Home / Fantasi / PENGUASA ELEMEN MUTLAK / 5. Rahasia Keluarga

Share

5. Rahasia Keluarga

Author: Yarniati
last update publish date: 2026-05-23 12:41:12

Malam semakin larut. Angin dingin menyusup masuk lewat celah-celah dinding gubuk tua tempat Kaelen tinggal sendirian. Di dalam ruangan yang sederhana dan agak pengap itu hanya ada cahaya remang dari satu pelita minyak yang hampir habis apinya. Di sini, di tempat yang dulu menjadi tempat tinggal ayah dan ibunya sebelum mereka meninggal dunia beberapa tahun lalu, Kaelen duduk termenung.

Sejak kembali dari alun-alun kota setelah mengalahkan Rian dan membuat seluruh warga terkejut. Perasaannya belum juga tenang. Kemenangan itu memang memberinya kebanggaan dan rasa aman, namun di hati kecilnya, tanda tanya besar terus bergemuruh.

Kenapa aku? Kenapa hanya aku yang bisa melakukan ini? Mengapa Kristal Penentu menyatakan aku kosong, padahal aku memiliki kekuatan sebesar ini? Apakah benar aku hanyalah anak buangan tanpa asal-usul, seperti yang sering dikatakan semua orang?

Pikiran-pikiran itu terus menghantui pikiran Kaelen. Dia teringat wajah-wajah warga yang penuh keraguan. Teringat bagaimana mereka selalu menganggap keluarga Voss sebagai keluarga miskin yang tidak punya bakat sihir sama sekali.

Semakin Kaelen merasakan kekuatan besar yang mengalir di tubuhnya. Semakin dia yakin bahwa ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang tersembunyi dari masa lalunya.

Matanya kini tertuju pada satu sudut ruangan. Sudut yang sudah lama tidak pernah dia sentuh atau bersihkan. Di sana tertutup tumpukan kain usang dan debu tebal terdapat sebuah peti kayu kecil berwarna cokelat tua. Itu adalah peninggalan satu-satunya yang ditinggalkan oleh ayahnya sebelum meninggal dunia.

Dulu saat ayahnya masih hidup, Kaelen pernah bertanya tentang peti itu. Namun ayahnya selalu melarangnya membukanya sambil berkata dengan nada sedih. "Belum waktunya, Kaelen. Sampai saat kau menyadari bahwa dirimu berbeda dari yang lain. Biarkan benda itu tertutup. Nanti jika aku sudah tiada dan kekuatan itu bangkit. Kau akan mengerti segalanya."

Kalimat itu dulu terdengar asing dan tidak dimengerti oleh Kaelen. Namun malam ini dia mengingat kembali kata-kata itu. Jantungnya berdegup kencang. Apakah ini yang dimaksud ayahnya? Apakah sekarang waktunya?

Kaelen beranjak dari tempat duduknya. Dia kemudian berjalan mendekati sudut ruangan itu dengan langkah perlahan. Dia menyingkirkan kain-kain usang yang menutupi peti itu.

Debu tebal berterbangan di udara saat Kaelen menyapunya dengan tangan. Peti itu terlihat sangat tua. Kayunya sudah mulai retak dimakan usia.

Namun ukiran-ukiran di atasnya masih terlihat jelas yaitu pola-pola awan yang melilit. Api yang berkobar, dan Air yang beriak. Simbol-simbol elemen yang indah namun misterius.

Tidak ada gembok yang menguncinya. Hanya seutas tali kulit yang sudah kering dan rapuh. Kaelen memotong tali itu dengan sebilah pisau kecil, lalu perlahan mengangkat tutup peti itu berderit.

Di dalam sana, tidak ada emas atau perak. Tidak ada harta benda. Hanya ada satu benda yang terbungkus kain beludru hitam yang warnanya sudah memudar, dan selembar surat pendek yang tergeletak di atasnya.

Kaelen mengambil surat itu terlebih dahulu. Tulisan tangan ayahnya yang rapi namun sedikit gemetar tertulis di atas kertas kuning itu.

"Anakku, Kaelen."

"Jika kau membaca ini, berarti aku sudah tiada, dan berarti kekuatan itu akhirnya bangkit pula di dalam dirimu. Maafkan Ayah yang selama ini membiarkanmu dihina. Membiarkanmu dianggap sampah, dan tidak pernah membela dirimu. Bukan karena Ayah tidak sayang padamu, tapi karena kami terpaksa. Kami harus berpura-pura lemah. Berpura-pura miskin, dan berpura-pura tidak berdaya agar bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini.

"Kau bukan anak sembarangan, Kaelen. Darah yang mengalir di tubuhmu adalah darah bangsawan tertinggi. Darah dari sosok yang pernah menguasai segalanya. Baca buku di dalam bungkusan ini. Di sana tertulis semua kebenaran. Semua sejarah yang telah dihapus orang-orang, dan alasan mengapa kita harus hidup dalam bayang-bayang penderitaan ini.

"Jangan dendam pada takdir. Gunakan kekuatan itu untuk bangkit. Untuk mengembalikan nama baik keluarga kita, dan untuk menuntut balas atas kejahatan yang dilakukan kepada leluhur kita ribuan tahun yang lalu. Ayah selalu bangga padamu, anakku."

Tangan Kaelen gemetar hebat saat selesai membaca surat itu. Air mata menetes tanpa sadar di pipinya. Selama ini dia mengira ayahnya hanya orang biasa yang pasrah dihina. Ternyata ayahnya tahu segalanya. Dia menyimpan beban berat itu sendirian bertahun-tahun, demi melindungi nyawa putra satu-satunya.

Dengan hati berdebar, Kaelen membuka bungkusan kain beludru hitam itu. Di dalamnya terdapat sebuah buku tebal berukuran besar. Sampulnya terbuat dari bahan yang dingin dan halus, seolah campuran kulit dan logam, dengan tulisan berwarna emas yang masih berkilau samar yaitu Catatan Sang Penguasa Terakhir, Elzar Voss.

Kaelen mulai membaca halaman demi halaman. Dan seiring dia membalik lembaran kertas kuno itu, seluruh dunia yang dia kenal runtuh dan berubah sepenuhnya.

Buku ini adalah catatan sejarah pribadi yang ditulis langsung oleh leluhur terbesar mereka, Elzar Voss, ribuan tahun yang lalu. Di dalamnya tertulis kisah yang sengaja dihapus dari sejarah resmi dunia.

Dulu ribuan tahun silam, dunia belum terbagi dalam kekuasaan elemen seperti sekarang. Saat itu ada satu sosok yang berdiri di puncak tertinggi. Dihormati oleh alam. Ditakuti oleh kegelapan, dan dipuja oleh seluruh manusia.

Dia adalah Elzar Voss, Sang Penguasa Elemen Terakhir. Dia adalah satu-satunya makhluk yang diberkati alam semesta dengan kemampuan untuk menguasai, menyerap, dan menciptakan seluruh jenis elemen yang ada yaitu Api, Air, Tanah, Angin, Petir, Cahaya. Bahkan elemen langka seperti Ruang dan Waktu.

Keluarga Voss saat itu adalah keluarga paling mulia dan paling berkuasa. Mereka tinggal di istana yang melayang di awan menjadi pelindung dan penyeimbang dunia selama berabad-abad.

Namun kekuatan sebesar itu menimbulkan rasa iri dan ketakutan yang luar biasa dari pihak lain. Para pemimpin elemen besar dan organisasi rahasia merasa terancam, karena selama ada Sang Penguasa Elemen, mereka tidak akan pernah bisa menjadi yang tertinggi.

Maka persekutuan jahat pun dibentuk. Mereka mengumpulkan ribuan penyihir hebat, lalu meminta bantuan kepada Organisasi Bayangan. Bahkan mereka menggunakan sihir terlarang untuk melakukan pengkhianatan besar terhadap Sang Penguasa Elemen.

Setelah itu, terjadi penyerangan tersebut Sang Penguasa Elemen yaitu Elzar sedang melemah karena menahan bencana alam dahsyat.

Yang paling menyakitkan adalah serangan mematikan itu datang dari orang yang paling dipercayai Elzar, seseorang dari lingkaran dalamnya sendiri.

Elzar kalah bukan karena lemah, tapi karena dikhianati. Namun mereka tidak mampu memusnahkan jiwa atau kekuatannya sepenuhnya.

Sebelum tubuh fisiknya hancur, Elzar menyegel seluruh esensi kekuatan, pengetahuan, dan warisan darahnya ke dalam sebuah batu kuno, batu hitam yang sama yang kini telah menyatu dengan jiwa Kaelen.

Dia juga meninggalkan kutukan bagi para pengkhianat dan berjanji bahwa keturunannya akan bangkit kembali saat waktunya tiba, untuk mengembalikan kebenaran dan menuntut balas.

Setelah kepergian Elzar, para pengkhianat mengubah sejarah. Mereka menuliskan bahwa Sang Penguasa Elemen adalah sosok yang jahat, zalim, dan dihancurkan demi kebaikan dunia. Mereka melarang siapa pun menyebut nama Voss. Sisa keturunan yang selamat harus bersembunyi. Hidup dalam pelarian. Menyamar sebagai rakyat jelata, dan perlahan jatuh miskin serta terlupakan. Kekuatan darah mereka tersegel rapat. Menunggu keturunan yang tepat untuk membangkitkannya kembali.

Dan keturunan itu... adalah Kaelen.

Kaelen menutup buku itu perlahan. Tubuhnya gemetar hebat. Campuran antara rasa marah yang meluap. Rasa bangga yang tak terukur, dan rasa sakit hati mendalam. Semua teka-teki terjawab sudah.

Itulah sebabnya Kristal Penentu tidak mendeteksi apa pun padanya karena kekuatannya bukanlah elemen biasa, melainkan kekuatan mutlak yang berada di atas segalanya. Sesuatu yang alat ukur manusia biasa tidak sanggup membacanya.

Itulah sebabnya Kaelen memiliki Sistem Penguasaan Elemen karena itu adalah warisan langsung dari Elzar, alat bimbingan yang diciptakan khusus agar keturunannya bisa kembali menguasai segalanya.

Itulah sebabnya ayahnya diam saja saat Kaelen dihina. Itulah sebabnya mereka hidup miskin dan terpencil. Bukan karena lemah, tapi karena harus bersembunyi agar tidak diburu dan dimusnahkan oleh keturunan para pengkhianat itu.

"Ayah, Ibu. Jadi begini kebenarannya," bisik Kaelen pelan. Air matanya menetes jatuh ke sampul buku kuno itu. "Kalian menderita. Kalian hidup susah, dan kalian meninggal dalam kesusahan hanya demi menjaga rahasia ini. Demi menjaga nyawaku."

Kaelen mengangkat wajahnya. Di matanya yang semula redup dan penuh kepahitan. Kini menyala api tekad yang begitu besar dan membara hebat. Rasa sakit karena kehilangan orang tua. Rasa malu karena dihina bertahun-tahun. Rasa sakit karena dianggap sampah. Semuanya kini berubah menjadi kekuatan pendorong yang dahsyat.

Kaelen bukan lagi sekadar anak yatim piatu yang menyedihkan. Dia bukan lagi anak buangan yang tidak punya asal-usul.

Kaelen adalah pewaris satu-satunya dari keluarga terbesar yang pernah ada di dunia. Dia adalah penerus dari Sang Penguasa Elemen Terakhir. Dia adalah satu-satunya harapan untuk mengembalikan kejayaan yang hilang ribuan tahun lalu.

Kaelen mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Energi Angin berputar pelan namun kuat di sekeliling tubuhnya, seolah merasakan amarah dan sumpah tuannya.

"Para pengkhianat... Para keturunan mereka dan semua orang yang ikut menghapus nama kami," ucap Kaelen dengan suara rendah namun berwibawa. Suara yang bergetar menembus dinding gubuk dan menyatu dengan angin malam. "Dengarkan baik-baik. Nama Voss belum mati. Aku, Kaelen Voss, anak dari keturunan terhebat telah bangkit kembali."

"Aku tidak hanya akan menjadi kuat agar tidak dihina lagi. Aku akan menjadi Penguasa Elemen Mutlak yang sejati. Aku akan menguasai setiap Kekuatan. Setiap Elemen, dan setiap Rahasia Alam. Aku akan mengembalikan nama baik keluargaku yang telah dicemarkan ribuan tahun lamanya. Aku akan membuat sejarah yang kalian buat itu hancur lebur, dan menuliskan sejarah baru dengan darah dan keringatku sendiri."

Kaelen bangkit berdiri. Dia menyimpan kembali buku berharga itu dengan hati-hati, lalu meletakkannya di tempat paling aman di dekat jantungnya. Dia menatap ke arah luar jendela yang gelap, ke arah kota, ke arah dunia yang luas di luar sana. Beban berat kini bertumpu di pundaknya, namun dia tidak merasa terbebani. Dia merasa ringan, merasa kuat, dan merasa penuh tujuan.

Mulai malam itu, Kaelen bukan lagi pemuda yang sama. Dia telah mengetahui asal-usulnya. Mengetahui musuhnya, dan mengetahui tujuannya.

Langkah selanjutnya adalah menjadi semakin kuat. Menaklukkan setiap Elemen, dan bersiap menghadapi gelombang bahaya yang pasti akan datang saat identitas aslinya terungkap nanti.

Dan malam itu juga angin bertiup lebih kencang dari biasanya, seolah membawa kabar kebangkitan itu ke seluruh penjuru benua. Bersiap menyambut kembalinya Sang Penguasa yang telah lama hilang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    50. Tujuh Pilar

    Dan sekarang, di dalam Pilar Ketujuh itu semua kekuatan itu sedang dipadatkan menjadi satu wujud murni. Sebuah inti energi raksasa yang perlahan berdenyut perlahan tumbuh, dan perlahan bersiap untuk menyatu sepenuhnya ke dalam tubuh Raja Bayangan."Saat inti itu selesai terbentuk," gumam Kaelen dengan suara berat, "Saat dia menyerap inti itu ke dalam dirinya, dia tidak akan lagi menjadi Raja Bayangan. Dia tidak akan lagi menjadi makhluk fana, penyihir hebat, atau penguasa kegelapan. Dia akan menjadi entitas baru. Sesuatu yang berdiri di atas segalanya. Di atas hukum alam. Di atas elemen. Di atas kehidupan dan kematian. Dia akan menjadi DEWA KEKACAUAN yang sesungguhnya."Kaelen akhirnya mengerti sepenuhnya mengapa Raja Bayangan begitu yakin akan kemenangannya. Mengapa dia begitu sabar menunggu kedatangan dirinya.Ada dua alasan utama.Pertama: Raja Bayangan membutuhkan energi Kaelen. Sebagai Penguasa Elemen Mutlak. Sebagai satu-satunya makhluk yang berhasil menyatukan seluruh elemen al

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    49. Jejak Kekuatan Yang Sedang Dikumpulkan

    Langit di selatan semakin hari semakin berubah rupa. Warna kelam yang tadinya hanya berupa kabut tebal yang menggantung pasif kini perlahan bergerak, berputar, dan berdenyut seolah memiliki nyawa sendiri.Dari ketinggian, Kaelen Voss bisa melihat pemandangan yang mengerikan namun luar biasa itu yaitu seluruh wilayah di sekitar Benteng Kegelapan kini tertutup oleh kubah awan hitam raksasa yang diameternya mencapai ribuan kilometer. Di dalam kubah itu petir ungu menyambar tak henti-henti, dan suara gemuruh rendah yang menggetarkan bumi terdengar terus-menerus, seolah ada raksasa purba yang sedang bangkit dari tidur panjangnya.Semakin dekat Kaelen mendekati pusat kekuasaan musuhnya. Semakin jelas dia merasakan jejak-jejak kekuatan yang tertinggal. Jejak yang tidak bisa disembunyikan oleh Raja Bayangan sehebat apa pun dia berusaha. Karena jejak itu tidak tertinggal di tanah atau di batu, melainkan tertinggal di dalam struktur energi alam itu sendiri, jejak yang hanya bisa dibaca oleh ses

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    48. Kemarahan Raja Bayangan

    Di tempat lain, jauh di dalam ruangan singgasana yang dalam dan suram itu.Raja Bayangan masih berdiri diam. Amarahnya terhadap Kaelen belum juga mereda, namun rasa puas dan antisipasi yang menyimpang masih mendominasi hatinya. Di sekelilingnya para penasihat tinggi sedang melaporkan perkembangan dari berbagai wilayah."Tuanku! Laporan dari Menara Utara, Timur, dan Barat." ucap seorang penasihat dengan suara gemetar hormat. "Aliran energi berjalan sangat lancar. Kekuatan yang kami terima hari ini meningkat dua kali lipat dari biasanya. Sepertinya penyerapan esensi alam sudah mencapai tahap puncak. Segalanya berjalan sesuai rencana Agung Tuanku."Raja Bayangan mengangguk pelan. Di dalam tubuhnya, lautan energi gelap bergolak liar. Semakin luas.Semakin dalam, dan semakin pekat. Dia bisa merasakannya. Setiap detik, ribuan tahun kekuatan alam mengalir masuk ke dalam dirinya. Tubuhnya yang sudah abadi kini semakin kokoh, semakin mendekati wujud sempurna yang dia idamkan."Bagus," gumam Raj

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    47. Rahasia Rencana Penaklukan Dunia

    Angin malam berhembus semakin kencang, membawa serta hawa dingin yang menusuk tulang seiring Kaelen Voss terus melesat menembus kegelapan.Di bawah kakinya terlihat hamparan hutan lebat. Sungai berkelok, dan pegunungan tinggi berlalu begitu saja, seolah dunia di bawah sana hanyalah lukisan yang berganti-ganti dengan cepat.Tubuhnya kini diselimuti aura unik yang belum pernah dimiliki siapa pun sebelumnya, perpaduan harmonis antara cahaya pelangi yang murni dan kabut abu-abu gelap yang tenang namun tajam.Setelah menyerap dan memurnikan sisa kekuatan Jenderal Valgus. Tidak hanya kapasitas energinya yang berlipat ganda, tetapi juga jangkauan indra batinnya meluas hingga ribuan kilometer.Kini setiap getaran energi. Setiap bisikan alam, dan setiap jejak kekuatan yang ada di benua ini dapat dia rasakan dengan sangat jelas, seolah semuanya tertulis terbuka di hadapannya.Namun seiring Kaelen semakin mendekati wilayah pusat kekuasaan Organisasi Bayangan, sesuatu yang ganjil mulai terasa.Se

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    46. Elemen Gelap

    Awalnya tidak ada apa-apa. Namun perlahan muncul kabut halus berwarna abu-abu gelap yang berputar tenang. Kabut itu tidak menakutkan. Tidak memancarkan rasa sakit atau kematian seperti milik Valgus. Dia terasa dingin, tenang, dan sangat tajam."Ini," gumam Kaelen dengan mata berbinar kagum. "Inilah wujud asli Elemen Gelap. Bukan kehancuran yang diciptakan Valgus, tapi KETIADAAN. Kemampuan untuk memotong hubungan sebab-akibat. Kemampuan untuk menghapuskan energi yang tidak wajar. Valgus menggunakannya untuk menghancurkan kehidupan. Tapi aku akan menggunakannya untuk memotong akar kejahatan itu sendiri."Kaelen mengepalkan tangannya, dan kabut abu-abu itu lenyap kembali masuk ke dalam pori-porinya.Pikirannya kini terbuka luas. Kaelen menyadari bahwa Raja Bayangan, musuh utamanya pasti juga memiliki kekuatan serupa. Bahkan mungkin lebih besar dan lebih murni.Raja Bayangan adalah sumber utama segala elemen gelap yang ada di dunia ini. Selama ini Kaelen khawatir bagaimana caranya melawan

  • PENGUASA ELEMEN MUTLAK    45. Menyerap Kekuatan Elemen Gelap Musuh

    Udara di sekitar tempat pertempuran itu masih bergetar pelan, meski semua ledakan dan benturan dahsyat telah berhenti sepenuhnya. Langit yang baru saja kembali cerah kini berwarna keemasan karena sinar matahari sore yang menyelinap di sela-sela awan tipis.Di tengah hamparan tanah lapang yang luas itu tidak ada lagi jejak Jenderal Valgus. Tidak ada lagi sisa baju zirah. Tidak ada lagi debu sisa pasukan bayangan. Semuanya telah lenyap, dibersihkan, dan dikembalikan ke asalnya oleh kekuatan Penyatuan Agung yang Kaelen gunakan.Namun Kaelen Voss belum beranjak pergi. Dia masih melayang diam di ketinggian sepuluh meter dari permukaan tanah. Matanya terpejam rapat, dan sekujur tubuhnya diselimuti oleh cahaya pelangi yang lembut namun berdenyut kuat, seolah ada sesuatu yang sedang bergerak, berputar, dan berproses di dalam inti dirinya.Bagi pengamat biasa, medan pertempuran ini kini tampak kosong dan damai. Namun bagi Kaelen, bagi seseorang yang kini memiliki pemahaman mutlak tentang hukum

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status