Kembalinya Sang Puteri Phoenix

Kembalinya Sang Puteri Phoenix

last updateLast Updated : 2026-06-29
By:  Wei YunUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
8 ratings. 8 reviews
20Chapters
204views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di kehidupan pertamanya, Lian Xue mengkhianati suaminya demi pria yang dicintainya. Demi Pei Zhen, ia meracuni Shen Yang, mencuri segel militer, dan tanpa sadar membuka jalan bagi kehancuran Kerajaan Xiang Xi. Namun ketika ayahnya dibunuh dan dirinya dikhianati hingga kehilangan nyawa, Lian Xue baru menyadari siapa musuh dan siapa yang benar-benar melindunginya. Kini takdir memberinya kesempatan kedua. Terbangun kembali di malam pernikahannya, Lian Xue bertekad menyelamatkan ayahnya, menggagalkan pemberontakan, dan memperbaiki hubungannya dengan Shen Yang. Namun sang jenderal tidak mempercayai perubahan mendadaknya. Dengan identitas tersembunyi sebagai Zhao Tian, pria bertopeng yang hangat dan penuh perhatian, Shen Yang diam-diam mengawasi istrinya. Tanpa mengetahui bahwa Zhao Tian dan Shen Yang adalah orang yang sama, Lian Xue justru jatuh cinta untuk kedua kalinya pada suaminya sendiri. Di tengah konspirasi istana, perebutan takhta, dan rahasia darah kerajaan Shen Yang yang terkubur puluhan tahun, akankah cinta mereka mampu mengalahkan pengkhianatan, atau takdir kembali menuntut harga yang sama?

View More

Chapter 1

Bab 1 - Cangkir Beracun, Kesempatan Kedua

"Shen Yang! Shen Yang! "

Lian Xue menggoyangkan tubuh laki-laki yang kini tergeletak kaku di atas meja setelah menenggak arak pernikahan mereka. Namun Shen Yang tidak merespon.

Lian Xue memeriksa nafas dari Shen Yang. Tidak ada embusan nafas dari hidungnya. Bibirnya mulai menghitam. Lian Xue tersenyum samar.

"Ma- ma ti ... akhirnya Shen Yang mati. Pei Zhen ... Aku berhasil membunuhnya ...." Suara Lian Xue bergetar.

Dia tak menyangka bahwa racun yang dimasukan ke dalam arak pernikahan itu bereaksi dengan cepat. Ia mendekap erat segel militer berbentuk patung harimau kecil yang berhasil didapatkan dari balik pakaian pengantin Shen Yang.

Barang itu yang sangat diinginkan oleh Pei Zhen, pujaan hatinya. Demi cintanya pada Pei Zhen, ia rela meracuni Shen Yang, suami pilihan ayahnya, agar bisa mencuri segel militer milik Shen Yang.

Di dalam otaknya, masih terngiang kata-kata Pei Zhen bahwa jika Lian Xue berhasil mengambil segel militer dari Sheng Yan dan membunuhnya, maka mereka akan bersama selamanya.

Angin malam yang dingin menerpa tubuh Lian Xue yang berlari dari kamar pengantin dengan tubuh gemetar dengan masih memakai pakaian pengantin berwarna merahnya bersulam naga. Ia berlari menuju Aula altar leluhur tempat ia berjanji bertemu dengan Pei Zhen.

Namun di tengah perjalanan, ia melihat Pei Zhen berjalan menuju kamar ayahandanya, sang Kaisar.

Lian Xue mengikuti, namun langkahnya terhenti saat melihat bayangan di jendela kamar sang ayah. Pei Zhen masuk dengan langkah terburu-buru, namun bukan untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit.

​Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, jantung Lian Xue seolah berhenti berdetak. Pei Zhen menarik bantal sutra, lalu dengan dingin menekan wajah Kaisar yang lemah. Sang Kaisar meronta, tangannya mencakar udara, namun tenaga pria tua yang sakit-sakitan itu bukan tandingan kekuatan Pei Zhen.

​"Ayah!" jerit Lian Xue histeris, menghambur masuk ke dalam kamar.

​Terlambat. Tubuh Kaisar sudah lemas. Pei Zhen berbalik dengan tenang, di tangannya tergenggam Segel Kekaisaran yang baru saja ia dapatkan dari Kaisar.

​"Berhenti!" Lian Xue meronta saat dua pengawal pribadi Pei Zhen mencengkeram lengannya dengan kasar sebelum ia sempat menyentuh pria itu. "Pei Zhen! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tega membunuh ayahku?!"

​Pei Zhen tidak menunjukkan raut penyesalan. Ia justru tertawa kecil, sebuah tawa sinis yang belum pernah didengar Lian Xue selama tiga tahun mereka menjalin cinta.

​"Bagaimana aku tega?" Pei Zhen mendekat, menatap Lian Xue dengan pandangan menghina. "Kau pikir selama ini aku tulus mencintaimu? Kau pikir aku benar-benar ingin menghabiskan sisa hidupku dengan putri manja sepertimu?"

​Lian Xue menggeleng, air mata membanjiri wajahnya. "Tapi kau bilang ... kau bilang kita akan membangun masa depan bersama ...."

​"Kau hanya alat," potong Pei Zhen tajam. Ia mengangkat Segel Kekaisaran tinggi-tinggi. "Aku hanya menggunakanmu untuk mendapatkan ini. Tanpamu, aku harus menunggu bertahun-tahun untuk menguasai takhta ini."

​Pei Zhen kemudian melirik tangan Lian Xue yang masih menggenggam kotak segel milik Shen Yang. "Sekarang, berikan segel militer itu padaku. Setidaknya aku akan memberimu kematian yang tidak terlalu menyakitkan."

​Melihat seringai iblis di wajah pria yang ia puja, rasa cinta Lian Xue menguap, digantikan oleh kebencian yang membara. Saat Pei Zhen mengulurkan tangan untuk merampas kotak itu, Lian Xue mengumpulkan sisa tenaganya dan ....

​Cuih!

​Ludah bercampur amarah mendarat tepat di wajah Pei Zhen.

​PLAK!

​Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lian Xue. Kekuatannya begitu besar hingga Lian Xue tersungkur ke lantai kayu yang dingin. Sudut bibirnya pecah, darah segar mulai menetes.

​"Dasar jalang tidak tahu diuntung!" geram Pei Zhen sambil mengusap wajahnya.

​Lian Xue tidak menyerah. Dengan sisa tenaganya, ia mencoba bangkit dan lari menuju pintu keluar. Namun, ia tidak pernah sampai ke sana. Sebuah desing tajam membelah udara, diikuti oleh rasa dingin yang menusuk dari arah punggung tembus ke dada.

​Lian Xue terpaku. Ia menunduk dan melihat mata pedang yang berkilau darah muncul dari tengah dadanya. Pei Zhen telah melemparkan pedangnya dengan akurasi mematikan.

Tubuh Lian Xue limbung. Matanya sempat menangkap sesosok bayangan tak jauh di depan pintu, seorang wanita. Namun sebelum mengenalinya, pandangannya sudah mengabur.

Ketika kesadarannya belum hilang sepenuhnya dan tubuhnya belum rebah ke tanah, ia membisikkan sumpah dengan suara yang bergetar.

​"Jika ada kehidupan kedua ... akan kubalas ... apa yang telah kau lakukan padaku... dan ayahku ... Pei Zhen!"

​BUKK!

​Tubuhnya bedebum jatuh di atas lantai kayu yang keras. Kegelapan menelannya.

"Tuan Puteri ...."

​Lian Xue tersentak. Napasnya tersengal seolah baru saja muncul dari permukaan air setelah tenggelam lama. Ia tidak merasakan dinginnya lantai kayu, melainkan kehangatan sebuah kursi empuk.

​Ia mengerjapkan mata. Pemandangan di depannya bukan lagi kamar ayahnya, melainkan sebuah kamar luas yang didominasi warna merah terang. Lilin-lilin besar menyala di setiap sudut, dan aroma arak yang manis memenuhi hidungnya.

​Ini bukan alam baka. Ini adalah kamar pengantinnya dengan Shen Yang.

​Seorang pria berdiri membelakanginya. Bahunya lebar, mengenakan jubah merah pengantin yang gagah. Itu Shen Yang.

​"Jika Tuan Puteri memang tidak berkenan dengan pernikahan ini," suara rendah dan dalam milik Shen Yang terdengar.

"Maka aku akan menyelesaikan ritual ini sendirian. Aku akan meneguk arak pernikahan ini demi menghormati Kaisar, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi."

​Tangan Shen Yang mulai meraih cangkir arak di atas meja.

​Mata Lian Xue membelalak. Cangkir itu. Ia ingat betul. Di dalam cangkir itulah ia telah mencampurkan racun beberapa menit yang lalu atas perintah Pei Zhen.

​Sekelebat bayangan mengerikan berputar di kepalanya: pedang yang menembus dadanya, tawa iblis Pei Zhen, dan wajah ayahnya yang meregang nyawa di bawah bantal.

​Aku kembali? batinnya tak percaya. Aku kembali ke saat semuanya bermula.

​"JANGAN!"

​Lian Xue melompat dari kursinya, gaun pengantinnya yang panjang hampir membuatnya tersandung. Sebelum jemari Shen Yang menyentuh cangkir itu, Lian Xue sudah menerjang maju dan menepis tangan sang jenderal dengan keras.

​Prang!

​Cangkir porselen itu jatuh ke lantai, isinya tumpah membasahi lantai, dan aromanya yang manis kini terasa seperti bau busuk kematian di hidung Lian Xue.

​Shen Yang berbalik, wajahnya yang kaku menunjukkan keterkejutan. "Tuan Puteri? Apa maksudnya ini?"

​Lian Xue menatap pria di depannya. Pria yang di kehidupan sebelumnya ia bunuh dengan dingin demi seorang pengkhianat.

Dadanya sesak oleh rasa bersalah yang teramat sangat. Ia tidak hanya harus menyelamatkan dirinya sendiri, ia harus menyelamatkan pria ini.

​Shen Yang tidak boleh mati, bisiknya dalam hati. Ayah tidak boleh mati.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

El Hawra
El Hawra
Sukses untuk buku barunya ya, kak. Semangaat
2026-06-29 19:58:40
0
0
Wei Yun
Wei Yun
Makasih Kaka, Kaka juga keren!
2026-06-26 01:34:01
0
0
khanzalutfiya5
khanzalutfiya5
wah seru...banyak pe_ernya
2026-06-25 20:48:13
1
0
Lyla Veil
Lyla Veil
Wah wah udah muncul lagi buku baru, selamat ya kak.
2026-06-25 12:11:35
1
1
Ellailaist
Ellailaist
baru ini baca novel wuxia tapi gaya tulisannya mudah dipahami... keren banget konfliknya pun bagus. penasaran lanjutannya,
2026-06-24 11:10:31
1
1
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status