로그인Sore Semua ( ╹▽╹ ) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) Akumulasi Hadiah: 115/1000 Selamat Beristirahat (◠‿・)—☆
Lucas Ravenclaw adalah kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu.Namun aura Nolan Chester jauh berbeda dari itu, terpaut bagai langit dan bumi! Inilah fondasi sejati Akademi Heavenly Flame.Meski begitu, Ryan menggertakkan giginya rapat-rapat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Keringat dingin membasahi keningnya.Punggungnya tetap tegak lurus, meski darah terus merembes dari sudut bibirnya.'Bahkan seorang kultivator puncak Ranah Creation biasa pun rasanya tak akan sanggup menahan tekanan ini.'Untung saja tubuh fisiknya luar biasa tangguh. Tanpa itu, ia pasti sudah remuk sepenuhnya, hancur menjadi debu tanpa sempat melawan.Namun sorot matanya sama sekali tidak goyah! Dia tetap menatap lurus ke depan, seolah menantang tekanan mengerikan itu untuk meremukkannya kalau memang bisa.Tiba-tiba, energi iblis yang seakan tak berujung menyembur keluar dari tubuh Ryan.Di keningnya, sekelebat cah
Bagi banyak orang di sana, Ryan masih terlalu muda dan minim pengalaman.Meski ia kuat, banyak yang menganggap pencapaian Ryan di masa depan akan terbatas.Bagaimanapun, di dunia kultivasi, kalau ingin melangkah jauh dan memperoleh lebih banyak sumber daya, bakat saja tidak cukup.Seseorang harus tahu siapa yang perlu dirangkul dan siapa yang tak boleh disinggung! Sekuat apa pun seseorang di usia muda, tanpa naungan kekuatan besar, dia hanya akan menjadi mangsa yang menunggu dilahap.Dan sekarang, Ryan jelas-jelas telah menyinggung orang yang seharusnya tidak dia singgung.Bukan sekadar seorang senior biasa, melainkan seorang penegak hukum dari Akademi Heavenly Flame. Ia pasti akan membayar mahal!Namun, di luar dugaan, mata Nolan sama sekali tidak menyiratkan rasa jijik ataupun amarah saat menatap Ryan. Sorot itu justru terasa tenang, hampir seperti sedang menilai.Justru sebaliknya, kalau Ryan menda
lBeberapa jenius Ranah Creation dan Ranah Dao Integration yang lebih lemah nyaris tak sanggup menahan tekanan itu. Tubuh mereka bergetar hebat, seakan siap ambruk kapan saja. Kaki mereka goyah, wajah mereka memucat, dan mereka susah payah berusaha tetap berdiri tegak. Beberapa bahkan menggigit bibir menahan sakit. Padahal, mereka adalah jenius-jenius berbakat yang kekuatannya sudah melampaui tingkat kultivasi mereka sendiri. Sementara Ryan, yang menjadi sasaran utama tekanan itu, menanggung beban seribu, bahkan sepuluh ribu kali lipat lebih berat dari yang mereka rasakan. Dengan tingkat kultivasi seperti Ryan yang bahkan belum mencapai Ranah Creation, bukankah semestinya ia sudah remuk menjadi serpihan dan lenyap tak bersisa? Namun kenyataannya, Ryan tetap berdiri tegak, menatap ke arah datangnya aura itu dengan sorot menantang. Kedua tangannya terkepal erat di sisi tubuh. Tak setetes pun rasa gentar tampak di wajahnya. Kalau ini bukan sesuatu yang melawan kodrat, lalu apa
Hening. Kerumunan yang tadi ramai mendadak bungkam. Semua orang menatap Ryan seolah sedang memandang orang gila. Beberapa bahkan melongo tanpa sadar. Akademi Heavenly Flame sampai rela menunggunya dua jam, dan ia masih merasa itu kurang? Dia bahkan menolak syarat sebaik itu? Setinggi itukah ia menilai dirinya sendiri? Ini Akademi Heavenly Flame! Sebuah nama yang mampu membuat faksi papan atas sekalipun menundukkan kepala. Kalau sampai salah bicara, sekalipun ia juara kompetisi, dia bisa saja dicoret dari daftar penerimaan hanya karena kelancangannya! Banyak orang di sana malah diam-diam berharap Ryan terus keras kepala, supaya kesempatan yang dia sia-siakan bisa jatuh ke tangan mereka. Mungkinkah Ryan sungguh sama sekali tak punya rasa hormat pada Akademi Heavenly Flame? Kening Lucian berkerut, jarinya mengetuk-ngetuk pelan di sisi tubuh menahan kesabaran yang mulai menipis. Ia sudah cukup memberi muka dengan bersedia menunggu dua jam, tapi Ryan masih juga menolak? "
Ryan merasa Kompetisi Rising Dragon ini tidak sesederhana kelihatannya.Dari raut wajah Lucian Lowe, ia bisa menebak bahwa bahkan orang ini pun masih berada dalam kegelapan. Ada kerutan samar di dahi Lucian yang sulit disembunyikan.Kompetisi Rising Dragon adalah salah satu ajang paling meriah di Benua Valorisia.Namun anehnya, hanya sebagian dari faksi kelas satu dan faksi papan atas benua yang datang.Yang lebih janggal lagi, sepanjang kompetisi, Ryan hanya sempat melihat sebagian dari faksi kelas satu itu. Ke mana perginya para murid dari kekuatan papan atas?'Istana Roh Abadi sangat kuat. Kalau Rindy Snowfield tahu aku ikut kompetisi, dia pasti sudah mencariku.''Aku sempat membuat keributan cukup besar di sini, jadi mustahil Rindy tidak menyadari keberadaanku. Kalau begitu, kenapa dia tidak muncul sama sekali?'Ryan lalu teringat sesuatu. Yuriel Leviathan tidak memenuhi syarat untuk mas
Ryan memandang rendah orang-orang itu, tahu persis apa yang mereka pikirkan. Sudut matanya melirik sekilas, lalu kembali datar.Meski begitu, ia tidak peduli. Bagi Ryan, orang-orang ini memang tidak berada di kelas yang sama dengannya.Pikirannya masih berkutat pada satu hal, yaitu alasan kepergian Mira.Pemuda tampan itu tersenyum. "Baiklah, dengan ini Kompetisi Rising Dragon resmi berakhir. Selamat kepada 49 orang yang berhasil lolos.""Kalian telah memenangkan sesuatu yang diimpikan oleh jenius yang tak terhitung jumlahnya, dan berhak masuk ke Akademi Heavenly Flame.""Sekarang, berdirilah di panggung dan jangan bergerak. Kami akan langsung mengirim kalian ke Akademi Heavenly Flame!"Tepat saat semua orang mengira Kompetisi Rising Dragon akhirnya benar-benar usai dan bersiap pergi, sebuah suara pelan tiba-tiba terdengar dari atas panggung."Tunggu sebentar."Tunggu?Semua orang yang lolos justru tak
Ketua Sekte Blue Sky juga pernah mengalami kekacauan seperti ini. Saat itu, dia telah ditekan oleh Klan Spirit Blood dan tidak punya pilihan selain menyerah. Sekarang, setelah ditekan oleh Ryan, dia harus merendahkan diri dan memberi tahu apa yang dia ketahui. Dalam hati, dia merasa sangat geti
Stuart Fenex menyerang dengan telapak tangannya yang dipenuhi qi destruktif. Energi spiritual-nya meledak dan berkumpul di udara untuk membentuk jejak telapak tangan raksasa berwarna merah membara yang mengandung kekuatan luar biasa.Serangan itu begitu dahsyat hingga membuat udara berdesing keras
Empat orang berjalan masuk melalui lubang di dinding dengan langkah yang menggelegar. Mereka semua memiliki aura kuno yang mengalir mengerikan di sekujur tubuh mereka. Wajah mereka yang keriput dan pucat membuat orang tidak bisa menebak berapa usia mereka sebenarnya. Mereka mengenakan jubah hi
Di kejauhan, Jacob Campbell juga mendengar percakapan antara Master Alkimia Teddy Sichs dan Master Alkimia Ling Yi. Dia tertawa dingin dalam hatinya! 'Hmph, Ryan ingin membuat Pil Hundred Spirit? Sungguh konyol!' Jacob Campbell merasa jijik, dan sudah membayangkan mahkota pemenang di kepalanya.







