๊ณต์œ 

Ch. 58

์ž‘๊ฐ€: Sity Mariah
last update ๊ฒŒ์‹œ์ผ: 2023-02-19 09:25:28

๐ŸŒปPOV Hilma

"Kenapa kamu diam, hmm? Kenapa? Enggak bisa 'kan?" Aku menatap penuh tantangan pada pria di hadapanku saat ini.

Pria yang kukuh ingin kembali memperistriku. Sedangkan saat menjadi istrinya, dia bahkan tidak pernah menganggap keberadaanku. Lalu setelah berpisah, dia mengungkapkan perasaan cintanya. Lucu sekali bukan?

Bagaimana mungkin aku bisa percaya?

Azmi saja yang juga membalas cinta ini, menjatuhkanku begitu dalam ketika aku tahu, jika dia ternyata laki-laki yang pro akan tindaka
์ด ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์œผ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์—ฌ ์•ฑ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜์„ธ์š”
์ž ๊ธด ์ฑ•ํ„ฐ
๋Œ“๊ธ€ (3)
goodnovel comment avatar
Raudlatul Jannah
yuda pasti bisa in sya Allah Allah akan mudahkan
goodnovel comment avatar
Kasmariah Kadir
cepat skali slesai thoor......
goodnovel comment avatar
siti yulianti
semangat Yuda luluh kan hati hilma
๋Œ“๊ธ€ ๋” ๋ณด๊ธฐ

์ตœ์‹  ์ฑ•ํ„ฐ

  • Naik Ranjangย ย ย 263

    Aku membawa Halwa ke dalam kamar. Menutup pintu menggunakan kaki hingga berdebam kencang. Melanjutkan langkah menuju tempat tidur, lalu menjatuhkan bobotku tanpa menurunkan Halwa lebih dulu. Posisinya yang digendong seperti bayi koala, membuat ia kini berada di atas tubuhku yang sudah setengah bersandar di headboard kasur.Kedua tanganku terulur mengusap sisi rambutnya. Membelai wajah cantik itu lalu menyelipkan rambut ke belakang dan telinganya bersama pandangan kami yang saling mengunci."Syaratnya ... apa boleh aku meminta hak sebagai suami? Apa kamu tidak keberatan aku memintanya malam ini?" tanyaku seraya mengungkap syarat yang kumaksud.Halwa menunduk sambil menggigit bibirnya. Menggerakkan bola matanya tak tentu arah seakan salah tingkah. "Kamu ... menginginkannya malam ini, Mas? Tapi ... kondisiku seperti ini. Bagaimana jika tidak berjalan maksimal? Emmh, maksudku, tanganku sedang cedera seperti ini, apa tidak akan jadi masalah?"Aku tersenyum kecil dengan kedua tangan masih ak

  • Naik Ranjangย ย ย 262

    Secangkir teh tawar hangat akhirnya tersaji. Aku bersama Halwa duduk berdua mengisi meja makan. Ia menikmati segelas susu vanila dengan roti selai kacang meski menggunakan tangan kirinya. Sampai kemudian Halwa selesai lebih dulu dan barulah aku. Halwa telah bangkit, membereskan meja makan bekas kami sarapan dengan satu tangannya."Udah, biar aku yang beresin," ujarku sembari menahan tangan Halwa.Ia menggeleng dan menarik tangannya dariku. "Gak papa, Mas. Biar aku aja," tolaknya masih terus membereskan meja.Aku lantas membiarkan. Halwa selesai menumpuk piring serta cangkir yang tadi kami gunakan. Ia beranjak dari meja makan ini, membawa perabot kotor menuju wastafel pencuci piring.Namun, tentu saja aku tak tinggal diam. Lekas aku menyusul dan berdiri di belakangnya. Terlihat sekali Halwa tak mampu bekerja dengan normal hanya dengan satu tangan. Aku menyentak napas membuatnya berbalik badan. Cepat aku meraih pinggangnya. Membawa tubuhnya sedikit bergeser lalu mengangkat hingga ia te

  • Naik Ranjangย ย ย 261

    Setibanya di kamar, aku menurunkan Halwa di tempat tidur. "Aku siapkan dulu airnya, ya?"Halwa mengangguk cepat. Aku menjauh dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi berdinding kaca. Menyiapkan air hangat memenuhi bath tub, tak lupa menambahkan bath bomb hingga berbuih dan wangi semerbak.Setelah air siap, aku kembali menemui Halwa yang terduduk di bibir tempat tidur."Air hangat sudah siap," ucapku memberitahu. Aku lalu menjatuhkan tubuh di hadapan Halwa. Bertumpu dengan kedua lutut hingga tinggi kami sejajar.Aku mengulurkan tangan menangkup wajahnya yang bulat. Manik mata itu seakan menghipnotis membuatku selalu ingin menatapnya lama-lama. Semburat senyum tersungging di bibir Halwa. Tangannya tergerak meraih tanganku yang tengah membelai pipinya."Buka kerudungnya, ya?" ucapku merasa perlu meminta izin. Halwa mengangguk tanpa protes. Tanganku lalu dengan cepat menyingkap kain penutup kepalanya hingga terlepas.Aku tak mampu berpaling. Kupandangi Halwa dengan tangan menyelipkan si

  • Naik Ranjangย ย ย NR - SEASON 5 (260)

    260#Aku membawa kepala Halwa tenggelam di dada. Tidak peduli di jalanan umum, aku masih tetap mendekapnya erat. Kubelai lembut kepalanya yang tertutup kerudung instan. Wajahku tenggelam, menciumi puncak kepalanya. Entah keberanian darimana, entah bagaimana bisa aku melakukan semua, mendekapnya erat dan tanpa ragu seperti saat ini.โ€œJangan pergi โ€ฆ,โ€ ucapku lirih tanpa berhenti mengecup puncak kepalanya. Terasa dekapan tangan Halwa kian erat di pinggang.โ€œAku sudah mengecewakan kamu, Mas. Aku bukan perempuan yang baik. Aku rasanya tidak pantas menjadi pendamping pria setulus dan sebaik kamu,โ€ sahutnya membuatku menggeleng.โ€œGak ada yang bilang seperti itu. Abi dan Ummi tidak akan membiarkanku menikahi perempuan yang salah,โ€ jawabku tanpa melepaskan dekapan.โ€œEhhem, ehhem. Jadi gimana nih? Mau peluk-pelukan terus di sini gitu?โ€ Suara Abi membuat Halwa menarik diri dari dekapanku. Sementara aku membalik badan hingga berhadapan deng

  • Naik Ranjangย ย ย NR - SEASON 5 (259)

    259.Zulfikar mendengkus. โ€œMas Seno kenapa kayak kaget gitu, sih? Masaโ€™ istrinya pergi ke rumah orang tuanya Mas gak tahu?โ€Aku menggeleng menanggapi keheranan dari adikku itu, โ€œMas gak tahu, Fik.โ€โ€œEmangnya Mas ke mana? Mas gak tidur di rumah? Mas biarin Mba Halwa sendirian di rumah?โ€Aku menggeleng pelan. โ€œGak gitu, Mas Cuma ketiduran di masjid.โ€โ€œYa ampun โ€ฆ Mas. Bisa-bisanya malah ketiduran di masjid dan gak tahu istrinya pulang ke rumah orang tuanya.โ€Aku merasa gusar. Benar-benar tidak menyangka jika Halwa akan pergi ke rumah orang tuanya. Hatiku mendadak tidak enak. โ€œTolong sekarang kamu telfon Abi atau Ummi, Fik,โ€ pintaku pada adik bontotku tersebut.โ€œMau ngapain, Mas?โ€โ€œYa bilang sama Abi, kalau Mas mau ikut.โ€œMas tinggal nyusul aja nanti. Mas belum siap-siap juga!โ€Aku mendesah. Aku lantas menjelaskan pada Fikar apa yang sednag terjadi.

  • Naik Ranjangย ย ย NR - SEASON 5 (258)

    258.Detik dari jarum jam duduk di atas nakas terus terdengar. Menemani malamku yang berlalu tanpa bisa tidur. Sejak masuk kamar dan memutuskan untuk membawa tubuh ini rebah di atas kasur, aku sama sekali belum dapat tidur. Entah sudah berapa kali aku berguling ke kana juga kiri. Tengkurap lalu terlentang lagi. Menutup wajah dengan bnatal. Membaca wirid tapi tetap sama. Aku tak dapat tidur. Aku masih terjaga. Entah kenapa, tapi satu yang terasa mengganggu malamku ialah Halwa dan pembicaraan kami tadi. Wajah cantik yang tak lagi dipenuhi keangkuhan itu tertus membayang di pelupuk mata. Juga pelukannya yang tiba-tiba ia lakukan padaku. Semua terasaa membekas dan menari-nari dalam ingatan.โ€œFiuhh โ€ฆโ€™โ€™ Aku mendesah seraya memutar badan hingga terlentang. Menatap langit-lagit kamar dengan perasaan entah.Terdiam sesaat sebelum kemudian tangan ini terulur meraih jam di atas nakas. โ€œJam dua malam, tapi aku masih gak ngantuk,โ€ gumamku lirih. Kuhembus napas kasar dan akhirnya menyibak selimut.

  • Naik Ranjangย ย ย Ch.160

    "Selain kalung, rekan saya juga menitipkan sapu tangan ini," sambung petugas di depanku. Mengulurkan kain persegi kecil dengan motif anak bebek.Dadaku sesak dengan tangan menggenggam kalung yang petugas ruang jenazah tersebut berikan. Begitu juga dengan kain sapu tangan. Sapu tangan yang sering kuli

  • Naik Ranjangย ย ย Ch. 158

    "Nak, kamu di sini?" Ibu Hilma nampak beranjak dari sisi Ayah dan melihat ke arahku. Sementara Ayah, hanya memalingkan wajahnya hingga dapat melihatku saat ini."Ada apa, Nak? Apa yang kamu jatuhkan ke lantai?" Ibu Hilma sudah berada di dekatku dan memunguti kresek yang terlepas dari tangan."B-bu ...

  • Naik Ranjangย ย ย Ch. 157

    Cukup lama aku mencerna apa yang terjadi. Kamar Maira yang kosong dan rapi, serta lemari yang sudah tidak berisi pakaian miliknya dan pakaian Keanu. Membuatku terpaku dengan otak yang berpikir keras."Maira pergi? Maira membawa barang-barangnya?" gumamku sendiri, setelah menyadari kepergian penghuni

  • Naik Ranjangย ย ย Ch. 153 || BABAK BARU

    "Halah! Aku gak butuh penjelasan kamu. Memang dasarnya saja, kamu itu perempuan pembawa sial!" teriakku lantang karena merasa muak."ARSA!"Aku menoleh cepat saat suara Ayah meneriakkan namaku. Benar saja, Ayah dan Ibu Hilma berjalan bersamaan menghampiriku di depan kamar Maira saat ini. Entah kapan m

๋”๋ณด๊ธฐ
์ข‹์€ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฐพ์•„ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
GoodNovel ์•ฑ์—์„œ ์ˆ˜๋งŽ์€ ์ธ๊ธฐ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฆ๊ธฐ์„ธ์š”! ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š” ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜๊ณ , ์–ธ์ œ ์–ด๋””์„œ๋‚˜ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
์•ฑ์—์„œ ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
์•ฑ์—์„œ ์ฝ์œผ๋ ค๋ฉด QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์„ธ์š”.
DMCA.com Protection Status