공유

Fix Segitu?

last update 게시일: 2026-06-15 12:20:46

“Pokoknya 20 juta, tidak boleh kurang dari itu!” seru Catherine penuh penekanan.

Tampaknya gadis itu mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan, sekaligus supaya usaha nekatnya ini tidak berakhir sia-sia. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Melihat Catherine yang begitu gigih, Sean akhirnya berkata, “Baiklah. Tapi cuma itu, ‘kan? Tarif lainnya tidak ikut naik.”

“Eh? Memangnya boleh?”

Refleks Catherine mendongakkan kepala. Saat itu pula, terlihat olehnya sosok Sean yang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Jangan Pikirkan Lelaki Lain

    “Ada aku di sini, tapi dia malah menanyakan Ren?” kesal Sean di dalam hatinya.Sepercik rasa cemburu pun muncul, membuat mood-nya jadi jelek. Wajahnya yang semula berseri, kini seperti digelayuti oleh awan mendung.“Huh! Apa aku kurang menarik dibandingkan lelaki itu?" geramnya kemudian.Dengan wajah sebal level maksimalnya itu, Sean bertanya ketus, “Siapa bilang Ren akan ikut dengan kita?”Sebelah alis Catherine langsung terangkat. “Maksudnya, kau yang menyetir?” tanyanya memastikan.“Jangan menguji kesabaranku, Cathie!” sungut Sean. Menepuk-nepuk kursi yang tengah dia duduki, Sean lantas menyindir, “Matamu itu masih normal, ‘kan? Maksudku, bisa melihat kalau aku duduk di sini.”Lelaki itu menjeda kalimatnya sebentar untuk menarik napas. Lalu dia hembuskan dengan kencang, sekalian melampiaskan rasa dongkol di dalam hati.“Itu artinya aku yang menyetir, Cathie. Masa iya kau perlu menanyakan hal seperti ini.”Catherine mencebikkan bibirnya. “Aku belum pernah melihatmu menyetir sendiri.

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Perlihatkan Sedikit Lebih Lama, Ya?

    Jakun Sean langsung bergerak turun begitu melihat pemandangan menggoda yang ditampilkan oleh Catherine. Meski jarak mereka cukup jauh, mata Sean langsung cosplay menjadi mata elang kalau sudah dihadapkan dengan situasi ini.Matanya naik turun berulangkali karena bingung mau melihat yang mana. Antara melihat bagian atas handuk yang terlihat sangat sesak sampai seperti tak muat menampung sepasang aset pribadi milik Catherine, atau memandangi paha Catherine yang begitu mulus.“Perawatan macam apa yang dia lakukan? Nyaris tidak ada bulu yang terlihat di kakinya,” pikir Sean kemudian.Menyadari Sean yang terpaku di tempatnya tanpa melakukan apa pun, pipi Catherine langsung merona. Buru-buru dia menutupkan kedua tangan. Yang satu menghalangi belahan dadanya, sementara yang lainnya menutupi bagian bawah.“Pelit sekali,” komentar Sean.Bibirnya sedikit maju. Pipinya juga terlihat agak menggembung. Persis seperti seorang anak kecil yang merajuk karena tidak diperbolehkan makan permen.Langsung

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Satu Jam dalam Pangkuan

    Cup!Tanpa memberikan waktu bagi Catherine untuk bereaksi, Sean mendaratkan kecupan manis di leher perempuan itu. Tarikan napasnya terasa berat, berbanding terbalik dengan hatinya yang merasa lega.“Ah, sekarang aku tahu mengapa para vampir begitu terobsesi menemukan ‘wanita pilihan’ yang disebutkan dalam legenda. Hanya menciumnya beberapa detik saja, rasa sakit di dadaku mulai berkurang.”Sean merasa tidak cukup dengan itu, sehingga indra perasanya mulai berkelana. Menyusuri setiap jengkal leher Catherine hingga hampir menyentuh dagu.“Uhh, S-sean. Jangan,” tolak Catherine. Napasnya terdengar seperti gemuruh, seperti melodi yang mendadak hadir di tengah badai.Gadis itu berusaha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Berpikir dia dapat menghentikan, atau setidaknya membatasi pergerakan Sean.Sean memang sedikit kesulitan menghadapi trik kecil yang dimainkan Catherine. Namun, dia punya solusinya sendiri.“Begini saja tidak bisa kau tahan, Cathie?” goda Sean.Jemarinya perlahan turun, meng

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Berkah dari Sang Dewi

    “Kau memang pantas mendapatkan berkah dariku,” batin dewi tersebut seraya menyatukan kedua tangannya di depan dada, seperti sedang berdoa. Pergelangan tangannya lalu berputar 45° dan sedikit direnggangkan, sehingga kedua ibu jarinya menghadap ke atas. Dua jari itu juga tidak tertaut seperti jemari lain, melainkan membentuk segitiga. Adapun jari telunjuk berperan sebagai sisi bawahnya.Dari sela jemari Astressia, keluar sinar keemasan yang cukup menyilaukan. Seandainya Catherine ada di sini, pandangannya akan terenggut selamanya meski cuma mengintip sebentar.“Atas kuasa yang telah dianugerahkan kepadaku, aku, Astressia de Astrea, ingin membagikan sedikit berkahku kepada Catherine van Lammington yang kini telah bereinkarnasi menjadi Catherine Ethenburough,” ucap Astressia dengan suara seriusnya.Dewi itu lalu menaikkan tangannya di depan mata. Setelah posisinya dirasa pas, barulah dia melepaskan tautan tangannya. Memperlihatkan sepasang matanya yang berkilau indah.“Lumière de la béné

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Menanyakan Tentangmu

    “Mana bisa kita membiarkan Catherine jatuh ke tangan Sean. Ayolah, pikirkan sesuatu!” desak Silencia, mengabaikan ucapan Astresia barusan.Astressia memijit kening. “Kau kan dewa yang disembah para vampir menjijikkan itu. Kenapa kau malah tanya solusinya padaku?”“Aaa!”Silencia merasa otaknya mau meledak. Berteriaklah dia sambil mengacak-acak rambutnya sendiri, saking frustasinya.Melihat Silencia yang tantrum bagai anak kecil, Astressia menghela napas. “Kalau kau mau mengakhiri blood contract mereka secara paksa, bukankah itu juga berarti mengembalikan umur Sean yang telah Catherine serap? Tubuhnya pasti akan mengalami serangan balik. Kalau tidak beruntung, Catherine bisa langsung mati.”Menjeda kalimatnya sebentar. Sepasang mata Astressia menyorot tajam ke arah lawan bicaranya, sementara suaranya terdengar lebih dingin dari sebelumnya ketika bertanya,“Silencia … apa kau sungguh tega melakukan itu pada Catherine?”***“Sean,” panggil Catherine dengan suara lembut.Lelaki yang seda

  • Penghangat Ranjang Tuan Sean   Kau Milikku Sekarang

    “Jangan buat pikiranku jadi liar begini, Cathie,” lirih Sean. Suara seraknya itu sebetulnya nyaris tidak terdengar. Namun di saat yang tepat, berhembus angin sepoi yang nakal. Menghantarkan pesan memalukan itu pada Catherine.“Hah?” respon Catherine sambil menaikkan sebelah alis.Melihat wajah Catherine yang bingung maksimal, Sean jadi sadar kalau pemikirannya masih polos. Berbanding terbalik dengan otaknya yang gampang memikirkan aneka hal kotor. Fakta ini pun membuatnya malu sendiri.“K-kau tidak perlu tahu,” ujar Sean kemudian.Supaya rasa malunya ini tidak berlarut-larut, Sean mengajak, “Bisa kita lakukan sekarang?”Menggaruk kepala yang tidak gatal, Catherine lalu membalas, “Boleh saja. Tapi memangnya kau punya jarum?”“Ada.”Sean memasukkan tangan ke dalam saku. Diam-diam menggerakkan jarinya untuk menciptakan sebuah jarum tajam. Sambil mengeluarkannya, Sean berkata, “Nih.”“Tidak bisa dipercaya!” kaget Catherine di dalam hati. Dia bahkan mengucek-ngucek kedua mata, saking tida

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status