로그인Aku dan seorang aktris papan atas, pernah membuat sebuah janji. Asalkan aku melamarnya secara heboh sebanyak 99 kali dengan siaran langsung di seluruh internet, dia akan mengumumkan hubungan kami secara resmi pada lamaran yang ke-100. Namun, saat aku melakukan lamaran yang ke-100, dia malah menemani seorang aktor pendatang baru untuk berlatih teknik berciuman di atas kapal pesiar pribadi sambil tersenyum manis. Aku pun menjadi bahan tertawaan sepenuhnya. Dengan penuh rasa bersalah, aktris itu mengirimkan pesan kepadaku. [Pada lamaranmu yang ke-101, aku pasti akan menerimamu.] Kali ini, dia berdandan secantik bidadari yang turun dari kayangan dan masuk ke dalam ruang siaran langsungku. Namun, tepat di hadapannya, aku membakar 100 surat lamaran yang pernah kutulis untuknya, termasuk surat diagnosis kanker lambungku yang kusembunyikan di sela-sela surat itu. "Nggak ada lamaran yang ke-101 lagi, Nona Amanda."
더 보기"Bagaimana bisa? Mana mungkin!"Sorot mata pria yang mabuk itu mendadak berubah menjadi jernih. Dia tidak henti-hentinya bergumam pada diri sendiri, seolah-olah sedang berusaha meyakinkan dirinya. "Kalau dia nggak mau mengurusku, ya sudah ... kenapa harus pakai alasan yang bawa sial begini?"Melihat ekspresinya dan mengingat kembali segala kejadian di masa lalu, Jefri akhirnya menanyakan pertanyaan yang paling ingin dia tanyakan."Paman, jelas-jelas Yoga adalah anak kandungmu. Kenapa? Kenapa Paman memperlakukannya seperti ini?""Paman sangat baik pada anak tiri Paman. Kenapa nggak bisa membagikan sedikit saja rasa sayang Paman untuk anak kandung Paman sendiri?"Ayahku seketika dibuat mati kutu oleh pertanyaan itu. Seluruh tubuhnya gemetar sambil mulutnya terus meracau, "Dia anak kandungku, aku susah payah membesarkannya. Sekarang dia sudah punya adik, keluarga harus saling membantu. Orang lain juga akan mengingat kebaikannya. Sekarang aku sudah tua dan nggak berguna lagi, kalau nanti t
"Amanda, bukannya kamu aktris papan atas? Kamu masih ingat nggak, dengan pria yang rela pergi ke jamuan makan demi membantumu minum alkohol dan menegosiasikan bisnis, sampai dia muntah-muntah hebat? Coba kamu pikirkan baik-baik, di usianya yang masih semuda ini, karena siapa dia sampai mengidap penyakit seperti itu?""Amanda, kamu benar-benar keterlaluan! Dulu saat kamu bukan siapa-siapa, dia mendukungmu dan memilih untuk berjuang bersamamu. Tapi selama hampir 10 tahun ini, sudah berapa kali kamu membual dan membohonginya!""Kamu membuat seorang pria dewasa menanggung malu di depan begitu banyak orang, berbuat mesra dengan pria lain di hadapannya dengan alasan gimmick. Apa kamu punya hati nurani?"Amanda mendengarkan dengan pandangan kosong, seluruh jiwanya seolah-olah telah tercabut dari tubuhnya. Selama ini, Amanda mengira Yoga hanya marah sementara kepadanya, dan tidak lama lagi pasti akan memaafkannya seperti dulu, lalu menantikan pernikahan bersamanya. Amanda benar-benar mengira
Amanda bahkan mengumumkan hubungan asmara kami secara resmi di Instagram. Dia juga mengakui segala perbuatan buruk yang pernah dilakukannya padaku dulu, berharap aku bisa melihatnya dan memaafkannya.Saat Jefri memberi tahu hal itu, aku tidak menunjukkan reaksi apa pun. Aku bahkan tidak berminat sedikit pun.Aku hanya berkata dengan datar, "Untuk seterusnya, aku nggak mau dengar apa pun tentang Amanda lagi. Dia nggak ada hubungannya denganku, aku juga nggak mau melihatnya lagi ...."Jefri menuruti kemauanku dengan ekspresi seolah berkata 'akhirnya kamu sadar juga'. "Bagus, aku pasti akan menghalanginya dan nggak akan membiarkannya mengganggumu lagi!"Penyakitku semakin parah, aku sering terjaga semalaman karena menahan sakit.Suatu malam, ponselku menerima panggilan dari nomor asing. Begitu mendengar suaranya, aku tahu itu adalah Amanda."Yoga, aku tahu kamu sedang mendengarkanku. Apa kamu belum puas buat keributan?""Semua ini salahku, dulu aku terlalu egois .... Aku selalu mencintai
Pesawat segera mendarat di Kota Muera. Aku memulihkan kondisi tubuhku di sebuah rumah kecil peninggalan Ibu. Rasa sakit yang hebat membuatku tidak bisa tidur. Tengah malam, setelah menyuntikkan obat pereda nyeri ke tubuhku sendiri, aku menerima telepon dari Ayah.Tanpa basa-basi, dia langsung memarahiku. "Kamu ganti nomor baru nggak bilang-bilang ke Ayah, ya? Sia-sia Ayah membesarkanmu!""Kamu sudah gila? Bertahun-tahun kamu mengalah demi bersamanya, sekarang sudah mau menikah, kamu malah kabur?""Kamu tahu nggak seberapa kaya Amanda? Sekarang, setengah dari apa yang dia punya, bisa jadi milikmu. Asalkan kamu menikah dengannya, kamu bisa membelikan rumah untuk adikmu ...."Aku menyahut datar, "Ayah sebenarnya sayang padaku, atau sebenarnya mengkhawatirkan uang muka rumah Hendri?"Ayah menggertakkan gigi di ujung telepon. "Ayah sayang uangnya! Ayah nggak rela melihatmu begini!"Aku tersenyum getir. "Ya sudah, kalau nggak ada apa-apa lagi aku tutup.""Kamu benar-benar anak bodoh, nggak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.