“Aku tidak peduli apa kata mereka, aku hanya mencintaimu,” ujar aktor di layar ponsel menggema di ruangan kantor yang sunyi, kemudian adegan berciuman mesra di atas ranjang.Suara desahan memenuhi ruang kantor yang sepi.Jam dinding di ruang kerja direktur utama Mona Beauty Group sudah menunjuk ke angka sepuluh malam. Suasana kantor begitu sunyi, menyisakan deru samar pendingin ruangan. Di balik meja kerja, Lusty Mona, CEO berusia 30 tahun, yang masih lajang, menyandarkan punggungnya ke kursi empuk. Kacamata bertengger di hidung mancungnya. Untuk mengusir penat dan rasa sepi yang tiba-tiba menyergap, Lusty menonton film romantis di ponselnya.Lusty termenung, sedikit terbawa suasana.Adegan film romantis semakin panas, suara-suara desahan makin nyaring.KLEK…Pintu ruangan tiba-tiba terbuka tanpa ketukan yang keras."Permisi, Ibu Lusty... Oh, maaf!" Suara yang sangat dikenalnya itu menggema dari sudut ruangan.Lusty tersentak kaget bukan main. Tangannya refleks bergerak cepat membalikk
Terakhir Diperbarui : 2026-06-29 Baca selengkapnya