Share

Bab 25

Author: Ratih Larasati
“Ada apa?”

Shelly tampak bingung.

“Kamu sudah sarapan?” Nenek Mina menahan napas di dada, hampir saja tersedak karena menahannya terlalu lama.

Joycelin memutar mata, terus memberi kode dengan tatapan pada neneknya.

Shelly mengangguk. “Sudah.”

“Kalau begitu kamu ….” Nenek Mina mengumpulkan keberanian, tapi kalimat yang hampir keluar justru berubah.

“Kamu ke rumah sakit naik apa?”

“Bawa mobil sendiri.” Shelly langsung menangkap bahwa Nenek Mina sebenarnya ingin mengatakan sesuatu.

“Nenek, kalau ad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Westi
kok Shelly nggak jujur sama nenek sich..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 267

    “Bajingan! Masalah sebesar ini kenapa tidak bilang dari awal?!”Begitu mendengar Shelly pernah ditempatkan di bawah penanganan Herman dan bahkan diam-diam menjalani tes paternitas tanpa sepengetahuannya, Harrison langsung memaki tanpa ampun.Namun setelah meluapkan amarahnya, emosinya masih belum juga mereda.“Tahun ini jangan berharap aku akan menyumbang satu rupiah pun lagi ke rumah sakit kalian!”“Pak Harrison, s-saya benar-benar tidak berani menolak. Saya juga tidak menyangka masalahnya akan sebesar ini!”Direktur rumah sakit sudah melihat rekam medis itu. Dia sampai hampir kencing di celana karena ketakutan.Siapa sangka seorang sekretaris bisa menimbulkan masalah sebesar ini, bahkan mengandung anak pewaris Keluarga Anderson!“Kamu kirim rekam medis itu ke siapa?” tanya Harrison.Direktur rumah sakit buru-buru menjawab, “Kepada asisten Pak Jeffry … Maxwell.”“Sialan! Itu anak buah paling setia Jeffry! Habislah kamu. Kalau Keluarga Anderson sampai kacau gara-gara ini, rumah sakitmu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 266

    Dengan wajah muram, Saryna langsung menelepon Bibi Yanti.Namun, teleponnya tidak diangkat.Shelly ikut menelepon. Selama setengah jam, tidak tahu sudah berapa kali mereka menghubungi nomor itu, berkali-kali tanpa henti.Di luar, hujan turun dengan sangat deras.Hawa gerah awal musim panas pun perlahan tersapu hujan.Namun kegelisahan di hati Shelly justru semakin menjadi.Dia merasa dirinya seperti katak yang direbus dalam air hangat.Seolah-olah suhu air terus naik sedikit demi sedikit, membuatnya merasakan firasat buruk yang semakin kuat.Tetapi setiap kali dia berusaha menenangkan diri, rasanya air itu masih belum cukup panas.Hujan yang begitu lebat membuat mereka tidak bisa pergi ke panti asuhan untuk mencari Bibi Yanti....Seluruh Tavira diselimuti hujan deras.Butiran hujan menghantam jendela kaca dari lantai hingga langit-langit, berulang kali menghapus bayangan seorang pria yang terpantul di sana.Namun, suasana muram yang menyelimuti dirinya tetap tidak bisa tersapu.Pukul

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 265

    Sore harinya, mereka berdua mengajak Nana berjalan-jalan. Menjelang makan malam, barulah mereka pulang.Saat makan malam, Shelly yang sudah menahan diri sepanjang sore akhirnya tidak bisa tahan lagi. “Kamu menyembunyikan sesuatu dariku, ya?”Begitu mendengar pertanyaan itu, tangan Saryna langsung gemetar.Sumpit di tangannya terjatuh dan membentur mangkuk, menimbulkan bunyi dentingan keramik yang nyaring.“Bilang. Sebenarnya apa yang kamu lakukan?”Shelly menyilangkan kedua tangan di depan dada. Wajahnya perlahan menjadi serius.Dia bukan orang yang pandai menyimpan rahasia.Soal Bibi Yanti, sampai sekarang dia masih belum tahu bagaimana cara mengatakannya kepada Saryna.Kalau Saryna tahu Jessica sebenarnya tidak sakit, dia mungkin benar-benar akan membawa pisau ke panti asuhan dan menghabisi Bibi Yanti.Setiap kali Shelly mencoba menyembunyikan sesuatu, Saryna selalu bisa mengetahuinya.Namun hari ini, bukan hanya tidak menyadarinya, Saryna bahkan sama sekali tidak lagi membahas penya

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 264

    “Kamu … punya pacar?”Kevin menatap Shelly dengan bingung.Kalau Shelly benar-benar punya pacar atau suami, kenapa dia masih ikut kencan buta?Seharusnya sejak hari pertama dia memutuskan untuk mengejar Shelly, wanita itu sudah memberitahunya.Shelly terdiam.Dia tidak bisa langsung menjawab pertanyaan Kevin.Setelah terdiam beberapa saat, raut wajah Kevin kembali seperti biasa.“Maaf. Semoga aku tidak menimbulkan masalah untukmu.”Yang dia maksud adalah pesan ucapan selamat pagi dan selamat malam yang rutin dia kirim selama ini, juga rumor-rumor yang beredar di perusahaan.Apakah semua itu sudah diketahui oleh ayah dari anak yang dikandung Shelly?“Maaf, aku tadi terlalu lancang.”Shelly menganggukkan kepala pelan.Dia memang terlalu marah karena ulah Bibi Yanti hingga suasana hatinya jatuh ke titik terendah.Karena itu, tanpa berpikir panjang dia mengucapkan kata-kata tadi.Mengakui bahwa dirinya hamil sebenarnya bukan masalah, karena Kevin sama sekali tidak pernah berhubungan dengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 263

    Shelly menyerahkan kantong kertas cokelat itu kepada Bibi Yanti.“Ini hanya salinannya. Semua bukti aslinya ada padaku. Kalau kamu tidak melakukan seperti yang aku katakan, semua ini akan aku jadikan barang bukti dan aku serahkan ke pengadilan.”Sisa toleransi dan rasa hormat Shelly terhadap Bibi Yanti lenyap pada saat itu juga.Shelly berbalik dan pergi.Bibi Yanti segera mengejarnya.“Shelly, tunggu! Memangnya kamu tidak bisa merelakan empat ratus juta itu? Uang yang sebelumnya biarlah dipakai untuk anak-anak .…”Shelly masuk ke dalam lift, lalu pintunya menutup.Bibi Yanti tidak berani ikut masuk. Suara wanita itu terputus oleh pintu lift, begitu pula wajahnya yang tidak tahu malu.Begitu pintu lift tertutup, ekspresi menyesal di wajah Bibi Yanti langsung menghilang.Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.“Gawat! Shelly sudah tahu semuanya. Kamu harus bantu aku .…”“Siapa yang suruh kamu begitu serakah? Masih minta empat ratus juta lagi.”Suara dari seberang telepon ter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 262

    Entah sudah berapa kali Bibi Yanti melakukan hal seperti ini.Jessica pun segera tersadar dan kembali memakan apel itu dengan lahap.“Keluar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”Di balik mata Shelly yang jernih, tampak kemarahan yang sulit disembunyikan.Tatapan itu membuat hati Bibi Yanti berdebar.Shelly lebih dulu keluar dari ruang rawat. Dia berdiri menunggu di ujung lorong.Setelah cukup lama, barulah Bibi Yanti keluar.“Memangnya kenapa tidak bisa dibicarakan di dalam? Jessica sendirian di kamar, aku jadi tidak tenang.”Nada suaranya terdengar seperti sedang menyalahkan, tetapi jelas terselip kegelisahan yang kuat.Bagaimanapun, dia memang telah melakukan sesuatu yang salah.Shelly langsung menyerahkan kantong kertas cokelat itu kepadanya tanpa menatap wajahnya.“Beri aku penjelasan.”“Penjelasan apa? Aku tidak mengerti.” Bibi Yanti menolak menerimanya dan mendorong kembali kantong itu. “Kalau memang ada yang mau dibicarakan, langsung saja.”Tangan Shelly perlahan turun ke sa

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status