Share

Bab 55.

last update Tanggal publikasi: 2025-12-26 23:39:50

Tangan Kaiden dengan sengaja menyelusup ke dalam baju Alina, menjepit kulitnya dengan kekuatan yang membuat Alina menahan napas.

Bibir Alina terkatup rapat, ia menggigit keras bibir bawahnya hingga rasa perih menyusup dan tetesan darah kecil mengalir turun.

Kaiden cepat menangkap tetesan itu, tanpa ragu ia menghisap darah itu, matanya menyala penuh ancaman dan kebanggaan yang mengerikan.

Saat bibir mereka terlepas, napas Kaiden masih berat, suaranya dingin dan mengerikan.

"Berani kamu mengu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 215. Warning 21+.

    "Aku sudah memuaskan mu semalam, seharusnya kau tidak melanggar kontrak seperti ini!" Teriak Alina marah. Perasaan terhina sekarang ini menghampirinya. Semalam ini ia sudah sekuat tenaga menekan perasaannya, bahkan saat bertukar telepon dengan Vino. Liam berusaha memprovokasinya, dengan menekan titik sensitif di tubuhnya. Ia masih bisa menahan diri. Tapi ... Barusan Liam menariknya keluar balkon dalam keadaan keduanya tanpa sehelai benang. Sungguh memalukan. Ia merasa lebih buruk dari seekor binatang. Alina merasa tak tahan, apalagi banyak sekali bawahan Liam yang berjaga di lantai bawah. Tidak mungkin kalau mereka tidak melihat hal tak senonoh yang di lakukan oleh Liam padanya di balkon. "Alina, aku sangat mencintaimu. Apakah kamu tidak ingin melihat pemandangan alam yang indah itu," ujar Liam dengan suara terengah-engah. Alina membulatkan matanya, saat Liam semakin menariknya ke luar balkon dan tanpa ragu memasukkan miliknya dari belakang. BlesSuara kulit bersenggama deng

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 214.

    Alina terbangun dengan tubuh terasa seperti dihancurkan. Sakit yang menjalar dari punggung hingga ke setiap ototnya membuat napasnya tersengal. Matanya yang setengah terbuka langsung menangkap sosok Liam di sampingnya, wajahnya yang dingin namun penuh dominasi. Semalaman Liam menindihnya dengan cara yang jauh lebih kasar dan intens daripada Kaiden, suaminya yang selama ini dikenal keras sekalipun.Dengan suara yang masih parau, Alina mencoba mengumpulkan keberanian. "Liam, aku sudah menuruti keinginan mu. Bisakah aku menelpon Vino untuk menanyakan keadaan suamiku?" ucapnya pelan, menatap mata Liam dengan harap yang terselip ketakutan.Alina mengingat janji Liam, yang akan memberikan penawar untuk suaminya yang sedang sekarat. Liam mengatupkan rahang, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Namun, suaranya tetap lembut, hampir seperti bisikan yang memaksa tapi penuh perhatian. "Baiklah. Aku akan buat ponselmu bisa dapat sinyal sekarang juga. Tapi ingat, penawar suamimu tidak ak

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 213.

    Wajah Alina memucat. "Bukankah kita sekarang bertemu untuk melakukan transaksi?" Kata Alina dengan suara lembut seraya menekan amarahnya yang sudah membucah. Namun, Alina menyadari, kalau dia malah, ia malah semakin memprovokasi Liam. Makanya, sebisa mungkin transaksi ini harus berjalan secara profesional. Bayangan wajah putranya yang polos dan suaminya yang lemah terus menari-nari di benak Alina, membuat dadanya sesak setiap kali ingatan itu muncul. Matanya yang berkaca-kaca menatap tajam ke arah Liam, yang justru tertawa dingin, seolah semua penderitaan Alina hanyalah hiburan baginya. "Ternyata dari dulu kamu memang tak berubah, Alina. Masih polos, masih berharap penawar racun itu cukup untuk menyelamatkan suamimu," ejek Liam sambil melangkah mendekat, suara tawanya menggetarkan ruangan yang sunyi. "Kalau cuma urusan transaksi, mana mungkin aku membawamu ke vila terpencil di tengah hutan ini. Aku ingin kau mengandung anakku. Setelah itu, aku akan melepasmu. Aku tak butuh dua

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 212.

    Pagi itu, sinar matahari yang masuk melalui jendela besar kamar mansion menyapu lembut wajah Alina. Dengan tangan gemetar, ia mendekat ke ranjang bayi mungilnya yang tertidur pulas. Bibirnya menempel pelan di pipi halus yang baru sebulan ia lahirkan, terasa hangat dan rapuh di bawah sentuhannya. Air mata mulai mengalir, menggenang di sudut matanya. "Maafkan ibu, aku harus meninggalkanmu," bisiknya penuh sesak, suara serak oleh emosi yang tertahan. Tatapannya terus terkunci pada bayi laki-laki yang sangat mirip dengan suaminya. Hatinya remuk, rindu dan ketakutan bercampur menjadi satu. Tatapannya beralih ke arah suaminya, Kaiden, yang terbaring lemah di ranjang sebelah, tubuhnya dilingkupi alat medis yang tak henti berdengung dan berdenyut.Alina mendekat, mencium dahi Kaiden dengan lembut. "Suamiku, ku doakan keselamatan mu ... Aku mencintaimu," ucapnya lirih, seolah ingin menanamkan harapan terakhir di dalam hatinya yang rapuh. Matanya menahan perih saat menatap sosok pria yan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 211.

    Hari berlalu di mansion Vino. Alina terbangun dengan mata yang masih berat, napasnya terengah saat menyadari betapa rindu dan cemasnya ia pada Kaiden yang terbaring kritis pasca operasi. Suara lembut Vino menarik perhatiannya. "Alina kamu sudah bangun?"Alina memegang kepalanya, "Vino, aku ingin bertemu Kaiden sekarang," suaranya serak, mencerminkan kegelisahan yang menggerogoti hatinya.Vino, yang duduk santai di sofa sambil menggendong bayinya dengan penuh kelembutan, mengangguk pelan. Tatapannya tenang, menenangkan, seolah ingin memberi kekuatan pada Alina. "Aku akan mengantarmu," ucapnya dengan suara lembut namun pasti.Lalu Vino menyerahkan bayinya pada pengasuh yang sudah siap siaga di sana. Alina mencoba bangkit, tubuhnya gemetar karena kelelahan dan kecemasan. Namun, tangan Vino dengan sigap menahan dan membimbingnya duduk kembali di kursi roda. Sentuhan itu terasa hangat, penuh perhatian. "Tenang dulu, Alina. Bayimu alergi susu sapi, aku sudah dapat ibu susu yang coco

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 210. Kaiden tertembak.

    Suasana tiba-tiba berubah tegang. Mata Alina membesar, terpaku pada pemandangan yang mengerikan di depan matanya. Di dalam mobil mewah yang bergetar hebat akibat dentuman peluru dan ledakan.Mata Alina terpaku pada suaminya. Kaiden terkulai dengan luka tembak di dada. Darah segar mengalir deras dari sudut bibirnya, membasahi kemeja putih yang dulu tampak rapi. Jantung Alina seolah berhenti sejenak, napasnya tercekat dalam dada.Dengan suara serak penuh kepanikan, Alina meraih gagang pintu, niatnya jelas untuk keluar dan menolong Kaiden, meski bahaya mengintai di luar. Namun, tangan Dylan menahan pergelangan tangannya dengan kuat namun lembut. "Nyonya, ini sangat berbahaya," ucap Dylan dengan nada tegas tapi penuh kekhawatiran, matanya menatap dalam ke arah Alina.Tangis tertahan pecah saat Alina menatap wajah suaminya yang memucat. "Kaiden sudah berjanji akan melumpuhkan musuh yang mengebom mansion… Kenapa dia malah tertembak?" suaranya pecah, air matanya mulai menetes, membasa

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 54. Mau di gugurkan.

    Alina terpaku sejenak, matanya membelalak seolah mencari kepastian dari kata-kata dokter Vino. "Ini nggak mungkin!!" suaranya bergetar, nyaris tak percaya dengan kenyataan yang baru saja didengar. Tangannya mencengkram erat ujung bajunya, kuku-kukunya menancap ke kain seolah ingin menahan badai e

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 180.

    Setelah masuk ke dalam rumah sakit. Alina berdiri di sudut lorong rumah sakit yang berkilau dengan lampu kristal, menatap ruang inap VVIP tempat tubuh Risma terbaring. Hatinya bergemuruh, campuran antara cemas dan curiga. Semula ia mengira Risma akan segera ditangani di UGD seperti pasien lainny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 177. Memiliki Niat lain.

    Mendengar ucapan perpisahan dari Alina, Kaiden merasa jantungnya seperti di remas begitu kuat. Rasanya sungguh sangat menyakitkan. Kaiden berjalan mendekat, dengan tangan yang gemetar ia memegang tanah Alina, "bisakah kamu memberikan kesempatan padaku?" "Ku mohon hanya kali ini saja." Alina l

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 178.

    Hati Nolan terasa sakit saat Alina melontarkan pertanyaan itu. Ia enggan menjawab, lalu memilih mengalihkan pembicaraan. "Aku akan masuk ke dalam untuk memasak makan malam. Kamu temui Risma di taman belakang," kata Nolan tanpa menunggu jawaban Alina, lalu segera meninggalkan tempat itu. Alina, y

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status