Home / Fantasi / Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya / Bab 232. Sebelum tabib Pym datang

Share

Bab 232. Sebelum tabib Pym datang

Author: Lovely Pearly
last update publish date: 2026-05-23 00:08:03
“Kau harus melepaskanku sebentar. Aku perlu membersihkan lukamu sebelum Tabib Pym datang.”

Kael tidak bergerak. Ia masih memeluk Valeriana dengan erat, seolah posisi itu adalah tempat ternyaman yang pernah ia temukan.

“Suamiku.”

“Aku sedang mengumpulkan tenaga, Sayang.”

Valeriana menunduk menatapnya.

“Dengan memeluk gaunku?”

“Iya.”

Valeriana benar-benar hampir tertawa. Namun saat melihat tubuh Kael yang begitu lelah, tawanya beruba1h menjadi senyum lembut.

Kapan lagi ia bisa meli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 285. Keberangkatan Kael

    Tiga hari berlalu sejak pertemuan darurat di istana. Selama waktu itu, Kael hampir tidak pernah benar-benar beristirahat. Siang dan malam dihabiskannya bersama Kaisar serta para petinggi militer untuk menyusun strategi terbaik menghadapi serangan Kerajaan Ferros yang terus mendesak wilayah selatan. Setelah melalui berbagai perhitungan dan pertimbangan yang panjang, keputusan itu akhirnya diambil.Kael de Vallas akan kembali memimpin pasukan.Bukan sebagai Jenderal Kekaisaran.Melainkan sebagai Duke Vallas yang memilih mengangkat pedangnya sekali lagi demi melindungi rakyat Arcelia.Sebelum keberangkatannya, Kael memanggil seluruh penghuni utama Kediaman Vallas untuk berkumpul di ruang tamu. Lucas datang lebih dahulu, disusul Anna, kemudian Tabib Pym yang berjalan pelan dengan wajah yang tampak jauh lebih muram dibanding hari-hari sebelumnya.Setelah semua berkumpul, Kael berdiri di hadapan mereka dengan pakaian perang yang belum sepenuhnya dikenakan. Tatapannya menyapu satu per satu w

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 284. Kebohongan Valeriana 2

    Malam berlalu dalam keheningan yang terasa terlalu rapuh untuk disentuh. Di dalam kamar utama Kediaman Vallas, cahaya remang dari lilin minyak menari pelan di dinding, sementara Valeriana sama sekali tidak mampu memejamkan matanya meski tubuhnya telah terasa begitu lelah.Di sisinya, Kael akhirnya tertidur setelah berhari-hari menahan begitu banyak beban di pundaknya. Napas pria itu terdengar dalam dan teratur, meskipun sesekali dahinya masih berkerut seolah bahkan di dalam tidurnya ia tetap memikirkan perang, kekaisaran, dan keluarga kecil yang begitu ingin ia lindungi.Valeriana memandang wajah itu cukup lama.Wajah yang selama ini selalu berdiri di hadapannya setiap kali bahaya datang. Wajah seorang pria yang tidak pernah ragu menjadikan dirinya sendiri sebagai perisai jika itu berarti Valeriana tetap aman.Perlahan, Valeriana mengangkat tangannya dan menyapu beberapa helai rambut Kael yang jatuh menutupi dahinya."Maafkan aku..." bisiknya sekali lagi. Bibirnya bergetar. "Aku tidak

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 283. Kebohongan Valeriana

    Valeriana perlahan memejamkan matanya. Dadanya terasa semakin sesak setiap kali mengingat semua yang baru saja dikatakan Kael. Kini ia benar-benar memahami bahwa pria itu tidak sedang bimbang. Tidak sedang mencari alasan. Kael telah mengambil keputusan yang tidak akan berubah, bahkan jika seluruh kekaisaran datang berlutut memohon di hadapannya.Dan justru karena itulah, sebuah keputusan lain perlahan tumbuh di dalam hati Valeriana. Keputusan yang sejak tadi berusaha ia abaikan. Keputusan yang perlahan terasa semakin jelas.Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka matanya kembali. Bibirnya membentuk senyum yang begitu tipis, nyaris tidak terlihat, namun cukup untuk menyembunyikan gejolak yang sedang mengoyak hatinya."Suamiku..."Kael yang masih menggenggam tangannya langsung mengangkat wajah."Ada apa?"Valeriana menatapnya dengan lembut."Aku belum sempat memberitahumu sesuatu."Alis Kael langsung berkerut."Apa?""Tadi siang—" Valeriana berhenti sejenak, seolah sedang meng

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 282. Ketakutan seorang suami

    Kael terdiam cukup lama setelah selesai menceritakan keadaan di wilayah selatan. Ruangan itu kembali tenggelam dalam keheningan yang berat, sementara suara kayu yang terbakar di dalam perapian sesekali terdengar berderak pelan, menjadi satu-satunya suara yang memecah kesunyian di antara mereka.Valeriana menundukkan pandangannya perlahan ke arah tangan mereka yang masih saling bertaut di atas selimut. Jari-jari Kael menggenggam tangannya begitu erat, hingga hampir terasa seolah pria itu takut dirinya akan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.Beberapa saat berlalu sebelum Valeriana akhirnya menarik napas panjang."Suamiku..."Kael mengangkat wajahnya perlahan. Entah mengapa, sejak mendengar suara itu, dadanya tiba-tiba terasa menegang oleh firasat yang tidak ia sukai."Aku ingin kau menerima permintaan Yang Mulia."Kalimat itu membuat sorot mata Kael berubah seketika."Apa?"Ia menatap istrinya seolah tidak yakin telah mendengar dengan benar. "Itu tidak mungkin, sayang.

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 281. Panggilan dari istana

    Mereka bahkan belum sempat melanjutkan pembicaraan yang menggantung di udara ketika suara ketukan keras terdengar dari balik pintu ruang kerja.Tok.Tok.Tok.Pintu segera terbuka, memperlihatkan Lucas yang masuk dengan napas sedikit memburu, sesuatu yang sangat jarang terlihat pada pria yang biasanya selalu tenang itu."Tuan."Kael segera menoleh dari tempatnya berdiri di dekat jendela."Ada apa?"Lucas menelan ludah sebelum menjawab."Ada utusan kerajaan yang datang dengan sangat tergesa-gesa."Ia berhenti sejenak."Yang Mulia Kaisar meminta Tuan segera datang ke istana."Kael mengernyit pelan."Sekarang?""Iya."Lucas menganggukkan kepala."Katanya keadaan darurat."6t---Kurang dari satu jam kemudian, kereta keluarga Vallas telah memasuki halaman utama istana kekaisaran.Namun suasana yang menyambut mereka jauh berbeda dari biasanya.Tidak ada ketenangan.Tidak ada kesunyian khas bangunan megah yang selama ini menjadi pusat pemerintahan kekaisaran.Para pengawal terlihat berlari

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 280. Sindrom kehabisan Kehidupan

    Beberapa minggu berlalu jauh lebih cepat daripada yang mereka sadari. Musim perlahan kembali berganti, membawa perubahan kecil yang terlihat jelas di seluruh wilayah utara. Udara pagi yang sebelumnya masih menyisakan kesejukan khas musim semi kini mulai terasa lebih hangat, sementara bunga-bunga di taman Kediaman Vallas telah bermekaran sepenuhnya, memenuhi halaman dengan warna-warna lembut yang menenangkan mata. Dedaunan muda bergoyang perlahan setiap kali angin berembus melewati pepohonan, menciptakan suara gemerisik pelan yang biasanya mampu menenangkan hati siapa pun yang mendengarnya.Namun di dalam Kediaman Vallas sendiri, seluruh perhatian hanya tertuju pada satu orang.Valeriana.Usia kandungannya kini telah memasuki bulan kesembilan. Perutnya telah membesar dengan sempurna, menjadi bukti nyata dari kehidupan kecil yang selama berbulan-bulan tumbuh dengan tenang di dalam dirinya. Namun di balik kebahagiaan yang seharusnya menyertai hari-hari menjelang kelahiran itu, kondisi tu

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 20. Tatapan Valeriana

    Keheningan kembali menyelimuti ruangan itu. Namun kali ini berbeda. Bukan keheningan yang menekan atau mencekam, melainkan keheningan yang terasa hangat, seolah ruangan itu ikut bernapas dengan tenang.Kael mencoba kembali fokus pada pekerjaannya. Ia menarik peta wilayah Utara ke hadapannya, mengam

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 7. Operasi: Buktikan steak ini tidak beracun

    Suasana meja makan terdiam sejenak. Para pelayan tampak ragu, melirik Kael untuk meminta izin. Kael, yang masih mencerna situasi, akhirnya mengangguk kaku. “Lakukan apa yang dia minta,” ucapnya datar. Dengan cepat, Hans dan para pelayan memindahkan peralatan makan perak ke sisi Kael. Kirana melang

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 155. Kabur dan Membawa Bukti

    “Kita tidak akan meloncat seperti orang bodoh. Kita turun pakai tali,” tegas Valeriana sambil berlari ke arah jendela, menyambar tirai beludru tebal yang menjuntai di sana.Dengan dorongan adrenalin dan sedikit bekal logika dari film aksi di dunia modern, ia merobek tirai itu. KREK!“Bantu aku ikat

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 60. Marquish Gosh

    “Marquis Gosh?” desis Arthur pelan. “Kau melihat semuanya?”“Tentu saja, Yang Mulia.” Gosh tersenyum tipis. “Rencana sabotase fisik itu terlalu kasar. Kael dijuluki Anjing Perang fisiknya tangguh, keberuntungannya pun selalu berpihak padanya. Dan istrinya … ternyata jauh lebih cerdik dari dugaan sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status