"Pelan-pelan saja, Mas Arga. Biar otot tubuhmu rileks dahulu," bisik Lusty dengan nada suara yang sengaja dibuat mendesah manja.Jemari lentiknya bergerak lembut di atas permukaan kulit pundak Arga yang kokoh. Udara dingin pegunungan Puncak yang menembus celah gorden seolah lenyap, digantikan hawa panas yang melingkupi ranjang besar itu.Arga yang telentang hanya memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan yang mendarat di tubuhnya. Napas pria itu mulai teratur, terbuai oleh siasat cerdik wanita di atasnya."Pijatanmu enak sekali, Lusty. Ternyata kamu pandai juga menyenangkan pria," gumam Arga tanpa membuka mata."Tentu saja. Ini kan malam pertama kita, jadi aku ingin memberikan yang terbaik," sahut Lusty sembari menahan rasa mual yang bergejolak di dadanya.Setiap detik terasa berjalan begitu lambat bagi Lusty. Jantungnya berdegup liar bagai genderang perang, bertolak belakang dengan raut wajahnya yang tampak tenang dan memikat.Ia terus memutar otak, menghitung waktu di dalam hati se
Last Updated : 2026-07-15 Read more