MasukIG Berlian_author Hal gila yang dilakukan Yasmine, tanpa sengaja mengirim foto membuat dirinya terjerat oleh dosennya sendiri. Skandal yang ia buat membuat terjerumus lebih dalam. Yasmine dimanfaatkan dosen itu untuk kepentingan pribadi. Akankah Yasmine akan jatuh cinta kepada dosen dingin?
Lihat lebih banyakSampai di lantai bawah, ada seorang wanita menor yang berdiri di depan resepsionis. Reno menghela napas saat melihat wanita itu. “Kekeh sekali dia,” batin Reno mengkode resepsionis jangan sampai Amara tahu.Resepsionis mencoba mengajak Amara ngobrol. Sampai di mana ponsel yang wanita itu genggam berdering. “Halo!” Amara memutar tubuhnya ke arah timur di mana pintu utama terlihat. “Reno!” teriak Amara lalu mengejar pria itu. Reno pun berlari ke arah mobil yang sudah disiapkan satpam. Amara terjatuh karena mengejar Reno. “Akh!” Amara berteriak sambil kesakitan. “Nona mau saya bantu?” Bapak satpam tua mendekati. “Nggak perlu!” balas Amara kesal. Reno di dalam mobil tertawa melihat wanita itu di lantai tak berdaya. Pria itu pun pergi begitu saja, meninggalkan wanita tak berdaya.“Kamu ya! Saya sudah bilang jangan sentuh aku!” omel Amara kepada satpam yang ingin membantu. Tiga wanita tak jauh dari Amara hanya melihat wanita itu yang terlihat tidak baik. Ngomel tanpa jeda melihat s
“Kamu nyindir aku!” Amara terbawa perasaan. “Loh, siapa yang nyindir? Terasa tersindir?” tanya Venya dengan nada mengejek. Venya melihat aura Amara saja sudah bisa menebak aura pelakor. Amara makin emosi mendengar pertanyaan Venya. “Lalu siapa lagi? Di sini memakai bulu-bulu cuma aku!” Amara menatap sinis. “Suamiku, lihat itu.” Venya melihat kemoceng yang dibawa OB. “Lucu sekali.” Leo tertawa lalu membawa Venya pergi. Amara jengah sekali. Banyak melihat kejadian ini yang membuat dirinya terasa hina. “Kalian!” Amara membentak sambil menahan amarah. “Sayang, ayo! Aku terlambat masuk nanti,” sela Venya sambil menarik tangan Leo. “Baiklah!” Leo tanpa menanggapi Amara yang sudah kalang kabut sendiri. Di dalam lift, Venya mulai kepo. Amara itu siapa? Kenapa wanita itu memaksa ingin bertemu dengan Reno. “Jujur sama aku!” Venya menghimpit tubuh Leo ke dinding lift. “Jujur apanya?” Leo berpura-pura tidak mengerti. “Wanita gila tadi siapa?” Lirikan tajam dari mata Venya
Amara kembali ke rumahnya. Tanpa wanita itu sadari, Sesil memperhatikan dari lantai dua. “Wanita Gila! Sudah lama tidak terlihat, sekarang di sini.” Sesil mencoba menghubungi sang kakak. ***Yasmine sudah tertidur pulas karena kelelahan. Reno baru saja akan merebahkan tubuhnya. Drrt … drrt … Ponselnya bergetar, pria itu melihat nama Sesil di sana layar ponsel. Reno dengan malas mengangkat telepon dari wanita itu.“Apa?” Reno dingin.“Amara ke rumah.” Sesil tanpa basa-basi.“Terus!” bentak Sesil kesal.Reno langsung menjauhkan teleponnya dari telinga. Ia buru-buru keluar kamar agar tidak menggangu Yasmine tidur.“Terus aku harus apa?” Reno bingung.“Ya Tuhan! Larang dia ke rumah ‘lah!” omel Sesil tanpa takut.“Aku saja tidak tahu nomor Wanita Gila itu!” Reno meninggikan suaranya.“Astaga! Tadi aku usir, dan aku bilang Kakak di rumah Kakak sendiri. Hati-hati Istrimu ngamuk, lihat Amara.” Tut … tut …Telepon mati begitu saja. Membuat pria itu kesal.“Tidak sopan!” bentak Reno ia lan
“Iya.” Andri terdengar pasrah.Venya mendekati sang mertua. Ia mencoba berbicara dari hati ke hati. “Papa,” ucap Venya dengan lembut kini. “Iya.” Andri menatap sang menantu yang duduk di hadapannya. “Papa menangisi perempuan seperti itu?” Venya meremehkan Andri dengan tatapannya itu. Soft spoken sekali Venya itu. Kelembutan wanita itu membuat Andri sadar. Ucapannya mampu menusuk relung hati yang paling dalam.“Mama cukup lama mengenal dia, ternyata begitu.” Andri sedikit menyesalinya. “Papa nanti akan aku carikan wanita yang sesuai untuk Papa.” Venya tersenyum. “Gadis?” sahut Leo yang penasaran dengan ucapan sang istri.“Enaknya temenku ‘lah! Masak temenku.” Venya melirik sinis. “Ayo, ke kantor. Kita telat.” Leo melihat di jam tangannya.***Keesokan harinya, tanpa terasa di Jepang urusan sudah selesai. Mereka berempat kembali ke Konoha. Sampai di bandara Yasmine membeku sesaat.“Kenapa Sayanh?” tanya Reno melihat sang istri tidak bergerak. “Itu.” Yasmine menunjuk ke arah dua






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak