Share

Bab 24

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-05-15 06:36:21

"Kita pindah malam ini."

"Pindah? Mau pindah kemana??" Tanya Aluna bingung.

"Kemana saja! Yang penting kita bisa terbebas dari cengkraman mama!" Jawab Arkan tegas.

Aluma tertegun sesaat. Dia masih berdiri di tempatnya karena tak mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja suaminya mengajaknya pindah. Aluna menerka jika ada masalah yang terjadi. Tapi ia tak berani untuk bertanya.

Arkan mengambil pakaian yang sudah di susunnya dan dimasukkan ke dalam koper. Mel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 146

    "Itu, kan?"Aluna memastikan penglihatannya. Mobil yang ada di depan rumah sewa itu adalah mobil mantan suaminya. Tapi tak mungkin Arkan tiba-tiba muncul, kan? Pria itu sedang di Sulawesi.Apa mungkin Fiona? Oh.. itu tidak mungkin lagi. Wanita itu tak bisa membawa mobil sendiri.Dengan rasa penasaran, Aluna masuk ke dalam rumahnya. Terdengar suara tertawa dari anak-anaknya yang sedang bermain. Serta suara pria itu.. suara maskulin dan berat dari seorang pria yang sangat di hapalnya.Oh.. hati Aluna tiba-tiba bergerumuh.. keringat dingin menjalar ke seluruh jemari tangannya.. rasa gugup ini sangat luar biasa.Aluna melangkahkan kakinya masuk ke dalam pintu yang sejak tadi terbuka. Saat melihat siapa yang ada disana, wanita ini terkesiap.Pria itu benar Arkan!"Ibu pulang!" Teriak Abi kegirangan.Anak ini berlari menuju pelukan ibunya. Aluna merunduk dan membalas pelukan Abi. Tapi mata itu tak lepas mena

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 145

    Minggu depan, ada Fiona datang berkunjung ke rumah sewa cucu-cucunya. Sengaja sekali ia datang untuk memberikan kejutan."Astaga, mama. Dengan siapa mama kemari?" Aluna jadi kaget."Sendirian. Tadi mama habis ke pasar terus mampir kemari." Sahut Fiona terkekeh."Ke pasar? Ya ampun. Kalau begitu masuklah dulu."Fiona lalu masuk ke rumah kecil dan menemukan dua cucu-cucunya. Saat melihat oma yang datang, Ditha dan Abi mencium tangan orang tua ini."Ini ma diminum dulu." Aluna memberikan segelas minuman tawar yang dingin. "Mama masih sendirian di rumah?"Fiona menggeleng. "Sudah ada asisten rumah tangga yang membantu mama disana.""Syukurlah. Tapi kenapa mama nggak nyuruh bibi itu aja yang ke pasar?" Tanya Aluna."Sebenarnya mama tadi ke pasar mau beli ini." Fiona menunjukkan satu paper bag. "Ada baju yang lucu sekali. Jadi mama belikan untuk si kembar. Mama juga membelikan roti untuk mereka."Mendengar ka

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 144

    Adelina pergi ke yayasan penyalur. Disana dia bertemu dengan pemilik dari yayasan ini, bu Santi. Ia memilih beberapa wanita yang akan menjadi kandidat asisten rumah tangga Fiona."Kalau yang ini namanya Yeti, dia sudah berpengalaman selama 5 tahun sebagai TKW diluar negeri." Ujar bu Santi memperkenalkan satu wanita yang berusia 40 tahunan."Kalau yang ini, Irma. Masih muda. Usianya baru 18 tahun."Wanita yang bernama Irma ini tersenyum manis. Rambutnya ikal yang panjang lalu kulitnya yang eksotis terlihat genit sembari menatap pria yang berdiri di sisi Adelina."Ini Rani, berpengalaman lebih dari 15 tahun." Santi menunjuk wanita tua yang memiliki punggung sedikit bungkuk.Adelina meneliti tiga wanita ini satu per satu. Ia lalu melirik pria yang ada di sebelahnya."Pilih yang mana?" Tanyanya.Langit mengedikkan bahu. "Terserah saja. Tapi saranku pilih yang berumur dan tahan banting. Jangan lupa kalau tantemu itu

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 143

    "Ini..." Aluna kehilangan katanya. Air mata itu mulai menggenang."Saat kamu pergi, Arkan seperti kehilangan semangat hidup. Setiap malam dia menangis memikirkan kalian.. dan foto-foto itu adalah hasil karyanya. Dia membingkai kenangan kalian di dalam sana." Sambung Fiona tercekat.Aluna mengerjap air matanya. Di dalam figura ini, ada foto dirinya bersama Arkan. Foto pernikahan mereka. Foto hasil usg dan juga Aluna yang tengah hamil.Di bagian bawah, ada foto si kembar yang baru saja lahir. Pun juga beberapa foto yang diambil saat bayi mereka tengah tertidur.Aluna mengusap bingkai tersebut. Sekarang kesedihan Arkan, putus asanya pria itu sampai ke relung hatinya. Menyentuh lembut pintu yang tertutup karena selimut kebencian.Arkan memang bersalah di masa lalu. Sangat bersalah. Dengan tega dia menelantarkan istri dan anak-anaknya demi wanita lain.Namun, hukuman yang ia terima cukup berat. Dimana kebahagiaan di rampas begitu saja

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 142

    Aluna hanya diam di tempatnya. Dua tangan anaknya ia genggam dengan kuat.Fiona mendekat dan memberi pelukan. Wanita ini menangis di bahu Aluna."Kamu kemari, nak?" Fiona melepaskan diri dan menatap wajah mantan menantunya."Iya. Ayah anak-anak bilang kalau mama sakit kemarin. Jadi aku sekalian mampir kemari.""Arkan yang bilang?" Oh.. Fiona senang sekali mendengarnya."I-iya. Mama sakit apa?""Darah tinggi mama kuat. Mari, sayang. Masuk dulu." Fiona lalu tersenyum pada si kembar. Tapi dia takut untuk mendekat.Tatapan tajam Abi serta ingatan Fiona mengenai Ditha yang kecelakaan membekas di pikirannya."Maaf, kami tidak bisa mampir. Kami mau pergi lagi.""Sebentar saja, nak. Kita sudah lama tidak bertemu." Ujar Fiona penuh harap.Aluna lalu memperhatikan kedua anaknya. Ditha nampak biasa saja. Kecuali Abi yang bersikap waspada."Baiklah. Hanya sebentar."Aluna menurunkan egony

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 141

    Aluna langsung menepuk jidatnya. Dasar! Anak sekecil ini sudah diajari berbohong. Apalagi ini Ditha, si keriting cerewet keturunan Fiona.Tanpa rasa berdosa, Ditha mendorong ponsel itu ke Aluna. Dengan berat hati, Aluna membalik ponsel tersebut sehingga terlihatlah wajah mantan suaminya, Arkan.["Oh.. Aluna. Maaf, aku mengganggumu."] Ujar Arkan tak enak hati setelah melihat wajah masam Aluna di layar ponselnya."Nggak, mas. Aku baru selesai sholat tadi." Jawab Aluna memberi alasan. Pas sekali dia memang masih memakai mukena.["Oh.. begitu. Tadi Ditha menelponku, rupanya dia sudah pintar memainkan ponsel."]Aluna melipat bibir. Bukan Ditha yang pintar memainkan ponsel melainkan ibunya yang mencari alasan untuk menghubungi ayahnya."Aku dengar dari Mira kalau mas sakit tadi siang. Apa itu betul?" Arkan berdeham . ["Iya. Biasa. Sakit maagku kambuh. Jadi aku ke IGD tadi."]"Kamu nggak makan obat?"["Makan.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 23

    Arkan menaruh sendok makan itu sedikit keras ke atas meja hingga membuat dentingan. Ketiga wanita ini terkesiap termasuk Indri yang baru saja mendapatkan kesan pertama."Tante bilang apa barusan?? Istri kedua??" Arkan meminta tantenya ini mengulangi ucapannya."Iya. Istri kedua.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 21

    ["Gimana hasil periksanya?"] Terdengar suara penasaran dari sebrang sana."Begitulah. Disuruh sabar sama dokternya." Sahut Fiona malas.["Nggak terjadi sesuatu ya sama Aluna?"] Suara itu seperti mengharapkan sesuatu.Fiona menghela nafas mendengar pertanyaan adiknya.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 19

    Keahlian Fiona adalah menyindir menantunya. Hal kesukaannya adalah menindas Aluna. Tak heran jika dia berani menghina menantunya sendiri di depan banyak orang.Adel yang merasa situasi menjadi canggung lantas mencairkan suasana kembali dengan mengajaknya makan siang bersama.Set

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 17

    Bermacam-macam perhiasan terhampar di depan mata Aluna. Bukan sekedar bualan belaka, Arkan benar-benar mengajak istrinya ke toko perhiasan pagi ini.Namun saat sampai disana, nyali Aluna menciut. Ia langsung memundurkan diri."Kayaknya nggak usah beli perhiasan, mas." Ujar Aluna

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status