Share

Bab 271

Author: Ratih Larasati
Kenapa harus bersikeras mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Shelly?

“Keluar.”

Jeffry membuka bibirnya tipis-tipis, melontarkan satu kata singkat.

Tubuh Maxwell sempat bergerak, tetapi dia tidak langsung pergi. “Pak Jeffry … Anda ingin saya keluar dari perusahaan atau keluar dari ruangan ini?”

“Keluar dan tanyakan.”

Tatapan Jeffry sedingin es. Amarah mulai terlihat di wajahnya.

Maxwell segera berbalik dan keluar.

Begitu meninggalkan ruang kerja Jeffry, hal pertama yang dilakukannya a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Irene
Ga ada ujungnya
goodnovel comment avatar
Dwi Rawati
nanjak terus ya thor ceritanya, jangan kasih kendor biar makin seru & g muter" melulu
goodnovel comment avatar
Michellyn
Jefrry mau melindungi sherry tp sembunyi 2
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 271

    Kenapa harus bersikeras mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Shelly?“Keluar.”Jeffry membuka bibirnya tipis-tipis, melontarkan satu kata singkat.Tubuh Maxwell sempat bergerak, tetapi dia tidak langsung pergi. “Pak Jeffry … Anda ingin saya keluar dari perusahaan atau keluar dari ruangan ini?”“Keluar dan tanyakan.”Tatapan Jeffry sedingin es. Amarah mulai terlihat di wajahnya.Maxwell segera berbalik dan keluar.Begitu meninggalkan ruang kerja Jeffry, hal pertama yang dilakukannya adalah mengirim balasan kepada Harrison. [Oke.]Dia sendiri tidak tahu bagaimana Harrison bisa mengetahui bahwa mereka sedang menyelidiki kehamilan Shelly.Namun tepat sebelum Maxwell masuk ke ruang kerja Jeffry, Harrison tiba-tiba mengirim pesan.Dia memberi tahu bahwa anak yang dikandung Shelly memang benar milik Jeffry.Kalau rahasia ini sampai terbongkar, semuanya akan kacau.Harrison bahkan rela menurunkan harga dirinya demi membujuk Maxwell.Dia menjelaskan panjang lebar bahwa jika Jeffry m

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 270

    Ide itu memang bukan berasal dari Harrison.Namun Harrison ikut memanfaatkan keadaan dan menyempurnakan rencana yang sebenarnya penuh dengan celah.Meski begitu, mereka tetap tidak berhasil menipu Shelly.Sebenarnya, Harrison tidak pernah menyangka Shelly benar-benar rela menguras seluruh tabungannya demi seorang anak yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya.Saat mengetahui Shelly benar-benar menyerahkan uang itu, perasaannya sangat rumit.Dan sekarang, setelah semua kebohongan terbongkar, hatinya semakin kacau.“A-aku benar-benar minta maaf .…”Shelly langsung memotong ucapannya, “Permintaan maaf Pak Harrison terlalu tinggi untuk orang seperti saya. Saya hanya orang biasa. Di mata orang-orang kaya seperti kalian, saya hanyalah mainan. Kalau keberadaan saya bisa menjadi hiburan untuk Pak Harrison, itu sudah menjadi sebuah kehormatan bagi saya. Mulai sekarang, apa pun yang ingin Pak Harrison lakukan atau katakan, tidak perlu memedulikan hidup atau mati saya. Selama Pak

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 269

    Bibi Yanti merapikan pakaiannya yang sudah kusut karena ditarik-tarik. Bola matanya berputar cepat.“Kalian mau menuntutku? Yakin bisa menang melawan orang yang ada di belakangku? Aku kasih tahu ya, dia orang yang berkuasa. Dia bisa membantu aku bersekongkol dengan rumah sakit. Kalian tidak akan sanggup melawannya!”Shelly memang sudah lama menduga ada seseorang yang membantu Bibi Yanti dari belakang.Dia bahkan sudah memikirkan satu per satu orang yang pernah memberikan sumbangan besar kepada panti asuhan.Namun, tidak satu pun dari mereka memiliki pengaruh yang cukup besar untuk membuat Rumah Sakit Utama Tavira ikut menipu.“Ayo, coba bilang. Aku juga ingin tahu siapa bajingan yang bersekongkol sama kamu melakukan perbuatan tidak manusiawi seperti ini!”Saryna menggulung lengan bajunya, berkacak pinggang, lalu menatap Bibi Yanti dengan tajam.Namun Bibi Yanti tidak berani mengatakannya.“Pokoknya kalian tidak akan sanggup melawannya. Kalau masih tahu diri, cepat pergi saja.”“Sialan!

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 268

    “Dia datang buat apa?”Saryna adalah orang yang sangat menjaga harga diri. Kalau ada orang luar, dia tidak bisa meluapkan emosinya dengan bebas.Sebenarnya Shelly sama sekali tidak menganggap serius ucapan Harrison tadi, “Sampai bertemu di sana.”Namun begitu Harrison benar-benar muncul, empat kata itu kembali terngiang di kepalanya.Dia menoleh kepada Saryna. “Tunggu aku beberapa menit.”“Aku masuk dulu.” Saryna sudah tidak bisa menunggu lagi. “Pokoknya jangan biarkan Harrison masuk.”Tanpa menunggu jawaban Shelly, dia langsung melangkah masuk ke dalam panti asuhan.Shelly khawatir membiarkan Saryna masuk sendirian.Dia takut temannya itu benar-benar akan memukul Bibi Yanti.“Ada apa?”Shelly segera bertanya kepada Harrison.Namun, pandangan Harrison masih mengikuti sosok Saryna yang semakin menjauh.“Kalian … kelihatannya sama-sama tidak senang. Apa ini karena Jessi .…”Shelly langsung memotong ucapannya, “Cepat bilang ada apa. Aku sedang buru-buru.”Harrison membuka mulut.Kata-kata

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 267

    “Bajingan! Masalah sebesar ini kenapa tidak bilang dari awal?!”Begitu mendengar Shelly pernah ditempatkan di bawah penanganan Herman dan bahkan diam-diam menjalani tes paternitas tanpa sepengetahuannya, Harrison langsung memaki tanpa ampun.Namun setelah meluapkan amarahnya, emosinya masih belum juga mereda.“Tahun ini jangan berharap aku akan menyumbang satu rupiah pun lagi ke rumah sakit kalian!”“Pak Harrison, s-saya benar-benar tidak berani menolak. Saya juga tidak menyangka masalahnya akan sebesar ini!”Direktur rumah sakit sudah melihat rekam medis itu. Dia sampai hampir kencing di celana karena ketakutan.Siapa sangka seorang sekretaris bisa menimbulkan masalah sebesar ini, bahkan mengandung anak pewaris Keluarga Anderson!“Kamu kirim rekam medis itu ke siapa?” tanya Harrison.Direktur rumah sakit buru-buru menjawab, “Kepada asisten Pak Jeffry … Maxwell.”“Sialan! Itu anak buah paling setia Jeffry! Habislah kamu. Kalau Keluarga Anderson sampai kacau gara-gara ini, rumah sakitmu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 266

    Dengan wajah muram, Saryna langsung menelepon Bibi Yanti.Namun, teleponnya tidak diangkat.Shelly ikut menelepon. Selama setengah jam, tidak tahu sudah berapa kali mereka menghubungi nomor itu, berkali-kali tanpa henti.Di luar, hujan turun dengan sangat deras.Hawa gerah awal musim panas pun perlahan tersapu hujan.Namun kegelisahan di hati Shelly justru semakin menjadi.Dia merasa dirinya seperti katak yang direbus dalam air hangat.Seolah-olah suhu air terus naik sedikit demi sedikit, membuatnya merasakan firasat buruk yang semakin kuat.Tetapi setiap kali dia berusaha menenangkan diri, rasanya air itu masih belum cukup panas.Hujan yang begitu lebat membuat mereka tidak bisa pergi ke panti asuhan untuk mencari Bibi Yanti....Seluruh Tavira diselimuti hujan deras.Butiran hujan menghantam jendela kaca dari lantai hingga langit-langit, berulang kali menghapus bayangan seorang pria yang terpantul di sana.Namun, suasana muram yang menyelimuti dirinya tetap tidak bisa tersapu.Pukul

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 212

    Hati Shelly yang sedang kacau balau seketika membeku.Seolah terdengar bunyi deg di dalam dadanya, lalu seluruh perasaannya jatuh ke dasar jurang.Dengan bibir yang nyaris tidak bergerak, Saryna berbisik pelan, “Kenapa sial sekali? Ke mana pun pergi, selalu ketemu dia.”Bulu mata Shelly bergetar pel

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 211

    Herman adalah orang yang cerdas.Sejak pertemuan terakhir, dia seharusnya sudah menyadari bahwa Shelly datang untuk memindahkan berkas medisnya.Setelah itu Shelly sempat berpindah ke Dokter Joko, tetapi kini justru kembali dibawa ke ruangannya.Shelly berpikir, Herman pasti sudah menebak bahwa Jeff

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 210

    Di dalam lift yang melaju turun hanya ada Shelly dan Elora.“Shelly, kenapa kamu nggak mengumumkan soal kehamilanmu?”Beberapa hari terakhir, setelah detail pernikahan selesai dibahas, kegelisahan Elora sedikit mereda.Namun, dia tetap ingin mencari kesempatan untuk berbicara dengan Shelly secara te

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 209

    Namun, Shelly tidak ingin melibatkan diri.Dia hanya memberikan penjelasan singkat. Setiap kalimat jelas menjaga jarak.Kevin pun tidak melanjutkan pembahasan tersebut.Setelah mengucapkan terima kasih, dia hanya berpesan agar Shelly segera beristirahat.Percakapan berakhir. Shelly meletakkan ponsel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status