Share

Bab 9 : Demi Keluarga

Penulis: Minerva
last update Tanggal publikasi: 2026-07-13 19:32:39

"Kamu kenapa, Raman? Wajahmu pucat sekali," tanya Lusty sembari membetulkan letak kacamatanya. Mata indahnya menatap cemas ke arah kursi kemudi.

Raman buru-buru membalikkan layar ponselnya ke bawah. Ia meremas jemarinya yang mendadak sedingin es. "T-tidak apa-apa, Nona Lusty. Hanya sedikit pusing karena sisa kejadian kemarin."

Raman memilih bungkam seribu bahasa. Ia menyembunyikan ancaman biadab dari Arga itu. Sepanjang perjalanan menuju kantor, dadanya bergemuruh hebat. Rasa takut yang luar bi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Fadilah Rahman
sangat keren bagus sekali
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 14 : Taruhan Waktu

    "Cepat keluar, Lusty! Jangan main-main denganku!” Teriakan Arga bergema bersama bunyi gedoran keras di pintu kamar mandi.Di dalam kamar mandi, Lusty tersentak. Punggungnya membentur dinding marmer yang dingin. Napasnya tertahan di tenggorokan. Rongga dadanya terasa sesak. Jantungnya berdegup liar. Bagai genderang bertalu-talu memukul dinding dadanya. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin besar. Wajah itu pucat pasi. Keringat dingin membasahi pelipisnya.Tangannya bergetar hebat memegang ponsel yang menjadi satu-satunya harapan hidupnya malam ini."Lusty! Lima menit sudah lewat! Buka pintunya!" Arga mendengus tidak sabar."Sebentar, Mas! Aku sedang membasuh badanku!" Lusty berteriak. Ia berusaha memoles suaranya. Nada manja dan berusah tenang. Bersamaan dengan itu, jemari lentiknya bergerak secepat kilat. Aplikasi pesan singkat segera dibuka. Ia mencari satu nama kontak di sana. 'Bram - Reskrim', teman polisi yang dikenalnya.Ibu jari Lusty mengetik dengan kecepatan penuh. Beberapa h

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 13 : Rencana Lusty

    Di dalam kamar yang tertutup, Arga melempar tubuh Lusty ke atas kasur besar yang empuk."Jangan mendekat, Arga! Atau kutekan semprotan merica ini ke wajahmu!" Lusty mencengkeram erat sebuah tabung semprotan merica. Napasnya memburu cepat, memompa dada montoknya naik turun di balik blazernya.Arga menyunggingkan senyum meremehkan yang amat menyebalkan, menatap lurus ke arah semprotan merica di tangan sang CEO wanita itu. Aura ambisius dan perfeksionisnya sama sekali tidak goyah oleh gertakan tersebut, malah matanya berkilat liar menikmati ketakutan mangsanya."Kau pikir mainan bocah itu bisa menghentikanku, Lusty?""Mundur, bajingan! Aku tidak main-main!" Lusty menekan tuas semprotan itu dengan sisa keberaniannya. Cairan pekat berwarna kekuningan menyembur keluar membelah udara kamar yang remang-remang.SREEEETTT!Namun, refleks Arga yang cepat membuatnya berhasil memiringkan kepala ke samping tepat pada waktunya. Semburan merica pedas itu luput, hanya mengenai udara kosong dan menyebar

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 12 : Nafsu Arga

    Ponsel Lusty berdering. Puluhan panggilan tak terjawab dari Arga. Akhirnya Lusty mengangkat ponselnya. Ia berusaha berkata setenang mungkin. “Sorry, aku tadi masih lembur. Bentar lagi OTW.” Lusty meraih semprotan merica dan menyembunyikan dalam bajunya. Ia sudah dapat mencium rencana licik Arga. Jika Arga setega itu merencanakan pengeroyokan dan mengancam Raman, kali ini Arga pasti akan bertindak lebih nekat.“Kamu ngapain aja sih? Aku sudah bilang jam delapan malam. Tapi ini sudah jam sembilan malam.” Suara Arga terdengar marah dari ponsel. “Sopirku sudah menunggu sedari tadi di parkiran.”Lusty mendengus kesal. “Huh, masih jam sembilan malam. Aku biasanya lembur sampai pagi.” Suara sepatu Lusty bergema di kantor yang sunyi. Suara pintu dan langkah cleaning service kembali mengingatkannya kepada Raman. Sejenak ia menatap cleaning service yang membersihkan sudut koridor. Berharap itu adalah Raman yang telah kembali, namun bukan. Itu adalah cleaning service baru yang menggantikan Raman.

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 11 : Hasrat Terpendam

    "Vila pribadiku di kawasan Puncak. Malam ini, jam delapan.” Suara Arga terngiang dalam kepala Lusty yang khawatir kepada undangan Arga.Lusty mengunci pintu ruang kerja pribadinya rapat-rapat. Suasana kantor sudah sepi sejak satu jam lalu.. Cahaya lampu ruangan diredupkan, menyisakan pendar temaram yang sunyi. Ia memberi perintah agar tidak ada orang yang mengganggunya dengan alasan mempersiapkan undangan Arga. Papan kecil bertuliskan CLOSED tergantung di pintu kantornya.Ia duduk bersandar di sofa kulit. Napasnya mulai memburu bukan karena lelah bekerja. Jemarinya yang gemetar membuka galeri ponsel, menampilkan beberapa foto Raman yang diambil diam-diam saat pria itu sedang membersihkan kaca atau tersenyum canggung di balik kemudi."Raman..." Bisikan itu lolos begitu saja dari bibir ranumnya. Kedua matanya memandang foto-foto Raman yang diambilnya dengan ponselnya tanpa sepengetahuan Raman. Tangan kanannya perlahan turun meraba paha, bergerak naik menyusup ke balik rok kerja ketat ya

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 10 : Undangan Arga

    "Tidak mungkin Raman pergi begitu saja tanpa alasan." Lusty bergumam sembari menatap file foto Raman di layar ponselnya. Air matanya telah mengering, ia berusaha menutupi dengan make up. Di dalam kabin mobil yang sunyi, napasnya terdengar putus asa.Lusty menghela napas mengingat aroma tubuh Raman di dalam mobil itu. Ia masih merasakan bagaimana kehangatan tubuh Raman sedekat itu. Ketika jemarinya meraba tubuh Raman yang tegang. Adegan intim di dalam mobil membuatnya berkeringat."Nona Lusty, apakah kita jadi berangkat ke ruang rapat sekarang?" Sopir baru itu bertanya dengan sangat hati-hati. Tatapannya dari spion tengah menyiratkan kecemasan melihat kondisi sang CEO yang tampak kacau.Suara sopir baru itu membuat Lusty agak tersentak kaget. Menyeretnya keluar dari lamunan. Ia tidak langsung menjawab. Ia membetulkan letak kacamatanya yang sedikit miring, lalu mengusap wajahnya kasar. "Ya. Jalan sekarang."Langkah kaki Lusty terasa begitu berat saat memasuki ruang rapat utama Mona Beaut

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 9 : Demi Keluarga

    "Kamu kenapa, Raman? Wajahmu pucat sekali," tanya Lusty sembari membetulkan letak kacamatanya. Mata indahnya menatap cemas ke arah kursi kemudi.Raman buru-buru membalikkan layar ponselnya ke bawah. Ia meremas jemarinya yang mendadak sedingin es. "T-tidak apa-apa, Nona Lusty. Hanya sedikit pusing karena sisa kejadian kemarin."Raman memilih bungkam seribu bahasa. Ia menyembunyikan ancaman biadab dari Arga itu. Sepanjang perjalanan menuju kantor, dadanya bergemuruh hebat. Rasa takut yang luar biasa merayap di hatinya. Bayangan rumah kayu milik orang tuanya terus menghantui. Rumah panggung itu terlampir jelas dalam pesan teks tadi.Raman tahu posisi dirinya saat ini. Melawan pria sekuat Arga sangat berbahaya. Mengandalkan hukum membutuhkan proses yang lama. Nyawa keluarganya bisa menjadi korban taruhan. Polisi belum tentu bergerak cepat sebelum pelaku bertindak. Raman tidak ingin ego mengorbankan orang tuanya.***Malam harinya, Raman kembali ke kosan sempit. Ia melangkah masuk dengan h

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status