Share

Bab 32

Penulis: Nexy91
last update Tanggal publikasi: 2025-12-09 20:23:27

Dua minggu telah berlalu. Rapat kembali digelar di tempat yang sama, kali ini Rani memberanikan diri untuk berkeliling pabrik, dan melihat kinerja para karyawan di sana.

Rani masih tetap menggunakan masker dan kacamata hitam, dia masih tidak mau jika harus dikenali oleh kedua orang jahat itu.

Saat sedang melihat-lihat di dalam pabrik, Rani tidak sengaja melihat keributan yang cukup mencuri perhatian. Kenapa di dalam pabrik ada yang ribut, apa yang mereka ributkan sampai seperti itu.

Rani
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 109

    Seorang laki-laki berwajah Eropa datang menghampiri Rani. Dia tak mengenal orang itu, wajahnya begitu asing juga. Yang aneh, pria itu pasih berbahasa Indonesia. "Boleh kenalan?" Ulangnya. Rani tak menggubris orang tersebut, dia berjalan meninggalkan pria asing itu memanmtung di tempat. Rani benar-benar tak ingin berurusan dengan pria manapun, dia hanya ingin fokus pada pernikahan sahabatnya saja untuk saat ini. Pria itu tak tinggal diam, dia mengikuti Rani di belakangnya. "Hai gadis cantik, aku mau kenal sama kamu. Nama kamu siapa?"Rani tak berhenti sama sekali, dia segera menghampiri Raline. "Kemana aja sih lu? Gue cariin juga." "Gue tadi abis periksa di bagian sana, takut ada yang kurang." Ucap Rani. "Ngapain sih, gak usah capek-capek. Lu di sini cukup dampingin gue doang, biarin itu jadi tanggung jawab WO." Rani hanya mengangguk, tak lama setelah itu pria yang tadi mengajaknya berkenalan, datang menghampiri mereka. "Hai Raline, congrats ya. Semoga jodoh lu ini sampe mau

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 108

    Persiapan pernikahan, sudah delapan puluh persen. Dan tentu saja, Rani juga terlibat di dalam nya. Dia tidak ingin melewatkan, momen paling berharga sahabatnya itu. "Ran, menurut lu pernikahan ini bakal langgeng gak ya?" Pertanyaan Raline yang tiba-tiba, membuat Rani sedikit syok. Rani kesulitan mencerna pertanyaan Raline. "Rani, kok lu malah bengong, bukan nya jawab juga." Raline yang tidak mendapat respon dari Rani, segera menggoyangkan tangan di depan wajah Rani. "Kenapa lu nanya hal yang negatif begitu sih? Amit-amit deh, gue yakin kalau kehidupan rumah tangga lu bakalan langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Rani sambil mengusap bahu Raline. "Jangan jadikan pernikahan gue sebagai cermin, gue emang gagal dalam rumah tangga. Tapi bukan berarti, itu semua akan terjadi sama lu juga." Tambah Rani. "Gue cuma takut aja Dan, dulu gue sama sekali gak percaya sama namanya hubungan romantis, entah itu pacaran atau bahkan menikah. Menurut gue, itu semua cuma buat ngiket cewek." Jelas R

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 107

    Suasana nya begitu hangat, Rani begitu bersyukur melihat Raline yang akhirnya bisa jatuh cinta. "Sebenernya kita ke sini juga merupakan ngomong sesuatu sama kamu Ran." Ucap Raja. Raline langsung menegur Raja. "Ngomong apaan sih kamu!" Raja tersenyum manis ke arah Raline, tatapan penuh cinta dan ketulusan. "Udah lah gak usah maen rahasia-rahasiaan segala. Gue udah tahu kok, kalo lu sama Raja udah jadian, dan gue seneng banget akhirnya lu bisa buka hati lu juga." Raline merasa terkejut, tidak menyangka jika Rani sudah tahu semuanya, dia langsung menatap Raja dengan tatapan tajam. Yang ditatap, malah mengedikkan bahu, tanda dia sama sekali merasa tidak bersalah. "Gak usah marahin Raja, dia gak ngomong apa-apa. Gue yang tahu sendiri, ngelihat tingkah lu aja gue bisa tahu semuanya." Raline langsung merasa bersalah terhadap Rani, di saat Rani kehilangan pasangan nya, dia malah berpacaran dengan sahabat masa remaja Rani. "Ran, maafin gue ya. Gue gak bermaksud nutupin ini d

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 106

    Di perusahaan yang Rani dan Raline pimpin saat ini, sedang terjadi lonjakan pesanan dari beberapa perusahaan Mitra. Mereka cukup sibuk dengan itu, belum lagi Rani yang semakin terkenal dengan design nya. Banyak dari manca negara yang mengajukan permohonan kerja sama dengan dirinya. Rani tidak serta merta menerima semua tawaran yang masuk, dia selalu menyeleksi dengan sangat teliti. Dia tidak ingin mendapatkan Mitra yang tidak bertanggung jawab. Dalam urusan pekerjaan memang Rani lah ahlinya, dia tidak membiarkan sedikitpun celah yang akan membuat pesaing mengunggulinya. Hal ini membuatnya menjadi seseorang yang cukup perfecstionist, dan mengharuskan bawahannya untuk melakukan hal yang sama. Perusahaan design Rani, semakin terkenal. Tapi tidak serta merta membuat Rani menjadi lupa diri. Semakin besar uang yang dia dapat setiap bulan nya, semakin besar pula sedekah yang dia keluarkan. Menyantuni anak yatim piatu, itu adalah agenda rutin Rani. Dia paham betul, bagaimana

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 105

    "Tapi dok, saya sudah lama sekali tidak melakukan hubungan intim, hampir enam bulan saya tidak pernah melakukan nya." Ucap Tedi yang masih tidak Terima dengan diagnosis dokter. "Pak, penyakit ini biasanya memerlukan waktu inkubasi yang bervariasi, ada yang hanya hitungan hari, minggu bahkan bulanan."Tedi langsung merasa lemas dan tidak berdaya, kenapa dia bisa terkena penyakit yang bisa membuatnya mati kapan saja, bahkan itu juga bisa jadi aib bagi dirinya. "Saya akan memberikan surat rujukan, agar bapak bisa berobat ke dokter spesialis, nanti akan lebih mudah untuk pengobatan nya." Perbuatan nya yang tidak mengenal dosa itu, telah membawanya ke jurang yang dalam. Penyakit yang dia derita, itu akibat dari ulahnya sendiri. Terlalu sering dia menyalahkan orang lain atas kesalahan nya, kini Tedi merasakan akibat dari perbuatan nya. Pulang dari puskesmas, Tedi tidak langsung menuju ke rumah, melainkan pergi ke tepi sungai dan berniat untuk memenangkan diri. Mencari tempat yang sepi

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 104

    Suara Indi membuat semua orang mengalihkan pandangan nya. Tedi tidak tahu sejak kapan Indi bangun, dia pikir kalau Indi masih tertidur. Indi terjatuh dan tidak sadasarkam diri. Orang tuanya panik, berlari ke arah Indi dan segera mengangkat tubuh Indi. Mereka baru sadar jika ternyata berat badan Indi semakin menyusut, karena terasa begitu ringan. Sang ayah langsung membawa Indi ke atas tempat tidur, dan sang ibu memijat kepala Indi juga memberikan minyak angin pada tubuh Indi agar terasa hangat. Sedangkan Tedi, hanya duduk dan tidak bergeming sama sekali. Ayah Indi kembali menemui Tedi dan berniat meninjunya, karena sikap acuh tak acuh Tedi kepada anaknya. "Apa yang kamu lakukan, sampai keadaan Indi seperti ini?" Tanya mertuanya. "Saya tidak melakukan apapun, ini semua ulah bapak yang selalu menekan Indi. Dia menjadi depresi dan bahkan sering kambuh, dan mengamuk pak." Suara Tedi tak kalah tinggi. "Kenapa kamu malah menyalahkan saya?" Tanya sang mertua. "Bapak selal

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 4

    "Apa maksud kamu, aku baru menjatuhkan talak satu sama kamu. Kita masih bisa rujuk kembali, kamu gak usah ngambek lagi ya." Bujuk Tedi dengan tidak tahu malu nya. Wajah Indi sudah berubah menjadi gelap, dia merasa dipermalukan oleh sikap Tedi yang terus memohon kepada Rani. "Sudah Mas, ngapain ka

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 3

    Selama dua hari, mantan suaminya tidak pernah pulang ke rumah itu. Dan itu membuat Rani merasa leluasa untuk menjual semua barang-barang yang memang masih bisa menghasilkan uang. Dia menjual kulkas, mesin cuci, lemari pakaian, ranjang, bahkan kompor dan tabung gas pun dia jual semua. Dia tidak ing

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 2

    Rani telah sampai di rumah kontrakan yang biasa dia tinggali bersama sang suami. Mereka mengontak satu rumah dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, dapur dan juga kamar mandi. Selama dua tahun ini, Tedi bahkan belum mampu untuk membeli tempat tinggal sendiri, mereka masih harus mengontrak rumah

  • Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani    Bab 1

    "Hari ini, aku talak kamu dengan talak satu."Tepat di hari ulang tahun Rani yang ke dua puluh delapan, tanggal dua puluh lima Maret. Rani di jatuhi dengan talak 1,bukan karena kesalahan nya. Tapi karena keegoisan suami nya, demi melindungi kekasih haram nya. "Talak satu mas? Kenapa tidak sekalian

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status