh ke bagian administrasi padahal ditunggu oleh pemilik rumah sakit yang tidak ingin nama keponakannya rusak.Pemilik rumah sakit kaget melihat siapa tamunya kali ini. Dia kenal betul siapa Dzakiyah Hermawan atau waktu itu namanya belum Hermawan tapi masih Dzakiyah Zainuddin nama orang tua Dzakiyah.“Abang, sama seperti yang Nisha bilang tadi, jangan pernah kasih ruang buat ulat bulu itu.”Dr Harun Latuconsina direktur rumah sakit yang memanggil Yaka kaget karena ternyata Yaka datang bersama seorang ibu yang kenal dengan pemilik rumah sakit. Tadi memang dia meminta Yaka untuk menemuinya karena pemilik rumah sakit ingin bertemu dengan orang yang akan mengintimidasi dokter Poengky keponakannya.“Ibu kenal siapa bapak ini?” tanya Yaka kaget.“Sangat kenal. Kalau Ibu tida
“Tapi kan kamu tahu. Status aku. Punya anak istri. Nggak mungkin aku tidur malam di sini. Pasti nanti istriku curiga,” ucap Fajar mulai tancap gas. Fajar mempercepat memacu senapannya.“Iya, tapi kan, tapi kan,” kata Dhani tak tahu harus bicara apa. Konsentrasinya bukan ke pokok pembicaraan mereka.
Karena kegencaran Widya dan Raihana menjodohkan, Fajar dan Nisha akhirnya menikah satu tahun sejak mereka berkenalan.Sekarang pernikahan mereka sudah berjalan 7 tahun lebih sedikit. putri pertama Naffa lahir dua tahun setelah menikah yaitu saat usia Nisha 21 tahun karena saat menikah umur Nisha
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menan
Sejak diusir papanya Dhani, Fajar berupaya kuliah, dia ingin merubah nasib. Dia banting tulang dan dengan susah payah bisa kuliah.Kemarin Fajar baru saja di wisuda, kali ini dia pulang ke desa sekalian mengantarkan mamah-nya ke desa. Dalam dialeg khas daerahnya memang bukan mama panggilan untuk Ib







