Share

BAB - 13

Penulis: shart96
last update Tanggal publikasi: 2025-09-18 11:58:41

"Ayah ada yang ingin aku tanyakan, dan ada hal yang ingin aku beritahu juga kepadamu" ucap Mia kepada sang Ayah yang kini sedang menikmati makanan yang telah dibuatnya.

Mia bisa sedikit lega saat melihat sang Ayah makan dengan cukup lahap, meski terlihat ada sedikit perbedaan postur tubuh saat pertama kali masuk menjadi tahanan karena masih proses pemeriksaan. dia melihat berat badan sang Ayah sedikit berkurang, karena pasti melakukan serangkaian penyelidikan yang panjang yang memakan waktu sam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 39

    Terlihat sang dokter memakai masker berjalan dengan tergesa-gesa, buru-buru sang dokter membetulkan letak maskernya dan mencoba tidak terlihat gugup agar tidak mencurigakan di hadapan William.Yang pada awalnya ingin memperingatkan pria tersebut untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan jalan, namun setelah melihat siapa orang yang menabraknya akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya memilih tidak menanggapinya lebih jauh lagi.Berpikir sang dokter saat itu sedang dalam kondisi terburu-buru akan menangani seorang pasien, William pada akhirnya hanya memandangi sekilas kepergian pria tersebut.Tidak ingin membuang waktu lebih lama William kembali berjalan menuju ruang inap ayah Mia, beruntung barang-barang yang dibawanya tadi tidak terjatuh saat tidak sengaja bertabrakan dengan dokter tadi.Namun beberapa saat kemudian William mendengar suara Mia berteriak memanggil dokter, Melihat wanita tersebut celingukan memanggil dokter dengan panik dia bergegas menghampirinya.William melet

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 38

    “Baiklah kita cari makan sekarang, pantas saja dari tadi perutku terasa perih.” Mia cengengesan seraya mengusap perut dengan kedua tangannya.Keduanya akhirnya memutuskan untuk berjalan keluar rumah sakit mencari tempat makan yang sekiranya masih buka, namun tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. William berhenti sejenak, dan melihat ke arah belakang untuk memastikan sesuatu. “Apa hanya perasaanku saja, seperti ada seseorang yang sedang mengawasi.“Ada apa kak?” Tanya Mia yang menyadari William tiba-tiba berhenti berjalan. “Tidak apa-apa ayo kita pergi, hari sudah mulai malam takut tempat makan mulai pada tutup.” ajak William yang kini berjalan lebih dahulu.Tidak ingin membahasnya lagi, Mia memutuskan untuk menyusul William karena kondisinya saat ini sedang benar-benar lapar. Setelah menemukan makanan yang di inginkan, keduanya memutuskan untuk membungkusnya dan memakannya nanti di kamar inap ayah Mia, mengingat tidak ada yang menunggu dan merawat.Meski

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 37

    “Kak…ayahku masuk rumah sakit.” kini air mata yang berusaha Mia tahan runtuh juga.“Kok bisa, bagaimana bisa masuk rumah sakit, bukannya terakhir kali kondisi ayah kamu baik-baik saja?” tanya William dengan ekspresi cukup terkejut. “Memang benar kemarin saat aku berkunjung kondisi ayah baik-baik saja, tapi entah kenapa baru saja tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari pihak yang berwajib mereka bilang bahwa ayah saat ini sedang dilarikan ke rumah sakit.” sahut Mia. “Mereka juga tidak memberitahu secara detail apa yang sebenarnya terjadi dan hanya meminta untuk segera datang ke rumah sakit.” sambungnya.“Ya sudah kita pergi ke rumah sakit sekarang, biar aku antar.” ajak William bersiap. Mia menggelengkan kepalanya. “Tidak! Biar aku pergi sendiri saja, aku hanya meminta izin untuk pergi sekarang, lagi pula kakak saat ini sedang sibuk aku tidak ingin mengganggu.”“Sudah ayo! tidak masalah, pekerjaanku tinggal sedikit dan masalah sistem sudah hampir pulih semuanya.” ucap William dengan

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 36

    William menghela nafas panjang. “Baiklah biar aku mencobanya.”“Baik tuan.” orang tersebut mengisyarat”kan kepada salah satu karyawan untuk memberikan tempatnya kepada William.William kini mengambil alih salah satu komputer, mencoba sebisanya untuk memulihkan kembali sistem di perusahaan ayahnya tersebut. Beberapa kali William berhasil memulihkan sistem, namun beberapa kali juga langsung mendapat serangan balik sehingga sistem kembali down.William mengepalkan kedua tangannya kesal. “Sebenarnya siapa orang dibalik serangan ini, sepertinya hacker suruhannya sangat profesional sekali.”“Bagaimana ini tuan, lagi-lagi sistem kembali down.”William menatap kearah komputer dengan sebelah tangan memijat dahi dan pelipisnya bergantian. “Yang lain belum ada yang berhasil?”“Belum tuan.”William menggebrak meja keal. “Kerja apa saja kalian selama ini.”Saat sedang berpikir keras untuk bisa memulihkan kembali sistem, William mendapatkan sebuah pesan.[Bagaimana apa sudah berhasil dipulihkan, p

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 35

    William perlahan meraih berkas tersebut dan mulai membacanya secara seksama, agar jangan sampai ada hal yang terlewatkan.Beberapa detik kemudian William membulatkan kedua matanya begitu selesai di bagian akhir dari tulisan di dalam berkas tersebut. “Hendery? Jadi orang yang membuat ayahmu dipenjara adalah dia? Kok bisa?”Dirinya tidak percaya apa benar sahabatnya yang melakukan hal itu, karena selama yang dia tahu sahabatnya baik dan penuh ambisi. Namun dirinya tidak tahu kalau ambisinya bisa sampai harus merugikan orang, tapi bisa saja semua itu tidak benar meski berkas ini terlihat seperti nyata sebelum mendapatkan bukti yang lebih kuat tidak bisa langsung begitu saja percaya.“Masalah intinya belum seratus persen aku yakin, namun aku melakukan melakukan pemeriksaan bahwa enam bulan yang lalu ayah memenangkan sebuah tender cukup besar dari pihak swasta, mungkin itu salah satunya yang aku dengar dia mengincar tender tersebut.” Mia menghela t tidak terlalu kesal.William menganggukkan

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 34

    William ingin prasangkanya terhadap Hendery hanya sebatas kekhawatiran semata, namun mengingat beberapa hal janggal beberapa waktu terakhir membuatnya harus waspada juga. Ada yang bilang beberapa pelaku kejahatan bukan orang dari orang lain atau orang luar, justru beberapa pelaku merupakan dari orang terdekat bahkan bisa keluarga sendiri yang menjadi pelaku utama kejahatan kepada kita.Disibukan dengan pekerjaan yang semakin banyak, membuat William tidak menyadari bahwa hari sudah berganti malam, dia melakukan peregangan merasakan punggungnya kaku terlalu lama duduk fokus dengan pekerjaannya“Ternyata sudah malam, saking sibuknya.” William menghela nafas saat melihat ke arah jendela langit yang sudah gelap dengan lampu yang mulai menyala dari gedung.William bergegas mematikan komputer serta laptop, setelah mematikan semua selesai dan tidak ada yang tertinggal dia perlahan melangkah keluar dari ruangannya.Sesuai rencananya, malam ini dirinya ak daan datang ke rumah Mia untuk membaha

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 20

    “Huft…sangat melelahkan sekali, ayo kita lanjutkan perjalanan, sepertinya kita yang datang terlambat nanti disana.” ajak Bian yang melihat para musuh sudah terkapar kehabisan tenaga tidak ada lagi perlawanan dari mereka.“Ayo, itu sudah pasti dan kita harus menceritakan kronologinya kepada kepala p

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 19

    Sudah dari satu jam yang lalu mereka telah tiba dan menunggu kapal kargo yang akan berlabuh di dermaga, namun masih belum terlihat kapal yang membawa barang milik Tedy Yan bersandar di pelabuhan.“Ini sudah tengah malam, tapi kenapa kapalnya belum juga sampai di pelabuhan?” tanya salah satu pengawa

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 18

    “Heh dimana sekarang? jam segini keluyuran, baru nyampe dirumah tapi tidak terdeteksi tanda-tanda kehidupan.”-Hendery.“Liam sampai kesini jam berapa? kita disuruh kumpul jam setengah sebelas.”-Bian.William membalas satu per satu pesan yang masuk dari keduanya.”Aku harus pergi sekarang Bian member

  • Pembalasan Sang Presdir Dingin   BAB - 17

    “Mau bagaimana lagi kita harus masuk ke ruang kerja Ayahku sekarang, tidak mungkin kita menunggu mereka sampai selesai bekerja. waktu kita tidak banyak lagi pula aku lihat yang lembur orang-orang yang sudah aku kenal juga,” sahut Mia melihat masih ada beberapa karyawan yang masih bekerja.Karena ti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status