Share

Pembicaraan

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2026-04-09 13:06:09

"Ayahmu kan sedang di toko. Jam-jam segini biasanya orang rame belanja, jadi dia tidak bisa pulang," jawab Bu Resti.

"Di toko? Maksudnya, Bu?" tanya Viana dengan heran karena sepengetahuannya ayahnya itu berjualan secara online dari rumah.

Bu Resti malah balik menatap Viana dengan heran. Namun, sejurus kemudian, dia menepuk keningnya sambil tertawa kecil.

"Owalah, pikunnya ibumu ini, Res. Kamu kan belum tahu kalau ayahmu udah punya toko. Jadi gini, dua tahun setelah kamu pergi ke Kota U ikut su
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Syok.

    “Gimana, Viana? Apa kamu sudah mulai mengerjakan pesanan dari Nyonya Adinata?” tanya Bu Julia di siang hari itu. “Sudah, Bu. Ini saya lagi membuat sketsa kasarnya,” ucap Viana sembari menunjukkan lembaran kertas putih di hadapannya yang telah berisikan sketsa dasar desain yang hampir rampung.Nyonya Julia memperhatikan sketsa yang dibuat oleh Viana dengan seksama lalu dia bertanya tentang konsep dari sketsa yang dibuat tersebut beserta alasan dia memilih konsep itu. Dengan lugas, Viana langsung menjelaskannya di hadapan bos nya itu.Mendengar penjelasan Viana, Nyonya Julia menggangguk-anggukkan kepala, dalam hatinya dia merasa kagum pada kemampuan Viana dalam mendesain dan menjelaskan konsep desain tersebut dengan begitu detail. “Baiklah, kalau begitu lanjutkan lagi pekerjaanmu.”“Baik, Bu.”Nyonya Julia melangkah meninggalkan ruang kerja Viana, tapi tiba-tiba dia berbalik lagi ke meja Viana. “Viana, bagaimana pendapatmu tentang Jimmy?” tanya Nyonya Julia to the point.Seketika Via

  • Madu Pemberian Ipar    Ancaman Bu Elvina

    “Mas Jimmy? Anda Mas Jimmy, kan? Saudara iparnya Mbak Mika?” tanya Viana dengan setengah ragu, takut salah orang. Pria berkemeja navy yang diduga Viana merupakan Jimmy, terlihat memandang Viana dengan intens. ‘Benar, saya Jimmy. Kamu siapa, kenapa bisa mengenali saya? Tapi... tunggu dulu, rasanya saya sedikit familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Jimmy sambil terus menatap Viana. “Saya Viana, Mas. Saya dulunya tetangga Mbak Mika sewaktu masih tinggal di Kota U,” jelas Viana. “Viana... Viana... Oh iya, saya ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kamu pernah hampir ketabrak sama mobil saya. Iya, kan?” “Iya, benar, Mas.”“Tapi kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu harusnya ada di Kota U?” Jimmy mengungkapkan keheranannya. Viana tersenyum kecil melihat kebingungan Jimmy.“Saya kerja di sini, Mas dan sekarang saya juga tinggal menetap di kota ini.”“Oh, begitu ya.”“Iya, Mas. Kalau gitu saya permisi dulu, Mas.”“Oke, eh... maaf ya, tadi saya udah n

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Nyonya Adinata

    “Siapa cewek tadi itu, Kak? Datang-datang langsung marah-marah saja,” ucap Ayu ketika Viana sudah kembali. “Oh...itu mantan adik ipar kakak. Biasalah, dia memang kayak gitu orangnya. Sehari saja gak ngebully kakak, gak senang dia, meriang, panas dingin badannya,” seloroh Viana bercanda. “Ha...ha...ha... Kakak ini, bisa aja bercandanya. Tapi Kak...serius nih, tadi aku dengar dia nyebut - nyebut Kakak penyebab kakak iparnya keguguran, itu ceritanya gimana sih, Kak dan kapan kejadiannya?” tanya Ayu penasaran. “Oh itu. Jadi gini...” Viana lalu mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan dia, Runi dan Feyla. Ayu mendengarkan dengan seksama. Di sepanjang Viana bercerita, raut wajah perempuan bertubuh mungil itu berubah-rubah, campuran antara marah, kesal dan juga geram. “Haissh....gila! Gak nyangka aku ada orang se-bloon itu. Dipikirnya gampang apa mencuri di toko perhiasan sekelas Sparkle n’ Shining Diamond. Pengamanannya gak main-main, CCTV bertebaran dimana-mana.

  • Madu Pemberian Ipar    Mengorek Informasi 

    “Itu...itu kan Viana.” Raut wajah Runi langsung terlihat kesal melihat orang tersebut yang ternyata memang Viana.‘Sial, kenapa harus jumpa dia di sini, sih?!’ batin Runi dongkol.Runi terus menatap Viana yang tengah makan. Di depan Viana, ada seorang wanita yang belum pernah dilihat Runi sebelumnya.“Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya. Ah, peduli amat. Untuk apa aku urusin dia, buang-buang waktu saja,” gumamnya pelan.Meski dia berusaha mengabaikan keberadaan Viana di tempat itu, tetapi tatapan mata Runi tetap tertuju kepada Viana. Penampilan Viana yang modis dengan barang branded yang melekat di tubuhnya memantik rasa iri dalam hati Runi.‘Sialan, kenapa makin hari dia makin cantik dan modis saja. Sepertinya bercerai dengan Bang Yanto tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya. Malah dia tampak lebih berkelas sekarang ini. Sungguh aku tak rela melihatnya. Tapi...tunggu dulu...bukankah bagus dia ada di sini, aku bisa tanya kejelasan soal pengangkatan rahimku padanya. Ya, siap

  • Madu Pemberian Ipar    Menyogok Dokter Ranum

    “Apa? Dokter bilang apa tadi?” “Tadi saya mengatakan bahwa Bu Runi mengalami kondisi pasca-histerektomi atau post-hysterectomy status yang artinya Bu Runi sudah mengalami prosedur pengangkatan rahim. Jadi, dengan kata lain saat ini Bu Runi sudah tidak mempunyai rahim lagi,” jelas Dokter Ranum. “Dan itu artinya saya tidak akan pernah bisa hamil?” tanya Runi dengan dada berdebar kencang.Dokter Ranum mengangguk dengan pelan dan raut wajahnya menunjukkan rasa simpatinya atas apa yang dialami oleh pasiennya itu.Ya, Runi yang sudah tiba di rumah sakit dan telah mendapat penanganan dari Dokter Ranum awalnya masih optimis bahwa kondisinya masih bisa diperbaiki jika memang ada sedikit gangguan pada tubuhnya, tetapi setelah mendengar semua penjelasan dari sang dokter, Runi merasakan dunia seolah runtuh menimpanya.Runi ternganga dengan mulut lebar. Otaknya seakan sulit mencerna semua ucapan Dokter Ranum. Dia merasa tidak yakin pada pendengarannya sehingga dia menolak untuk percaya.“Tidak,

  • Madu Pemberian Ipar    Tuduhan Bu Elvina

    Bu Elvina terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya tampak pucat, ekspresinya lesu dan tidak ada gairah. Delapan kali bolak balik ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya cukup menguras energi dalam tubuhnya. Beruntung tetangga di sebelah rumah Yuda adalah seorang dokter dan Yuda meminta bantuan dokter tersebut untuk mengobati Bu Elvina. “Sebenarnya kamu makan apa sih, Vin? Kok bisa sampai diare begitu?” tanya Pak Bagas ketika dokter itu sudah kembali ke rumahnya dan Yuda sedang pergi menebus resep obat. “Nggak tahu, Mas. Perasaan aku tidak ada makan yang aneh-aneh, deh.” “Apa... jangan-jangan makanan yang dibikin Bi Surti yang buat mama jadi kayak gini” Runi langsung melemparkan tuduhan kepada Bi Surti supaya fokus orang-orang teralih kepada wanita paruh baya yang bekerja di rumahnya itu dan dia terbebas dari kecurigaan orang-orang.“Bi Surti! Bi Surti!” teriaknya dengan suara keras. Bi Surti langsung datang tergopoh-gopoh dengan wajah ketakutan. Musibah yang dialami oleh ibu m

  • Madu Pemberian Ipar    Melancarkan Aksi (2)

    "Ayo, Randy! Kita pulang sekarang!" ketus Feyla dengan raut wajah setengah masam saat dia sudah berada di teras rumah dimana Yanto dan Randy sedang asyik bermain mobil-mobilan di lantai teras. Sikap ketus yang Feyla tunjukkan itu bukan lagi settingan tetapi sungguhan. Perasaan dongkolnya menyebab

  • Madu Pemberian Ipar    Melancarkan Aksi (1)

    Feyla yang memahami makna kedipan mata tersebut mengangguk kecil."Mmm...ini, aku ke sini mau ngasih ini ke kamu," ucap Feyla seraya menyodorkan sebuah paper bag ke arah Runi."Wah, apa ini, Kak?" tanya Runi dengan wajah berseri.Memang hal inilah yang Runi harapkan dari sand

  • Madu Pemberian Ipar    Kunjungan Di Hari H

    Beberapa hari kemudian tiba lah hari yang dinantikan oleh Feyla dan Runi untuk menjalankan rencana mereka.Kebetulan hari itu jatuh pada hari Sabtu dimana Yanto hanya kerja setengah hari saja. Seharian itu Runi hanya berdiam saja di rumah, tetapi ekspresi wajahnya memancarkan kegembiraan.

  • Madu Pemberian Ipar    Menyusun Rencana 

    Tring!Suara notifikasi chat masuk terdengar dari ponsel Feyla yang terletak di atas meja. Feyla yang sedang asyik bercengkerama dengan Randy seketika itu juga menghentikan aktivitasnya dan kini fokusnya teralih pada ponselnya itu."Runi?" gumamnya keheranan saat melihat siapa orang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status