LOGINSelesai memberikan kecupan pada bibir Mike, Yuvrelina berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
“Jangan bercanda, aku serius!” keluh Mike padanya.Yuvrelina sudah melepaskan seluruh bajunya dan dia mendengar keluhan Mike tentangnya. “Memangnya seperti apa pasangan suami-istri itu, menurutmu? Saling berjauhan satu sama lain? Saling bersikap dingin satu sama lain? Saling menjaga privasi masing-masing? Terlalu banyak privasi? Semakin banyak privasi, dan akhirnya tertekan lalu kabur darimu?”Usai melakukan hubungan intim Mike tak henti-hentinya mengukir senyum penuh kepuasan pada bibirnya.“Kamu terlihat sangat lelah, apa aku perlu mengantarkanmu sampai tiba di rumah?” tawar Mike pada Yuvrelina.Yuvrelina spontan menggelengkan kepalanya, dia tidak mungkin menyetujuinya. Yuvrelina tidak ingin pelayan di kediamannya mengetahui tentang Mike, jika sampai itu terjadi maka tidak lama lagi pasti akan sampai ke telinga Geo Worland.“Kenapa malah melamun? Kamu cemas aku berbohong dan tidak sungguh-sungguh mengantarkanmu hingga tiba di rumah?” tanya Mike pada Yuvrelina.Yuvrelina menggelengkan kepalanya, dia segera mengambil kacamata miliknya dari atas meja.“Saya akan pulang sendiri, lagi pula tidak jauh dari sini,” ujarnya dengan gugup sambil merapikan kembali bajunya. “Presdir, saya akan pulang sekarang,” pamit Yuvrelina pada Mike.“Hm,” gumam Mike sambil menganggukkan kepalanya. Mike duduk di sofa, Yuvrelina mengambil tasnya lalu berjalan pelan keluar
“Pres-presdir, oukh, sssh,” desah Yuvrelina lantaran tidak bisa menolak sentuhan dari Mike. Batinnya mengumpat Mike berulang kali tapi tetap saja kocokkan yang dilakukan Mike dan gosokan Mike Miland pada sisi intimnya membuat Yuvrelina mendesah dan mengerjap nikmat.“Sisi intimmu sangat basah, Barbie, aku sangat menyukainya,” ujar Mike tanpa sadar. Mike menarik lepas celana dalam berenda dari dalam rok Yuvrelina.Yuvrelina terkejut mendengar Mike memanggilnya dengan nama Barbie akan tetapi perkataan Mike barusan tidak bisa merubah rasa dan desiran setiap sentuhan yang Mike lakukan saat ini.Mike turun dan berjongkok tepat di depan Yuvrelina, dia merasa semua itu nyata jadi Mike memutuskan untuk mencicipi cairan di antara kedua pangkal paha Yuvrelina. Mike membuka kedua paha Yuvrelina ke sisi samping kiri dan kanan lalu memeluknya menggunakan kedua lengannya dan mulai menyapukan lidahnya pada celah di antaranya.“Sssh, oukhh, Presdir, akh, ssh, oukh, Presdir, aku tida
Yuvrelina terpaku menatap Mike, begitu juga sebaliknya, Yuvrelina pikir Mike bakalan memecat dirinya hari ini. Apalagi Mike melotot dan menatap dirinya dengan kedua mata tidak berkedip. Yuvrelina ingin menegurnya tapi dia cemas kalau Mike akan memarahinya seperti hari kemarin, jadi dia hanya berdiri dan menunggu Mike membuka kata.Cukup lama hingga Mike bersedia mengalihkan perhatiannya dari sosok Yuvrelina di depannya.“Ah, iya, kenapa kamu datang ke ruangan kerjaku?” tanya Mike pada Yuvrelina. Mike sudah kehilangan akal, dia bahkan tidak bisa mengingat lagi dengan apa yang pernah dia katakan kemarin pada Yuvrelina.“Apa? Kenapa?” tanya balik Yuvrelina dengan tubuh condong ke depan, dia sama sekali tidak mengerti. Yuvrelina ingat kalau kemarin Mike bilang padanya bahwa dia harus bekerja sebagai asisten pribadi Mike dan bekerja di dalam ruangan tersebut bersama Mike.“Kenapa bagaimana?” ulang Mike dengan ekspresi bingung.“Presdir bilang saya harus bekerja di dal
Yuvrelina sangat menikmati sensasi yang Mike berikan untuknya. Entah kenapa dia tidak peduli lagi jika Mike tahu siapa dirinya. Tubuh Yuvrelina tidak bisa menolak sentuhan yang memang dia inginkan sejak lama!Puas menikmati hubungan intim dengan posisi berdiri, Mike segera membawa tubuh Yuvrelina ke sofa di dalam ruangan, dia membuat tubuh Yuvrelina telanjang bulat dan kembali berpacu di atasnya dengan menahan kedua kaki Yuvrelina ke atas."Ah, ah, Presdir, oukhhh, sshhh, oukhhh, sssshhhh, aaaaaaaaakhhhhhh," pekik Yuvrelina penuh kenikmatan.Mike melumat bibir Yuvrelina sambil terus berpacu."Aku senang kamu tidak menolaknya," bisik Mike pada telinganya.Yuvrelina mengangguk pelan sambil memeluk tengkuk Mike. Sampai Mike puas dengannya Yuvrelina baru sadar kalau dia menggunakan sosok lain untuk bertemu dengan Mike hari ini. Yuvrelina masih rebah sambil mengatur nafas. Sementara Mike tidur dengan posisi miring di sebelahnya sambil menyentuh area intimnya dan menge
"Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak ingin menjawab pertanyaan dariku?" Bisik Mike tepat di depan bibir Yuvrelina, ditatapnya wajah dan kedua mata Yuvrelina. Di balik bingkai kacamata tersebut jelas sekali bahwa kedua mata itu adalah milik Yuvrelina. Mike mengendus napas Yuvrelina, kini dia benar-benar yakin wanita di hadapannya ini itu adalah Yuvrelina."Selama ini aku hanya menginginkan dirimu, akhirnya aku menemukanmu, jadi apakah Geo Worland sudah menipuku selama ini?" Tanya Mike dalam hati.Mike melamun, Yuvrelina segera menjawab pertanyaan dari Mike."Anda salah paham, Presdir, saya harus melanjutkan pekerjaan," jawab Yuvrelina. Yuvrelina memberanikan diri untuk menyentuh dada Mike dengan maksud mendorong Mike agar menjauh darinya. Akan tetapi Mike malah mencekal kedua pergelangan tangan Yuvrelina dan menahannya di dinding tepat di atas kepala Yuvrelina."Kamu tidak akan bisa meninggalkan ruangan ini kecuali aku mengizinkannya," bisik Mike tepat di depan matanya.
“Apa yang kamu lihat? Apa kamu buta, hah? Bisa-bisanya mereka mempekerjakan pegawai tidak becus sepertimu!” bentak Mike pada Yuvrelina.Yuvrelina segera duduk berjongkok untuk membereskan semua berkas di lantai, dia sesekali menatap ke arah Mike. Setelah berteriak padanya, Mike kembali sibuk dengan berkas-berkas di atas meja.“Dia pemilik perkebunan, untuk apa dia membeli perusahaan di Amerika? Bukannya dia masih menjadi suami Barbie?” tanya Yuvrelina dalam hati.Setelah selesai menata berkasnya, Yuvrelina berdiri dan berjalan menuju ke arah meja kerja Mike untuk menyerahkan berkas tersebut padanya.“Presdir, ini berkasnya,” ucap Yuvrelina sambil menyodorkannya dengan kepala menunduk. Yuvrelina sangat cemas dan takut. Penampilannya memang sudah berubah, tapi bagaimana dengan yang lainnya? Mike dan dirinya sempat tinggal bersama. Mike begitu mengenali Yuvrelina, tidak sulit untuk membedakan mana Barbie dan mana Yuvrelina. Yuvrelina berpikir dengan sangat keras. Dia ti
Barbie langsung menuju ke ruangan kerja Mike. Di sana dia melihat Mike sedang duduk di kursi ruangan kerjanya. Di sana Mike terlihat sedang serius dengan buku catatan hasil perkebunan di atas meja.Barbie masuk ke dalam lalu menutup pintu, kemudian melangkah mendekat ke arah Mike. Lalu berdir
“Ya, kamu memang bukan dia. Aku tahu,” jawab Geo sambil menatap kedua mata Yuvrelina dengan kedua bola mata berkaca-kaca.“Kamu belum menjawab apa alasan kamu datang untuk menemuiku di sini?” desak Yuvrelina.Geo mengangkat kedua lengannya, dan dia memutuskan untuk tidak bicara. Alasan di
“Dasar bodoh! Apa kamu kira aku sudi menunjukkan kelemahanku di depannya?! Bertanya pada si sinting di mana istriku?! Kamu sudah tidak waras! Jangan sampai aku mematahkan lehermu karena perkataanmu barusan!” ujar Mike seraya mencampakkan leher Yuvrelina dengan kasar ke atas ranjang lalu menyambar
“Ge?” tegur Julia Shapire – istri Geo Worland. Kedua bola matanya menatap tangan Geo yang kini terluka. “Kamu berdarah? Astaga! Apa yang terjadi?” tanyanya dengan tatapan mata khawatir.“Urus saja urusanmu sendiri! Aku bisa mengurus lukaku!” tukasnya dengan ekspresi tidak senang. “Kamu selalu







