Share

Hasrat Terpendam

Author: nababy
last update publish date: 2026-02-28 23:31:52

“Selamat pagi Yang Mulia,” sapa Diana sambil membungkuk saat baru saja masuk ke dalam kamar Marielle.

Cassian sudah duduk bersandar pada sandaran kasur, jemarinya sibuk membelai rambut Marielle yang masih terlelap.

“Kau. Buatkan makanan kesukaan Marielle. Aku rasa dia membutuhkannya sekarang,” ujar Cassian, pandangannya tak pernah pergi dari wajah cantik itu.

“Baik Yang Mulia, saya akan membawakan makanan kesukaan Lady saat beliau sudah bangun nanti.” Diana kembali membungkuk penuh hormat dan mundur pergi.

Ronald, yang masuk bersama dengan Diana sebelumnya masih berdiri di sana, melihat sang Raja seperti menunggu sesuatu.

Pandangan mereka bertemu, “Aku akan keluar nanti,” jawab Cassian pelan tapi tegas.

Ronald mengangguk paham, ia menunduk sejenak sebelum kembali mengangkat kepalanya.

“Baik Yang Mulia. Sebelum saya pergi, saya ingin mengingatkan jika malam intim Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu adalah nanti malam. Setidaknya…” Kalimat Ronald terhenti saat mendengar hembusan nafas gusar dari sang Raja.

“Kau masih memikirkan malam konyol itu setelah semalam dia berani membentakku di hadapan semua orang? Lupakan soal malam intim dengan Ratu, aku malam ini akan menemani Marielle dan tidur dengannya,” jelas Cassian tak mau ambil pusing. Ia kembali bersandar pada sandaran, memberantaki rambutnya kasar.

“Tapi Yang Mulia,” sanggah Ronald pelan.

“Keluar!” titah Cassian membuat sang kepala pelayan tidak berkutik. Ronald membungkuk, memberi hormat sebelum akhirnya pergi.

Hening kembali. Wajah cantik Marielle begitu mempesona. Apalagi rambut perak bersih dan wangi yang tengah ia pegang.

Cassian menunduk, menghirup dalam aroma Lavender milik Marielle yang memikat rasa.

“Wangi ini…” Cassian semakin mendekatkan bibirnya pada leher jenjang Marielle. Bibirnya menempel, lalu mengecup lembut membuat sesuatu dalam dirinya berkobar.

Cassian makin larut dalam godaan. Perlahan bibirnya mulai mengecup leher putih bersih itu pelan, namun menjadi sebuah ciuman yang membuatnya makin bergairah.

Ciuman di leher Marielle makin lama makin intens. Cassian menggigit dan menghisapnya semangat.

“Ahhh!” Marielle terlonjak kaget dari tidurnya, merasakan sakit sekaligus hal aneh pada tubuhnya.

Dengan cepat ia mendorong Cassian menjauh, ia terduduk sambil menutupi leher yang baru saja diserang dengan tangan.

“Yang Mulia? Apa yang anda lakukan?!” Mata Marielle membelalak ngeri, ia tetap menjaga jarak agar Cassian tak mendekat.

“Apa maksudmu? Kita adalah suami istri, tentu saja barusan aku menciummu,” jawab Cassian biasa saja.

Alis Marielle turun tajam, ia menggeleng pelan karena semua ini tidak benar. Dia tahu dirinya sudah menjadi milik Raja, tapi dengan jiwa yang berbeda, dia menolak untuk disentuh oleh pria di depannya.

“Yang Mulia, lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi,” ujarnya pelan, lalu mencoba turun dari ranjang.

Dengan gerakan cepat, tangan Cassian meraih pergelangan tangan Marielle dan menariknya kembali dalam pelukannya. Nafasnya memburu, bibirnya menggesek telinga sang Selir meski penuh dengan penolakan.

“Jangan pergi,” ucapnya pelan. Wajah Cassian kembali tenggelam dalam leher Marielle, menghirup aroma Lavender yang sangat ia suka.

“Sayangku, aku sudah tidak bisa menahannya lagi.” Cassian langsung mendorong ke kasur, mengurung tubuh mungil Marielle dengan tubuh kekarnya.

Marielle melawan, dia mendorong Cassian agar menjauh. Namun tenaganya tak cukup kuat. Tangan Cassian menarik kedua tangan miliknya, mengarahkan ke atas kepala dan menguncinya.

“Berhenti melawan Marielle!” bentak Cassian frustasi. Jemarinya meremas pergelangan tangan Marielle lebih kencang, membuat pemiliknya merintih kesakitan.

“Yang Mulia, tolong lepaskan saya,” pintanya menahan tangis. Ketakutan terus menjalar, apalagi ingatan tentang Marielle asli yang sering digagahi Grand Duke Aldric masih membuatnya mual.

“Kenapa? Bukankah kau selalu suka saat aku melakukan hal seperti ini padamu? Berhentilah merengek dan layani aku sama seperti sebelumnya,” ucap Cassian sebelum menangkup bibir Marielle dengan miliknya.

Marielle membelalak lebar, seketika tubuhnya tak bisa bergerak saat kedua bibir mereka bertemu. Cassian makin menekan bibirnya lebih dalam, lidahnya menyapu bibir tipis sang Selir untuk mencari jalan masuk ke dalam.

“Buka mulutmu,” pinta Cassian pelan, namun terdengar penuh penekanan dan ancaman.

Dia menggeleng pelan, dan lebih merapatkan bibirnya lagi dari sebelumnya.

Cassian gusar, satu tangan terpaksa melepas genggaman, lalu menekan kedua sudut bibir Marielle agar terbuka untuknya. Marielle terus menahan, tapi lagi-lagi dirinya kalah. Sesaat setelah bibir Marielle terpisah, Cassian dengan cepat menghujamkan bibirnya dan memasukan lidahnya ke mulut Marielle. Lidah Cassian terus bergerak liar menyapu setiap sisi dalam mulut Marielle.

“Ahhh!” Cassian mundur untuk mencari udara, nafasnya terengah setelah menikmati kenikmatan yang ia rindukan.

“Kenapa kau menangis?” Suaranya lembut, jempolnya menyapu air mata yang baru saja menetes.

Marielle hanya diam terisak. Satu tangan yang terlepas terus menggenggam erat kerah bajunya.

“Saya mohon hentikan semua ini Yang Mulia,” Marielle masih terisak. Tubuhnya bergetar hebat ketakutan.

“Tidak,” jawab Cassian cepat. Tatapannya Kembali tajam, nafasnya memburu. Tangannya menarik cepat lengan Marielle yang masih bebas.

“Kau adalah istriku, kau harus menuruti semua perintahku,” ucap Cassian dingin.

Cassian langsung menarik tali simpul di baju Marielle kasar hingga menunjukan pakaian dalam Marielle dan tulang selangka miliknya.

Nafas Cassian makin memburu, ia kembali mencumbu tubuh mungil dan memikat itu. Lagi-lagi aroma Lavender membuatnya mabuk kepayang. Memberikan keinginan lebih untuk menikmati setiap sisi dari tubuh manis milik Selir.

“Manis dan harum. Tubuh ini, akan aku nikmati sampai aku puas.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Siasat Perang

    “Raja ada disini?” Aldric mengerutkan dahi.“Tentu saja. Mana ada Raja yang diam saja saat mendengar kabar jika salah satu wilayahnya diduduki pihak asing?”Marielle menatap tajam Aldric. Meski dia tahu alasan utama Heinry menyerang Valerante, namun Marielle tetap bungkam sebelum menunjukkan bagaimana arah ke depan takdirnya nanti.Keduanya saling bertatapan. Aldric langsung berdiri dan berjalan mendekat.“Antarkan aku pada Raja sekarang,” ucapnya dingin.Marielle baru saja hendak menjawab ketikasuara pintu rumah terbuka perlahan dari luar.Semua orang langsung menoleh bersamaan.Dan di ambang pintu sudah berdiri seorang pria tinggi dengan jubah hitam kerajaan yang masih berdebu akibat perjalanan panjang. Dia adalah Raja Cassian Aragon, pemilik tahta tertinggi Minerva.Semua orang yang berada di ruangan itu langsung menunduk memberi hormat.“Yang Mulia Raja!” Marielle sendiri tampak sedikit terkejut.Wajah Cassian terlihat tegang. Tatapannya menyapu seluruh ruangan. Namun matanya lan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Babak Baru

    Semuanya mengangguk hampir bersamaan. Membuat Marielle menggeleng tak percaya.“Bisa-bisanya kalian membuat rumah sederhana ini menjadi benteng pertahanan. Apa kalian sudah gila?!” teriaknya penuh amarah.Jackson yang sedari tadi terlihat tenang langsung berdiri dan mencoba menjelaskan bagaimana situasi yang tengah mereka hadapi sekarang.Jackson menghela nafas panjang sebelum akhirnya berjalan mendekat ke arah Marielle."Lady, kalau situasinya normal, saya juga tidak akan pernah berpikir menjadikan rumah ini sebagai benteng pertahanan.""Kalau begitu jelaskan padaku," balas Marielle sambil melipat tangan di dada.Suasana ruangan perlahan menjadi lebih tenang. Bahkan Aldric yang biasanya enggan menjelaskan apapun memilih diam dan membiarkan Jackson berbicara.Jackson menatap Marielle beberapa saat sebelum akhirnya mulai menjelaskan."Setelah Lady berhasil pergi menuju ibu kota bersama Cesare, keadaan langsung berubah sangat cepat."Marielle mengernyit. "Berubah bagaimana?"Jackson men

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertsmuan Kembali

    “Apakah semuanya sudah siap?!” tanya Cassian pada jenderal-jenderal.“Semuanya sudah siap, Yang Mulia,” jawab salah satu jenderal di sampingnya.“Ayo kita segera berangkat,” titah Raja telah berkumandang.Akhirnya Cassian bersama lainnya keluar menuju halaman dimana para prajurit sudah berbaris rapi.Setelah berpamitan dengan Elira, Cassian pergi berperang untuk menyelamatkan salah satu wilayah kekuasaannya.Ribuan pasukan mulai berkumpul. Panji-panji kerajaan berkibar diterpa angin pagi. Puluhan komandan memberi instruksi.Deretan kuda perang memenuhi lapangan.Suara terompet mulai terdengar. Mobilisasi besar-besaran telah dimulai.Cassian berjalan sambil mengenakan jubah kerajaan dan berkibar pelan."Aku tidak akan membiarkan Valerante jatuh."Tatapan menyala penuh tekad."Tidak selama aku masih menjadi raja.”Gerbang utama ibu kota terbuka lebar. Gemuruh langkah ribuan pasukan mengguncang tanah. Barisan ksatria kerajaan berlapis baja bergerak keluar seperti sungai besi yang tak ber

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rapat darurat.

    “Aku sangat merindukanmu kekasihku,” ucapnya lirih penuh kerinduan.Marielle terdiam. Ia bisa merasakan nafas pria itu yang tidak stabil. Merasakan betapa paniknya Cassian selama ini.Marielle menyadari bahwa pria yang memimpin seluruh kerajaan itu juga hanyalah seseorang yang takut kehilangan orang yang berharga baginya.Di seluruh aula, tidak ada seorangpun yang berani bersuara. Karena semua orang dapat melihatnya dengan jelas. Raja merekabenar-benar sangat merindukan mantan selir agung, Marielle De Aubrey.“Yang Mulia, Valerante diambang perang besar. Tolong kirim bantuan kesana.” Tiba-tiba Marielle bersuara.Cassian langsung melepas pelukan hangat itu dan kembali teringat laporan dari salah satu bawahannya.Cassian langsung melepaskan pelukannya.Wajah yang beberapa saat lalu dipenuhi kelegaan kembali berubah serius. Tatapannya beralih kepada ksatria yang masih berlutut di tengah aula."Ulangi laporanmu."

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Wajah Dirindukan

    Claude tertawa kecil. Meski darah masih mengalir dari bahunya."Apa ini perintah?"Marielle mengangguk. "Ya. Aku tidak bisa kehilangan seseorang lagi. Cukup Enzo yang berkorban demi diriku."Claude mengangkat tangannya dan menyentuh kepala wanita itu pelan."Kalau begitu saya akan berusaha mematuhinya." Claude tersenyum manis.Tak jauh dari sana, suara ledakan mengguncang mansion. Ketiganya kaget. Suara riuh makin terdengar jelas.Cesare segera menaiki salah satu kuda."Lady! Ayo kita segera pergi dari sini."Marielle menatap Claude untuk terakhir kalinya. Meski berat, dia harus segera pergi untuk menyelamatkan Valerante dan juga orang-orang yang tinggal di sana.Marielle naik ke atas kuda. Di sampingnya sudah ada Cesare yang akan memimpin perjalanan dengan kuda satunya lagi.“Claude, ingat bertahanlah hidup sampai aku melihatmu lagi!” teriak Marielle sebelum pergi.Claude mengangguk dan mengangkat jempolnya. Sesaat kemudian dua ekor kuda melesat menembus gelapnya malam. Meninggalkan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tetaplah Hidup

    "Jika wanita itu mati, apa kau akan tetap ingin menggulingkan Raja yang selama ini kau benci?"Keheningan sesaat memenuhi aula yang telah berubah menjadi medan perang.Tatapan Aldric perlahan menggelap."Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu."Tubuhnya langsung melesat ke depan. Pedangnya membelah udara dengan kecepatan mengerikan.Klang!Heinry menahan serangan itu tepat waktu. Namun kekuatan tebasan Aldric membuat tubuhnya terdorong beberapa langkah ke belakang."Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu." Heinry tertawa."Kau terlalu banyak bicara." Aldric menyerang lagi.Kali ini lebih brutal, lebih liar, dan lebih mematikan.Suara pedang bertabrakan menggema di udara tanpa henti di seluruh aula. Marielle hanya bisa membeku menyaksikan pertarungan itu.Bagi Marielle, mereka bukan lagi manusia biasa. Mereka sudah seperti dua monster yang saling mencoba membunuh.Langkah kaki tergesa terdengar dari lorong di belakang Marielle."Lady!" Seseorang memanggil Marielle keras.Marielle menoleh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status