Share

Bab 246

Penulis: Elenor
"Iya, Ma," jawab Elsa.

Setelah Clara selesai berbicara, dia menambahkan, "Mama harus segera pergi kerja, jadi sudah dulu ya."

"Iya. Sampai jumpa, Ma."

Clara menutup telepon.

Setelah sarapan, dia pergi ke kantor.

Clara sudah sibuk sepanjang hari kemarin dan masih sangat sibuk ketika kembali ke kantor hari ini.

Namun, sorenya, dia pulang kerja lebih awal dan kembali ke rumah Keluarga Hermosa untuk makan bersama Nenek Hermosa.

Begitu sampai sana, dia malah mendapati kalau suasana hati neneknya seda
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (33)
goodnovel comment avatar
Fifi Sri Haryati
hargailah anak kecil
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
aah bosan juga dramanya muter muter apa ga pusing ini yg nulis apa memang udah pusing ya heran deh
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Elsa nyari Clara kalau lagi bosan aja..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 787

    Melihat reaksi Dokter Luwana dan semua tamu undangan, senyuman Rendi tidak memudar, tetapi sorot matanya tampak dingin. Dia menatap lurus ke arah Clara dan berkata, "Benar, semua orang juga tahu kalau itu nggak mungkin, kan? Tapi anehnya, ada orang yang ber..ha..sil melakukannya!"Rendi sengaja mengucapkan kata-kata "berhasil melakukannya" dengan penekanan satu per satu, tanpa menyembunyikan sarkas di wajah dan nada suaranya.Setelah mendengar ucapan Rendi, para tamu otomatis langsung mengerti bahwa Rendi ingin memberi tahu semua orang kalau cara Clara masuk Morti Group tidaklah bersih. Dia tidak sebaik yang diperkirakan semua orang, dan makalah yang dia terbitkan bukan hasil karyanya sendiri.Apakah Clara sehebat yang dipikirkan semua orang atau tidak, sepertinya tidak ada masalah dengan pihak luar selama tidak mempengaruhi kerja sama kedua belah pihak.Jika makalah yang diterbitkan oleh Clara semuanya ditulis oleh Dylan sendiri atau orang lain, maka hal itu berarti sudah menjadi peni

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 786

    Kata-kata Rendi ditujukan langsung kepada Dokter Luwana.Dokter Luwana mendengarkan, lalu dia berpikir sejenak, dan berkata dengan suara datar, "Itu nggak berlebihan." Vanessa masuk universitas pada usia empat belas tahun, meraih gelar doktor dari salah satu tiga universitas terbaik dunia pada usia dua puluh lima tahun, dan pembimbing doktoralnya adalah Prof Kevin Smith, seorang tokoh besar di industri ini. Salah satu dari tiga prestasi tersebut saja sudah cukup untuk menjadikannya seorang jenius, apalagi jika ketiganya digabungkan sekaligus.Namun .… Rendi terkekeh dan melanjutkan, “Pada hari teman saya seharusnya datang ke Morti Group, saya menunggu lama sekali tapi dia nggak jadi datang. Sebaliknya, saya justru melihat Pak Dylan mencium dan memeluk seorang wanita asing di depan pintu kantor. Ketika saya menghubungi teman saya saat itu, saya baru tahu bahwa posisinya telah diambil, dan bahwa Pak Dylan tiba-tiba memutuskan untuk nggak mempekerjakannya lagi.” Setelah mengatakan hal

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 785

    Rendi tidak memandang ke arah bawah panggung dan memperhatikan reaksi orang lain, dia juga tidak memberi Vanessa kesempatan untuk berbicara.Mendengar ucapan Dokter Luwana, dia lalu tersenyum sinis. "Oh, begitu? Apa yang membuat Anda berpikir begitu, Dokter Luwana? Apa karena Anda telah membaca makalah-makalahnya yang telah diterbitkan, atau karena Anda baru saja berbicara dengannya dan langsung bisa memastikan bahwa kemampuan Clara memang sehebat itu?"Dokter Luwana hendak menjawab iya, tetapi Rendi menatapnya dan melanjutkan tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara, "Tapi apa Anda yakin benar-benar sudah mengenalnya? Apa Anda yakin dia benar-benar sehebat yang Anda bayangkan?"Ucapan Rendi jelas sarat akan makna.Awalnya, sebagian besar tamu merasa cukup bingung dengan adegan tersebut, mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.Namun, sebagian besar orang yang hadir di sana, baik mereka berkecimpung di bidang Kecerdasan Buatan atau tidak, dan terlepas dari apakah me

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 784

    Suara yang tiba-tiba terdengar menyela itu langsung menarik perhatian semua orang ke arah panggung.Clara dan Dylan yang berada lebih dekat dengan panggung, langsung mengenali bahwa sosok orang itu adalah Rendi.Ditambah dengan apa yang baru saja dikatakan Rendi, mereka berdua tertegun sejenak dan saling pandang.Saat itu juga, mereka sudah bisa menebak apa yang sebenarnya direncanakan oleh Rendi.Melihat tiba-tiba ada seseorang yang kembali menyela, Dokter Luwana mengerutkan kening.Asisten Dokter Luwana yang menyadari situasi, segera mendekati Rendi. "Pak, Dokter Luwana sedang ada urusan penting yang harus beliau sampaikan sekarang. Kalau Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa bertanya nanti …." Rendi sama sekali tidak menatapnya, tetapi hanya menatap fokus pada Dokter Luwana, dan berkata, "Dokter Luwana, jangan khawatir, saya nggak bermaksud membuat masalah. Saya hanya ingin tahu saja. Setahu saya, Bu Vanessa yang adalah kekasih dari Pak Edward dan sekaligus Presdir dari X-Tech juga i

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 783

    Emosinya bergejolak, tetapi Dokter Luwana dapat segera menenangkan dirinya kembali.Mendengar ada yang sudah menyela pembicaraannya, dia berhenti dan menatap orang asing itu.Orang itu adalah sosok yang asing baginya.Melihat ekspresi tidak senang Dokter Luwana, orang itu bergegas tersenyum dengan penuh penyesalan. "Mohon maaf, Dokter Luwana. Saya hanya penasaran, sampai menyela obrolan Anda. Saya sangat menyesal." Bagaimanapun juga, orang itu adalah tamu. Jadi, walaupun Dokter Luwana tidak mengenal orang itu, dia tidak ingin berdebat lebih lanjut, dan berkata, "Nggak apa-apa."Setelah itu, dia menyadari bahwa semua orang sedang memandang ke arahnya. Dia tahu mereka semua penasaran apakah dia benar-benar berniat ingin menjadikan Clara sebagai muridnya.Dokter Luwana tersenyum, lalu pandangannya tertuju pada Clara, kemudian menatap ke arah kerumunan. Setelah itu, dia dan asistennya berjalan menuju ke atas panggung.Di atas panggung, dia tersenyum kepada para tamu dan berkata melalui pe

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 782

    Dokter Luwana menatap orang yang baru datang itu dan mengerutkan keningnya, seraya bertanya, "Anda siapa?"Dia merasa tidak senang.Dia tidak senang dengan interupsi yang tiba-tiba dan kasar dari orang itu, dan juga dengan nada interogasi yang tersirat dalam suaranya.Terlebih lagi, orang itu tampak sengaja membuat orang lain di dalam aula perjamuan bisa mendengar suaranya, sehingga dia berbicara cukup keras.Dan persis seperti yang dipikirkan oleh Dokter Luwana, semua orang di sekitar mereka telah mendengar apa yang dikatakan orang itu.Untuk sesaat, suasana menjadi hening dan semua orang serempak menoleh ke arah Dokter Luwana.Di antara mereka yang mendengar kata-kata itu adalah Clara dan Dylan.Mereka berdua sempat tertegun sejenak, lalu saling bertukar pandang dengan raut wajah bingung.Mereka benar-benar tidak menyangka Dokter Luwana bermaksud menjadikannya murid.Dani dan Gading sudah tahu bahwa Vanessa ingin menjadi murid Dokter Luwana, mereka juga tahu Edward akan membicarakan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status