Short
Merangkai Doa untuk Kebahagiaanmu

Merangkai Doa untuk Kebahagiaanmu

By:  SemiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah mendengar kabar bahwa Hans Setiawan terluka dan dirawat di rumah sakit ketika melindungi cinta sejatinya, Stella Gondo segera bergegas ke rumah sakit. Dia melihat Sonia Gondo melemparkan diri ke dalam pelukan Hans sambil berlinangkan air mata. "Kenapa kamu begitu bodoh? Saat terjadi kecelakaan mobil, semua orang pasti akan lari secepat mungkin, tapi kamu malah mendorongku dan melindungiku dari mobil. Bertahun-tahun telah berlalu, kenapa kamu masih menyukaiku? Aku kabur dari pernikahan kita waktu itu, dan membuatmu menjadi bahan tertawaan di seluruh kalangan. Apa kamu nggak membenciku sedikit pun?" Hans memejamkan matanya, tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya, suaranya tertahan dan rendah. "Mungkin karena terlalu mencintai, jadi kebencian sudah nggak begitu penting lagi." Sonia menangis hingga nyaris kehilangan suaranya. Dia menahan isak tangisnya, hatinya terasa hancur. "Hans, aku menyesal. Aku menyesal mengapa aku meninggalkanmu waktu itu. Tapi nggak ada kemungkinan bagi kita lagi, 'kan? Kamu sudah menjadi milik adikku."

View More

Chapter 1

Bab 1

Hans merasa jantungnya seolah-olah ditusuk sesuatu, dan tetes demi tetes darah jatuh.

Setelah terdiam cukup lama, Hans bertanya dengan suara serak, "Kalau ada kehidupan berikutnya, apa kamu bersedia menghabiskan sisa hidup bersamaku?"

"Ya, aku bersedia. Kalau ada kehidupan berikutnya, aku pasti nggak akan melewatkanmu."

Saat itu, emosi Hans yang telah lama ditekannya, meledak bagai air bah. Dia akhirnya mengangkat tangannya untuk memeluk Sonia.

Melihat mata pria itu yang memerah, Stella merasa seolah ada sesuatu mengganjal hatinya, membuatnya sulit bernapas.

Rasa pahit yang luar biasa muncul, dan air mata menggenang di pelupuk matanya.

Namun, dia memaksakan diri untuk tidak menangis, dan malah memperlihatkan senyum yang sangat jelek.

Separuh hidupnya baru saja terlewati, dan sebagai istri Hans, dia juga masih hidup.

Namun, Hans sudah tidak sabar untuk menjalani kehidupan berikutnya bersama Sonia.

Jadi, apa sebenarnya arti pernikahan yang telah berlangsung tiga tahun ini?

Darah merembes dari telapak tangannya yang terkepal. Kenangan tak terhitung jumlahnya kembali membanjiri pikirannya.

Stella telah mengenal Hans sejak dia bisa mengingat.

Namun, pria itu tidak pernah meliriknya, dan hanya terus mengikuti kakaknya, Sonia, dari belakang.

Dari anak kecil yang polos hingga gadis muda yang mengalami cinta pertamanya, Stella tetap menjadi pengamat, menyaksikan perasaan Hans yang tumbuh dengan cepat.

Menyaksikan Hans menolak semua ajakan gadis lain demi Sonia, dan lebih memilih menjadi ksatria penyelamatnya.

Menyaksikan Hans melepaskan mimpinya menjadi pilot demi mewarisi bisnis keluarga. Semua itu demi memberikan masa depan yang stabil dan bahagia untuk Sonia.

Kemudian, ketika Keluarga Setiawan dan Keluarga Gondo akan disatukan melalui aliansi pernikahan, dan harus memilih salah satu dari dua kakak beradik, Hans tanpa ragu memilih Sonia dan mempersiapkan pernikahan yang megah untuknya.

Namun, di hari pernikahannya, Sonia melarikan diri dari pernikahan demi seorang pemuda miskin.

Begitu berita itu tersebar, tempat pernikahan langsung dipenuhi kegaduhan dan ejekan. Harga diri dan martabat Hans sebagai anak emas nyaris diinjak-injak di bawah kakinya.

Di hari itu, Stella berinisiatif mengambil tanggung jawab dan menyelesaikan masalah itu.

Dia mengatakan bahwa Sonia tidak melarikan diri dari pernikahan, tetapi dipaksa pergi olehnya.

Dia juga menyukai Hans. Itu sebabnya, dia mengusir Sonia. Dia diam-diam menyukai Hans selama bertahun-tahun, jadi dia sangat cemburu dan mencoba merebut calon suami kakaknya.

Bagaimanapun, aliansi pernikahan tidak boleh dibatalkan. Karena kakaknya dipaksa pergi olehnya, Hans tidak punya pilihan selain menikahinya.

Begitu mengatakan kata-kata itu, segala macam hinaan keji seketika membanjiri diri Stella.

Hanya Hans dan Nyonya Besar Setiawan, yang mengenal sifat Stella dengan baik. Mereka tahu Stella punya sifat pemalu dan pada dasarnya tidak disukai di Keluarga Gondo, jadi dia tidak mungkin melakukan hal-hal seperti memaksa kakaknya.

Di hari itu, Hans memasangkan cincin nikah di tangannya. Dengan demikian, pernikahan tersebut pun berganti mempelai wanita.

Setelah pesta pernikahan selesai, Nyonya Besar Setiawan bertanya pada Stella mengapa dia melakukan hal itu.

Stella ragu-ragu sebelum akhirnya memberikan jawaban yang jujur.

"Kak Hans punya harga diri yang tinggi, dan aku nggak ingin dia menghadapi kesulitan sendirian."

Nyonya Besar Setiawan tersentuh oleh ketulusan hatinya, dan juga menghargai perasaannya yang dalam, jadi dia menerimanya sebagai cucu menantunya.

Di saat-saat terakhirnya, beliau masih mengkhawatirkan Stella. Beliau memaksa Hans untuk bersumpah bahwa dia tidak akan menceraikan Stella seumur hidupnya.

Hans juga menyadari pengorbanan yang telah dia lakukan dan membuat sebuah sumpah.

Setelah menikah, Hans dengan tekun memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Dari membeli bunga, memberi hadiah, dan merayakan hari jadi pernikahan tanpa pernah melewatkan satu pun.

Di atas ranjang, Hans juga sangat lembut dan selalu mempertimbangkan perasaannya.

Stella berkali-kali percaya bahwa Hans telah jatuh cinta padanya.

Sampai sebulan yang lalu, Sonia bercerai dan kembali ke tanah air. Dia telah muak menjalani kehidupan orang miskin selama bertahun-tahun ini, dan baru teringat akan kebaikan Hans, serta ingin memulai hidup baru bersamanya.

Namun karena sumpah yang menyatakan dirinya tidak boleh bercerai, Hans hanya bisa menolaknya.

Meski Hans mengatakan bahwa hubungan mereka sudah berakhir, pria itu tetap akan meninggalkan segalanya dan bergegas ke sisi Sonia setiap kali wanita itu berada dalam kesulitan.

Setelah menyaksikan hal itu berulang kali, harapan Stella untuk menghabiskan hidup bersamanya telah pupus.

Stella teringat akan cinta Hans yang pernah begitu membara, dan akhirnya menyadari perasaan pria itu yang sesungguhnya.

Stella memutuskan untuk melepaskan pria itu, dan melepaskan dirinya sendiri juga.

Karena tidak bisa bercerai, biarlah dia menjadi duda saja.

Dengan demikian, hubungan pernikahan mereka secara otomatis akan berakhir.

Jadi setelah meninggalkan rumah sakit, Stella menelepon sahabatnya.

"Desy, bukankah kamu punya pesawat yang perlu diperbaiki?"

"Iya, kenapa?"

Stella menarik napas dalam-dalam dan menceritakan keputusan yang baru saja dibuatnya.

"Tolong rekayasa kecelakaan pesawat untukku. Aku harus memalsukan kematianku di pesawat itu."

Setelah kembali ke rumah, Stella mulai mengemasi barang-barangnya.

Tiga hari kemudian, Hans pulang ke rumah dan melihat kopernya. Pria itu dengan santai bertanya, "Mengapa tiba-tiba mengemasi barang-barangmu?"

"Pernikahan temanku akan diadakan sepuluh hari lagi, jadi aku harus pergi ke luar negeri."

Sebenarnya tidak ada pernikahan sama sekali.

Hari itu adalah tanggal yang dia pilih untuk 'kematiannya'.

Hans sedikit mengerutkan kening, berpikir lama tentang siapa temannya yang akan menikah di luar negeri.

Karena tidak menemukan petunjuk, Hans juga tidak mendesaknya untuk memberikan detail, tetapi malah merangkul pinggangnya.

Merasakan hembusan napas lembut di lehernya, Stella tiba-tiba menegang, dan tanpa sadar mendorongnya menjauh.

"Lagi menstruasi."

Namun, Hans ingat bahwa menstruasinya baru saja berakhir seminggu yang lalu.

Melihat penolakan Stella, Hans berhenti sejenak sebelum dengan ragu bertanya, "Kamu marah karena tahu aku terluka demi menyelamatkan Sonia? Stella, aku menyelamatkan Sonia karena dia itu kakakmu, dan aku takut kamu akan marah kalau dia sampai kenapa-napa."

Sebelum Stella bertanya, Hans telah membuat alasan.

Dia tahu bahwa pria itu kembali ke sisinya dan berakting sebagai pasangan yang saling mencintai dengannya, hanya untuk memenuhi sumpahnya dan juga karena mendengarkan kata-kata Sonia.

Namun, ada tiga hal yang tidak bisa disembunyikan, yaitu kemiskinan, batuk, dan rasa suka.

Sama seperti sekarang, ketika ponsel Hans berdering dan melihat itu adalah telepon dari Sonia, sudut bibirnya sedikit terangkat, dan dia langsung melupakan segalanya.

Dia hanya meninggalkan satu kalimat, lalu mengambil ponselnya dan masuk ke ruang baca.

"Mendadak ada pekerjaan yang harus kuselesaikan. Stella, kamu bisa istirahat kalau kamu lelah. Nggak usah tunggu aku."

Sebelum menutup pintu, Stella samar-samar mendengar suara Sonia, dan tertawa pelan.

Dia memang tidak akan menunggu lagi.

Dan tak lama lagi, Hans juga bisa mengejar cintanya tanpa perlu sembunyi-sembunyi atau khawatir.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status