Share

Bab 102

Author: Mumu Mooi
last update publish date: 2026-07-09 23:34:09

Ponsel Aluna terus saja berdering, memecah kesunyian malam di dalam kamar utama yang kini terasa begitu dingin dan asing. Getaran ponsel di atas nakas itu terasa bagai dentuman yang memekakkan telinga. Saat Aluna menoleh dengan tatapan mata yang kabur akibat air mata, nama ‘Kak Dirga’ tertera jelas di layar ponselnya.

Awalnya Aluna tidak mempedulikannya. Ia hanya menatap nanar pergerakan benda persegi itu dengan dada yang kian sesak. Namun lama-kelamaan Aluna yang merasa terusik dan terintimida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 108

    Jantung Aluna bertalu cepat saat mendapati pemandangan di depannya. Ruangan itu memang kosong, namun lantainya tampak berserakan. Ada sepatu, ada dress wanita, dan kemeja yang sangat Aluna kenali.“In–ini kemejanya Mas Ragil,” bisik terbata. Aluna sangat yakin jika itu adalah milik suaminya, sebab ia sendiri yang membeli kemeja itu untuk Ragil.Matanya mulai berair, napasnya juga mulai terengah. “Al…” panggil Dirga pelan di belakangnya. Ia sendiri juga tidak kuat melihat kondisi Aluna saat ini.“Kita pulang, ya,” bujuk pria itu.Aluna menggeleng lemah. “Aku harus membuktikannya sendiri, Kak.”Dirga hanya bisa menghela napas kasar tanpa bisa membantah.Tak lama keduanya mendengar suara-suara yang begitu terdengar menjijikkan dari sebuah pintu yang tidak tertutup rapat.Mata Aluna langsung menatap ke arah pintu itu. Ia mulai melangkah pelan dengan jantung yang semakin berdetak cepat.Semakin dekat, Aluna semakin bisa mendengar dengan jelas suara-suara yang memuakkan baginya.“Pelan-p

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 107

    “Cari reservasi kamar atas nama Anggun Risma sekarang!” Suara Aluna lantang, dan tidak ingin dibantah.“Ba–baik, Bu.” Walau gelagapan, namun pegawai resepsionis itu dengan cepat mengetik nama yang disebutkan oleh seseorang yang mengenal pemilik hotel tempatnya bekerja. Ia sungguh tidak mau jika satu-satunya mata pencahariannya ini harus hilang. Apalagi setelah ia resapi jika ini merupakan drama rumah tangga yang pastinya bakalan seru menurutnya.Dirga menatap wanita hamil di sebelahnya dengan cemas. Dirinya benar-benar mengkhawatirkan Aluna beserta janin dalam kandungannya saat mendapati sesuatu nanti.“Ada, Bu. Ada pemesanan kamar atas nama Anggun Risma. Lantai delapan, kamar delapan kosong lima.”Penuturan sang resepsionis membuat Aluna merasakan pasokan udara disekitarnya mendadak tipis. Ia merasa limbung, namun Dirga dengan cepat menahan tubuh wanita itu.“Al, kita pulang aja ya. Belum tentu seperti apa yang kamu pikirkan. Bisa jadi Anggun memang reservasi untuk Ragil. Mungkin ada

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 106

    “Ayo pulang, Lun. Kamu diantar aja sama Kak Dirga biar aku tenang kamu sampai rumahnya,” ajak Ririn lembut sembari mencoba mengurai kecanggungan yang masih terasa setelah ungkapan perasaan Dirga.Aluna akhirnya mengangguk lemah, mengiyakan perintah sahabatnya. Wanita itu juga merasa tidak memiliki tenaga untuk melawan kedua orang ini. “Kena angin jalanan sepertinya sedikit lebih baik saat ini,” gumamnya dan dapat didengar oleh Ririn dan juga Dirga.“Nah iya betul. Cuaca juga nggak terik, pas banget. Angin sepoi-sepoi menemani kegalauan kamu,” canda Ririn yang langsung mendapatkan cubitan dari Aluna.“Hahaha ampun,” tawa Ririn. “Udah ayo.”Ririn dengan langkah semangatnya ikut berjalan mengantar Aluna dan Dirga sampai ke area parkiran motor kafe. Dirga memberikan helm cadangan yang selalu ia bawa di dalam jok motor. Sebelum Aluna naik ke atas boncengan motor matik milik Dirga, Ririn sempat membisikkan kata-kata penyemangat di telinga sahabatnya.“Ingat janji kita tadi ya, Lun. Kamu ha

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 105

    “Aku jatuh cinta sama kamu, Al… sejak kita SMA.”Aluna tiba-tiba membeku saat mendengar ucapan Dirga yang terdengar begitu aneh di telinganya.“Maksud Kak Dirga apa?” tanyanya lagi untuk memastikan apa yang didengarnya.Dirga menarik napas panjang sebelum memulai ceritanya kembali.“Aku sudah menyukai kamu sejak pertama kamu masuk ke sekolah, Al. Aku ingat bagaimana dulu pertama kamu datang dengan rambut yang kamu kepang dua memakai pita merah di ujungnya.”Dirga menatap lekat ke arah mata Aluna yang semakin sembab karena tangisnya sedari tadi.“Aku menahan rasa itu semua, Al. Aku nggak berani untuk mengutarakan perasaan aku sama kamu. Aku sadar kalau jarak kita begitu jauh. Kamu anak pemilik yayasan, sedang aku adalah salah satu anak beruntung yang mendapatkan beasiswa dari yayasan kamu. Aku tidak akan berani bermimpi sejauh itu, Al. Makanya aku hanya bisa memperhatikanmu dari jauh, dan melindungimu dari jauh,” lanjutnya.“Sewaktu kuliah, aku nggak nyangka kalau kamu akan berkampus y

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 104

    Aluna menatap nyalang ke arah pria yang kini berdiri di samping mejanya. Rasa sesak yang semalam mencabik-cabik dadanya seketika naik kembali ke tenggorokan, memicu gelombang amarah yang tak tertahankan.“Untuk apa lagi datang ke sini?!” kata Aluna dengan ketus dengan suaranya bergetar hebat menahan tangis.“Aku mau jelasin semuanya sama kamu, Al. Please…. kasih aku kesempatan untuk jelasinnya,” pinta Dirga yang matanya memancarkan rasa bersalah yang begitu dalam.“Nggak ada yang perlu dijelaskan lagi, Kak! Semuanya sudah jelas! Kamu bohongi aku, kamu dekati aku karena uang dari Mas Ragil, kan? Pergi dari sini, aku tidak mau melihat muka kamu lagi!” usir Aluna setengah berbisik, menolak memberikan celah. Ia tidak ingin membuat keributan di kafe, namun emosinya sudah berada di ubun-ubun.Namun Dirga terus memaksa. Ia tidak memedulikan tatapan mengusir dari Aluna. Dengan gerakan cepat, pria itu langsung menarik kursi di hadapan Aluna dan duduk tepat di depannya.“Keluar, Kak! Pergi! Aku

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 103

    Aluna menceritakan garis besar apa yang baru saja ia alami pada Ririn melalui sambungan telepon itu. Suaranya putus-putus, bergetar hebat di antara isakan yang menyakitkan dada. Sementara itu Ririn yang mendengarkan di ujung telepon sana terus-menerus mencoba menenangkan Aluna yang semakin menangis yang histeris. Hati Ririn ikut mencelos mendengarkan plot mengerikan yang menimpa sahabatnya.“Lun… dengarkan aku. Tarik napas dalam-dalam, terus buang secara perlahan. Ayo ikuti instruksiku, Lun,” kata Ririn yang nadanya sengaja dibuat setenang mungkin demi memandu psikologis Aluna yang sedang terguncang hebat.Dengan susah payah dan tubuh yang masih gemetar, Aluna mengikuti instruksi dari Ririn. Ia menarik napas panjang melalui hidungnya, menahannya sejenak, lalu membuangnya perlahan melalui mulut. Aluna melakukan ritual itu secara berulang-ulang, memaksa pasokan oksigen kembali mengisi rongga dadanya yang sejak tadi terasa begitu sesak dan menghimpit.Ririn kembali berkata setelah merasa

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 2

    Malam itu Aluna sedang duduk di depan meja rias yang ada di kamarnya, melakukan perawatan tubuh dan wajah yang sudah menjadi rutinitasnya sebelum tidur. Ini ia lakukan demi menjaga tubuh dan wajahnya tetap menarik di mata suaminya. Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam, namun Ragil belum j

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 5

    Malam ini merupakan malam perayaan perusahaan keluarga Aluna. Dirinya terlihat sangat cantik dan elegan dengan gaunnya yang berwarna hitam.Sambil berpegangan dengan lengan Ragil, mereka memasuki ballroom hotel yang menjadi tempat diselenggarakannya ulang tahun perusahaan. Sebelum duduk di kursi ya

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 4

    Aluna terpaksa pulang sendiri ke rumahnya karena ternyata Ragil benar-benar meninggalkannya. Dirga sempat menawarkan untuk mengantarnya pulang dengan menggunakan motor matic kesayangannya. “Nggak perlu, Kak. Aku pulang naik taksi saja. Aku juga sudah memesannya tadi,” tolak Aluna. Tak lama taksi

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 3

    Ragil terus saja memaksa Aluna untuk ikut dengannya malam itu untuk menjumpai Dirga di sebuah restoran. Ragil bahkan harus menjemput istrinya ke rumah sebab Aluna yang terus saja menolak. Dan disinilah mereka, di sebuah ruangan private dengan berbagai macam hidangan telah tersedia di atas meja. Ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status