Share

Bab 45

Penulis: Kharamiza
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 22:12:20

Genggaman Eca di lengan Ihsan semakin menguat tanpa sadar, seakan hanya itu satu-satunya pegangan yang ia punya saat ini.

Gerakan kecil itu rupanya cukup untuk membuat Ihsan mengerti. Tanpa banyak bicara, ia menarik pinggang Eca, mendekatkan tubuh mereka. Tangan yang lain naik, mengusap pelan bahu Eca dengan gerakan tenang.

“Tidak apa-apa,” bisiknya, cukup untuk didengar Eca. “Ada saya di sini.”

Ucapannya terdengar sederhana, tetapi entah kenapa langsung membuat dada Eca sedikit mengendur, mes
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Iksan. jangan bikin Eca kaget ua
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 142

    Eca nyaris melongo, seolah isi kepalanya berhenti bekerja setelah mendengar pertanyaan suaminya.Dalam beberapa detik itu, ia sungguh tak bisa mencerna.Masih berarti?Berarti bagaimana maksud Ihsan?Eca sampai memandangi wajah sang suami sepersekian detik, berharap tadi itu ia hanya salah dengar. Namun, sorot mata Ihsan tak berubah sedikit saja.Karena sikap tenang itu membuat dada Eca terasa sesak.Selama ini, ia tak pernah menganggap Fajar lebih dari seorang teman. Itu pun karena pria itu berteman dengan Ihsan.Kalau bukan karena Ihsan berteman dengannya, mungkin ia dan Fajar tak akan pernah saling mengenal.Lantas, mengapa pertanyaan seperti itu bisa keluar dari mulut suaminya?Ia nyaris sulit mempercayainya.“Masih berarti?” Eca mengulang hampir berbisik. Dahinya mengernyit dalam. “Akang ngomong apa barusan?”Ihsan tak segera menjawab.Matanya yang semula menatap Eca kemb

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 141

    Rasanya, jantung Eca seperti dipukul mendadak mendengar ucapan Ihsan.Ia masih berdiri mematung di balik tembok koridor, bahkan nyaris lupa bernapas.Apa maksud Ihsan berkata seperti itu?Alisnya bertaut tipis. Kalimat Ihsan barusan seolah terus berputar di kepalanya.“Berhenti cari perhatian istri saya.”Siapa yang cari perhatian?Kenapa pria itu bisa berpikiran begitu soal Fajar?Tadi, saat melihat mereka dari balik jendela ruang guru, Eca sempat mengira Ihsan dan Fajar hanya mengobrol soal pencalonan kepala desa atau hal lain yang mungkin dibahas para pria kalau bertemu teman.Ternyata, mereka justru sedang membicarakan dirinya.Astaga. Semakin Eca memikirkannya, kepalanya malah dipenuhi banyak tanda tanya. Sampai jemarinya ikut meremas kuat ujung bajunya tanpa sadar.Belum sempat ia mencerna semuanya ketika suara Ihsan kembali terdengar.“Saya cuma nyampein.”Ada

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 140

    Eca masih berdiri mematung di tempatnya. Genggaman tangannya di ujung buku itu sedikit menguat, bahkan arah matanya tak lepas dari sosok Ihsan yang berdiri di ujung koridor.Jantungnya berdetak kian cepat, nyaris seperti ia baru saja mengikuti lomba lari.Seketika, ingatan Eca ketika dirinya dan Ihsan berada di hotel pada saat lomba kemarin kembali memenuhi kepalanya.“Saya nggak suka.”“Nggak suka aku dekat-dekat Kang Fajar?”“Nggak suka Fajar.”“Ngobrol mah ngobrol aja, Neng,” lanjut Ihsan waktu itu dengan wajah nyaris tanpa emosi. “Nggak harus sampai berdiri deket terus ketawa-ketawa begitu.”Eca menelan ludah yang terasa cekat di tenggorokannya.Barusan, ia memang terlihat sangat akrab dengan Fajar, bahkan sempat membungkuk bersamaan sampai tangan mereka bersentuhan sejenak.Walaupun semua itu murni kebetulan, karena sama-sama ingin membantu siswa mengambil bukunya, tetapi dari posisi Ihsan berdiri sekarang bisa saja terlihat berbeda.Eca memang kecewa sama Ihsan yang sudah menye

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 139

    Kegiatan supervisi hari itu selesai menjelang siang. Kepala sekolah bersama rombongan dari Dinas Pendidikan keluar lebih dulu dari salah satu kelas sambil membicarakan beberapa catatan hasil supervisi.Eca menyusul beberapa langkah di belakang sambil memeluk dua buku paket di dada. Ia bukan sengaja berjalan paling akhir, hanya saja langkahnya belum bisa benar-benar lebar sejak kecelakaan kemarin. Benar kata Ihsan, kalau kakinya memang masih perlu adaptasi lagi.“Eca.” Panggilan itu membuat langkahnya berhenti.Ia menoleh.Terlihat Fajar mempercepat langkah hingga akhirnya berjalan sejajar di sampingnya. Seragam dinas cokelat khaki yang dikenakannya tampak sedikit kusut di bagian lengan, mungkin karena sejak pagi sudah dipakai beraktivitas.Fajar memang termasuk dari salah satu rombongan supervisi itu.“Kang Fajar,” sapa Eca sambil tersenyum ramah.Pria itu tak menjawab, namun pandangannya lebih dulu turun ke arah kaki Eca sejenak, sebelum kembali ke wajahnya.“Kata guru-guru tadi ...

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 138

    Bibir Eca seketika mengerucut sebal. Pipinya mendadak hangat setelah ulah Ihsan barusan. Untung saja ia masih sempat menundukkan kepala sebelum rona merah itu benar-benar terlihat jelas.Huh. Orang lagi kesak, dia malah cium tangan segala, tanpa merasa bersalah pula.Cepat-cepat Eca menarik napas, lalu turun dari mobil. Namun baru beberapa langkah menjauh, suara Ihsan kembali terdengar dari belakang.“Neng.”Eca berhenti, tetapi tak segera menoleh.“Neng hati-hati di sekolah.”Baru setelah mendengar itu, ia menoleh sedikit. Tatapan Ihsan kini berpindah ke pergelangan kakinya yang sempat keseleo.“Jangan kebanyakan jalan dulu. Kakinya masih adaptasi."Eca menggigit bibir bawahnya sebentar, sedikit terharu dengan perhatian Ihsan, tetapi ia segera menyadarkan diri kalau hubungannya dengan pria itu lagi dingin.“Iya,” jawabanya singkat.Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera melangkah menuju halaman kantor.“Bu Ayesh!” Panggilan itu membuat langkah Acha kembali terhenti.Bu Fatimah d

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 137

    Keesokan paginya, Eca sudah bersiap kembali mengajar. Tas kecilnya telah tersampir di bahu ketika ia melangkah keluar rumah.Ia menarik napas pelan sebelum menaiki motornya. Pergelangan kaki kirinya memang masih sedikit pegal, tetapi sudah jauh lebih baik dibanding beberapa hari lalu.Eca buru-buru memasukkan kunci ke lubang kontak. Kalau bisa, ia ingin sudah berada di sekolah sebelum Ihsan sempat keluar rumah.Setidaknya ... pagi ini ia belum siap berhadapan terlalu lama dengan suaminya.Sayangnya, baru saja ia memutar kunci kontak, sebuah tangan tiba-tiba menahan setang motornya.“Neng.”Eca mendongak.Ihsan sudah berdiri di samping motor dengan raut wajah yang tampak sulit dibantah.“Saya antar saja.”“Nggak usah, Kang.” Eca menjawab cepat, nyaris seperti sengaja menghindar. “Aku bisa berangkat sendiri.”Ihsan bergeming. Tatapannya justru turun ke arah kaki sang istri, sebelum kembali naik ke wajah Eca.“Kaki Neng belum sembuh sepenuhnya.”“Aku bisa, kok.”“Nggak,” potong Ihsan teg

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 5

    Eca tertegun. Ucapan itu seperti berhenti di kepalanya, namun tak bisa langsung dicerna. Menikah? Dadanya tiba-tiba sedikit sesak. Rasanya, itu terlalu dekat dengan masalahnya sendiri. Ia menelan ludah dalam-dalam, lalu sedikit mengintip dari balik tembok. Ihsan terlihat diam sejenak. Wajah

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 4

    Eca masih terpaku di tempatnya. Kata-kata itu terus berputar di kepalanya, seolah enggan hilang. Ia menelan ludah pelan, mencoba mencerna. Ihsan … mencalonkan diri jadi kades? “Serius, Bi? Dulu ‘kan, Ihsan betul-betul pendiam? Kok tiba-tiba …” Sekarang … tiba-tiba mau memimpin satu desa? Ucapan

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 3

    Pria yang dipanggil Ihsan itu diam. Ekspresinya tenang, namun tatapannya sulit terbaca. Ihsan adalah teman masa kecil Eca. Dulu, yang Eca kenal, Ihsan itu anaknya pendiam. Ke mana-mana ikut saja. Jarang bicara, bahkan kalau diajak main, seringnya cuma mengangguk tanpa banyak komentar. Eca tidak

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 2

    Menjelang sore, Eca menepikan motornya di dekat pagar rumah besar milik Juragan Dasim. Langkahnya sempat terhenti saat melihat pemandangan rumah itu. Tadi pagi, ia memang terdengar begitu yakin akan memenuhi apa pun syarat yang diberikan asal rumahnya tidak digusur. Namun, melihat rumah yang beg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status