Home / Romansa / Nikahi Aku Mas Cleaning Service! / Bab 102 : Rekaman Video Intim

Share

Bab 102 : Rekaman Video Intim

Author: Minerva
last update publish date: 2026-07-27 11:30:19

“Kenapa terasa begitu aneh…” Raman bergumam pelan sambil menekan pelan bagian bawah perutnya yang terasa nyeri samar namun tak nyaman. Rasanya persis seperti setelah mengalami mimpi basah yang sangat dahsyat dan menguras tenaga, namun kesadarannya utuh—ia tahu ia tidak sedang bermimpi, ia terjaga sepenuhnya, dan rasa lelah serta ngilu yang menjalar dari pinggang hingga ke seluruh persendian itu terasa begitu nyata dan melekat di sekujur tubuhnya. Ia mencoba mengingat-ingat potongan kejadian apa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 103 : Kecurigaan Lusty

    “Ah… Mas… akhirnya kita bertemu kembali setelah seminggu lebih aku di luar negeri… aku merindukanmu…” Desahan Lusty meluncur lembut namun penuh kerinduan yang mendalam begitu Raman melangkah masuk ke kamar utama rumah baru mereka yang kini sudah mulai terasa seperti rumah yang sesungguhnya.Ruangan itu sudah tertata rapi dan terasa begitu nyaman, meski sebagian bagian rumah lain masih dalam tahap penyelesaian perlahan. Cahaya senja yang keemasan menembus jendela kaca yang lebar, menerangi wajah Lusty yang tampak segar kembali setelah beristirahat cukup lama dari perjalanan jauh yang melelahkan dari luar negeri. Tanpa menunggu lama atau memberi kesempatan bagi suaminya untuk beristirahat lebih dulu, ia segera merangkul leher suaminya dengan erat, menariknya mendekat hingga tubuh mereka saling menempel rapat, lalu membenamkan wajahnya di dada bidang yang begitu ia rindukan selama berhari-hari terpisah.Raman membalas pelukan itu dengan senyum lelah namun penuh kasih sayang yang tak pern

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 102 : Rekaman Video Intim

    “Kenapa terasa begitu aneh…” Raman bergumam pelan sambil menekan pelan bagian bawah perutnya yang terasa nyeri samar namun tak nyaman. Rasanya persis seperti setelah mengalami mimpi basah yang sangat dahsyat dan menguras tenaga, namun kesadarannya utuh—ia tahu ia tidak sedang bermimpi, ia terjaga sepenuhnya, dan rasa lelah serta ngilu yang menjalar dari pinggang hingga ke seluruh persendian itu terasa begitu nyata dan melekat di sekujur tubuhnya. Ia mencoba mengingat-ingat potongan kejadian apa yang terjadi semalam, namun pikirannya terasa kabur dan berkabut, seolah ada selubung tebal yang sengaja menutupi ingatannya, menyisakan hanya rasa letih dan kebingungan yang tak terjelaskan.Belum sempat ia merenung lebih jauh, perutnya tiba-tiba terasa sangat lapar dan perih, seolah ia belum makan atau minum berhari-hari lamanya. Tanpa sadar dan tanpa banyak bertanya, ia kembali mengambil piring bersih lalu menyantap sisa masakan Fenina yang masih tersedia di meja makan dengan hidung yang mas

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 101 : Dua Rahim

    “Ah… Mas Raman… ya begitu… keluarkan semuanya… semuanya untukku…” Erangan Fenina makin nyaring, melengking halus namun penuh kepuasan yang tak terlukiskan saat ia merasakan kejantanan pria itu berdenyut kuat, melepaskan segala isinya perlahan namun pasti ke dalam rahimnya yang sudah lama ia dambakan untuk diisi olehnya. Tubuhnya menegang seketika, lalu luruh perlahan di atas dada bidang Raman, napasnya tersengal berat namun setiap helaan napas itu membawa rasa bahagia yang meluap-luap, seolah seluruh dunia kini ada di dalam genggamannya. Ia merasakan hangatnya benih kehidupan itu menyebar perlahan, memenuhi ruang di dalam dirinya, menanam harapan yang selama ini ia simpan rapat-rapat di dalam hati. Perlahan ia menunduk, menempelkan bibirnya di dahi, pelipis, hingga ke bibir Raman. Kecupan itu penuh rasa ingin memiliki, penuh janji sunyi bahwa tak akan ada yang bisa memisahkan mereka lagi, bahkan takdir sekalipun. Ia memeluk erat tubuh itu, merapatkan dirinya seolah ingin menyatu sepen

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 100 : Hasrat Liar Fenina

    “Ah… Mas… rasanya… sungguh sempurna…” Desahan panjang dan bergetar meluncur lepas dari bibir Fenina, memenuhi ruangan yang remang dan sunyi. Hanya cahaya lampu tidur yang meredup yang menyinari setiap lekuk tubuhnya yang kini melengkung indah di atas tubuh kekar yang masih terbaring tak sadarkan diri. Setiap gerakan naik turunnya memicu gelombang kenikmatan yang meledak hebat di setiap ujung sarafnya, merambat dari ujung jari kaki hingga ke ubun-ubun, membuat seluruh kesadarannya seolah terbang ke tempat yang tak terjangkau oleh akal sehat.“Ahhh enak Mas Raman … ahhh yes….” Fenina mengerang nikmat. Rasa perih yang sempat terasa saat pertama kali menyatu kini telah sirna sepenuhnya, berganti dengan rasa penuh yang luar biasa—hangat, memabukkan, dan seolah mengisi setiap ruang kosong yang selama ini ia rasakan di dalam dirinya. Kakinya yang melilit erat pinggang pria itu kini gemetar hebat seiring puncak kenikmatan yang mulai mendekat, jari-jarinya mencengkeram bahu lebar Raman hingga

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 99 : Kenekatan Fenina

    “Ramuan dan mantra pemikat itu tak berguna… tak ada yang mampu membelokkan hatinya, tak ada yang bisa memisahkan kalian berdua selain aku sendiri.” Fenina bergumam pelan namun penuh penekanan, jari-jarinya mencengkeram tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih. Berhari-hari ia menanti perubahan yang tak pernah datang sedikit pun; kesetiaan Raman pada Lusty tetap tegak kokoh bagaikan benteng yang tak tersentuh, seolah segala ramuan, doa, dan ritual yang ia usahakan tak lebih dari sekadar air biasa yang meluap sia-sia. Harapan yang perlahan pudar kini berganti dengan tekad gelap yang tak lagi mengenal batas akal, norma, maupun aturan yang berlaku. Ia sadar sepenuhnya, tak ada jalan halus, tak ada cara yang pantas yang akan membawanya pada pria itu—maka ia pun memilih jalan yang paling nekat, paling berani, dan paling berbahaya yang pernah terlintas di benaknya.Tanpa ragu lagi, ia mencari cara lain yang dianggapnya lebih pasti. Ia mendapatkan obat bius yang cukup ampuh namun telah ia p

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 98 : Ramuan Pemikat

    “Masih tidak bisa… aku tidak akan berhenti sampai kau menjadi milikku sepenuhnya.” Fenina bergumam pelan di dalam hati saat melangkah meninggalkan gedung kantor, hatinya terasa perih tertusuk kekecewaan namun tekad di dadanya justru semakin mengeras bagaikan batu karang. Penolakan demi penolakan yang halus namun tegas yang ia terima dari Raman tak sedikit pun membuatnya mundur atau menyadari diri; justru hal itu menyalakan api keinginan yang semakin besar dan tak terkendali di dalam dirinya. Ia merasa segala cara yang wajar sudah ia tempuh sepenuhnya—memberikan kebaikan tanpa pamrih, perhatian yang melimpah ruah, masakan yang selalu lezat dan disiapkan dengan hati, hingga rayuan yang terang-terangan namun tetap tertutup rapat sebagai perhatian sahabat—namun kesetiaan Raman pada Lusty tak tergoyahkan sedikit pun, tegak kokoh seolah tak tersentuh waktu maupun bujukan apa pun.***Esok harinya, ia memacu kendaraannya menuju daerah pinggiran kota yang sepi, rimbun, dan jauh dari hiruk-pik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status