共有

239. Part 7

last update 公開日: 2026-08-02 01:01:57

Apa yang terjadi kemudian sungguh sulit dipercaya. Pangeran itu ternyata mampu terbang. Dia terbang melintasi lautan luas dengan diikuti ribuan kawanan lebah yang terus mengawalnya disepanjang perjalanan.

Sementara itu setelah darahnya tersedot nyaris habis oleh lawan Ki Lara Saru Saru ternyata masih dapat bertahan hidup. Tapi dia tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri.

Dia juga tak kuasa menutup luka di bagian dada karena tubuhnya dalam keadaan tertotok. Dengan suar

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   239. Part 7

    Apa yang terjadi kemudian sungguh sulit dipercaya. Pangeran itu ternyata mampu terbang. Dia terbang melintasi lautan luas dengan diikuti ribuan kawanan lebah yang terus mengawalnya disepanjang perjalanan.Sementara itu setelah darahnya tersedot nyaris habis oleh lawan Ki Lara Saru Saru ternyata masih dapat bertahan hidup. Tapi dia tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri.Dia juga tak kuasa menutup luka di bagian dada karena tubuhnya dalam keadaan tertotok. Dengan suara lirih dan mata menatap kosong memandang kegelapan di langit kakek ini berucap."Celaka dunia. Aku tidak bisa mencegahnya. Ilmu kesaktian yang dia miliki sekarang jauh lebih hebat dibandingkan yang dulu. Siapa yang bisa menghentikan kejahatannya yang gila luar biasa?!"Sepi!Tak ada yang menjawab ucapan serta kekhawatiran yang dirasakan orang tua itu. Yang terdengar hanyalah suara deru angin disertai deburan ombak di kejauhan di bawah tebing karang yang runtuh. 

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   238. Part 6

    Ki Lara menggerung. Walau tubuhnya terasa membeku, napas sesak dan tubuh di sebelah dalam serasa remuk namun dia segera bangkit. Begitu bangkit dengan tubuh terhuyung si kakek diam-diam berucap."Pelita keramat dari alam arwah. Nyalakan dirimu!"Wuss!Mendengar perintah si kakek pelita keramat kembali menyala. Ternyata nyala api pada pelita begitu kecil. Walau tak melihat namun orang tua ini dapat mengetahui pelita di atas kepalanya tak dapat diharapkan terlalu banyak dalam membantunya.Tidaklah heran.Begitu dia melihat sang pangeran terus merangsak maju setelah berhasil dengan serangan pertama, Ki Lara cepat badan lalu menghantam lawan dengan pukulan Neraka Liang Lahat.Dua pukulan yang dilancarkan Ki Lara bukan serangan biasa. Pukulan sakti yang dilepaskannya sanggup menghancurkan gunung dan menghentikan gelombang raksasa di lautan. Bila manusia yang terkena pukulan maut tersebut tubuhnya dapat hancur lebur menjadi kepingan beku.W

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   237. Part 5

    Kemudian dari balik cahaya muncul kabut putih tebal menebarkan bau aneh seperti aroma setanggi namun juga bercampur bau busuk. Bersamaan dengan itu dikejauhan terdengar pula suara lolongan anjing. Ki Lara mengusap wajah dan tengkuknya yang semakin dingin.Orang tua ini juga menahan nafas ketika melihat dari balik kepulan kabut dan cahaya putih muncul satu sosok bertubuh tinggi bertelanjang dada berambut panjang riap-riapan berwajah angker dipenuhi cairan putih.Tanpa bicara apa-apa.Sosok berpenampilan selayaknya mayat hidup ini melangkah sejauh tujuh tombak dari cahaya empat persegi tempat dimana dia munculkan diri. Ki Lara tercekat.Dia mengusap keningnya tiga kali. Gerakan mengusap kening yang dilakukan si kakek membuat nyala pelita keramat yang bertengger di atas kepalanya makin bertambah terang.Dengan bantuan cahaya pelita yang membesar kini Ki Lara secara leluasa dapat melihat laki-laki itu. Laki-laki itu sekujur tubuhnya putih pucat dengan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   236. Part 4

    Si kakek renta berwajah macam tengkorak berkulit merah yang terrnyata memang bernana Ki Lara Saru Saru juru kunci makam para raja istana kuno di pulau Rakata diam tercekat. Dia yang semula siap melepaskan pukulan sakti ke arah cahaya yang disekelilingi ribuan lebah berterbangan. Dengan perlahan turunkan kedua tangannya. Dengan sorot mata seakan tidak percaya dia memandang ke arah cahaya menyilaukan dimana suara yang dia dengar berasal."Seperti yang kuduga! Ternyata benar pangeran mesum itu muncul sekaligus bangkit dari kematiannya. Aku mengenali suara itu. Tapi mengapa dia kembali dalam selubung cahaya? Mengapa tidak dalam peti mati Batu Kumala." pikir Ki Lara."Apa yang kau pikirkan Ki Lara? Kau sedang merasani diriku. Kau hendak mencari tahu, kau dunia ini bersama peti mati jahanam yang telah memendamku di dasar laut Krakatau?"Lagi-lagi terdengar suara bentakan keras dari balik cahaya putih berkilau. Ki Lara Saru Saru menyeringai. Dadanya yang kurus kering t

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   235. Part 3

    Disaat ketiga pelita memasuki hitungan ketiga mengelilingi pusaran air yang seolah mendidih itu. Dari kedalaman laut mendadak muncul cahaya putih terang. Cahaya yang muncul menyambar ganas ke arah pelita Keramat dari Alam Arwah.Byar!Wuus! Wuus!Mendapat serangan ganas dari cahaya yang mencuat dari kedalaman laut yang bergolak. Dua pelita tak sempat selamatkan diri. Keduanya hancur menjadi kepingan disertai ledakan dahsyat dan suara jerit aneh yang menyayat"Celaka! Dua pelita gaib sahabatku...!"Orang tua ini keluarkan seruan kaget.Tubuhnya tergetar hebat.Hancurnya pelita ternyata berpengaruh bagi jiwa orang tua ini. Tidak ingin pelita satunya lagi ikut hancur dihantam cahaya putih aneh. Orang tua ini segera hentakan tangan ke arah pelita yang membubung tinggi meninggalkan laut.Lalu menarik tangannya ke belakang.Satu kekuatan luar biasa besar yang bersumber dari tangan orang tua itu menyedot sang pelita yang melaya

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   234. Part 2

    "Astaga! Pelita Kaki Nyawa meledak. Ini sebuah pertanda buruk. Segala mimpi buruk bagi setiap pemuda gagah dan para gadis perawan bakal menjadi kenyataan. Badai, ombak menggila dan angin yang mengamuk?! Keparat jahanam! Ternyata sumpah seribu tahun yang lalu itu nampaknya sekarang benar-benar hendak terwujud menjadi sebuah kenyataan. Tapi aku tidak peduli, aku harus mencegah sebelum kiamat benar-benar muncul di rimba persilatan!"Sambil berucap demikian di dalam gelap dimana tak dapat terlihat apa-apa si orang tua rangkapkan kedua tangan yang terkembang di depan dada. Seiring dengan menyatunya dua telapak tangan di dadanya dia keluarkan ucapan."Tiga Pelita Keramat Penunjuk Terang Dalam Kegelapan. Aku memanggil kalian untuk membantuku!" Berkata begitu orang tua ini memutar tubuh, telapak tangan segera direntang, lalu diangkat tinggi kemudian sepuluh jemari tangan berlawanan arah bergerak melambai ke langit.Diatas ketinggian dalam kegelapan diwarnai suara mender

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   167. Part 3

    Sosok tinggi hitam berpakaian berupa jubah hitam berambut panjang memakai ikat kepala hitam yang tak lain adalah Maha Sesat itu merasa usahanya untuk memasuki gua di dalam perut bukit semakin jauh dari harapan.Angin Pesut ternyata tidak hanya memiliki tubuh dengan ukuran sangat besar, nam

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   165. PEDANG LAUT SELATAN

    KETIKA SUASANA MEMANAS.Dalam ruangan gua Empat Ruang Satu Pintu, altar pertama tiba-tiba saja meledak begitu cahaya bulan empat belas hari menyinari simbol bintang di permukaan altar. Ledakan besar itu membuat lereng bukit Induk mengalami kehancuran disertai munculnya banyak lubang yang l

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   161. Part 21

    "sepertinya aku pernah melhatmu. Tapi aku lupa di mana..!""Paduka, kalau dia mengenalmu mengapa dia memukulku dengan cara pengecut seperti Itu!" Tukas Bocah Ontang Anting kesal.Kakek ini segera berdiri sambil mengusapi perutnya yang berdenyut sakit Angon Luwak tersenyum."T

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   155. Part 15

    Si Gadis yang bersama si kakek yang tak lain adalah Dewi Harum alias Puteri Pedang Harum terkejut tak menyangka Kupu Kupu Putih mau membeberkan kesalahan gurunya. Sambil berdecak kagum dan menatap Kupu Kupu Putih yang berjarak sejauh lima belas tombak di depannya.Dewi Harum berucap dengan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status