LOGINMempunyai keturunan adalah hal yang sangat di inginkan oleh setiap pasangan. Mungkin tanpa kehadiran anak terasa hampa. Cibiran dan pengaruh buruk pun terkadang selalu di dengar jika kita belum mendapatkan keturunan. Kisah Novel ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang tengah berjuang untuk bisa mendapatkan keturunan. Mereka adalah Yudi dan Desi. Apakah mereka akan sabar menanti sang buah hati atau malah sebaliknya. Rayuan setan yang akan memisahkan mereka. Kisah selanjutnya hanya ada di cerita Novel -Pasanganku Mandul -
View MoreBIMBANG
"Mas, pernikahan kita sudah 6 bulan, tapi aku belum hamil juga ya, padahal kedua orang tuaku ingin sekali kalau aku cepat hamil," gerutu Desi kepada Yudi sang suami. Yudi terlihat memakai celana boxer-nya kembali tatkala dia sudah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Yudi terlihat mengusap peluh yang bercucuran karena baru saja dia menikmati indahnya nikmat surgawi. Yudi menatap sayu kepada sang istri, matanya terlihat genit yang membuat sang istri dibuat kesal dan tersipu malu. "Kenapa kamu Mas!" pandangan Desi mendelik ketika sang suami mencubit hidung bangir Desi. "Kamu hebat Des, pandai sekali buat aku melayang ketika di ranjang, hehehe,,," Yudi menggoda sambij mengesap rokoknya yang baru saja dia nyalakan. "Hebat, hebat,,! Tapi kalau belum punya anak. Aku pusing Mas! Aku malu sama kedua orang tuaku, teman, saudara, juga tetangga. Yang selalu menanyakan. Kapan kamu hamil? Mungkin kamu Mas, harus di periksa ke dokter," ejek sang istri dengan bibir mengerucut dan merapikan bajunya. "Des, kamu jangan ngomong macam-macam karena itu tidak baik. Mungkin kita belum di percaya sama yang di atas untuk mendapatkan keturunan jadi kamu harus sabar ya, dan kalau pun sudah waktunya pasti kita akan punya anak secepatnya," Yudi mencoba menenangkan hati sang istri yang selalu kena cibiran dari saudara dan juga keluarga karena belum mempunyai anak sampai sekarang ini. °°°°° TOKK--- TOKK--- TOKK--- Suara ketukan dari arah depan kamar sontak buat Yudi dan Desi pandangan matanya tertuju ke arah pintu. Suara sang adik dari Desi yang baru menginjak kelas 3 SMA pun terdengar memanggil nama sang kakak. "Kak, kata Ibu makan dulu," teriak adik dari Desi yang bernama Nia. Desi pun yang sedang duduk di tepi ranjang seketika berdiri untuk membuka pintu. CEKLEK--! Pintu pun nampak terbuka dan terlihat Nia tertawa seakan meledek dengan pandangan matanya mengarah ke dada sang kakak dan sepertinya Wina lupa belum mengancingkan bajunya yang bagian atas karena baru saja dia selesai melakukan kewajiban sebagai istri. "Capek ya, Kak!" Nia tersenyum dan melirik sekilas ke arah Yudi yang sedang meneguk secangkir kopi. Desi pun nampak terlihat melirik ke arah bajunya. Terlihat Desi gugup dan wajahnya merah merona tatkala melihat baju bagian atasnya yang belum dia kancing. "Apa sih, ikut campur masalah orang dewasa saja," Desi secepat kilat membenarkan kancing bajunya yang terbuka. Nia pun terlihat melengos dari hadapan Desi yang terlihat malu. Desi kemudian mengajak Yudi untuk makan malam. °°°°°° "Desi sepertinya kamu capek, minum ramuan ini. Ibu sengaja buat kunyit campur madu untuk kamu tapi percuma kalau hanya Desi yang minum jamu ini, seharusnya suaminya juga minum dan berusaha," Bu Sani, Ibu dari Desi seakan menyindir Yudi sang menantu. "Bu, sudah. Lebih baik kita makan dulu. Nak Yudi, ayo, makan," titah Pak Hasan, Bapak dari Desi. Pak Hasan seakan mengerti jika kedua pasangan suami-istri itu sudah lapar karena selesai melaksanakan kewajiban sebagai sepasang suami istri. Terlihat Yudi dan Desi begitu lahap ketika makan. Apalagi Yudi yang menghabiskan lauk yang ada di meja. "Kita harus coba tengah malam nanti. Siapa tahu berhasil," bisik Desi seakan ucapannya itu menggoda Yudi untuk minta jatah kembali. Yudi tersenyum penuh kemenangan lalu menganggukkan kepalanya. °°°°°° Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Tapi tidak dengan Yudi dan Pak Hasan, meraka duduk di teras dengan mengesap rokok. "Nak Yudi besok kamu dan Desi pergi ke tukang urut ya, Bapak dapat referensi dari teman Bapak, biar badan kamu dan Desi terasa rileks. Siapa tahu kalian cepat punya momongan," bisik Pak Hasan. Yudi dan Desi yang keadaan rumah tangganya selalu ada pihak ketiga yang ikut campur yaitu kedua orang tuanya Desi, mereka seakan merasa terganggu karena yang di pertanyakan dan di inginkan oleh kedua orang tuanya Desi adalah masalah anak. Yudi meremas rambutnya dengan kasar. Yudi pun bersama Desi sudah berusaha berobat namun belum ada hasil yang maksimal. "Pak pernikahan kita baru 6 bulan, belum bertahun-tahun. Jadi kalau menurut Yudi tidak jadi masalah. Doakan saja sama Bapak semoga aku dan Desi cepat di berikan momongan." Yudi terdengar jengah jika sang mertua membicarakan masalah anak. Tidak bisa di pungkiri Desi adalah anak pertama dan Desi dua bersaudara. Dan setelah Nia tamat SMA nanti akan langsung di nikahkan dengan juragan tanah. Nia wanita yang mempunyai paras cantik, begitupun dengan Desi. Padahal dulu Desi yang akan di jodohkan dengan juragan tanah tersebut yang bernama Hendra. Desi menolak perjodohan dan dia lebih baik memilih Yudi. Pria yang dia pacari selama kurun waktu tiga tahun. Nampak Yudi menatap ke sembarang arah dan pikirannya pun berselancar jauh karena dia takut kalau nanti adik dari istrinya menikah dan ternyata dia langsung hamil. Pasti Yudi akan merasa malu karena Desi belum bisa hamil. "Selalu yang di bicarakan masalah anak. Apa gak ada pembahasan lain," batin Yudi. °°°°° Setelah selesai minum kopi, Pak Hasan dan Yudi pun nampak memasuki kamarnya masing-masing. Tatkala Yudi memasuki kamarnya terlihat Desi sudah tertidur lelap. Yudi duduk di tepi ranjang sambil menatap Desi yang nampak cantik dan tubuhnya putih bersih mulus. Yudi pun nampak menghela napas secara perlahan dan dia menelan salivanya. Tidak bisa di pungkiri tubuh sang istri buat dia ingin kembali memberikan sentuhan kehangatan. "Argh,, lebih baik aku tidur juga karena kasihan kalau menganggu Desi yang sedang tertidur lelap." batin Yudi. Yudi pun dengan segera memejamkan matanya. Walaupun sebenarnya dia ingin kembali bermesraan dengan istrinya itu. °°°°° Pagi sekali Desi terbangun dan seperti biasa dia membersihkan tubuhnya lalu merapikan rumah dan memasak. "Des, kamu sama Yudi sebaiknya di urut biar badan fresh dan agar cepat mempunyai momongan," ucap dari Bu Sani menggantung. Tapi Desi seakan paham dengan apa yang akan di ucapkan oleh Ibunya itu. "Desi paham Bu," jawabnya singkat sambil memasukkan daging ayam ke dalam wadah. Sungguh menggugah selera masakan dari Desi. Mungkin desi adalah wanita idaman bagi Yudi, selain bisa memuaskan di ranjang, Desi pun pandai masak. "Bapakmu katanya sudah cerita kepada Yudi kalau ada referensi temannya yang bisa urut. Kita ikhtiar Des, siapa tahu kamu cepat hamil. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi adikmu akan menikah dengan juragan tanah. Kalau kamu di dahului hamil oleh Nia bagaimana? Apa kamu tidak malu," ucap Bu Sani. Karena dihinggapi rasa kesal, Desi pun nampak melengos dari hadapan Ibunya. Daging ayam yang dia masukkan ke dalam wadah pun terlihat di taruh di meja makan. Bersambung...CURIGA Helmi menyipitkan matanya tatkala membaca pesan yang datang dari temannya dan dia pun seakan tidak percaya dengan kabar tersebut. "Hendra sekarang punya wanita lain, kasihan adik dari istrimu itu ternyata dikhianati oleh suaminya." pesan tersebut buat Helmi dihinggapi rasa penasaran dan tanda tanya besar karena dia berpikir tidak mungkin kalau Hendra punya wanita lain selain Nia adik dari istrinya.Helmi pun seakan ingin mengadu kabar tersebut kepada sang istri yaitu Desi.Tapi Helmi terlihat ragu untuk mengabarkan berita tersebut kepada sang istri karena dia pun dulu pernah mengkhianati istrinya dan nantinya dia takut di salahkan oleh Desi dan mungkin Desi akan memojokkan dirinya mungkin sama saja Helmi dan Hendra suka mempermainkan hati perempuan atau selingkuh."Kamu jangan ngomong sembarangan," Helmi membalaskan pesan. Helmi pun seakan tidak mau gegabah dia tidak mau memberikan kabar tersebut kepada Desi sebelum ada buktinya karena Hendra di mata keluarga Desi adalah ses
ADA WANITA LAIN Hiks, Hiks...Tiba-tiba Nia datang tersedu menangis mendatangi rumah Bu Sani.Sang Ibu merasa heran dan terkejut dengan kedatangan sang anak yang tiba-tiba datang dengan berderai air mata. "Nak kenapa?" tanya Bu Sani dihinggapi rasa khawatir."Mas Hendra-" jawabnya tercekat"Ada apa dengan Hendra?" tanya Bu Sani terlihat heran."Punya simp4nan," Nia semakin tersedu menangis.Bu Sani membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kabar berita yang dia dengar."Maksud kamu Hendra punya wanita lain?" Bu Sani hatinya begitu gelisah dan menatap lekat ke arah Nia. Nia menganggukkan kepalanya. Nampak seketika wajah Bu Sani pucat tatkala mendengar kabar tersebut dan badannya terasa lemas karena Hendra adalah menantu yang sangat dia sayangi dan selalu dia sanjung. Dalam hati Bu Sani berpikir apa mungkin ini adalah karma kepada dirinya karena dulu suka membanggakan Hendra dan selalu memandang sebelah mata kepada Yudi mantan menantunya.Bu Sani selalu membanggakan menantunya
PENYESALANPak Hasan mencoba menenangkan hati Desi yang kini tengah terluka karena sudah tersindir oleh mantan Ibu mertuanya. Sementara Bu Sani Ibu dari Desi hanya terdiam seakan tidak mau ikut campur. Tapi dalam hati Bu Sani sebenarnya dihinggapi rasa malu oleh Yudi dan keluarga dari Yudi karena Bu Sani yang berperan penting untuk memisahkan Desi dan Yudi dengan alasan Yudi lah pria mandul. Bu Sani hanya menghela napas panjang dan menyesali diri dengan tingkahnya yang selalu memojokkan Yudi saat itu. Bu Sani terlihat berlalu dari hadapan sang suami dan anaknya itu. Terlihat Bu Sani duduk di teras rumah dan menatap lekat ke arah anak angkatnya dari Desi. Bu Sani mengusap lembut rambut sang anak."Bagaimanapun juga aku harus menyayangi anak ini. Meskipun bukan darah daging Desi. Aku harus belajar ikhlas dan tidak menyakiti perasaan orang lain," batin Bu Sani. Terlihat sang anak tersenyum renyah ke arah Bu Sani dan memeluk erat kemudian mengecup sekilas pipi Bu Sani. Dalam hati Bu San
MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.