LOGINSuamiku merekam proses kelahiran anakku, kemudian mengunggahnya ke situs porno. Video tersebut cepat menyebar, dan aku mendapatkan serangan siber. Orang tuaku menyewa pengacara untuk membantuku dalam kasus ini, tapi malah membuat masalah menjadi makin parah. Akhirnya, mereka mati terlindas mobil orang yang mereka tuntut. Aku bertahan dengan kondisi yang masih lemas pascamelahirkan, hanya untuk meminta keadilan bagi orang tuaku. Tapi suami dan ibu mertuaku malah bersekongkol. Mereka mengusirku keluar rumah saat tengah malam. Bahkan mereka memanggil sekumpulan orang yang lebih kejam dari binatang untuk menganiaya dan membunuhku saat diriku masih dalam masa pemulihan pascamelahirkan. Setelah aku mati, suamiku menolak melaporkan kejadian ini agar tidak dilakukan penyelidikan. Dia malah mengubur jasadku di sebuah gunung terpencil. Dia menguburkanku sambil mengomel, "Aku melakukan semua ini supaya kamu bisa hidup enak. Jangan salahkan aku kalau aku jadi kejam begini, itu karena kamu sendiri yang nggak menghargainya." Saat aku membuka mata, aku malah kembali ke hari saat aku baru saja melahirkan.
View MoreEoghan Thornton, sosok berkepribadian tangguh dan wajah tampan yang kerap muncul di sampul majalah bisnis, memerintah dengan elegansi. Sebagai pembisnis sukses yang melambung tinggi di dunia korporat, kehidupannya dihiasi dengan kekayaan dan kekuasaan. Mansion megahnya, setinggi ambisi dan setajam intuisinya.
Di balik tirai sutra yang tebal, diterangi lampu-lampu gantung bergaya vintage, Eoghan duduk di kursi kulit mewahnya. Ruangan itu diisi dengan senyuman keluarga yang dilukiskan dalam potret masa lalu, mencerminkan warisan keluarga yang kaya raya. Dirinya terbiasa dengan dunia aristokrasi yang dikelilingi oleh karya seni mahal dan perabotan bersejarah yang disusun rapi. Di sisi lain bangunan mansion-nya, seorang wanita bernama Serena merayap dengan hati-hati. Dahulu, dia adalah seorang kurator seni, membenamkan dirinya dalam keindahan dan sejarah seni. Namun, kini dia telah menjelma menjadi penjahat yang berprofesi sebagai pencuri spesialis benda seni. Plan dan skema penyusupannya telah disusun dengan cermat. Di balik gaun hitam yang memeluk tubuhnya, Serena menyelinap ke dalam mansion megah Eoghan dengan hati-hati, gaun hitamnya melambai lembut di setiap langkah. Eoghan, sibuk merayakan kegagalan perjodohannya dengan sebotol anggur merah di balkon mansion-nya. Pandangannya terfokus pada langit malam yang berkilauan, dan hatinya dipenuhi kepuasan. Namun, ketika Serena menyelinap melalui lorong menuju ruang brankas di keheningan malam, sebuah guci antik di atas meja kayu terjatuh dan pecah. Suara nyaring pecahan kaca itu membuat Eoghan terhenti dari euforia mabuknya. Mata Eoghan dan Serena bertemu melalui jendela, dan dalam sekejap, atmosfer malam berubah. Eoghan, yang seharusnya tenggelam dalam perayaannya, merasa terganggu oleh kehadiran sosok yang asing. Serena, dengan sigap bersembunyi di balik pilar. "Siapa kau?" desis Eoghan, langkah-langkahnya yang mabuk mendekat ke tempat Serena berdiri. Serena, tanpa kehilangan ketenangan, menjawab dengan suara lembut, "Maafkan saya, Tuan. Saya pelayan baru." Namun, jawaban itu semakin membuat Eoghan curiga, "Ini ruang pribadiku! Apa yang kau cari di sini?" tanyanya dengan nada yang meninggi. Mereka saling berhadapan di koridor yang dipenuhi keheningan. "Ini malam ulang tahunku, bukan?" ucap Eoghan tiba-tiba, seolah-olah menemukan solusi yang masuk akal. Dengan pandangan mabuknya, dia mengira Serena adalah wanita yang dibawa oleh Daniel untuknya. Serena, terkejut oleh perubahan arah pembicaraan, mencoba menjelaskan bahwa itu hanyalah kesalahan. Namun, Eoghan, yang terlanjur yakin dengan pandangannya sendiri, merasa dihibur oleh hadirnya Serena. "Marilah kita nikmati malam ini bersama," ajak Eoghan dengan antusias. Eoghan, masih penuh dengan keyakinan yang salah, mengajak Serena untuk duduk. Sofa kulit yang lembut dan lampu gantung kristal menciptakan atmosfer yang kontras dengan ketegangan di antara mereka. Serena, yang tidak ingin memperburuk situasi, menuruti ajakan Eoghan. Namun, ia menyadari bahwa harus menemukan cara untuk bisa kabur dari Eoghan. "Saya benar benar seorang pelayan di sini," ucap Serena, mencoba memberikan penjelasan yang sederhana. Eoghan memperhatikan dan mengamati Serena lebih dalam, dia terkejut oleh kecantikan Serena yang bersinar di bawah gaun hitamnya. Keyakinannya pada kejutan ulang tahun semakin kuat. "Kau terlalu cantik untuk itu," sahut Eoghan, masih tertutup oleh keyakinannya sendiri. Eoghan, masih terhanyut dalam keyakinannya yang salah, menuangkan anggur ke dalam dua gelas kristal. "Kita bisa merayakan malam ulang tahunku bersama," kata Eoghan, mengangkat gelasnya dengan senyum yang mabuk. Serena yakin bahwa Eoghan yang sudah tampak sangat mabuk akan segera roboh. Dia mengangkat gelasnya dan menjawab, "Tentu, selamat ulang tahun Tuan," Malam itu, Serena yang tidak pernah meminum alkohol itu mengambil keputusan berisiko dengan meneguk anggur pemberian Eoghan, sebagai langkah yang diambilnya untuk meredakan kecurigaan. Eoghan yang terhanyut dalam keadaan mabuknya, bercerita tanpa henti tentang kisah lucu mengenai salah satu bawahannya. Serena berpura-pura tertarik, tersenyum dan mengangguk setiap kali Eoghan mengakhiri setiap ceritanya. "Kau tahu, dia yang paling aneh. Selalu membuatku tertawa setiap kali dia berada di sekitar," ujar Eoghan sambil mengisyaratkan ke arah sofa yang kosong, seakan-akan bawahannya itu duduk di sana. Serena memainkan perannya dengan baik, "Benar-benar lucu, Tuan Thornton. Saya bisa membayangkan betapa menghiburnya dia." Eoghan, semakin terhanyut dalam ceritanya, tertawa terbahak-bahak. Sementara Serena menjaga penampilannya. Di tengah tawa yang mengisi hingga ke seluruh ruangan, Serena mencoba mengukur saat yang tepat. Ia merasa yakin bahwa sebentar lagi, Eoghan akan menyerah pada efek alkohol, memberinya peluang untuk melanjutkan aksinya mencuri. Namun, perkiraannya meleset. Keadaan berubah ketika Serena, yang sebelumnya tampil begitu percaya diri, tiba-tiba merasa dunianya berputar. Rasa yang tak bisa dihindari terus menghampirinya, dan tanpa terasa, langkahnya menjadi goyah. Di antara tawa dan cerita Eoghan yang semakin merayap ke telinganya, Serena jatuh tumbang lebih dulu karena mabuk. Keesokan paginya, Serena terbangun dengan kepala yang terasa berat, mendapati dirinya berada di tempat tidur yang tak dia kenal. Suasana kamar mewah yang dipenuhi dengan cahaya lembut matahari memperjelas betapa kontrasnya malam sebelumnya. Matahari pagi yang lembut itu menyinari selimut sutra yang tergeletak begitu indah di atas tempat tidur besar berbalut linen putih. Desain interior yang elegan menciptakan suasana yang damai, dengan tirai yang terbuka lebar, membiarkan cahaya matahari pagi menyelinap masuk dan menari-nari di permukaan lantai marmer. Serena, yang duduk di ujung tempat tidur yang lembut, merasakan sentuhan sutra yang mewah di ujung jarinya. Karpet tebal di bawah tempat tidur memberikan sentuhan hangat pada suasana pagi itu. Saat gadis itu mencoba memahami bagaimana malam itu berakhir dengan keadaan seperti ini, Eoghan tiba tiba muncul dari pintu kayu yang menjulang tinggi. Eoghan, dengan langkahnya yang tenang, membawa aroma harum kopi segar ke dalam kamar. "Selamat pagi," sapa Eoghan dengan senyum hangat, sembari menempatkan secangkir kopi di meja samping tempat tidur. Serena, dengan pandangan bingung, menatap sekeliling kamar yang dipenuhi dengan unsur kemewahan. Kaca jendela dari lantai ke langit-langit menampilkan pemandangan taman yang hijau. "Kau tidur nyenyak semalaman," sambung Eoghan, mencoba memecah keheningan. Serena mencoba merangkai ingatannya. Hal yang terjadi tidak sesuai dengan rencananya, pandangannya mencari petunjuk di sekitarnya. "Apa yang terjadi tadi malam?" Eoghan tersenyum, mencoba memberikan penjelasan ringan. "Kita menyulap tadi malam menjadi suatu kenangan yang tidak terlupakan." Penjelasan absurd Eoghan, membuat Serena mengira tadi malam mereka telah melakukan perbuatan tak terpuji yang menodai kesuciannya. Tebakannya diperkuat dengan dirinya yang kini hanya mengenakan pakai dalam. Dengan frustrasi Serena merutuki kecerobohannya yang meneguk benda terlarang tadi malam. Eoghan tertawa kecil sembari menyeruput kopinya, memperhatikan Serena yang sedang berusaha membungkus rapat tubuhnya. Pemandangan itu adalah tontonan yang menarik baginya. Serena menatap tajam ke arah Eoghan yang sedang mengamatinya dengan secangkir kopi. Hal pertama yang direncanakannya adalah meninggalkan mansion Eoghan tanpa membongkar identitasnya sebagai pencuri. Namun dia lupa, tadi malam dia berperan menjadi seorang pelayan atau seorang wanita bayaran yang melayani Eoghan? .Setelah lukaku pulih.Aku memindahtangankan rumahku kepada agen properti sepenuhnya agar diurus.Sementara aku dan Renita kembali ke kampung halaman bersama ayah dan ibuku untuk menjalani hidup baru.Berita tentangku menjadi sorotan di media.Mereka bilang bahwa aku adalah orang pertama yang berani melawan ketidakadilan.Mengungkap kejahatan meskipun sempat mendapatkan cibiran masyarakat.Mereka menyebutku pahlawan.Tapi, satu hal yang ingin kukatakan pada mereka adalah.Bukan hanya aku.Mereka yang berani melawan kejahatan dan mengabaikan tanggapan miring orang-orang demi menegakkan keadilan.Juga merupakan seorang pahlawan.Kaum perempuan bukan lagi kaum lemah.Akan selalu ada yang berani maju untuk melakukan perlawanan.Dan kekuatan mereka jauh lebih besar daripada yang kamu bayangkan.Kami, kaum perempuan. Tidak akan membiarkan apa yang sudah kami perjuangkan, berubah menjadi bumerang bagi kami ataupun generasi berikutnya.
Ayahku lalu terlihat berjalan masuk dari luar.Dia membawa kantong berisi buah durian.Dia bergegas menghampiriku begitu melihatku sudah siuman.Dia lalu menepuk lembut keningku, "Dasar kamu ini! Kenapa nggak mengabari Ayah dan Ibu kalau ada masalah sebesar ini?""Kamu ini bisanya membuat orang cemas saja!"Ibuku mengusap air mataku sambil melirik tidak suka pada ayah, kemudian mengomelinya, "Anakku baru bangun, kamu jangan malah memarahinya."Mata ayahku terlihat sedikit memerah, dan dia buru-buru balik badan.Dia mengusap wajahnya sambil berbalik, lalu meletakkan durian tadi di atas meja."Aku juga kasihan padanya. Kalau saja aku tahu Sandi itu seberengsek ini.""Aku pasti nggak akan merestui pernikahan mereka meskipun Lina akan membenciku!"Aku mengulurkan tangan untuk meraih lengan ayahku, "Ayah, sudahlah. Semuanya sudah berakhir sekarang.""Sandi sudah mati, semuanya sudah berakhir. Setelah ini hari-hari yang lebih cerah akan datang."Ayahku terlihat menaikkan alisnya.Lalu mengup
Agen properti menghubungiku dan bilang kalau ada yang tertarik dengan rumahku.Dan memintaku datang untuk tanda tangan kontrak.Aku pun mengiyakan dengan senang hati.Begitu rumahku sudah terjual, aku akan meninggalkan kota ini selamanya.Aku bergegas menuju ke kantor agen properti sambil bersenandung.Aku terkejut saat melihat siapa yang akan membeli rumahku.Ternyata, orang itu adalah Sandi yang kabur.Wajahnya sudah penuh jambang, tatapan matanya semerah darah.Aku pun segera berbalik dan hendak pergi begitu melihatnya.Tapi Sandi benar-benar seperti hewan liar yang sedang marah. Dia berlari ke arahku sambil memegang sebilah pisau."Lina, ini semua gara-gara kamu!""Ibuku sudah mati.""Aku juga dipenjara karenamu. Nggak akan kubiarkan kamu hidup tenang!"Agen properti yang melihat situasi jadi memburuk pun segera menelepon polisi.Aku juga segera menghindari serangan Sandi.Tapi pria itu tiba-tiba mengubah arah pisaunya.Pisau itu pun berhasil melukai lenganku.Darah mengalir keluar
Seperti yang sudah kuduga. Tiga hari kemudian ....Videoku kembali tersebar secara daring.Sama seperti di kehidupanku yang sebelumnya. Informasi pribadiku juga ikut tersebar.Nomor telepon dan alamat rumahku juga tersebar.Tapi di kehidupanku sekarang, aku sudah tidak selemah dulu.Aku pasti akan menuntut semua orang yang sudah menindas dan menghinaku.Karena tindakan Sandi ini.Polisi segera melacak informasi dari video yang dipublikasikan Sandi.Mereka menyusup ke dalam jaringan orang-orang itu.Kemudian mengumpulkan cukup banyak bukti.Ternyata jaringan orang-orang itu sudah tersusun rapi.Para penjahat itu akhirnya berhasil diringkus sekaligus.Polisi memberitahuku.Kalau mereka menemukan bahwa bukan hanya aku yang jadi korban.Sindikat ini ternyata jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.Ada video gadis kecil yang baru berusia tiga hingga lima tahun, serta siswa yang masih belasan tahun.Bahkan nenek-nenek berusia tujuh puluh sampai delapan puluh tahun.Para penjahat ini ....
Aku memeluk ibuku dan akhirnya bisa tidur nyenyak untuk pertama kalinya.Saat aku terbangun.Orang tuaku bilang kalau mereka telah mengajukan gugatan terhadap para penyebar fitnah.Termasuk kepada Sandi juga.Pengacara yang mereka sewa sedang berusaha keras untuk membantu kami.Semalam mereka mengir
Opini publik di internet menyebar cepat hingga ke kerabat dan teman-temanku.Orang tuaku yang tinggal seribu kilometer jauhnya pun membaca berita tentangku di internet.Mereka datang menginap di rumah selama tiga hari tiga malam.Mereka berangkat dari rumah di desa dengan tergesa-gesa.Ketika mereka
"Sayang, terima kasih atas jasa besarmu."Suamiku, Sandi Atmojo, mengarahkan ponselnya ke arahku sambil berlinang air mata.Kedua tangannya terlihat gemetaran.Dia lalu memberikan seikat mawar dan meletakkannya di samping tempat tidurku.Aku merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuh. Tubuhku
Suamiku merekam proses kelahiran anakku, kemudian mengunggahnya ke situs porno.Video tersebut cepat menyebar, dan aku mendapatkan serangan siber. Orang tuaku menyewa pengacara untuk membantuku dalam kasus ini, tapi malah membuat masalah menjadi makin parah. Akhirnya, mereka mati terlindas mobil ora












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.