MasukTerima Kasih Kak Andi, Kak Tuan Muhd, Kak Aldi, dan Kak Robert atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, telah terkumpul 11 Gem, yang artinya ada 2 bab bonus (≧▽≦) Akumulasi Gem Bab Bonus: 16-11-2024 (siang): 1 Gem (reset) Selamat Membaca (◠‿・)—☆ Bab Bonus Gem Hari ini: 2/5 Bab. Bonus Gem besok: 8
Selama ini mereka selalu dikenal sebagai jenius.Namun di hadapan Ryan, mereka sama sekali bukan jenius. Bakat mereka terasa begitu jauh tertinggal dibanding Ryan.Bagaimana mungkin hati Dao mereka tidak bergetar?Yang lebih sulit dipercaya lagi, Ryan hanya menyerang satu kali! Satu tebasan, dan semuanya berakhir.Monster macam apa sebenarnya bocah ini? Semuanya sudah jauh melampaui batas imajinasi mereka, jauh dari apa pun yang pernah mereka bayangkan.Boneka yang tadi mereka anggap sebagai malaikat maut, yang bahkan membuat mereka bersumpah takkan pernah melanggar aturan akademi, kini tergeletak sebagai onggokan besi rongsok di kaki Ryan.Betapa besar jurang antara kenyataan dan bayangan mereka. Semua praduga yang mereka bangun runtuh dalam sekejap.Xander Jett, Zane Starfeld, dan yang lainnya saling berpandangan, lalu tersenyum. Mereka sudah lama menduga hari seperti ini akan tiba.Sekarang, orang-orang lain akhirnya merasakan keterkejutan yang dulu pernah mereka rasakan sendiri
Sebuah boneka setara Ranah Star Sealed! Sementara Ryan hanya kultivator Ranah Dao Integration tingkat dua.Sekalipun tubuhnya cukup kuat untuk menahan aura mengerikan tadi, mustahil baginya mengalahkan lawan setingkat Ranah Star Sealed!Menahan tekanan aura adalah satu hal, tetapi bertarung langsung melawan kekuatan sebesar itu adalah persoalan yang jauh berbeda.Kini, mereka tinggal menunggu tontonan Ryan dihajar habis-habisan oleh boneka itu. Sebagian bahkan mulai mencari posisi terbaik untuk menonton, sudah menahan senyum sambil membayangkan pemuda sombong itu berlumuran darah di tanah.Sesaat kemudian, tubuh boneka itu berkelebat, melesat ke arah Ryan dengan kecepatan secepat kilat. Semua orang hampir tak sempat mengedipkan mata.Bersamaan dengan itu, lengan bajanya berubah wujud menjadi sebilah pedang panjang yang mengayun deras untuk menebas Ryan.Gerakannya begitu cepat sampai bayangannya seolah berlipat ganda di udara. Suara dengung tajam mengiringi setiap ayunannya.Seran
Lucas Ravenclaw adalah kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu.Namun aura Nolan Chester jauh berbeda dari itu, terpaut bagai langit dan bumi! Inilah fondasi sejati Akademi Heavenly Flame.Meski begitu, Ryan menggertakkan giginya rapat-rapat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Keringat dingin membasahi keningnya.Punggungnya tetap tegak lurus, meski darah terus merembes dari sudut bibirnya.'Bahkan seorang kultivator puncak Ranah Creation biasa pun rasanya tak akan sanggup menahan tekanan ini.'Untung saja tubuh fisiknya luar biasa tangguh. Tanpa itu, ia pasti sudah remuk sepenuhnya, hancur menjadi debu tanpa sempat melawan.Namun sorot matanya sama sekali tidak goyah! Dia tetap menatap lurus ke depan, seolah menantang tekanan mengerikan itu untuk meremukkannya kalau memang bisa.Tiba-tiba, energi iblis yang seakan tak berujung menyembur keluar dari tubuh Ryan.Di keningnya, sekelebat cah
Bagi banyak orang di sana, Ryan masih terlalu muda dan minim pengalaman.Meski ia kuat, banyak yang menganggap pencapaian Ryan di masa depan akan terbatas.Bagaimanapun, di dunia kultivasi, kalau ingin melangkah jauh dan memperoleh lebih banyak sumber daya, bakat saja tidak cukup.Seseorang harus tahu siapa yang perlu dirangkul dan siapa yang tak boleh disinggung! Sekuat apa pun seseorang di usia muda, tanpa naungan kekuatan besar, dia hanya akan menjadi mangsa yang menunggu dilahap.Dan sekarang, Ryan jelas-jelas telah menyinggung orang yang seharusnya tidak dia singgung.Bukan sekadar seorang senior biasa, melainkan seorang penegak hukum dari Akademi Heavenly Flame. Ia pasti akan membayar mahal!Namun, di luar dugaan, mata Nolan sama sekali tidak menyiratkan rasa jijik ataupun amarah saat menatap Ryan. Sorot itu justru terasa tenang, hampir seperti sedang menilai.Justru sebaliknya, kalau Ryan menda
lBeberapa jenius Ranah Creation dan Ranah Dao Integration yang lebih lemah nyaris tak sanggup menahan tekanan itu. Tubuh mereka bergetar hebat, seakan siap ambruk kapan saja. Kaki mereka goyah, wajah mereka memucat, dan mereka susah payah berusaha tetap berdiri tegak. Beberapa bahkan menggigit bibir menahan sakit. Padahal, mereka adalah jenius-jenius berbakat yang kekuatannya sudah melampaui tingkat kultivasi mereka sendiri. Sementara Ryan, yang menjadi sasaran utama tekanan itu, menanggung beban seribu, bahkan sepuluh ribu kali lipat lebih berat dari yang mereka rasakan. Dengan tingkat kultivasi seperti Ryan yang bahkan belum mencapai Ranah Creation, bukankah semestinya ia sudah remuk menjadi serpihan dan lenyap tak bersisa? Namun kenyataannya, Ryan tetap berdiri tegak, menatap ke arah datangnya aura itu dengan sorot menantang. Kedua tangannya terkepal erat di sisi tubuh. Tak setetes pun rasa gentar tampak di wajahnya. Kalau ini bukan sesuatu yang melawan kodrat, lalu apa
Hening. Kerumunan yang tadi ramai mendadak bungkam. Semua orang menatap Ryan seolah sedang memandang orang gila. Beberapa bahkan melongo tanpa sadar. Akademi Heavenly Flame sampai rela menunggunya dua jam, dan ia masih merasa itu kurang? Dia bahkan menolak syarat sebaik itu? Setinggi itukah ia menilai dirinya sendiri? Ini Akademi Heavenly Flame! Sebuah nama yang mampu membuat faksi papan atas sekalipun menundukkan kepala. Kalau sampai salah bicara, sekalipun ia juara kompetisi, dia bisa saja dicoret dari daftar penerimaan hanya karena kelancangannya! Banyak orang di sana malah diam-diam berharap Ryan terus keras kepala, supaya kesempatan yang dia sia-siakan bisa jatuh ke tangan mereka. Mungkinkah Ryan sungguh sama sekali tak punya rasa hormat pada Akademi Heavenly Flame? Kening Lucian berkerut, jarinya mengetuk-ngetuk pelan di sisi tubuh menahan kesabaran yang mulai menipis. Ia sudah cukup memberi muka dengan bersedia menunggu dua jam, tapi Ryan masih juga menolak? "
"Terima kasih, Guru!" ucap Ryan dengan sangat tulus. Ryan mengangguk sedikit dan menatap ketiga Buddha Emas dengan sangat serius. "Guru, apa yang terjadi saat itu? Mengapa Sekte Golden Vajra dihancurkan? Apakah Keluarga Northpalace bersalah karena menyerang sekte itu?" "Tidak!" jawab Buddha Pengob
Wakil Ketua Fordo Carlos bermain-main dengan gumpalan darah di tangannya seolah-olah sedang melihat mainan yang menarik. Kemudian dia melangkah maju dengan santai dan memandang ke arah Gunung Langit Biru dengan mata yang menyipit berbahaya.Dia tersenyum lebar dan berkata denga
Venerable Immortal Yuriel Leviathan sengaja menceritakan semuanya dengan detail yang menakutkan. Dia ingin melihat reaksi Rindy Snowfield dan Shirly Jirk ketika menyadari betapa hopelessnya situasi Ryan, serta bagaimana mereka akan memilih antara cinta dan keselamatan diri.Mendengar kata-kata yan
Tak lama kemudian, ledakan dahsyat yang menggelegar meletus di langit! Ryan dan para kultivator lainnya yang masih hidup mendongak bersamaan dengan terkejut, menatap mayat seorang Kultivator Ranah God King yang jatuh dari langit dengan cepat! Mayat tersebut kemudian hancur berkeping-keping di uda







